in

Review Novel The Silence of The Girls

The Silence of The Girls – Kisah para perempuan yang selama ini suaranya selalu dibungkam pada masa perang Troya. Perang memang harus selalu ada yang dikorbankan agar tetap bertahan hidup. Pengorbanan itu tentunya segala hal yang kita punya, termasuk diri kita sendiri. Itulah yang terjadi pada seorang perempuan bernama Briseis.

Briseis merupakan seorang ratu Lyrnessus yang harus menjadi seorang tawanan perang ketika kotanya diserang secara brutal oleh pasukan Yunani. Ia pun terpaksa menjadi budak Achilles, seorang lelaki yang sudah membunuh suami serta saudara laki-lakinya. Kisahnya benar-benar sangat menggores hati.

Perempuan itu hanya bisa bungkam, hidup sewajarnya, mengamati dengan tajam, semua kesedihannya dipendam, dan ia berusaha untuk menjalin hubungan dengan perempuan-perempuan lain yang menjadi budak, pelacur, dan petugas peperangan. Perannya di sini benar-benar luar biasa untuk mengungkapkan yang tak terlihat dan tak dianggap.

Sinopsis Novel The Silence of The Girls

Kota kuno Troya telah bertahan satu dekade di bawah pengepungan tentara Yunani yang kuat dan terus mengobarkan perang berdarah atas seorang wanita yang dicuri, yaitu Helen. Di kamp Yunani, seorang wanita lain bernama Briseis yang menjaga dan menunggu hasil perang. Dia adalah ratu dari salah satu kerajaan tetangga Troya,

Namun sayangnya Achilles seorang pejuang terhebat Yunani, menjarah kotanya dan membunuh suami dan saudara laki-lakinya. Briseis menjadi selir Achilles, hadiah pertempuran, dan harus menyesuaikan diri dengan cepat untuk bertahan hidup dalam kehidupan yang sangat berbeda, sebagai salah satu dari banyak wanita yang ditaklukkan yang melayani tentara Yunani.

Ketika Agamemnon pemimpin politik brutal pasukan Yunani menuntut Briseis untuk dirinya sendiri, dia mendapati dirinya terjebak di antara dua orang Yunani yang paling kuat. Achilles menolak untuk bertarung sebagai protes dan orang-orang Yunani mulai kalah dari lawan mereka. Sangat jeli dan tenang tentang kengerian perang sehari-hari.

Briseis menemukan dirinya dalam posisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, mampu mengamati dua orang mengemudi tentara Yunani dalam apa yang akan menjadi konfrontasi terakhir mereka, menentukan nasib tidak hanya orang-orang Briseis tetapi juga dari dunia kuno secara luas.

Briseis hanyalah satu di antara ribuan wanita yang hidup di belakang layar dalam perang ini. Para budak, pelacur, para perawat, para wanita yang membaringkan orang mati, semuanya terhapus oleh sejarah. Dengan detail sejarah yang menakjubkan dan prosa yang cemerlang, Pat Barker menghidupkan dunia perkemahan Yunani yang padat.

Dia menawarkan potret karakter dan cerita yang bernuansa dan kompleks yang akrab dengan mitologi, yang, dilihat dari perspektif Briseis, penuh dengan wahyu yang baru ditemukan. Karya terbaru Barker dibangun di atas studi perang selama puluhan tahun dan dampaknya pada kehidupan individu dan itu sangat luar biasa.

Review Novel The Silence of The Girls

Novel The Silence of The Girls merupakan karya dari Pat Barker. Novel ini menceritakan kisah dari Briseis yang dulunya merupakan ratu Lyrnessus, namun semuanya berubah ketika Achilles, seorang pejuang terhebat Yunani membunuh suami dan saudara laki-lakinya. Hal itu membuat dirinya harus menjadi selir Achilles dan membuatnya terbungkam.

