Buku Resep MPASI

Jelajahi Buku Resep MPASI dari Gramedia yang disusun berdasarkan rekomendasi Gramedia

Mpasi Super Lengkap Dan Favorit

Diary Mpasi

Buku Pintar Emak : 30 Menu Mpasi Terbaik

Cemong Books: MPASI 101, Panduan Praktis dan Lengkap Nutrisi Anak

Mpasi Makanan Pendamping Asi

MPASI Bayiku

Say Yes to Homemade MPASI

365++ Variasi Menu MPASI Untuk Satu Tahun

Mommyclopedia 567 Fakta Tentang Mpasi

A-Z Tentang Mpasi

Anti Ribet Mpasi Standar Who

Bingung Memulai Mpasi?

365 Hari MP ASI Plus: Makanan Pendamping ASI untuk Anak Usia 6-18 Bulan

Mommyclopedia: 78 Resep MPASI

35 Resep Finger Food Bebas Gluten untuk MPASI

MP-ASI & Mom Sharing Hits di Instagram

MP-ASI Bubur Buah Makanan Harian Bayi Usia 6-7 Bulan

MP-ASI Tim Sehat: Makanan Harian Bayi Usia 9 Bulan ke Atas

MP-ASI Bubur Lembut: Makanan Harian Bayi Usia 7 Bulan ke Atas

MP-ASI Bubur Saring: Makanan Harian Bayi Usia 8 Bulan ke Atas

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori bukuĀ  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori bukuĀ  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

gramedia best seller

Tentang Buku Resep MPASI

Jelajahi Buku Resep MPASI dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan rekomendasi Gramedia.

Selengkapnya

    ASI memang menjadi asupan pertama yang diberikan kepada bayi dan menjadi bagian yang sangat penting dalam beberapa bulan awal kehidupannya. Namun, saat telah memasuki usia 6 bulan, bayi juga perlu diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang baik untuk dikonsumsi. Makanan pendamping perlu diberikan karena bayi yang telah memasuki usia 6 bulan membutuhkan asupan energi dan nutrisi tambahan. MPASI menjadi hal penting untuk dipersiapkan guna menjaga kesehatan sang buah hati. Akan tetapi, MPASI mungkin masih belum terlalu dipahami oleh sebagian orang. Karena itu, dalam artikel ini akan dipaparkan beberapa penjelasan terkait dengan MPASI.

     

    Pengertian MPASI

    Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan makanan yang diberikan kepada bayi yang telah menginjak usia 6 bulan. Meskipun bayi telah diberikan makanan pendamping, ASI masih perlu diberikan kepada bayi karena mengandung nutrisi yang penting untuk pertumbuhan bayi. ASI harus dilanjutkan paling tidak sampai bayi memasuki usia 12 bulan dan akan lebih baik jika lebih dari itu.

    MPASI diberikan sebagai makanan pendamping bagi bayi yang masih menyusui. Makanan ini diberikan untuk mendukung pertumbuhan bayi dengan memenuhi nutrisi tambahan yang dibutuhkannya. Makanan pendamping ASI yang diberikan harus menggantung beberapa nutrisi yang dibutuhkan si kecil yang sedang dalam proses pertumbuhan, seperti energi, protein, dan mikronutrien yang cukup.

    WHO menyarankan makanan pendamping diberikan kepada bayi sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari untuk usia antara 6 sampai 8 bulan serta meningkat menjadi 3 sampai 4 kali dalam sehari untuk usia antara 9 sampai 11 bulan dan 12 sampai 24 bulan. Bayi yang sudah memasuki usia 12 sampai 24 bulan juga dapat diberikan camilan bergizi sebanyak 1 sampai 2 kali dalam sehari.

    Makanan pendamping yang diberikan kepada bayi berusia 6 sampai 8 bulan adalah makanan yang memiliki tekstur lumat kental yang tidak mudah jatuh dari sendok. Untuk bayi yang berusia 9 sampai 12 bulan, makanan pendamping yang diberikan adalah makanan dengan tekstur yang lembek. Semetara itu, untuk bayi yang berusia 12 sampai 24 bulan dapat diberikan makanan yang biasa dikonsumsi keluarga.

     

    Manfaat MPASI

    Makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan diberikan karena memiliki berbagai manfaat bagi tumbuh kembang si kecil. Berikut adalah beberapa manfaat dari MPASI.

    1. Membantu Perkembangan Otak

    MPASI akan membantu memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil. Beberapa nutrisi dapat membantu perkembangan otak, yaitu zat besi, omega 3, protein, iodine, dan antioksidan. Nutrisi tersebut bisa didapatkan pada berbagai jenis makanan, yaitu: zat besi pada bayam; omega 3 pada ikan yang berlemak; iodine pada ikan laut dan telur; protein pada telur, ayam, daging, dan susu; serta antioksidan pada apel.

