in

Review Buku Catatan Kronik Karya Natasha Rizky

Buku Catatan Kronik adalah buku kedua karya Natasha Rizky, public figure yang baru-baru ini ramai diperbincangkan, karena baru saja memutuskan hubungan pernikahannya dengan Desta Mahendra.

Diketahui, Natasha Rizky membutuhkan waktu selama dua tahun untuk akhirnya merilis buku Catatan Kronik ini. Buku Catatan Kronik diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo bersama YOI Books pada 24 Juli 2022.

Buku dengan total 100 halaman ini merupakan sebuah buku kumpulan puisi yang seluruh isinya terinspirasi dari kisah kehidupan pribadinya bersama keluarga dan sahabatnya. Maka dari itu, ada juga orang-orang yang menduga-duga bahwa salah satu puisi dalam buku ini yang berjudul “Pura-Pura”, merupakan curahan hati Natasha Rizky tentang kehidupan pernikahannya.

Natasha Rizky juga mengaku dirinya sangat senang, tetapi juga gugup atas buku keduanya itu. Sebab, seluruh isinya bersifat cukup personal dan mengisahkan banyak tentang dirinya dan orang-orang terdekatnya.

Buku Catatan Kronik ini adalah buku kumpulan puisi mengenai kehidupan dan introspeksi diri, ilustrasi kehidupan, yang berbentuk jurnal keseharian. Penasaran akan puisi-puisi karya aktris cantik ini? Yuk intip isinya dengan membaca artikel ulasan ini!

Profil Natasha Rizky – Penulis Buku Catatan Kronik

Natasha Rizky Pradita dikenal sebagai seorang aktris, model, pembawa acara televisi, pengusaha, dan penulis asal Padang, Indonesia. Natasha Rizky memulai kariernya di bidang entertainment dari dunia modeling, tepatnya pada tahun 2008, di mana ia berhasil meraih juara dua pada pemilihan Gadis Sampul tahun tersebut.

Natasha Rizky lahir pada 23 November 1993 dari pasangan Dasmir Makmur dan Elmawita yang asli berasal dari Minangkabau. Natasha Rizky menempuh pendidikan di SD Mexico Jakarta (1999-2005), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 11 Jakarta (2005-2008), dan masuk ke SMA Islam Harapan Ibu Jakarta (2008-2011).

Natasha Rizky baru saja mengakhiri hubungan pernikahannya dengan Deddy Mahendra Desta, yang sudah menjalin hubungan pernikahan dengannya sejak 21 April 2013.

Natasha Rizky pertama kali muncul di layar kaca pada salah satu sinetron yang ditayangkan di stasiun Trans TV, yakni Cinta Cenat Cenut. Sejak saat itu, nama Natasha Rizky mulai dikenal, dan ia juga mulai mengembangkan kariernya dalam dunia seni peran dengan mengikuti sejumlah casting.

Sampai pada akhirnya, nama Natsha Rizky sudah dikenal sebagai aktris handal yang wajahnya sudah menghiasi banyak sinteron, film televisi, film layar lebar, iklan, juga model video klip.

Adapun beberapa iklan yang pernah dibintangi Natasha Rizky adalah Pond’s, Hilo, dan Frisian Flag. Selain itu, beberapa video klip yang dibintanginya adalah video klip grup musik Andra and the Backbone. Diketahui, dari membintangi video klip itulah yang membawa Natasha Rizky akhirnya mendalami seni peran dan bermain sebagai salah satu pemeran di sinetron Cinta Cenat Cenut.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Natasha Rizky juga pernah mengisi acara televisi, yaitu Catatan Seorang Jurnalis yang tayang di TvOne. Selain membintangi berbagai video klip grup band, Natasha Rizky juga ternyata mempunyai group band beraliran jazz yang disebut JZone. Di bawah ini telah dirangkum beberapa film, sinetron, dan FTV yang pernah dibintangi oleh aktris cantik berdarah Padang ini.

