Best Seller Buku Parenting Anak

Jelajahi Best Seller Buku Parenting Anak dari Gramedia yang disusun berdasarkan penjualan terbanyak

Parenting Tanpa Galau

Parenting Tanpa Galau

The Danish Way Of Parenting

The Danish Way Of Parenting

Happy Healthy Parenting

Happy Healthy Parenting

Reading Parenting

Reading Parenting

Parenting Life - Before After 01

Parenting 4.0 Mendiidk Anak Di Era Digital

Parenting 4.0 Mendiidk Anak Di Era Digital

Positive Parenting Membangun Karakter Positif Anak

Positive Parenting Membangun Karakter Positif Anak

Adaptive Parenting

Adaptive Parenting

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Tentang Best Seller Buku Parenting Anak by Gramedia

Jelajahi Best Seller Buku Parenting Anak dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan penjualan terbanyak.

Selengkapnya

    Tahukah ibu? Jalinan Ikatan antara ibu dan anak sudah lama terhubung sejak anak masih berada dalam kandungan. Hal ini diperkuat oleh penelitian ilmiah dunia yang telah membuktikan bahwa jalinan ikatan ibu dan anak sangatlah istimewa. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh The Journal of Neouroscience, ikatan ibu dan anak merupakan hubungan yang paling kuat diantara orangtua dan anaknya, bahkan melebihi hubungan ayah dengan anak. Oleh karenanya, ikatan ibu dan anak adalah hubungan yang paling kuat di dunia.

    Dalam penelitian ini, para ilmuwan bertujuan untuk menemukan suatu penyebab gangguan emosional seperti depresi dari  ibu yang sering diturunkan kepada anak. Ilmuwan melakukan tindakan pemindaian MRI kepada sebanyak tiga puluh lima (35) keluarga yang memiliki riwayat kesehatan baik. Hasil pemindaian yang dilakukan menghasilkan suatu hal yang menarik, yaitu ibu dan anak perempuan memiliki anatomi yang serupa di dalam bagian otak yang bertugas mengatur masalah emosi.

    Para peneliti menyatakan, ikatan ibu dan anak perempuan lebih kuat dibandingkan dengan ikatan antara ibu dan anak laki-laki, ayah dengan anak perempuan, maupun ikatan ayah dengan anak laki-laki. Maksudnya adalah ibu dan anak perempuan lebih bisa saling memahami satu sama lainnya dan juga bisa mengaitkan emosi mereka masing-masing dibandingkan dengan orang lain.

     

    BAGAIIMANA CARA KERJA OTAK MEMBENTUK IKATAN BATIN ANTARA IBU DAN ANAK?

    Ketika bayi baru lahir, tubuh ibu memproduksi suatu hormon kebahagiaan yaitu hormon dopamin. Hal ini telah dijelaskan dalam sebuat penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hal apa yang terjadi di otak ibu ketika sang ibu berinteraksi dengan bayinya. Penelitian mengukur cara kerja otak ibu dengan memindai otak melalui alat medis khusus. Pemeriksaan ini dilakukan saat ibu melihat foto dan video kenangan  ibu yang sedang merawat bayinya.

    Hasil penelitiannya menunjukkan bawa otak ibu lebih banyak memproduksi hormon dopamin ketika ibu melihat banyak foto dan kenangan tersebut. Sehingga para peneliti pun bersepakat menganggap hormon dopamin berperan besar dalam menguatkan ikatan ibu dan anak. Hormon yang disebut hormon kebahagiaan ini dapat memotivasi ibu untuk melakukan hal yang lebih banyak untuk anak dan membuat sang ibu merasa bahagia.

    Ikatan batin antara ibu dan anak semakin memperkuat saat ibu memberikan ASI kepada bayinya. Para peneliti menunjukkan bahwa hormon oksitosin yang diproduksi ibu pada saat menyusui, mampu menguatkan ikatan ibu dan anak. Biasanya bayi secara alamiah membangun ikatan batin dengan ibunya, seperti saat bayi menangis, maka ia menghasilkan suara atau gumamamn tertentu, melakukan kontak mata dengan ibunya, tersenyum, mencari puting ibu saat menyusu. Setidaknya ibu memiliki waktu satu tahun untuk menjalin ikatan batin dengan anak. Karena tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang paling penting untuk membangun jalinan dan ikatan batin yang kuat hingga akhir hayat.

     

    21 cara bantu ibu membangun ikatan yang kuat dengan anak

    Pertemuan pertama kali antara ibu dengan anak merupakan momen yang tak terlupakan bagi setiap ibu. Banyak kenangan-kenangan manis yang terbangun jika kedekatan ibu dan anak terjalin sejak dini. Apakah sampai saat ini masih banyak ibu yang bingung bagaimana mempererat ikatan batin yang kuat dengan anak? Dibawah ini merupakan tips 21 cara bantu ibu membangun ikatan yang kuat dengan anak.

