in

Review Buku Oi Abang Oi

Grameds, sebuah keluarga dapat menjadi cerminan dari sikap dan perilaku seorang anak. Keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang cenderung membentuk anak-anak dengan sikap yang baik, meskipun ada juga kemungkinan terjadi sebaliknya.

Orang tua biasanya menjadi role model bagi anak-anak mereka, terutama seorang Ayah yang memiliki peran penting bagi anak laki-laki. Namun, hal ini tidak dialami oleh Dirfan. Bagi Dirfan, Ayahnya adalah sosok mimpi buruk yang meninggalkan luka dan rasa sakit di hatinya, terutama ketika sang Ayah meninggalkan Ibunya untuk wanita lain.

 

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Dalam novel Oi Abang Oi, cerita berfokus pada hubungan keluarga dan dinamika yang kompleks di dalamnya. Dirfan tumbuh dengan perasaan kecewa dan marah terhadap Ayahnya, yang dia anggap sebagai sumber dari banyak penderitaan yang dia dan keluarganya alami.

Grameds, novel ini memberikan pandangan yang mendalam mengenai dampak dari perpecahan dan ketegangan dalam keluarga. Ini adalah kisah yang menggugah tentang perjuangan dan pencarian makna dalam keluarga yang terpecah. Jika Grameds tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang cerita ini, berikut adalah ulasan mengenai novel ‘Oi Abang Oi’ yang bisa kamu baca sebelum melanjutkan cerita novel ini.

Sinopsis Buku Oi Abang Oi

“Gimana, sih, rasanya punya adik?” 

Itu adalah apa yang dipikirkan oleh Dirfan yang pernah bermimpi ingin memiliki seorang adik seperti sahabat-sahabatnya yang lain. Ia tidak memiliki seseorang yang dekat dengannya dirumah selain sang Bunda, orang-orang juga menganggap dirinya berkecukupan kasih sayang dari sang Bunda meski tidak ada sosok Ayah.

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Dirfan memang menginginkan seorang adik namun ia tahu bahwa hal itu mustahil tercapai karena keluarganya berantakan. Namun, Dirfan tidak pernah menyangka bahwa Tuhan mengabulkannya lewat cara yang tidak terduga. perselingkuhannya Ayah yang menjadi sebab hancurnya hidup Dirfan dan bunda, namun tiba-tiba Ayahnya datang tanpa rasa bersalah membawa seorang anak laki-laki bernama Asta yang merupakan hasil dengan wanita lain untuk dijaga oleh Dirfan dan bunda.

“kalau kamu tanya kenapa saya selingkuh, ya tanya diri kamu sendiri ! Gimana saya bisa tertarik lagi sama kamu kalau ternyata dia lebih baik dalam hal apapun dari kamu?!”

Asta sendiri bukan anak yang terlahir bahagia memiliki ayah dan ibu namun Asta adalah anak kecil yang juga menerima setiap pukulan dari Ayahnya. Dirfan amat sangat marah, apalagi ketika bunda-dengan hati malaikatnya menerima sosok Asta dan meminta Dirfan untuk menyayanginya sebagai seorang adik. Karena masih memiliki luka hati yang mendalam karena Ayahnya, Dirfan sangat sulit untuk menerima Asta dirumah itu, adik yang selama ini ia harapkan.

“Boleh tidak kita berkenalan, Oi?”

 “Nggak!”

 “Aku Asta, Oi!”

 “Gue bilang nggak, ya, nggak. Punya telinga nggak? Kalau punya, tapi nggak dipakai cabut aja telinga lo.”

Lantas, apakah Dirfan akan mengalah untuk menerima Asta dan menyayanginya? Ataukah ia akan membenci Asta karena menganggap bahwa itu adalah salah satu penyebab derita yang dialaminya dengan bunda?

