in

Review Novel Eccedentesiast Karya Ita Krn

Eccedentesiast karya Ita Krn hanya satu dari sekian banyak novel besutan Wattpad yang naik cetak. Ita Krn atau yang lebih dikenal dengan nama akun @wp.martabakkolor ini memang sangat aktif menulis di Wattpad. Penulis muda ini terkenal setelah mempublikasikan cerita fiksi remaja yang menyoroti kehidupan percintaan dan persahabatan dari sekelompok geng.

Eccedentesiast

button cek gramedia com

Novel Eccedentesiast bukan karya pertama Ita Krn karena sebelumnya ia menulis novel remaja lainnya. Namun, novel ini bisa dibilang menceritakan kisah yang paling sedih dengan sentuhan genre angst. Dengan latar persahabatan ala remaja dan lika-liku percintaan yang akan relate untuk siapa saja, karya-karya Ita Krn berhasil meraih hati para pembaca di Wattpad.

Grameds, kalau kamu suka baca novel digital di Wattpad, pasti tahu kalau ada banyak cerita berkonsep universe di sana. Misalnya saja, penulis Poppi Pertiwi yang membuat cerita geng motor bernama Ravispa. Nah, sama seperti penulis Wattpad pada umumnya, Ita Krn juga memiliki serial cerita yang khas.

Ita Krn membuat Diamond Gang Universe dengan tokoh Canva sebagai salah anggota gengnya. Nah, sosok Canva dihadirkan dalam novel Eccedentesiast, Grameds! Sebagai novel yang masih berada di satu universe, bukan hal aneh kalau cerita hidup Canva menarik banyak fans, terutama para remaja.

Dengan total 356 halaman, novel terbitan penerbit Akad ini menyuguhkan cerita yang menarik untuk bacaan remaja, Grameds. Kalau kamu penasaran sama novel ini, kamu sudah bisa memeluk Canva dengan mengunjungi toko buku terdekat, lho. Biar lebih mudah, langsung saja kunjungi situs gramedia.com, ya.

Nah, biar kamu tidak penasaran lagi, mari kita kupas tuntas kelebihan dan kekurangan novel ini. Namun, sebelum itu kamu harus mengenal dulu siapa penulisnya, Grameds.

Profil Ita Krn, Penulis Cerita Fiksi Remaja di Wattpad

Ita Krn dikenal sebagai penulis novel remaja yang karya-karyanya selalu bikin baper alias mengacak-acak emosi pembaca. Sebelum meraih popularitas di Wattpad, pemilik nama lengkap Ita Kurniawati ini sudah hobi menulis sejak masih duduk di bangku SMP.

Awalnya Ita hanya suka membaca novel di Wattpad. Lalu, ia pun mulai tertarik menulis ceritanya sendiri. Berawal dari hobi yang positif inilah, Ita akhirnya mempublikasikan karya-karyanya di Wattpad. Tak disangka, karya Ita diterima dengan sangat baik dan meraup jutaan pembaca.

Salah satu novel yang melambungkan nama Ita adalah Samuel (2021) yang berkisah tentang ketua geng motor yang ditugaskan menjaga seorang perempuan. Kesuksesan Ita tetap berlanjut saat ia menerbitkan novel Areksa (2021) yang bercerita tentang Areksa, wakil ketua geng motor yang dipimpin oleh Samuel.

Ita Kurniawati sendiri masih berusia remaja saat menulis novel-novel tersebut. Penulis kelahiran 10 Desember 2003 ini berasal dari Pati, Jawa Tengah. Di usia yang masih muda, Ita sudah mengharumkan nama daerahnya.

Hingga saat ini, Ita masih aktif menerbitkan novel dan mempublikasikan cerita di akun Wattpad pribadinya. Karya Ita yang terbaru berjudul Rotasi Dunia Reiji yang mengambil latar kehidupan cinta di kampus.

Sinopsis Novel Eccedentesiast Karya Ita Krn

Eccedentesiast

button cek gramedia com

Novel Eccedentesiast mengikuti kisah Canva Narendra, seorang laki-laki yang sangat menyayangi keluarganya. Akan tetapi, Canva merasa ditinggalkan oleh papa dan mama yang bekerja di luar negeri. Alhasil, Canva harus tinggal bersama sang nenek dan kehilangan sosok orang tua yang hadir menemani kesehariannya.

Kehidupan Canva pun diliputi rasa rindu yang mendalam. Namun, seolah tak cukup, ia juga menjadi korban perundungan saat duduk di bangku SMP. Beruntungnya Canva bukanlah anak yang mudah menyerah. Ia terus berusaha menjadi yang terbaik di bidang akademik demi menarik perhatian orang tuanya.