Novel ini menggunakan perspektif Briseis yang menjelaskan perang pada masa itu serta bagaimana dirinya bisa bertahan ketika harus menjadi seorang selir Achilles. Hubungan Briseis dan Achilles pun semakin berkembang sampai keduanya harus mati.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Ini adalah novel sejarah yang sangat bagus. Ini tidak dapat dibilang romansa sejarah karena itu pasti bukan salah satunya. Jika kamu mengharapkan novel roman, kamu salah besar. Ini kisah yang sangat brutal. Jika kamu tidak suka dengan kekerasan dan pelecehan, kamu mungkin akan merasa kurang nyaman saat membacanya.

Tema buku ini adalah kelangsungan hidup. Briseis adalah seorang ratu, sekarang seorang selir; seorang budak. Nasibnya masih berkali-kali lipat lebih baik daripada para penyintas lainnya, semuanya perempuan, karena setiap laki-laki, laki-laki, dan bayi laki-laki telah terbunuh.

Buku ini bukan hanya tentang Briseis, ini tentang perang. Achilles, Hector, Agamemnon, dan Patroclus. Ini mungkin buku yang brutal, tetapi indah dalam kebrutalannya yang mencolok.

 

Profil Penulis

Patricia Mary W. Barker lahir pada 8 Mei 1943. Ia merupakan seorang penulis dan novelis Inggris. Dia telah memenangkan banyak penghargaan untuk fiksinya, yang berpusat pada tema ingatan, trauma, kelangsungan hidup, dan pemulihan. Karyanya digambarkan sebagai hal yang langsung spontan dan blak-blakan. Pada tahun 2012, The Observer menobatkan Trilogi Regenerasi sebagai salah satu dari “10 novel sejarah terbaik”.

Kelebihan, Kekurangan, dan Rating

Pros & Cons

Pros
  • Mengulas tentang sejarah perang
  • Menceritakan kisah perempuan pada masa perang
Cons
  • Terdapat banyak adegan kekerasan

Biasanya, novel mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya. Namun, hal itu tentu saja tidak mengurangi rasa suka membaca buku, apalagi jika buku tersebut merupakan buku favoritnya. Kali ini kita akan membahas kelebihan, kekurangan, serta rating yang terdapat dalam novel The Silence of The Girls karya Pat Barker.

Kelebihan dalam novel ini adalah mengulas tentang sejarah perang. Pada peperangan di masa itu, semua orang khususnya laki-laki dibunuh dengan keji dan brutal. Korban perang harus menjadi budak yang menjadi pemenang.Penulis novel benar-benar menggambarkan itu semua dengan detail dan baik.

Lalu, menceritakan kisah perempuan pada masa perang. Perempuan pada masa itu benar-benar diperlakukan dengan semena-mena dan dijadikan budak perang. Tokoh Briseis menjadi sosok yang ingin menentang semua yang terjadi pada perempuan di masa itu. Dapat dikatakan novel ini juga mengandung unsur feminis melalui tokoh Briseis.

Kekurangan dalam novel ini adalah terdapat banyak adegan kekerasan. Tidak ada peperangan yang dilakukan secara baik-baik. Perang Troya menjadi sebuah perang yang brutal dan penuh dengan kekerasan. Sebagian pembaca mungkin akan merasa kurang nyaman saat membacanya. Namun, novel ini sangat bagus dibaca untuk kamu yang cinta dengan sejarah.

Novel The Silence of The Girls memiliki rating yang bagus. Rating buku ini sebesar 3.91 dari 5. Hal ini menandakan bahwa pembaca sangat menikmati jalan dan alur cerita yang terdapat di dalam novel ini.

Penutup

Itulah review singkat dari novel The Silence of The Girls karya Pat Barker. Melihat rating novel ini dapat dikatakan banyak pembaca yang tertarik pada novel ini. Hal itu dikarenakan jalan dan alur cerita dalam novel ini sangatlah menarik.

Briseis merupakan seorang ratu Lyrnessus yang harus menjadi seorang tawanan perang ketika kotanya diserang secara brutal oleh pasukan Yunani. Ia pun terpaksa menjadi budak Achilles, seorang lelaki yang sudah membunuh suami serta saudara laki-lakinya. Kisahnya benar-benar sangat menggores hati.