    2. Membantu Pertumbuhan Gigi

    Gigi umumnya mulai tumbuh saat si kecil memasuki usia sekitar 8 bulan. Meskipun pertumbuhan gigi pada setiap anak akan berbeda, nutrisi MPASI yang baik akan mendukung pertumbuhan gigi yang kuat dan sehat. Selain itu, makanan pendamping juga dapat membantu si kecil untuk berlatih menggigit dan mencoba berbagai tekstur makanan. Jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan gigi si kecil adalah makanan yang mengandung fosfor yang tinggi, seperti susu, sereal, telur, biji-bijian, gandum, dan yoghurt. Selain itu, makanan yang kaya akan magnesium, seperti sayuran berdaun hijau, kacang kedelai, oatmeal, sereal, dan pisang juga baik untuk mendukung pertumbuhan gigi.

    3. Membantu Menguatkan Tulang

    Tulang akan terus bertumbuh dan berubah selayaknya anggota tubuh si kecil yang lainnya. Melalui pemberian nutrisi yang tepat dalam makanan pendamping, kesehatan dan kepadatan tulang si kecil akan terus terjaga dengan baik. Beberapa jenis makanan yang baik untuk kesehatan tulang, yaitu makanan yang kaya akan kalsium serta magnesium, seperti susu, brokoli, kacang, kedelai, dan buncis; makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan dan telur; serta makanan yang mengandung fosfor, seperti susu, daging, ikan, gandum, dan kacang-kacangan.

    4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Daya tahan tubuh si kecil dapat ditingkatkan melalui makanan pendamping yang mengandung berbagai nutrisi. Beberapa jenis makanan yang dapat membantu meningkatkan imunitas si kecil, yaitu bawang, kacang kedelai, dan sereal dengan prebiotik. Selain itu, jenis makanan yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, protein, dan zat besi, seperti wortel, buah-buahan, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau, juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

     

    Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyiapkan MPASI

    Makanan pendamping ASI (MPASI) tidak boleh diolah dan diberikan secara sembarangan kepada bayi. Makanan pendamping ASI yang tidak diberikan secara tepat dapat mengganggu pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, dalam menyiapkan MPASI terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi bayi. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyiapkan MPASI untuk si kecil.

    1. Diberikan Tepat Waktu

    Makanan pendamping ASI harus diberikan bertepatan dengan bertambahnya kebutuhan energi dan nutrisi bayi yang tidak lagi hanya dapat dicukupi oleh ASI eksklusif. Hal tersebut dapat terlihat saat bayi sudah menunjukkan ketertarikan pada makanan dan sudah dapat mengangkat kepala tanpa bantuan.

    Usia yang tepat untuk memberikan makanan pendamping ASI kepada bayi adalah adalah 6 bulan. Saat bayi berusia sekitar 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi mulai tidak tercukupi jika hanya berasal dari ASI sehingga makanan pendamping ASI dibutuhkan untuk menjamin kebutuhan gizi yang dapat mendukung pertumbuhan bayi secara maksimal.

    Selain itu, pada usia 6 bulan, sistem pencernaan si kecil sudah dapat bekerja dengan baik sehingga dapat menyerap protein, lemak, dan karbohidrat dengan baik. Makanan pendamping yang diberikan pada usia ini pun akan dapat diolah dalam tubuh dengan baik.

    MPASI tidak boleh diberikan terlalu dini karena dapat menyebabkan terjadinya berbagai risiko, seperti menyebabkan gangguan pencernaan. Hal tersebut dapat terjadi karena saluran cerna bayi yang masih belum sempurna akan bekerja ekstra keras untuk mengolah makanan padat yang diberikan sebagai makanan pendamping.

    Sebaliknya, MPASI juga tidak diberikan terlalu lambat karena dapat menyebabkan kebutuhan gizi si kecil menjadi tidak terpenuhi. Kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan si bayi, termasuk kecerdasannya. Makanan pendamping yang terlambat diberikan diberikan juga dapat membuat bayi akan menolaknya karena hanya terbiasa dengan makanan padat.

    2. Mengandung Nutrisi yang Cukup

    Makanan pendamping ASI harus menyediakan energi, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi yang mendukung proses pertumbuhan bayi. Beberapa nutrisi yang perlu dipenuhi, yaitu karbohidrat, zat besi, zinc, serta protein hewani dan nabati. Selain itu, makanan pendamping yang diberikan juga perlu mengandung lemak sehat. Tekstur dan jumlah nutrisi yang diberikan tersebut harus disesuaikan dengan usia si kecil.

    WHO menganjurkan agar si kecil diberikan makanan yang bervariasi guna memastikan kebutuhan gizinya. Buah dan sayur yang mengandung vitamin A penting untuk dikonsumsi setiap hari. Selain itu, daging, unggas, ikan, dan telur juga perlu dikonsumsi setiap hari atau sesering mungkin. Dengan begitu, makanan yang diberikan tidak hanya berupa menu tunggal, tetapi juga menu dengan gizi yang seimbang.

    3. Aman untuk Dikonsumsi

    Makanan pendamping ASI harus disiapkan dengan menggunakan peralatan yang bersih. Kebersihan dari makanan pendamping yang akan diberikan pada si kecil harus dijaga agar tetap higienis. Semua alat makan yang digunakan perlu dibersihkan dengan sabun khusus bayi. Berbagai jenis makanan pendamping, seperti daging dan ikan, akan lebih baik jika disimpan di kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celcius.

    Dalam menyajikan MPASI, makanan dalam bentuk yang dapat menyebabkan si kecil tersedak, seperti wortel yang tidak dihaluskan, potongan apel, dan anggur, harus dihindari. Hindari juga untuk memberikan minuman dengan dengan gizi yang rendah, seperti teh, kopi, dan minuman ringan bergula. Selain itu, untuk menghindari penolakan makanan yang lebih kaya nutrisi, jumlah jus yang diberikan juga harus dibatasi.

    4. Diberikan dengan Tepat

    Makanan pendamping ASI harus diberikan sesuai dengan nafsu makan dan tingkat kekenyangan si kecil serta porsi yang disesuaikan dengan usianya. Ibu dapat membuat jadwal yang teratur mengenai waktu dan jenis makanan pendamping yang akan diberikan kepada buah hati dengan tiga makanan utama dan dua camilan.

    Makanan pendamping yang diberikan kepada si kecil dapat berupa makanan semi padat yang dibuat sendiri di rumah. Bentuk makanan pendamping dapat berupa bubur, sereal untuk bayi, bahan makanan yang ditumbuk atau dihaluskan, serta berbagai jenis makanan khusus bayi lainnya.

    MPASI sendiri memiliki cara pengolahan yang berbeda dengan makanan orang dewasa. Berbagai jenis makanan MPASI, mulai dari daging hingga sayur dan buahan, perlu diolah dengan cara dihaluskan terlebih dahulu. Semua bahan makanan pendamping ASI perlu dihaluskan sebelum diberikan kepada bayi agar dapat ditelan dengan baik dan tidak mengganggu pencernaannya.

     

    MPASI yang Perlu Dihindari

    Memberikan berbagai jenis makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda untuk bayi menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Akan tetapi, terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi oleh si kecil yang baru belajar mengonsumsi makanan pendamping. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko tersedak atau gangguan lainnya. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang perlu dihindari dalam pemberian MPASI.

    • Hindari makanan dengan bentuk kecil dan keras yang dapat menyebabkan si kecil tersedak, seperti biji-bijian, kacang-kacangan utuh, anggur, wortel yang tidak dihaluskan, dan potongan apel.
    • Hindari penambahan gula atau garam dalam makanan pendamping yang akan diberikan karena hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan gigi pada bayi. Selain itu, penambahan gula atau garam dapat lebih membebani kerja dari ginjal si kecil sehingga ia akan lebih rentan terserang penyakit.
    • Hindari pemberian susu sapi sebelum bayi memasuki usia 12 bulan. Susu sapi dapat ditambahkan dalam makanan untuk menghaluskan MPASI yang akan diberikan jika usia si kecil sudah cukup.
    • Hindari penggunaan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan karena dapat menimbulkan penyakit.

     

    Tips dalam Memberikan MPASI

    Terdapat berbagai tips yang dapat dilakukan dalam memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk si kecil. Berikut adalah beberapa tips dalam menyiapkan MPASI.

    • Makanan pendamping ASI yang telah dibuat dapat dibekukan kembali dalam wadah kecil untuk digunakan nanti. Hal tersebut dapat mengurangi kemungkinan makanan dihinggapi oleh bakteri.
    • Makanan pendamping ASI yang diberikan harus dipastikan kesegaran dan kebersihannya. Selain itu, MPASI harus disimpan dengan benar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan makanan. Makanan dapat disimpan dalam lemari es hanya selama 1 sampai 2 hari.
    • Perubahan pada kotoran bayi setelah mengonsumsi jenis makanan pendamping ASI yang baru diberikan dapat diperhatikan. Hal ini terbilang normal dan dapat berubah tergantung dengan makanan yang dikonsumsi.
    • Periksa pertumbuhan bayi sesering mungkin dan catat pada grafik pertumbuhan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pertumbuhan si kecil sesuai dengan pola yang ada pada grafik tersebut. Jika pertumbuhan si kecil tidak sesuai, ada baiknya jika pergi menemui dokter untuk memastikan hal tersebut.