in

Review Novel Rumah Untuk Alie Karya Lenn Liu

Bagaimana kamu membayangkan rumah? Nyaman? Apakah itu adalah tempat dimana kamu bisa mendapatkan pelukan hangat dan kata-kata penyemangat setelah melewati hari yang melelahkan di luar sana? Tempat di mana kamu merasa terlindungi dari bahaya di luar? Atau mungkin hal lainnya? Jadi, apa bayangan kamu tentang rumah?

Novel Rumah Untuk Alie merupakan sebuah kisah adaptasi dari Alternate Universe yang viral. Kisah ini sangat populer di TikTok dan X. Kisah ini dipublikasi sendiri oleh Lenn Liu selaku penulisnya, di akun media sosial miliknya. Kisah Rumah Untuk Alie yang akan dibahas pada artikel kali ini diterbitkan pertama kali pada 27 Februari 2024 oleh Penerbit Kawah Media.

Rumah Untuk Alie

button cek gramedia com

Novel dengan 300 halaman ini mengisahkan tentang seorang anak bungsu bernama Alie Ishala Samantha yang menyimpan luka-lukanya sendiri. Ia berjuang keras untuk mendapatkan penerimaan dari ayah dan keempat saudaranya atas kehilangan kebahagiaan yang mereka bilang itu semua terjadi karena hadirnya Alie. Cacian, makian, dan kebencian sudah menjadi hal yang biasa ia terima, tetapi mereka semua tidak ada yang tahu bahwa Alie lelah menahan rasa sakit itu sendirian.

Novel Rumah Untuk Alie adalah novel tentang keluarga yang bisa membuat pembaca tersentuh hatinya dan tenggelam ke dalam ceritanya. Novel ini dijamin bisa membuat kamu merasakan berbagai emosi, Grameds! Yuk intip kehidupan Alie dengan membaca artikel ini hingga selesai. Selamat membaca!

Profil Lenn Liu – Penulis Novel Rumah Untuk Alie

Penulis muda yang satu ini populer di berbagai platform media sosial. Beberapa di antaranya, X dengan nama akun @leennnliu, TikTok dengan nama akun @ruang_labirin, dan Instagram dengan nama akun @lenn.liu. Saat ini, Lenn Liu sudah memiliki total 20.6 ribu pengikut di X, 41.3 ribu pengikut di Instagram, dan 418.9 ribu pengikut di TikTok.

Penulis yang satu ini memang rajin membagikan hasil karya tulisnya di media sosialnya. Terutama di TikTok, yang berhasil membuat karyanya dilirik oleh pihak penerbit. Adapun novel Rumah Untuk Alie yang dibahas pada artikel ini juga viral karena Ia unggah di TikTok.

Sampai saat ini, Lenn Liu atau yang akrab dipanggil Liu oleh para Blulie (sebutan penggemarnya), masih aktif membagikan informasi-informasi tentang karyanya di semua media sosialnya. Jadi, buat Grameds yang ingin mengenal sosok Lenn Liu lebih dekat, ikuti akun-akun media sosialnya ya!

Sinopsis Novel Rumah Untuk Alie

Rumah Untuk Alie

button cek gramedia com

Alie Ishala Samantha, 16 tahun, tidak pernah menyangka hidupnya akan menjadi serumit ini.

Awalnya, ia hidup dalam keluarga yang penuh cinta, di rumah yang selalu memberikan kehangatan. Namun, sejak dituduh sebagai penyebab kematian Bunda Gianla lima tahun lalu, semuanya berubah menjadi 180 derajat. Julukan “pembunuh” pun melekat padanya, dan ia terus menerima penolakan serta rasa sakit dari ayah dan keempat saudaranya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta.

Alie merasakan neraka dunia akibat ayah dan keempat saudaranya itu. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menjadi tempat penyiksaan bagi fisik dan mentalnya. Pertanyaan ini sering menghampiri Alie: sampai kapan ia harus menjalani semua ini? Akankah rumah ini suatu hari nanti akan kembali menjadi rumah baginya?

“Tidak, mau itu rumah ataupun dunia, tanpa bunda sangat mengerikan disini….” – Alie

Kelebihan dan Kekurangan Buku Rumah Untuk Alie

Rumah Untuk Alie

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Sampul buku yang menarik.
  • Cerita yang mengharukan cocok untuk pecinta novel angst.
  • Penekanan karakter yang kuat, terutama penekanan karakter utama.
  • Narasi yang apik.
  • Terdapat kejutan di akhir cerita.
Cons
  • Ada beberapa bagian dalam cerita yang lambat alurnya. 