Canva bahkan meraih penghargaan dan mengikuti Kompetisi Sains Nasional agar orang tuanya bangga. Akan tetapi, perjuangan Canva tidak mudah. Untungnya ia mendapat banyak dukungan dari Diamond Gang yang dipimpin Samuel. Bersama teman-teman geng yang selalu ada untuknya, Canva berusaha keras mewujudkan impiannya untuk bertemu papa dan mama dan membanggakan mereka. Apalagi ada seorang gadis tunanetra bernama Aily dalam geng Diamond yang mewarnai hidupnya.

Namun, badai hidup seakan tak pernah surut. Canva harus menghadapi musuh di masa lalunya, Zayyan Abrisam yang mengacaukan ambisinya untuk meraih penghargaan olimpiade.

Ketika harapan Canva mulai pupus, ia kembali berhadapan dengan laki-laki bernama Venus yang membuat masalahnya bertambah pelik dan runyam. Di sisi lain, Canva yang terlalu keras berusaha harus mengalami gagal ginjal kronis.

Apakah impian Canva akan kanda karena sakit kronis yang dideritanya? Mampukah ia bertemu orang tuanya?

Kelebihan dan Kekurangan Novel Eccedentesiast Karya Ita Krn

Eccedentesiast

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Pemilihan diksinya tidak rumit sehingga mudah dipahami oleh siapa saja.
  • Gaya penulisannya cocok dibaca oleh remaja dan anak muda
  • Gaya bahasanya mengalir dan nyaman untuk dibaca di waktu luang.
  • Narasinya rapi dan memainkan emosi pembaca.
  • Premisnya relate untuk berbagai kalangan pembaca karena bercerita tentang kehidupan anak muda yang penuh lika-liku.
  • Konfliknya tidak begitu berat untuk kalangan pembaca remaja.
  • Menyoroti isu keluarga, remaja, dan persahabatan.
  • Penokohannya cukup detail sehingga pembaca dapat menghayati karakter tokoh utama.
  • Persahabatan tokoh utama dengan salah satu anggota geng Diamond digambarkan dengan baik.
  • Plot romansanya sangat dekat dengan realitas yang dialami anak muda,
  • Mengandung pesan moral yang dapat menjadi pelajaran hidup.
  • Variasi chapter panjang dan pendek yang membuat cerita tidak monoton.
Cons
  • Alurnya cukup lambat.
  • Ada banyak tokoh sehingga mungkin pembaca perlu lebih ekstra menghafal tiap tokoh, terutama karena novel ini didasarkan pada Diamond Gang Universe.

Kelebihan Novel Eccedentesiast Karya Ita Krn

Eccedentesiast

button cek gramedia com

Novel Eccedentesiast punya beberapa hal menarik yang dapat dikulik. Pertama, tentu saja novel ini menawarkan keragaman cerita karena ada banyak tokoh di dalamnya. Kita akan diajak menyelami indahnya persahabatan para anggota geng Diamond. Tak hanya itu, ada kisah cinta yang terjalin di antara anggota, seperti Canva dan Aily.

Grameds, kalau kamu mengikuti karya-karya Ita Krn, kamu pasti sudah tak asing sama nama-nama tokoh di novel Eccedentesiast ini. Sebut saja Samuel, Areksa, Marvel, dan tokoh-tokoh lain. Di novel ini, kamu akan kembali menyaksikan kedekatan mereka, terutama Canva dan Marvel yang persahabatannya begitu erat. Saking eratnya bahkan sampai dibilang masuk kategori love-hate relationship, lho.

Dinamika dalam cerita ini terasa nyata, mulai dari perjalanan hidup Canva yang sangat menyedihkan hingga pertemuannya dengan Aily. Canva digambarkan sebagai anak yang hidup dalam kesepian karena ditinggalkan orang tuanya. Ketika Canva masih berumur 5 tahun, orang tuanya merantau ke luar negeri untuk menjadi TKI. Meskipun tujuan kepergian mereka untuk mencari nafkah, tapi Canva tetaplah anak yang membutuhkan kehadiran orang tua.

Alhasil, Canva tumbuh dengan perasaan rindu yang tak tertahankan. Sebagai imbasnya, Canva sangat berambisi meraih berbagai penghargaan agar orang tuanya melirik kehadirannya di Indonesia.

Apa yang Canva alami sebenarnya relate dengan kehidupan nyata, Grameds. Di luar sana, ada banyak anak-anak yang kekurangan kasih sayang dan tidak merasakan sosok orang tua dalam keseharian. Ada banyak alasan, entah karena kesibukan atau pola asuh yang keras.