Kelebihan dan Kekurangan Buku Oi Abang Oi

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Memiliki narasi yang nyaman dan mudah dibaca
  • Konflik yang terjadi pada buku ini juga merupakan konflik yang bisa kita temukan di kehidupan nyata
  • Alur cerita nya mengalir sehingga tidak membosankan karena pembaca akan merasakan perasaan naik turun
  • Penokohan tokoh pada novel ini sangat mendalam dan cocok jadi pembaca akan ikut merasakan menjadi tokoh dalam novel
  • memiliki cover buku yang cantik dan menggemaskan
  • pada beberapa halaman buku juga terdapat ilustrasi-ilustrasi yang mendukung isi cerita.
Cons
  • Dapat menyebabkan kecemasan karena terdapat beberapa triggered warning

Kelebihan Buku Oi Abang Oi

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Buku ini memiliki narasi yang nyaman dibaca karena penulis menuliskan cerita dengan bahasa yang mudah dipahami dan cerita yang tidak terlalu berat. Masalah yang diangkat dari cerita ini juga masih relate dengan kehidupan sehari-hari atau mungkin yang pernah merasakannya juga.

Alur dari cerita ini juga mengalir sehingga tidak membingungkan dan terasa sangat menyentuh. Selain itu alur ceritanya membuat perasaan pembaca naik turun seperti terkadang tertawa terkadang sedih dan nyesek jadi alurnya tidak mudah ditebak dengan pembaca dan ingin terus mengikuti ceritanya dan tidak mudah bosan.

Selain itu penokohan dalam novel ini juga sangat pas yaitu sang ayah yang memiliki sifat buruk, bunda nya yang terlalu cinta dengan sang ayah hingga membuat keputusan yang menyakitkan untuk Dirfan anaknya, Dirfan anak nya yang ada dalam kehampaan karena tidak dapat menolak pilihan Bunda nya dan Asta anak kecil yang menjadi korban atas masalah keluarga nya dan tidak tahu apa apa.

Buku ini juga memiliki cover yang menarik dengan sentuhan gambar ilustrasi yang menggemaskan yang menggambarkan Bunda, Dirfan dan Asta. Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan gambar ilustrasi pada beberapa halaman dengan warna yang cerah dan menarik. Terlebih lagi ada ilustrasi tulisan Asta yang menambah keseruan dan keunikan buku ini.

Kekurangan Buku Oi Abang Oi

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Buku Oi Abang Oi memiliki beberapa peringatan yang perlu diperhatikan oleh pembaca, terutama bagi mereka yang memiliki pengalaman serupa. Buku ini menggambarkan berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga, baik itu kekerasan verbal maupun fisik, yang mungkin dapat memicu kenangan traumatis bagi mereka yang pernah mengalaminya.

Lebih lanjut, cerita dalam buku ini juga mengangkat isu-isu keluarga yang kompleks dan mendalam, yang mungkin tidak cocok bagi pembaca dengan masalah keluarga yang sensitif. Konflik keluarga yang digambarkan bisa menimbulkan kecemasan atau memicu perasaan tidak nyaman.

Selain itu, tema-tema berat seperti pengabaian, pelecehan, dan dinamika kekuasaan yang tidak sehat dalam hubungan keluarga juga menjadi bagian penting dari narasi. Penulis menyajikan gambaran realistis tentang bagaimana kekerasan dan ketegangan dapat mempengaruhi setiap anggota keluarga, menciptakan suasana yang penuh dengan emosi dan ketegangan.

Bagi pembaca yang memiliki riwayat trauma, masalah kesehatan mental, atau yang sedang berada dalam situasi yang rentan, disarankan untuk membaca buku ini dengan hati-hati. Mungkin juga berguna untuk berdiskusi dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental jika timbul perasaan tidak nyaman saat membaca.

Pesan Moral Buku Oi Abang Oi

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Setiap orang memiliki pandangan dan perasaan yang berbeda ketika memiliki saudara kandung, baik itu kakak atau adik. Ada yang merasa senang karena memiliki teman selain orang tua, yang bisa menjadi teman bermain dan tempat berbagi cerita. Namun, ada juga yang merasa kesal karena sering berkonflik dengan saudara yang mungkin suka membuat kesal atau menyebalkan. Selain itu, ada pula yang merasa sedih karena ditakdirkan menjadi anak tunggal dan tidak memiliki saudara kandung.

Buku ini mengajarkan bahwa, seburuk atau sebaik apapun saudara kita, kita harus tetap menerima dan mencintai mereka. Setiap hubungan saudara kandung memiliki dinamika uniknya sendiri, dengan berbagai tantangan dan momen kebahagiaan. Perselisihan dan perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun dibalik semua itu, hubungan saudara kandung memiliki ikatan yang kuat dan tak tergantikan.