Kelebihan Novel Rumah Untuk Alie

Rumah Untuk Alie

button cek gramedia com

Dari penjelasan di atas, sudah terlihat ya kelebihan yang dimiliki novel Rumah Untuk Alie. Dari tampilan sampulnya saja sudah bisa menarik perhatian semua orang yang melihatnya, dengan ilustrasi seorang anak perempuan kecil yang duduk di dekat jendela sambil melipat kakinya berhasil memberikan nuansa kesepian dan kesendirian yang dapat membuat pembaca penasaran dengan buku ini hanya dengan melihat sampul bukunya saja. Cerita dalam buku Rumah Untuk Alie sangat mengharukan dan menyayat hati, hal ini dapat menjadi poin kelebihan karena untuk pembaca yang gemar dengan genre angst pasti akan mencari unsur sedih, cemas dan gelisah akibat membaca cerita yang ada di dalam buku Rumah Untuk Alie.

Karakter utama, Alie, digambarkan sangat kuat. Dia benar-benar berdiri di kakinya sendiri untuk melewati banyaknya luka yang ia rasakan, meskipun luka itu sebenarnya tidak seharusnya ia terima. Namun, Alie tetap berjuang keras di tengah rumah yang seharusnya memberi kehangatan, kenyamanan, dan perlindungan, tapi malah menjadi tempat penyiksaan yang tak ada habisnya. Lewat pena nya penulis berhasil menggambar tokoh Alie dengan sangat baik dan cemerlang.

Selain penekanan karakter yang kuat penulis juga menggunakan diksi yang sangat apik dalam narasinya. Cara penulisannya begitu nyata sehingga emosi pembaca benar-benar terkuras habis. Dari bab pertama saja, pembaca sudah dibuat menangis, apalagi membaca sampai akhir? Rasanya butuh banyak tisu untuk menampung air mata yang jatuh karena membaca buku ini. Poin kelebihan yang terakhir adalah, ending cerita dalam buku Rumah Untuk Alie akan sangat membuat pembaca penasaran.

Kekurangan Novel Rumah Untuk Alie

Terlepas dari banyaknya kelebihan yang dimiliki, novel Rumah Untuk Alie ini juga masih memiliki beberapa kekurangan. Meskipun diksi yang digunakan dalam narasi ini sangat apik dan mampu menggugah imajinasi pembaca, ada beberapa bagian alur dalam cerita yang terasa lambat, terutama di bagian pertengahan cerita. Hal ini dapat membuat beberapa pembaca merasa kurang terikat atau bahkan sedikit bosan saat mengikuti perkembangan cerita. Selain itu, kelambatan alur cerita ini berpotensi mengurangi intensitas ketegangan dan emosi yang telah dibangun sejak awal, sehingga dinamika cerita terasa sedikit terhambat.

Namun demikian, keseluruhan kisah dan emosi yang disampaikan tetap membuat novel ini layak untuk dibaca. Kekuatan karakterisasi dan kedalaman emosi yang dihadirkan penulis mampu memberikan pengalaman membaca yang memuaskan. Meskipun terdapat bagian yang lambat, kisah ini tetap berhasil menyampaikan pesan yang mendalam dan menyentuh hati. Perjalanan emosional yang dialami tokoh-tokoh dalam novel ini memberikan refleksi yang bermakna tentang kehidupan dan hubungan antar manusia. Secara keseluruhan, Rumah Untuk Alie adalah sebuah karya yang patut diapresiasi dan bisa menjadi salah satu pilihan bacaan yang inspiratif.

Pesan Moral Novel Rumah Untuk Alie

Rumah Untuk Alie

button cek gramedia com

Dari novel Rumah Untuk Alie ini, pembaca bisa mendapatkan beberapa pembelajaran. Pertama, novel ini mengingatkan kita untuk tidak menyalahkan orang lain atas kejadian yang tidak bisa dikendalikan, terutama yang berkaitan dengan kematian. Kedua, cerita ini juga menekankan pentingnya untuk tidak menyimpan dendam, terutama kepada keluarga sendiri. Dendam hanya akan memperburuk keadaan dan menghilangkan kehangatan serta kasih sayang yang seharusnya ada dalam keluarga.

Grameds, itu dia ulasan novel Rumah Untuk Alie karya Lenn Liu. Penasaran akan nasib Alie yang menyedihkan ini? Yuk temani Alie dengan dapatkan novel Rumah Untuk Alie hanya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap menyediakan buku dan informasi terlengkap untuk kamu.

