in

Review Novel Young Adult: Duo Tulalit Karya Iwok Abqary

Rating: 3.02

 

Grameds, apakah kamu suka membaca novel-novel dengan cerita yang ringan? Jika ya, novel Young Adult ini bisa menjadi pilihan yang tepat! Kali ini, Gramin sudah menyajikan artikel ulasan rekomendasi novel yang pastinya bisa menghibur kamu. Novel Young Adult: Duo Tulalit karya Iwok Abqary, novel ini sampai menjadi salah satu best seller karena memiliki banyak kelebihan.

Duo Tulalit

button cek gramedia com

Novel Young Adult: Duo Tulalit ini memiliki 136 halaman dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 29 Oktober 2018. Ceritanya berfokus pada dua remaja yang tinggal sekamar di kosan Pondok Barokah, yang dihuni oleh banyak orang dengan karakter yang aneh, lucu dan tulalit. Di sana, ada penghuni yang berambisi untuk menjadi artis sinetron, mahasiswa yang tak kunjung lulus meskipun sudah kuliah tujuh tahun, hingga yang suka memasak makanan aneh seperti spageti bekicot. Kehadiran Deedee dan Meme di kosan tersebut semakin menambah serangkaian kejadian unik.

Bagaimana? Apakah kamu penasaran dengan kelanjutan cerita dalam buku ini? Sebelum kamu memutuskan untuk membelinya, ada baiknya kamu membaca ulasan tentang buku ini terlebih dahulu. Mari, sebelum kita menyelami ulasan lebih lengkap, kita kenalan dulu dengan Iwok Abqary, penulis dari novel Young Adult: Duo Tulalit.

Profil Iwok Abqary – Penulis Novel Young Adult: Duo Tulalit

Iwok Abqary, penulis ramah dan murah senyum kelahiran Madiun, 28 Desember. Iwok dikenal dengan karya-karyanya yang berfokus pada dunia anak dan remaja, serta memiliki judul-judul unik. Iwok sudah banyak sekali melahirkan buku-buku yang masuk ke dalam jajaran best sellers. Sejak kecil, Iwok gemar menulis, ia menganggapnya sebagai bentuk komunikasi karena sifat pemalunya.

Ibunya, almarhumah Naskah Alimah, sangat mendukung minat menulisnya, sementara ayahnya, almarhum M. Rasidi, awalnya menentang tetapi akhirnya menjadi pendukung terbaiknya. Meskipun bekerja sebagai pegawai personalia di sebuah perusahaan telekomunikasi di Tasikmalaya, Iwok tetap setia menulis di malam hari. Bagi Iwok, menulis adalah cara istimewa untuk memainkan berbagai peran dan menciptakan dunia baru.

Sinopsis Novel Young Adult: Duo Tulalit

Duo Tulalit

button cek gramedia com

Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jatinangor, pukul dua siang. Dua mahasiswi baru saja selesai kelas terakhir mereka. Sementara mahasiswa lainnya berebut menuju kantin, dua mahasiswi ini memilih untuk menunggu angkot. Mereka adalah Deedee dan Meme, mahasiswa semester satu jurusan Sastra Inggris, yang baru beberapa bulan lalu lulus dari SMA. Gaya mereka masih menunjukkan ciri khas remaja baru lulus.

Deedee sedikit lebih tinggi daripada Meme, dengan tinggi badan sekitar 158 cm. Rambutnya tebal, hitam, dan keriting. Lebih tepatnya, ikal bergelombang dengan panjang sebahu. Jika rambutnya di-rebonding, mungkin panjangnya bisa mencapai pinggang. Kulitnya berwarna sawo matang, lebih baik daripada disebut sawo busuk.

Deedee selalu harum. Dia rajin menggunakan deodorant dan body spray dengan aroma delima. Berbeda dengan Deedee, Meme punya penampilan yang sangat berbeda. Meme lebih pendek dari Deedee, dengan rambut lurus seperti lidi, tipis, dan berwarna pirang. Rambutnya sedikit lebih panjang dari bahunya. Kulitnya putih kemerahan dengan bintik-bintik, mirip bule. Apakah Meme memiliki keturunan bule? Mungkin nanti kita bisa tanya langsung, atau kamu bisa tanyakan sendiri. Nanti aku kasih nomor HP-nya. Yang jelas, Deedee dan Meme adalah teman sejurusan dan sekelas di perkuliahan. Mereka juga berbagi tempat kos yang sama untuk menghemat biaya.

Cerita ini bermula saat mereka mendaftar ulang di jurusan dan mengikuti orientasi mahasiswa baru yang dipandu oleh para senior. Mereka dikumpulkan dalam satu kelas. “Jadi, selama masa orientasi, kalian harus tiba di kampus jam lima pagi!” ujar ketua Hima yang bernama Idoy. Nama aslinya Dodi, tapi dia lebih suka dipanggil Idoy karena dianggap lebih keren dan menambah daya tariknya. Dia sengaja berbicara dengan dada membusung untuk terlihat berwibawa dan berharap ada mahasiswa baru yang terkesan dengan wibawanya.

“Waaaaah….” Jeritan histeris terdengar dari berbagai penjuru, termasuk dari seorang mahasiswi senior yang baru menyadari. Dia jarang ikut rapat panitia, jadi tidak tahu acara dimulai begitu pagi. Tidak heran dia panik. “Bangun lebih awal dari ayam, dong?” kata seorang mahasiswa baru bernama Deden. “Jangan protes! Kalian harus belajar mandiri!” bentak Idoy dengan tegas, berharap ada mahasiswi baru yang tertarik dengan ketegasannya.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Deden langsung manyun. Masa dia cuma bercanda soal bangun lebih awal dari ayam sudah dianggap protes?

“Pak!” Seorang mahasiswi imut tiba-tiba mengacungkan tangan. Kalau bisa, dia pasti ingin mengacungkan kaki. “Boleh minta waktu nggak?”

Pak? Idoy melotot. Dengan segala ketegasan dan kewibawaan yang ditunjukkannya sejak tadi, sekarang dia disebut BAPAK? Harga dirinya langsung merosot. Beberapa mahasiswa senior yang juga panitia orientasi, yang berdiri di belakang Idoy, tertawa terbahak-bahak. Rasakan itu!

Kelebihan dan Kekurangan Novel Young Adult: Duo Tulalit

Duo Tulalit

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Lucu dan menghibur.
  • Halaman sampul yang menarik.
  • Gaya penulisan yang santai.
  • Novel yang ringan untuk dibaca.
  • Dialog dan narasi yang detail.
Cons
  • Tokoh yang dimasukan terlalu banyak.

Kelebihan Novel Young Adult: Duo Tulalit

Duo Tulalit

button cek gramedia com

Novel Young Adult: Duo Tulalit ini memiliki banyak sekali kelebihan, sehingga menjadikan novel ini salah satu best seller. Novel ini memiliki cerita yang menggelitik dan menghibur. Dengan momen-momen lucu dan narasi yang mengundang tawa, pembaca akan menikmati setiap halaman dengan senang hati.

Desain sampulnya yang menarik juga menjadi poin tambahan untuk buku ini, karana sampul buku ini dapat memikat pembaca sejak pandangan pertama dan memicu rasa ingin tahu akan isi cerita. Ilustrator yang menggarap sampul buku Young Adult: Duo Tulalit ini berhasil menjalankan tugasnya dengan baik karena berhasil menyajikan gambaran yang sesuai dengan esensi cerita di dalam novel ini.

Gaya penulisan Iwok Abqary yang santai membuat novel ini mudah dinikmati dan cocok untuk dibaca saat senggang. Ia juga menyelipkan beberapa kata gaul yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yang menambah daya tarik novel ini. Novel ini juga mudah dicerna, tidak memberatkan pikiran untuk mengikut alur cerita yang ada dalam novel ini.

Hal ini membuat novel Young Adult: Duo Tulalit ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan pembaca terutama karena gaya penulisan Iwok yang khas membuatnya menarik bagi pembaca dari berbagai usia. Selain itu, dialog dan narasi dalam novel ini sangat detail, terutama dalam menggambarkan karakter dan keadaan yang sedang terjadi di dalam cerita, sehingga pembaca merasa benar-benar terlibat dan dapat memahami alur cerita dengan jelas.

Kekurangan Novel Young Adult: Duo Tulalit

Duo Tulalit

button cek gramedia com

Walaupun novel Young Adult: Duo Tulalit buku ini tetap tidak luput dari kekurangan. Salah satu kekurangan yang mencolok adalah keberadaan banyak tokoh. Meskipun gaya narasinya santai, ringan, dan mudah dipahami, kehadiran berbagai tokoh bisa membuat pembaca merasa kebingungan karena terlalu banyaknya karakter. Hal ini dapat mengganggu harmoni dari alur cerita yang seharusnya ringan dan santai.

Pesan Moral Novel Young Adult: Duo Tulalit

Duo Tulalit

button cek gramedia com

Dalam novel Young Adult: Duo Tulalit, pesan moral yang kuat dapat ditemukan melalui tokoh utama dan tokoh-tokoh di kosan Pondok Barokah. Salah satu pesan moral yang sangat kuat adalah tentang pentingnya menjadi diri sendiri. Novel Young Adult: Duo Tulalit mengajarkan kepada pembaca untuk tidak pernah mengubah diri terutama untuk menyenangkan orang lain.

Pembaca diajak untuk memahami bahwa kebebasan berekspresi hanya bisa dirasakan ketika kita memilih untuk menjadi diri sendiri, tanpa menghiraukan pandangan atau penilaian orang lain. Pesan ini sangat penting, karena seringkali tekanan sosial membuat seseorang merasa perlu untuk berubah demi diterima di lingkungan tertentu. Namun, novel ini mengingatkan bahwa orang-orang terdekat yang sungguh mencintai kita pasti akan menerima kita apa adanya.

Selain novel Young Adult: Duo Tulalit, Gramin juga sudah menyiapkan rekomendasi beberapa buku dengan genre young adult yang ada di Gramedia.com di bawah ini. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu siap memberikan informasi terlengkap dan terbaik untuk kamu. Selamat membaca!