Dalam perjalanan hidup, saudara kandung bisa menjadi pendukung terkuat kita, seseorang yang memahami kita lebih dari orang lain karena berbagi pengalaman yang sama sejak kecil. Buku ini menekankan pentingnya menghargai dan menjaga hubungan ini, serta bagaimana menerima kelebihan dan kekurangan saudara kita dapat membantu kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui berbagai cerita dan contoh, buku ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan saudara kandung tidak selalu sempurna, cinta dan penerimaan adalah kunci untuk membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang. Buku ini juga mengingatkan kita bahwa, pada akhirnya, saudara kandung adalah bagian dari keluarga yang akan selalu ada untuk kita, apapun yang terjadi

Penutup

Oi Abang Oi

button cek gramedia com

Nah Grameds, itulah ulasan singkat mengenai novel Oi abang Oi. Novel ini memiliki cerita yang mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang ringan, meskipun konfliknya cukup dalam. Dengan begitu, pembaca dapat dengan mudah menikmati alur cerita tanpa merasa terbebani oleh penggunaan bahasa yang kompleks. Novel ini menyajikan kisah yang menarik dan penuh intrik, sehingga mampu menjaga perhatian pembaca dari awal hingga akhir.

Jika Grameds tertarik membaca buku ini, Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com atau toko buku Gramedia terdekat di kotamu. Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku yang berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca

Penulis: Devina

 

Rekomendasi Buku Terkait

Iyan Bukan Anak Tengah

Iyan Bukan Anak Tengah

button cek gramedia com

helaan napas lelah terdengar dari cowok yang sedang menatap lantai keramik putih di bawah kakinya yang mengayun pelan. Hari Senin paginya terasa sama seperti hari hari lainnya yang mengejar tanpa jeda. Hampa, lelah, jenuh, dan menyebalkan. Seperti pagi ini, Riyan Akrael Putra atau akrab disapa Iyan sudah terlalu muak untuk mendengarkan ocehan yang akan berlanjut sepanjang hari dari abangnyaDanan. Riyan tidak bisa berbuat banyak selain mendengarkan, walaupun tak jarang ia mencoba melawan untuk membela diri. Terkadang Riyan iri kepada abang dan adiknya yang selalu mendapatkan perhatian serta kasih sayang yang lebih dari orang tuanya. Sebagai seorang anak tengah yang memiliki dua peran sekaligus sebagai adik dan kakak, Riyan merasa terbuang karena keberadaannya yang terabaikan. Riyan selalu berharap berada di tengah-tengah Keluarganya yang hangat, dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana yang Abang dan Adiknya rasakan, tetapi bukan semata-mata kehadirannya ada hanya karena dibutuhkan saja.

Once Upon A Time

Once Upon A Time

button cek gramedia com

Buku ini berisi tentang catatan harian Iyan dan Danan ketika Uan sang adik bungsunya belum hadir di keluarga mereka. Perlakuan tidak adil orang tua mereka terhadap Iyan sudah biasa Iyan terima, tetapi kabar kehamilan Bundanya membuat konflik lebih besar di dalam keluarganya. Danan sebagai anak pertama tidak bisa memilih, sedangkan posisi Iyan akan seperti bayangan karena kehadiran Uan. Iyan merasa setelah kehadiran Uan, Danan yang memprioritaskannya berubah pilih kasih seperti orang tuanya. Iyan kemudian menuliskan segala hal yang dirasakannya dengan menuliskannya di dalam buku catatannya begitu pula Danan.

Tiga Putri Anuspati

Tiga Putri Anuspati

button cek gramedia com

Rumah. Apakah seperti bangunan nyaman yang berisi iringan doa baik penuh harapan atau hanya tempat singgah yang tak ingin kita tinggali karena kenangan buruk di dalamnya? Bagi tiga putri keluarga Anuspati, rumah menyimpan dua kenangan di atas. Tapi, lebih banyak kenangan buruk di dalamnya. Mereka menganggap rumah adalah sebuah penjara yang siap menghakimi.Hal itu membuat mereka saling mengandalkan antara satu sama lainnya. Namun, semua itu semakin pelik ketika masalah lain hadir yang menguak satu demi satu rahasia dan luka yang selama ini terpendam. Akankah makna rumah bagi mereka dapat berubah menjadi lebih baik lagi? Atau, pada akhirnya, rumah hanya akan menjadi puing-puing yang tidak akan pernah utuh kembali.

Written by Adila V M