    1. Saat dalam kandungan

    Para peneliti menunjukkan bahwa membangun ikatan batin yang kuat dan baik dimulai saat anak berada dalam kandungan. Masa-masa kehamilan adalah masa-masa paling emas yang bisa ibu manfaatkan untuk membangun ikatan batin dengan anak. Salah satunya dengan mengajaknya berbicara dengan membacakan buku atau memperdengarkan musik-musik yang halus saat anak masih berada dalam kandungan. Hal ini merupakam cara terbaik untuk menciptakan ikatan batin yang kuat dengan anak.

    Selain itu, ibu juga bisa memperhatikan dan mulai mencoba apa arti dari tendangan yang diberikan si bayi dari dalam perut. Ibu bisa memberikan tanggapan balik bercanda, tertawa, bahkan bercerita.

     

    1. Masa menyusui

    Tahapan ini ibu sudah bisa melihat anak lahir didunia dan melihatnya tumbuh besar. Seperti yang diketahui, tahapan menyusui ini penting untuk tidak dilewatkan oleh ibu. Ibu bisa mulai dari memperhatikan bagaimana dengan ekspresi wajahnya, memberikan senyuman hangat, tertawa ringan, dan perhatikan bagaimana si anak berusaha berkontak dengan ibu dengan kedipan mata atau gerakan lainnya.

    Jika pada akhirnya anak menangis, tak perlu khawatir. Karena menangis merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi dengan ibu. Ibu bisa mempelajari arti tangisannya. Tenangakn anak dengan mengajaknya bersenandung ringan atau bercerita.

    Pastikan ibu juga beristrahat cukup, mengonsumsi asupan yang bergizi dan melakukan aktivitas yang membuat ibu bahagia agar terhindar dari stress.

    Jika tidak ada hambatan apapun, ibu bisa meneruskan masa menyusui dengan sianak hingga berusia dua (2) tahun. Hal ini tentunya mempengerahui kesehatan anak serta mencukupi kebutuhan gizi si anak.

     

    1. Skin to skin

    Proses skin to skin atau yang biasa kita sebut sentuhan dari kulit ibu ke kulit anak, merupakan salah satu cara yang membuat jalinan ikatan batin ibu dan anak menjadi semakin kuat. Hal ini muncul saat kulit ibu bersentuhan dengan kulit anak membuat si anak merasa aman, nyaman, dan bahagia. Bersentuhan langsung dengan kulit bayi juga membawa keuntungan tersendiri buat ibu. Salah satunya adalah meransang keluarnya ASI dan mengurangi baby blues.

     

    1. Memberikan ekstra perhatian

    Pada umumnya setiap ibu selalu memperhatikan dengan seksama setiap ekspresi dan reaksi yang dikeluarkan oleh si anak. Tingkah lakunya yang menggemaskan sangat disayangkan untuk dilewatkan. Ibu bisa membuat video ataupun foto tentang ibu dan anak sebagai momen kenangan yang menyenangkan. Seiring berjalannya waktu ibu dengan sendirinya mengetahui apa yang ia sukai, apa yang ia tidak disukai,.Hal ini sangat mempermudah ibu untuk terus menjalin ikatan yang kuat dan baik dengan anak.

     

    1. Mencatat segala rutinitasnya

    Terkait dengan cara nomor 4, Ibu boleh mencatat segala rutinitas yang dilakukan si anak dari pagi hingga malam. Dengan begini, ibu menjadi paham ketika si anak mengekspresikan diri dalam berbagai bahasa tubuh.

     

    1. Ciumi kepala anak secara rutin

    Para peneliti membuktikan bahwa aroma anak yang baru lahir terutama pada bagian kepala dapat merangsang kebahagiaan dan rekognisi di otak.

     

    1. Memandangi wajah anak

    Anak yang baru lahir pada umumnya belum melihat secara baik. Akan tetapi, tahukah ibu? Bahwa si anak sudah mengenal kedua orangtuanya dengan baik. Memandangi wajah si anak setiap harinya merupakan salah satu membangun jalinan ikatan yang baik antara ibu dan anak.

     

    1. Mengajak berbicara setiap hari

    Anak sangat senang mendengar suara orangtuanya. Karenanya, ajaklah si anak berbicara, bercerita bahkan bernyanyi setiap hari. Lalu lihatlah kontak matanya dengan erat.