Sikap ambisius Canva juga dapat kita temukan dalam realitas, terutama tentang musuh di masa sekolah dan kehadiran orang-orang yang menyebalkan. Secara tak langsung, kita akan melihat bahwa Canva adalah cerminan dari remaja masa kini. Apalagi Canva juga merasakan kebahagiaan yang berbeda saat mendapat dukungan dari Aily. Kisah cinta Canva dan Aily tak hanya terasa manis, tetapi menyentuh hati karena mereka berjuang mengalahkan luka masing-masing.

Canva dengan ambisi dan luka masa kecil. Sementara Aily dengan keterbatasan fisik yang membuat hidup terlihat lebih kejam. Pada titik inilah, cerita dalam novel Eccedentesiast terasa hidup dan bukan sekadar romansa remaja belaka. Ditambah lagi, kita dilibatkan dalam perjuangan Canva di sekolah, baik dalam hal akademik maupun pertemanan.

Grameds, novel Eccedentesiast ini membingkai dua sisi dalam kehidupan sekolah yang pasti kita alami, yaitu kisah manis persahabatan dan kehadiran musuh. Meski selalu baik dan berprestasi, Canva tetap memiliki musuh. Di masa SMP yang seharusnya indah, Canva malah dirundung oleh Zayyan yang akhirnya menorehkan bekas luka.

Saat luka itu belum kering, Canva kembali bertemu dengan Venus yang menyebalkan dan membuat hari-harinya terasa buruk. Konflik tambahan yang hadir di tengah alur membuat novel ini terasa cukup berat dibandingkan buku-buku lain dalam serial Diamond Gang.Akan tetapi, sosok Canva yang tetap berjuang dan berdiri tegak mengajari kita banyak hal tentang hidup. Mulai dari ketabahan Canva yang sering dipukuli oleh Zayyan dan gengnya sampai kerelaan Canva menghadapi hari-hari hanya bersama neneknya. Meski begitu, Canva sangat ingin membahagiakan orang lain saat dirinya sendiri belum bahagia.

 “Kalau gue nggak bisa bahagia, berarti gue harus membahagiakan orang lain.” -Canva Narendra

Rangkaian plot dalam novel ini membawa kita mengenal Canva dari masa putih biru, lalu berlanjut ke masa SMA. Dengan alur yang runut seperti ini, kita dapat menghayati isi hati dan karakter Canva. Begitu pula dengan tokoh-tokoh lainnya yang diceritakan dengan cukup detail.

Selain susunan plotnya yang membantu kita memahami hidup Canva secara kronologis, narasi yang termuat dalam novel ini sudah mengalir dengan baik. Gaya bahasanya pun tidak rumit atau kaku, tetapi terkesan santai dan khas dengan kisah remaja. Selaras dengan hal itu, pemilihan diksi dalam novel ini juga tidak rumit. Jadi, para pembaca dapat menyimak alur dan ceritanya dengan nyaman.

Kalau kamu menyimak dengan baik, kamu dapat memetik banyak pelajaran dan nilai moral. Nah, semua ini tergantung dari sudut pandang kamu dalam mengambil sisi baik dari tiap tokoh yang diceritakan.

Lantas, apa kekurangan novel ini? Mari kita bahas bersama-sama, Grameds.

Kekurangan Novel Eccedentesiast Karya Ita Krn

Eccedentesiast

button cek gramedia com

Novel ini memiliki banyak tokoh, mulai dari Zayyan Abrisam dan para anggota geng yang mendukungnya merisak Canva sampai teman-teman geng Canva. Oleh karena itu, kamu mungkin akan merasa kesulitan menghafal tiap tokoh.

Akan tetapi, keragaman tokoh ini sebenarnya dapat menjadi nilai tambah kalau kamu suka dengan cerita yang kompleks. Melalui tokoh-tokoh yang beragam, kamu akan menonton kehidupan anak-anak SMA dengan lebih nyata.

Di sisi lain, alur novel ini bagi sebagian pembaca mungkin terasa lambat karena dari awal menceritakan kisah hidup Canva di masa SMP. Kemudian berlanjut secara bertahap ke masa SMA hingga akhirnya Canva menjalin persahabatan dengan teman-temannya di geng Diamond.