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Alster Lake

Alster Lake

button cek gramedia com

Cerita ini berawal dari kisah seorang perempuan bernama Alea yang meninggalkan bukunya di perpustakaan, yang kemudian seseorang menemukan buku itu. Alea menceritakan betapa sukanya ia pada karakter fiksi di buku Alster Lake karya Dean Bjorn. Namun ternyata seseorang yang mengembalikan buku itu adalah penulisnya sendiri.

Memiliki ketertarikan yang sama tentang Jerman, Dean Bjorn jatuh cinta untuk pertama kalinya pada pembacanya itu. Ia menyatakan cintanya ketika mereka sedang berlibur bersama di Hamburg, di tepi Alster Lake, menggunakan surat cinta. Tentu saja Alea tidak menolak, karena dari awal ia sudah jatuh cinta pada karakter fiksi yang dibuat oleh Dean, yang ternyata karakter itu adalah dirinya sendiri.

Seiring berjalannya waktu mereka menjalin hubungan, ada satu masalah yang membuat mereka tak lama kemudian mengakhiri hubungan itu. Dean yang hilang kabar karena sibuk mementingkan studinya ke Jerman, sedangkan Alea yang tidak memberinya waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

Mereka kembali menjadi dua orang asing. Tiba-tiba saat itu Alea menemukan judul buku yang tidak asing baginya, Alster Lake 2. Dimana buku itu menceritakan tentang seorang perempuan yang berarti bagi Dean. ketika membaca halaman terakhir buku itu, ia merasa buku itu tertuju pada dirinya. Dengan keberaniannya, ia berangkat ke Jerman dan mencari sosok laki-laki itu untuk menyelesaikan semuanya.

When We Were Young

When We Were Young

button cek gramedia com

To: Gemma, Milo, and Luca

From: Liza Subject: We Will be Remembered

Salah satu cara untuk mengingat adalah menyimpan, Aku membuat satu CD berisi lagu-lagu yang kita sering dengarkan saat bermain di rumah Milo, Entah itu lagu yang ada di kaset milik ayah Milo, lagu yang kita sering dengar saat ke supermarket, atau bahkan lagu acak yang ada di radio.

Walaupun tidak semua lagu-lagu di dalam CD itu kuhafal, tapi setiap lagu selalu bisa membawaku untuk kilas balik beberapa momen kita. Tak selalu lagu sedih yang mengingatkan momen sedih, lagu. dengan rhythm paling bahagia pun bisa.

Dear Gemma, Milo, and Luca, suatu hari nanti, ketika aku punya anak, aku akan menceritakan kepada mereka tentang kalian.

One day, we will be remembered.

If We Make It Through December

If We Make It Through December

button cek gramedia com

Desember bagi Amai adalah waktu untuk menonton pertunjukan teater Bhanu-lelaki yang ditemuinya tiga bulan lalu, tapi rasanya sudah ia kenal sejak lama. Desember bagi Asyera adalah perenungan tentang perjalanan enam tahun bersama kekasihnya, Alga. Haruskah ia bertahan hanya karena sudah terlalu lama bersama?

Desember bagi Djoeli adalah pertemuan-pertemuan dengan Khadafi dalam ruangan rapat. Mencuri pandang sambil menaruh harap di antara dua puluh lima orang lainnya. Desember bagi Keisha adalah kesempatan untuk membalik permainan dengan menyatakan cinta kepada Laskar setelah membuat laki-laki itu menunggu selama setahun.

Desember bagi Alesha adalah sendiri bersama salju musim dingin di Turki, menunda pulang ke Jakarta, karena takut bertemu masa lalu. Desember adalah perhentian, tapi juga keputusan. Titik balik, juga titik Dan jikalau semua ini telah berlalu, apa yang akan terjadi pada mereka ?

Berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengenal orang lain? Seminggu? Sebulan? Setahun? Pertanyaan yang setiap hari berenang di benakku. Gaduh dan gemuruh pertanyaanpertanyaan itu kutanyakan pada diri sendiri. Mungkin untuk mengenal seseorang membutuhkan jeda agar dapat memilahmilah.

Banyak orang datang di hidupku, ada yang sudah mengenal bertahun-tahun namun hanya sebatas tahu nama, ada yang baru mengenal beberapa minggu tapi sudah terasa akrab. Banyak orang itu pun tak menjamin mereka akan tetap tinggal, tapi ada berapa kebetulan yang bisa kuharapkan?

 

Sumber:

  • https://www.instagram.com/lenn.liu?igsh=Mms4amZ0dzYxM2Zs
  • https://www.tiktok.com/@ruang_labirin?_t=8mjJPf5Rp4b&_r=1
  • https://x.com/leennnliu?s=21&t=BK8XuJw3AJMpuB4dHfEw0g

Written by Adila V M