     

    1. Melakukan spa anak yang menyenangkan

    Setiap anak selalu senang dipijat. Memberikan pijatan kepada anak memberikan keuntungan kepada ibu untuk semakin mempererat jalinan ibu dan anak. Selain itu, pijatan yang dilakukan dapat menbantu mengatasi gas dan kolik diperut ibu. Direktur utama Touch Reseacrh Institute di University of Miami School of Meidicne, Tiffany Field mengungkapkan bahwa dengan memijat bayi sedikit lebih banyak menstimulasi sistem saraf pusat bayi. Pijatan dapat memicu otak dan memproduksi lebih banyak serotonin dan menekan kortisol, yaitu hormone yang berkaitan dengan stres. Hasilnya, detak jantung bayi meningkat dan bayi menjadi lebih rileks.

     

    1. Menggendong dan memeluk bayi lebih sering

    Tahapan ini juga tak kalah penting untuk terlewatkan. Menggendong serta memeluk bayo sejak ia lahir akan mempererat ikatan batin ibu dan anak serta membentuk karakter si anak lebih positif saat ia dewasa kelak. Si anak akan bisa merasakan apa yang ibu rasakan saat ibu menggendongnya. Ibu bisa bergantian dengan pasangan untuk menggendong saat ibu sudah merasa lelah.

     

    1. Tidur disamping anak

    Menemani anak tidur adalah salah satu cara yang bisa ibu gunakan untuk menciptakan ikatan batin yang kuat dengan anak. Untuk ibu yang menggunakan boks bayi, ibu bisa meletakkan boks bayi disamping tempat tidur dalam kamar ibu.

     

    1. Memberikan pelukkan dan ciuman

    Bagi ibu, memberikan pelukkan dan ciuman merupakan hal yang sederhana. Namun, jangan salah. Hal ini dapat membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosional anak saat dewasa kelak. Oleh karena itu, berikanlah pelukkan dan ciuman kepada si anak sesering mungkin.

     

    1. Meluangkan waktu untuk bersenang-senang dengan si anak

    Seiring waktu berjalan, anak tumbuh dengan sehat dan baik. Ibu bisa mengajak si anak melakukan aktivitas yang menyenagkan secara rutin. Salah satunya dengan mengajak si anak bermain di taman bermain atau berjalan santai di taman kota. Biarkan si anak bereksplorasi untuk memuaskan rasa keingintahuannya.

     

    1. Membacakan sebuah buku cerita

    Membacakan sebuah buku cerita untuk anak dapat membantu perkembangan literasi anak. Karenanya, ibu harus membiasakan membaca buku cerita di depan anak sejak dini agar anak ibu dapat menambah berbagai macam kosakata yang ia tangkap. Jika anak ibu sudah tumbuh semakin besar, ibu juga dapat membiarkan anak memilih sendiri buku cerita yang diingikan untuk ibu bacakan.

     

    1. Mengajak menari bersama

    Dalam masa tumbuh kembangnya, anak sudah mulai aktif untuk berimajinasi. Ibu bisa meluangkan waktu kapanpun untuk mengajak anak bermain peran. Ajaklah ia memilih sebuah cerita dan ibu bisa menciptakan panggung musikal dirumah. Nikmati waktu bermain bersamanya. Dengan begini, hubungan ibu dan anak akan semakin erat dan tidak terputus.

     

    1. Menciptakan ritual yang menyenangkan.

    Tak ada salahnya jika ibu bisa menciptakan suatu rutinitas yang bisa ibu lakukan dengan anak. Misalnya seperti memijat anak setelah mandi dan mendongeng sebuat cerita sebelum tidur.

     

    1. Menjadwalkan bermain anak di luar rumah

    Banyak orangtua yang seringkali khawatir membiarkan anak bermain di luar rumah. Jangan ragu untuk membiarkan anak ibu untuk main di luar. Karena hal ini dapat menjadi stimulasi yang bagus untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

     

    1. Berikan dukungan dari yang terkecil sampai terbesar

    Ibu dapat memberikan dukungan-dukungan kecil maupun besar kepada anak selama masa pertumbuhannya. Seperti menjadi teman serta konsultan baginya, anak akan merasa dihargai dan dianggap ada oleh ibunya.

     

    1. Memberikan permainan yang edukatif

    Sekarang ini sudah banyak sekali mainan edukatif yang bisa ibu jumpai. Berbagai permainan edukatif bisa dimainkan oleh anak sesuai dengan rentang usianya. Tak harus mainan mahal ataupun baru, ibu juga bisa menciptakan permainan kreatif sendiri seperti bermain panggung musikal, permainan simulasi, dan lain sebagainya.

     

    1. Waktu yang berkualitas untuk anak

    Seiring berjalannya tumbuh kembang anak, biasanya orangtua akan meninggalkan anak dalam waktu yang lebih lama. Jangan lupa untuk meluangkan waktu yang berkualitas untuk anak agar ibu tak melewatkan tumbuh kembangnya.

     

    1. Membiasakan pamit ketika ingin pergi

    Jika ibu adalah salah satu wanita karir, pastikan ibu merikan pamit terlebih dahulu ketika hendak pergi bekerja. Walaupun pada awalnya tidak mau ditinggal. Lambat laun dia akan menerima dengan sendirinya. dan ibu tetap bisa menjalin ikatan batin yang baik dengan anak.