Meski begitu, novel ini tetap direkomendasikan untuk bacaan ringan yang menyentuh hati dan membawa kita bernostalgia ke masa sekolah. Grameds, kalau kamu tertarik dengan novel ini, langsung saja kunjungi situs gramedia atau toko buku. Gramedia selalu setia menjadi #SahabatTanpaBatas yang memberikan buku-buku berkualitas dan asli dari penulis terbaik agar kamu dapat #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gheani

Rekomendasi Novel Karya Ita Krn

Samuel

Samuel

button cek gramedia com

Novel Samuel karya Ita Kurniawati mengisahkan kehidupan tokoh utama yang bernama Samuel Erlangga. Tokoh ini juga sering dipanggil dengan nama Samuel. Azura memanggilnya dengan sebutan Baby El. Tokoh Samuel dikenal sebagai sosok pria tampan yang berkepribadian tegas, tidak baperan, dan kejam. Tetapi, sebenarnya sifat tersebut berbanding terbalik dengan sifatnya yang sebenarnya. Di kehidupan nyatanya, saat berada di rumah, Samuel adalah sosok anak yang manja, apalagi saat sudah bertemu dengan susu di botol spiderman buatan ibunya. Tokoh Samuel memang selalu menyembunyikan kehidupan aslinya dibalik topeng. Di depan banyak orang, Samuel terlihat mempunyai kehidupan yang sempurna. Hal tersebut dikarenakan Samuel trauma dengan kejadian dua tahun yang lalu. Wanita yang dicintai Samuel meninggal karena kesalahannya. Oleh karena itu, ia selalu dihantui oleh perasaan bersalah sehingga tidak mempunyai hubungan romantis lagi dengan wanita lainnya. Samuel yang sedang tenang menjalani kembali hidupnya dari masa lalunya, kini diganggu oleh kehadiran tokoh gadis yang bernama Azura Anastasia. Tokoh gadis tersebut merupakan anak dari sahabat ayahnya yang sudah dijodohkan dengan Samuel sejak masih kecil. Bahkan, sudah tertera di surat wasiat ayah Azura sebelum meninggal.

Areksa

Areksa

button cek gramedia com

Perasaan kita sama, tapi sayang Tuhan kita beda. Areksa suka Ilona, Ilona juga suka Areksa, tapi mereka sadar kalau tembok mereka terlalu tinggi karena berbeda keyakinan. Di mata orang, Areksa Dirgantara adalah sosok lelaki yang tampan, bijaksana, keras sekaligus menakutkan. Ia adalah ketua OSIS di SMA Taruna Bakti sekaligus wakil ketua dari DIAMOND GANG. Akan tetapi, di mata Ilona, Areksa adalah sosok lelaki manja, agresif, dan romantis. Keduanya bersahabat sejak kecil hingga membuat siapa pun akan beranggapan kalau di situ ada Areksa, pasti ada Ilona di sekitarnya. Pertemuan mereka bermula saat masa kecil Ilona harus diperlakukan kurang menyenangkan oleh keluarganya dan Areksa adalah orang pertama yang berada di samping Ilona. Mereka sadar kalau ternyata banyak masalah yang harus dilalui. Mulai teror yang datang ke Ilona, perpecahan persahabatan, hingga muncul rasa di antara mereka. Namun, mereka harus menerima kenyataan, memilih mengkhianati Tuhan atau perasaan mereka. Iya, mereka berbeda keyakinan. Areksa dan Ilona berbeda agama sehingga membuat keduanya harus menjalani hubungan berbeda keyakinan. Puing-puing kehancuran pun silih berganti menghampiri mereka. Apakah Areksa dan Ilona sanggup melewati semua permasalahan tersebut?

Marveluna

Marveluna

button cek gramedia com

Cowok bersetelan jas hitam itu terus berlari secepat yang dia bisa. Dari keringat yang membasahi kemeja putih di balik jasnya, terlihat jelas kalau dia sudah cukup lama berlari. Namun, hal tersebut tidak mengendurkan tekadnya untuk terus melaju tanpa memedulikan apa pun saat ini termasuk debu yang menghiasi celana bahan yang dia kenakan karena tadi sempat terjatuh. Yang tersemat dalam pikirannya saat ini hanyalah bagaimana caranya agar dia bisa menghindari kejaran orang orang berjas dan berdasi di belakangnya. Napas cowok itu semakin terengah-engah saat baru selesai menaiki puluhan anak tangga yang membawanya ke sebuah atap bangunan tua. Untuk sejenak, dia membungkuk dan menjadikan lututnya sebagai tumpuan kedua tangannya. Decakan kesal meluncur dari bibirnya saat mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat di telinganya. Sialan! Mereka belum menyerah juga! Marvel, cowok berusia tujuh belas tahun itu, menegakkan tubuhnya kembali. Kali ini, dia tidak lagi berlari dan memilih untuk berjalan santai ke arah tepian atap bangunan itu. Semilir angin malam yang lumayan kencang membuat rambut hitamnya semakin berantakan. Perasaan kalut. Tersemat juga gemuruh emosi dalam benaknya. Dia benci dunianya sendiri. Bahkan sampai detik ini, dia tidak pernah menganggap bahwa dirinya hidup layaknya remaja lainnya.

Written by Adila V M