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Young Adult: Memutar Ulang Waktu

Young Adult: Memutar Ulang Waktu

button cek gramedia com

“Jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sejarah hidupmu, apakah hidupmu sekarang akan berubah menjadi lebih baik?”

Shella sering berharap bisa memutar ulang waktu untuk memperbaiki pilihan-pilihan hidupnya dan mengubah keputusan-keputusannya. Hingga kesempatan itu datang… Seorang pria tua misterius mengatakan dia bisa mewujudkan keinginan Shella.

Ia kembali ke masa lalu.

Akhirnya Shella memutuskan mengubah hidupnya yang monoton, memperbaiki ekonomi keluarganya, dan menemukan kekasih yang tepat untuknya.

Tapi, apakah sesungguhnya Shella berhasil mengubah hidupnya menjadi lebih baik? Atau justru semakin berantakan?

Young Adult: Two Souls

Young Adult: Two Souls

button cek gramedia com

Sejak tahu dirinya adalah seorang Victer, keturunan Dewa Dionysus yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa dari kematian, Arlesta menutup pintu hatinya dari dunia luar. Tetapi, keadaan berubah ketika dia bertemu Nick, pianis tampan bersifat dingin yang familier baginya. Dunianya yang tak berwarna seketika jungkir-balik dan dipenuhi banyak rasa.

Namun, kebahagiaan itu berhenti ketika Arlesta tahu sahabat baiknya juga menyukai Nick. Juga saat dia menemukan kenyataan kekuatannya tak dapat menyelamatkan nyawa Nick yang terancam.

Akankan jiwa mereka menemukan jalan untuk bersama? Atau rahasia masa lalu justru memisahkan keduanya?

Young Adult: Enigma Pasha

Young Adult: Enigma Pasha

button cek gramedia com

Nomor 1 mendatar: teka-teki; misterius; tidak jelas (tentang ucapan). Lima huruf. E-N-I-G-M-A. Sebagai murid baru pindahan di SMA Baswara, sosok Pasha langsung jadi bahan omongan. Pertama, dia mengaku sudah membaca data pribadi semua anak di kelasnya. Jangan-jangan dia psikopat! Kedua, kaca jendela kantin remuk dihajar bola bisbol bertuliskan nama Pasha. Apakah dia pelakunya? Atau dia mata-mata? Pasha kan mantan pemain bisbol di SMA Adigana, rival berat sekolah mereka. Sella sebagai teman semeja Pasha dan kebetulan berada di TKP, mau tidak mau jadi terlibat. Penyelidikan demi penyelidikan Sella tidak hanya menguak fakta-fakta yang mencengangkan, namun juga menciptakan pertemanan unik dengan cowok misterius itu. Sayangnya ada yang tidak Sella sadari… Jejak-jejak Pasha yang dia ikuti ternyata membawanya pada jebakan yang sama sekali tidak terduga.

Potongan demi potongan teka-teki mengenai Pasha disampaikan dengan intens tapi mengalir. Akaigita berhasil menyuguhkan kisah yang mengalir dari kekuatan karakter tokoh sekaligus alur cerita. Setiap bab sejak awal tidak ada yang berjalan secara percuma. Semuanya saling terkait dan penting. Pembaca akan dibuat benar-benar penasaran dari bab ke bab. Tidak ingin ketinggalan satu kata pun karena seringkali merupakan ‘petunjuk’ yang penting. Kisah cinta Sella dan Pasha pun berjalan manis tanpa memberi kesan menye-menye.

 

Sumber:

  • https://forumpba.blogspot.com/2011/01/profil-iwok-abqary.html
  • https://www.google.co.id/books/edition/Young_Adult_Duo_Tulalit/rsx1DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=duo+tulalit&pg=PA5&printsec=frontcover
  • https://www.goodreads.com/id/book/show/42426497-duo-tulalit

Written by Gabriela

Hai, saya Gabriel. Saya mengenal dunia tulis menulis sejak kecil, dan saya tahu tidak akan pernah lepas dari itu. Sebab, segala informasi yang kita dapat setiap hari, salah satunya berbentuk tulisan. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya untuk bisa turut memberikan informasi melalui tulisan saya.

Membuat karya tulis akan selalu menyenangkan bagi saya, karena saya bisa terus belajar melalui kata-kata. Setiap kali menulis, saya akan terlebih dahulu membaca sumber untuk memperoleh informasi yang tepat. Keseluruhan proses merangkai kata tersebut adalah proses pembelajaran yang tak berkesudahan.

Saya suka menulis review buku, karena setiap buku menyajikan dunia yang baru dan memberikan banyak pengetahuan baru. Saya juga suka menulis tentang dunia kuliner dan trivia, karena ada banyak fakta unik, tips, dan juga trik yang bisa saya coba praktikkan.

Keahlian
Review buku
Kuliner
Trivia

Pendidikan
Universitas Multimedia Nusantara

Linkedin: Gabriela Estefania
Instagram: @gaby_tandean