     

    9 hal yang harus ibu dan ayah lakukan demi menjaga kesehatan anak

    Anak merupakan buah hati bagi setiap ibu dan ayah yang membawa kebahagiaan dan keceriaan. Rumah yang mendadak menjadi ramai, dan setiap harinya rutinitas ibu tak pernah lepas dari si anak. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi orangtua terutama ibu untuk mengetahui semua cara demi menjaga kesehatan anak. Suatu hal yang kelihatannya sederhana namun bisa saja berakibat fatal untuk kesehatan anak jika ibu telat menyadarinya. Berikut ini kami ringkas untuk membantu ibu serta mengingat dalam sembilan (9) hal yang harus ibu lakukan demi menjaga kesehatan anak.

     

    1. Jangan menyepelekan masalah kesehatan anak

    Pada umumnya orangtua, urusan anak merupakan hal yang menjadi prioritas utama dibandingkan apapun. Ketika ibu dan ayah mendeteksi gejala yang tak biasa pada anak, segeralah berkonsultasi pada dokter. Jangan pernah berspekulasi pada diri sendiri ataupun meminta saran penyembuhan dari beberapa teman ayah dan ibu. Yang paling baik adalah meminta saran dari ahlinya.

     

    1. Jangan meninggalkan anak sendirian

    Meninggalkan anak sendirian bisa mengakibatkan bahaya yang tak pernah ayah ibu duga sebelumnya. Sebaiknya temani anak anda dalam rutinitas apapun baik dalam pengawasan ayah maupun ibu. Jika ayah maupun ibu tidak bisa mengawasinya, minta tolonglah pada kerabat dekat agar anak selalu terjaga dan aman

    1. Jangan abaikan tangisan anak

    Di tahun pertamanya, anak berkomunikasi melalui tangisannya. Tangisan tersebut bisa diartikan sebagai lapar, haus, sakit, atau butuh diapersnya diganti. Jika ayah dan ibu merasa tangisannya tidak seperti biasanya, cobalah untuk teliti terlebih dahulu kemudian meminta ahli kesehatan untuk membantu. Mungkin terlihat seperti tidak ada masalah yang serius, tapi setidaknya ayah dan ibu bisa memastikan bahwa anak anda baik-baik saja.

     

    1. Jangan abaikan ekspresi anak

    Biasanya anak lebih banyak mengekspresikan dirinya melalui bahasa tubuh. Ketika ia memberikan sinyal gerak gerik tubuh yang tidak biasa, cobalah berikan ia perhatian lebih dan pahami apa yang terjadi.

     

    1. Jangan bertengkar di depan anak

    Bila ayah dan ibu sering bertengkar didepan anak, hormon kortisol (hormon penyebab stress) dan tekanan darah anak bisa saja meningkat. Selain itu, anak menjadi mudah rewel dan pola tidurnya pun terganggu.

     

    1. Jangan lupa untuk membuat rumah anda aman bagi anak

    Rumah yang aman akan membuat anak terhindar dari hal buruk yang tidak diingikan. Bila anak mulai merangkak atau belajar berjalan, pastikan laci rumah dalam keadaan terkunci, dan peralatan elektronik lainnya jauh dari jangkauannya.

     

    1. Jangan menakuti anak

    Umumnya orangtua bercerita hal yang menakuti anak agar anak mau mematuhi dan mendengarkan kita. Namun sayangnya, cara tersebut bukanlah cara bijak yang kita tiru. Cara seperti ini dikhawatirkan menghasilkan keadaan yang sebaiknya dari niat tujuan kita.

     

    1. Membuka jendela rumah untuk kesehatan anak

    Beberapa rumah ayah dan ibu tentunya memiliki fasilitas Air Conditioner (AC) di ruangan tertentu. Kelihatannya rumah tampak bersih dari debu luar. Sayangnya ini salah. Menutup rapat rumah akan membuat anak mudah terkena penyakit ketika anak terpapar udara bebas. Terlebih jika aktivitas anak terus-terusan di dalam ruangan seperti di rumah atau mall. Sebaiknya upayakan ada sinar matahari yang masuk ke dalam rumah baik dari jendela maupun ventilasi. Tentunya hal ini dapat mencegah udara pengap di dalam rumah.

     

    1. Jangan ceroboh saat menggendong anak

    Alasan mengapa ayah dan ibu perlu menggendong anak secara hati-hati karena struktur tubuh anak anda masih sangat lunak. Saat menggendong, pastikan ayah dan ibu telah menyangga kepala dan lehernya. Jangan pernah biarkan kakaknya atau anak-anak kecil menggendong anak anda. Setidaknya sampai tubuh anak anda berstruktur kuat.