Bagi kamu yang penasaran dengan kisah perang Yunani yang ditulis oleh Pat Barker. Kamu dapat membaca novel The Silence of The Girls dengan membelinya di toko gramedia.com, ya. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Fiska Rahma Rianda

Rekomendasi Novel

1. Berkeliling Dunia di Bawah Laut

 

Kita hidup sebagai manusia modern di pertengahan abad kedua puluh ini, terkadang masih terheran-heran dan terpukau, apabila melihat pemandangan di perairan-dalam yang ditampilkan melalui televisi maupun film. Tidak puas rasanya mata ini memandang keindahan serta keunikan dunia kehidupan yang masih terasa asing itu.

Sudah melebihi dari seratus tahun, saat televisi maupun film sama sekali belum diketahui dan diimpikan, Jules Verne berhasil memaparkan dunia kehidupan samudera kepada kita. Itu semua berkat daya khayal serta firasat dan tekniknya yang gemilang.

Ketika kita membaca buku ini, kita perlu mengingat bahwa pada masa itu belum pernah ada manusia yang sampai ke sebuah tempat-tempat sedalam samudra yang dilukiskan olehnya. Dengan sangat jelas ditampilkannya keadaan di pulau-pulau karang yang terbenam di dalam lautan, sehingga hal itu membuat kita seakan-akan turut ikut dalam ekspedisinya.

Sebuah novel klasik yang sudah dinikmati oleh ratusan juta pembaca di seluruh dunia, sangat layak untuk melengkapi perbendaharaan sastra kita.

2. Tiga Belas Kasus

 

Novel Tiga Belas Kasus merupakan karya dari Agatha Christie. Novel ini merupakan sebuah kumpulan kisah misteri dari sekumpulan orang yang melakukan pertemuan di rumah Miss Marple. Suatu hari di Selasa malam, beberapa tamu sudah berkumpul di rumah Miss Marple. Kemudian, percakapan mulai berubah ke seputar kasus-kasus misteri yang tak pernah terpecahkan.

Kasus noda darah yang hilang, pencuri yang pernah mengulangi kejahatan sebanyak dua kali, pesan dari seorang pria yang meninggal diracun, kasus aneh sebuah surat wasiat yang tidak terlihat, seorang peramal yang memiliki pesan kalau bunga geranium biru artinya kematian, dan masih banyak lainnya.

Seperti biasa, Miss Marple yang terlihat sederhana dan lemah membuat semua orang yang ada di sana terpukau dengan analisisnya yang tajam. Selamat bergabung di Klub Selasa Malam.

3. The Song of Achilles (Nyanyian Achilles)

 

Novel The Song of Achilles menjadi sebuah bentuk sukses perubahan dan pengembangan kisah mitologi dan legenda yang ditulis ke dalam kemasan yang lebih modern. Oleh karena kisah dalam novel The Song of Achilles diambil dari mitologi Yunani, novel yang ditulis oleh Madeline Miller bukan hanya menyajikan cerita yang menakjubkan saja, tetapi juga menyelipkan bagian sejarah yang benar.

Novel The Song of Achilles menceritakan kembali legenda perang Troya. Namun, pembahasan di novel ini jauh lebih dalam daripada perang Troya itu saja. Novel The Song of Achilles berani merombak citra sang pahlawan legendaris, Achilles, serta mendefinisikan ulang terkait maskulinitasnya.

Yunani pada zaman para pahlawan. Patroclus, seorang pangeran muda yang kikuk, diasingkan ke istana Raja Peleus dan putranya yang sempurna, Achilles. Mereka tumbuh menjadi pemuda yang cakap dalam seni perang dan pengobatan, dan kedekatan mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih dalam meski sangat ditentang oleh ibu Achilles, Thetis, dewi laut yang kejam.

Lalu, tersiar kabar bahwa Helen dari Sparta telah diculik. Bimbang antara takut dan rasa sayang terhadap sahabatnya, Patroclus pergi bersama Achilles ke Troy, tanpa menyadari bahwa tahun-tahun selanjutnya akan menjadi ujian bagi semua yang mereka sayangi.

Sumber:

  • https://www.goodreads.com/book/show/37969723-the-silence-of-the-girls?from_search=true&from_srp=true&qid=qUhf78OmTX&rank=1

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy