in

Review Buku Salt To The Sea

Rating 4,4/5

 

Grameds, apakah kamu pecinta novel bergenre fiksi sejarah? Biasanya novel bergenre fiksi sejarah akan menceritakan kisah dari masa lampau yang berisi adat istiadat, keadaan sosial dan penjelasan lainnya dari periode yang diceritakan. Semua ceritanya memang tidak diceritakan secara nyata dan asli namun ada beberapa elemen yang diambil dan kisahnya adalah nyata. Nah jika kamu merupakan pecinta novel fiksi sejarah maka novel ini harus menjadi novel yang ada dalam daftar bacaan kamu. Salt to the Sea karya Ruta Sepetys ini merupakan novel yang dirilis pertama kali pada tahun 2016. Novel ini menjadi populer karena mengangkat suatu tragedi kelam yang terjadi pada masa Perang Dunia II di tahun 1945.

Salt To The Sea

button cek gramedia com

Nah grameds, bagaimana kelanjutan kisah dari novel Salt to the Sea? Artikel ini akan membahas mengenai sinopsis serta penulis dan ulasan singkatnya. Sebelum kamu membeli dan membaca bukunya, simaklah artikel dibawah ini.

Sinopsis Buku Salt to the Sea

Tahun 1945. Perang Dunia II merambah Prusia Timur. Jutaan pengungsi pergi mencari tempat aman. Di antara mereka terdapat empat orang dengan kisah dan rahasia yang berbeda. Menceritakan 4 tokoh fiksi yang dikemas dalam tragedi tersebut yaitu Joana adalah seorang warga Lithuania yang memiliki background keperawatan, Florian yang merupakan tentara Prusia yang berhasil kabur dari NAZI. Emilia adalah seorang gadis asal Polandia yang sedang hamil dan Albert yang menjadi salah satu anggota prajurit NAZI dengan sifat penuh keagungan. Bersama dengan pengungsi lainnya, mereka berempat berusaha selamat dari tragedi ini.

Salt To The Sea

button cek gramedia com

Takdir mempertemukan keempatnya di Wilhelm Gustloff, kapal megah yang menjadi tempat mereka menggantungkan harapan bersama lebih dari sepuluh ribu penumpang lainnya. Tapi sebelum kebebasan sempat diraih, tragedi besar pun terjadi. Tak peduli dari negara mana mereka berasal dan status apa yang mereka sandang, ribuan penumpang kapal harus berjuang keras melakukan satu hal: bertahan hidup.

Wilhelm Gustloff, Ruang Amber dan Operasi Hannibal adalah fakta pada buku ini meski buku ini bergenre fiksi sejarah.Tenggelamnya Wilhelm Gustloff merupakan bencana paling mematikan dalam sejarah maritim, dengan korban jiwa melampaui apa yang dialami kapal-kapal terkenal: Titanic dan Lusitania. Tapi sungguh mengherankan karena sebagian besar orang tidak pernah mendengar tentang itu. Kapal Selam Soviet Wilhelm Gustloff tenggelam di Laut Baltik pada 30 Januari 1945.

Pada tanggal 30 Januari, empat torpedo menunggu di dalam perut kapal selam Soviet, S-13. Setiap torpedo dicat dengan coretan penuh persembahan: Untuk Tanah Air. Untuk Rakyat Soviet. Untuk Leningrad. Untuk Stalin. Tiga torpedo diluncurkan, menghancurkan Wilhelm Gustloff dan membunuh sekitar 9.000 orang. Torpedo ‘Untuk Stalin’ macet di dalam tabungnya dan tidak bisa ditembakkan. Sebagian besar penumpang Wilhelm Gustloff adalah warga sipil, diperkirakan 5.000 penumpang adalah anak-anak. Kapal yang kadang dijuluki kapal hantu itu sekarang terbaring di dekat pesisir Polandia, namanya yang tertera dalam huruf-huruf gotik yang besar masih bisa terlihat di bawah laut.

Profil Penulis Buku Salt to the Sea

Penulis buku Salt to the Sea ini adalah Ruta Sepetys yang terkenal dengan berbagai buku fiksi sejarah karyanya. Ruta lahir dan besar di Michigan pada 19 November 1967 yang memiliki darah Lithuania-Amerika. Keluarga nya merupakan seniman, pembaca dan pecinta musik.

Merupakan putri seorang pengungsi, Ruta tertarik dengan kisah-kisah kekuatan melalui perjuangan yang kurang terwakili dan berharap bisa memberikan suara kepada mereka yang tidak mampu menceritakan kisah mereka. Menjalani karirnya sebagai penulis, Ruta sudah mendapatkan berbagai penghargaan pemenang Medali Carnegie dan buku-bukunya meraih label Internasional Best Seller. Selain itu novelnya sudah diterbitkan di lebih dari 60 negara dan telah menerima lebih dari 40 penghargaan sastra, dengan pencapaian yang Ruta miliki ia menjadi penulis fiksi sejarah terlaris #1 New York Times.

Dia telah diundang untuk memberikan presentasi  di NATO, Parlemen Eropa, US Capitol, Perpustakaan Kongres, dan Kedutaan Besar di seluruh dunia. Dia dianugerahi Bellagio Fellowship yang bergengsi dari The Rockefeller Foundation untuk studinya tentang ketahanan manusia. The New York Times Book Review menyatakan, “Ruta Sepetys bertindak sebagai pembela masyarakat interstisial yang sering diabaikan—seluruh populasi hilang dalam celah sejarah.” Ruta juga dianugerahi Salib Ksatria Ordo oleh Presiden Lithuania atas kontribusinya terhadap pendidikan dan pelestarian ingatan dan baru-baru ini dihormati dengan perangko berisi gambarnya. Dia sangat bangga menjadi keturunan Baltik, meskipun itu berarti dia memiliki nama yang tidak dapat diucapkan oleh siapa pun.

Nah berbagai buku yang telah ia terbitkan antara lain “Between Shades of Gray (2011)”, “I Must Betray You(2022)”, “The Fountains of Silence (2019)”, “Salt to the Sea(2016)”, “Out of the Easy (2013)”, Ashes in the Snow (2018)” , The Bletchley Riddle (2024)”  “You : The Story (2023)”

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Jika kamu penasaran dengan berbagai buku dan cerita hidup Ruta Sepetys kamu bisa mengikutinya di media sosial Instagramnya @rutasepetysauthor. Pada media sosialnya ia sering membagikan update mengenai berbagai buku karyanya dan berbagai kegiatan yang dilakukannya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Salt to the Sea

Salt To The Sea

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Sudah menerima berbagai penghargaan
  • Cerita yang dituliskan dapat dirasakan langsung oleh para pembaca
  • Menggunakan 4 sudut pandang agar pembaca memahami seluruh latar belakang tokoh
  • Alur yang tidak dapat ditebak
  • Buku ini menggambarkan harapan dan semangat yang dapat dicontoh dan dilakukan pada kehidupan nyata kita saat ini.
Cons
  • Terdapat berbagai istilah namun tidak ada footnote yang menjelaskan istilah tersebut.

Kelebihan Buku Salt to the Sea

Salt To The Sea

button cek gramedia com

Kelebihan buku ini yang pertama adalah buku Salt to the Sea sudah dinominasikan dalam banyak penghargaan dan memenangkan sebagian diantara yang sudah dinominasikan. Seperti World Magazine Book of the Year Nominee for Fiction (2016), Goodreads Choice Awards Best Winner (2016), Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2017), Carnegie Medal Winner (2017), Golden Kite Award for Fiction Winner (2017), Audie Award for Young Adult Winner (2017), dan The Magnolia Award Nominee for 9-12 (2018). Buku ini sudah tidak perlu diragukan lagi ceritanya karena sudah memenangkan penghargaan di atas ini.

Cerita dan seluruh gambaran peristiwa dalam novel Salt to the Sea, dapat digambarkan dengan baik menjadi sesuatu yang dapat juga dirasakan oleh para pembaca mengenai peristiwa ini. Penulis berhasil membentuk keempat tokoh yang memiliki hubungan yang berubah-ubah karena latar belakang tiap tokoh dengan baik.

Novel Salt to the Sea juga menggunakan empat sudut pandang agar para pembaca dapat melihat seluruh kejadian dari semua sudut pandang dan setiap karakter masing-masing tokoh yang berbeda. Pertukaran pandangan ini juga akan membuat para pembaca merasa frustasi dan greget karena mengetahui pikiran dari setiap tokoh yang berbeda-beda.

Untuk alur dari novel ini sendiri sangat tidak dapat ditebak sama sekali. Penulis berhasil membuat pembacanya semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Tentu penulis membuat alur ini dengan penelitian sebelumnya dan latar belakang yang rumit dan menemukan fakta yang dapat dijadikan cerita sehingga menghasilkan novel yang indah. Alur maju mundur membuat pembaca memahami setiap alasan dibalik karakter para tokohnya dan alur yang cepat membuat pembaca tidak merasa bosan atau tidak ada perkembangan pada setiap tokohnya.

Banyak yang mengatakan bahwa buku Salt to the Sea menggambarkan kesedihan karena menuliskan momen-momen yang berisi ketakutan, ketidakpercayaan, hingga keputusasaan. Namun dibalik itu semua penulis juga menuliskan berbagai motivasi yang dapat dipelajari bagi para pembaca seperti harapan, kekuatan yang digambarkan dari penderitaan para pengungsi.

Kekurangan Buku Salt to the Sea

Salt To The Sea

button cek gramedia com

Meski memiliki kelebihan dan sudah menjadi novel yang populer, namun buku Salt to the Sea ini memiliki kekurangan seperti terdapat beberapa istilah asing yang tidak diberi footnote yang berisikan penjelasan dan arti dari istilah-istilah tersebut. Pembaca akan lebih sering membuka browser untuk menemukan arti dari istilah-istilah ini. Namun demikian kekurang ini tidak cukup mengganggu keseruan dan alur cerita dari novel ini sendiri.

Penutup

Salt To The Sea

button cek gramedia com

Nah grameds itu dia adalah ulasan singkat mengenai novel “Salt to the Sea” Novel ini adalah novel fiksi sejarang yang sangat baik untuk kamu baca terutama jika kamu memang jatuh cinta pada novel fiksi sejarah. Novel ini akan membawa lagi pada cerita sejarah yang jarang diketahui orang-orang seperti tenggelamnya Wilhelm Gustloff akibat tornado kapal selam Rusia. Dengan novel ini, pembaca akan lebih mengetahui mengenai tragedi maritim terbesar sepanjang sejarah yang menelan korban jiwa berkali lipat lebih banyak dari titanic.

Jika Grameds tertarik membaca buku Merayakan Kesedihan ini, Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com atau toko buku Gramedia terdekat di kotamu. Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku yang berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca

Penulis: Devina

 

Rekomendasi Buku Terkait

The Fountains of Silence

The Fountains of Silence

button cek gramedia com

Madrid. Tahun 1957. Di bawah kepemimpinan diktator fasis Jenderal Francisco Franco, Spanyol menyembunyikan rahasia gelap. Namun para turis dan pebisnis ekspatriat berdatangan untuk menikmati musim panas dan anggur. Daniel Matheson, seorang remaja asal Amerika, ingin mengenal negara asal ibunya lewat lensa kamera. Fotografi dan takdir membuatnya bertemu Ana Torres Moreno, gadis yang kehidupan keluarganya dicengkeram rasa takut selepas Perang Sipil Spanyol. Hotel Amerika yang mewah, bayi-bayi yang dicuri, peti mati kosong, impian menjadi matador, ancaman Garda Sipil. Foto-foto yang diambil Daniel memunculkan banyak pertanyaan berbahaya. Satu saja langkah salah, moncong senjata akan menempel di pelipismu.Buku ini memiliki cerita dengan berlatar belakang Spanyol di masa kekuasaan diktator fasis, Jenderal Fransisco Franco. Ruta Sepetys, sang pengarang buku ini menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meriset fakta sejarah yang melatar belakangi buku ini.

I Must Betray You

I Must Betray You

button cek gramedia com

Romania, 1989. Cristian Florescu adalah seorang pemuda yang bermimpi untuk menjadi penulis. Tapi di Romania, bermimpi adalah sesuatu yang dilarang, karena rakyat dikekang oleh aturan dan perintah. Di tengah kepemimpinan otoriter Nicolae Ceau?escu, di satu negara yang dibayang-bayangi oleh pengucilan dan rasa takut, Cristian diperas oleh polisi rahasia untuk menjadi seorang informan.

Dia hanya punya dua pilihan: mengkhianati semua orang dan segala hal yang dicintainya, atau memanfaatkan posisinya untuk menjatuhkan sang diktator paling kejam di Eropa Timur. Cristian mempertaruhkan apa pun demi bisa membuka topeng busuk rezim pemerintah. Dia ingin memberikan suara untuk sesama rakyat Romania, menunjukkan ke seisi dunia apa yang terjadi di negara mereka. Dengan semangat membara, dia pun bergabung dalam peristiwa revolusi. Namun, apa sebenarnya imbalan dari sebuah kebebasan?

Sejarah dan Peradaban Mesir Kuno

Sejarah dan Peradaban Mesir Kuno

button cek gramedia com

Buku ini memberikan penjelasan yang cukup lengkap dan luas seputar peradaban Mesir Kuno, terlebih mengenai Dinasti Kerajaan Firaun, mulai dari Raja Firaun pada Zaman Abraham, Yusuf, dan Musa, hingga Gereja Sampah di Mesir. Buku ini pun mampu mengubah persepsi dan membuka wawasan tentang dunia Mesir Kuno yang disampaikan melalui kejadian-kejadian yang tertulis dalam Alkitab (Perjanjian Lama), maupun dari sumber-sumber lain yang akurat. Buku ini sangat bermanfaat bagi hamba Tuhan, mahasiswa STT, bahkan para pengajar teologi karena buku ini mengupas tuntas fakta sejarah peradaban dunia serta peninggalan masa lalu yang sangat berharga dan memiliki hubungan yang erat dengan Kekristenan.

Written by Adila V M