  • 2006 – Satu Cincin Dua Cinta
  • 2010 – Dia Bukan Anakku sebagai Wilda Anindhita
  • 2011 – Cinta Cenat Cenut sebagai Putri Indriani
  • 2011 – Kupinang Kau dengan Bismillah sebagai Nirvana
  • 2012 – Anissa dan Anissa sebagai Annisa
  • 2012 – Si Biang Kerok
  • 2012 – Jalan Ke Surga
  • 2012 – Radio Galau FM sebagai Velin Caliandra
  • 2013 – Get M4rried sebagai Vanya
  • 2015 – Hijab sebagai Anin
  • 2017 – Jomblo sebagai Rita
  • 2018 – Assalamualaikum Calon Imam sebagai Nafisya Kaila
  • 2019 – Pretty Boys sebagai Natasha Rizky
  • 2021 – Layla Majnun sebagai Niken (Film orisinal Netflix)
  • Calon Istri Ke-10
  • Bali Love Story
  • Cintaku Berakhir di Rumah Susun
  • Janji Manis Untuk Mei-Mei
  • Cinta Merona Ala Korea
  • Cinta Dewi Turun Ke Bumi
  • Bidadari Rumah Kost
  • Mengejar Rindu Sampai ke Bali
  • Kisah Cinta Cewek SMA (Sweet Sixteen)
  • Seporsi Mie Cinta Mila
  • Cinta Putri Pak Camat
  • Bad Boy, I Love You
  • Kenapa Kamu Tega Mengkhianati Aku (2015) sebagai Intan
  • Aku Bukan Istri Yang Bisa Kau Tindas (2015) sebagai Ratih
  • Apa Aku Hanya Boneka Bagi Suamiku (2015) sebagai Ambar

Sebagai seorang penulis, Natasha Rizky telah berhasil menerbitkan dua karya. Karya debutnya sebagai penulis berjudul Katanya Nikah Mudah (2018), dan karya keduanya adalah yang akan diulas pada artikel ini, yaitu Catatan Kronik (2022).

 

Review Buku Catatan Kronik

Pros & Cons

Pros
  • Buku ini menyajikan puisi yang indah tentang kehidupan pribadi, keluarga, dan sahabat, yang diksinya mudah untuk dimengerti.
  • Pembaca bisa merasa terhubung dengan puisi ini, merasakan kehangatan dari kisah-kisah yang disampaikannya, juga merasakan berbagai emosi setelah membaca puisi-puisi ini.
  • Tampilan visual buku ini menarik, mulai dari sampul, pilihan jenis tulisan, dan ilustrasi yang ada di setiap lembarnya.
  • Buku ini menyajikan lembaran yang memuat pertanyaan, sebagai wadah pembaca untuk merefleksikan kehidupan dan mengintrospeksi dirinya.
Cons
  • Tema puisi-puisi yang disajikan buku ini hampir sama, yang mungkin tidak sesuai dengan preferensi beberapa pembaca yang ingin membaca puisi dengan cakupan tema yang lebih luas.

 

Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Yang aku tahu adalah menuliskan diksi-diksi ini hingga menjadi kumpulan sajak-sajak kronis. Sajak ini berisi caraku memandang dunia, yang mungkin saja sama dengan caramu.

Dari kacamataku, sesungguhnya hidupku “biasa” saja, tidak ada yang begitu spesial. Aku orang biasa yang memiliki keinginan, impian, dan mimpi-mimpi besar, bahkan berjuang sebatas untuk bertahan hidup.

Kadang hanya bermodalkan ambisi. Rasanya aku selalu percaya diri untuk meraih keinginanku. Namun, itu semua berlalu, hingga aku menemukan titik lelah pada ambisiku sendiri.

Seiring berjalannya waktu, saat aku merasa beranjak dewasa… bukan itu, mungkin lebih tepatnya, saat diri ini terpaksa menjadi dewasa. Aku makin tersadar, bahwa hidup ini adalah ujian. Mulai dari peluang, keuangan, keluarga, dan kegagalan-kegagalan dalam meraih mimpi. Pengalaman dan kenangan adalah saksi untuk pembelajaran hidup.

Sejujurnya, aku bukanlah orang yang ahli, apalagi pendidikan tinggi. Dari segala kekurangan dan kesulitan yang kuhadapi, lama-lama ilmu-ilmu baru terus berdatangan. Kemudahan yang tak diduga-duga menghiasi kehidupan, tentunya dalam bentuk apa pun itu.

TERLALU TERBURU-BURU

Selama ini sibuk mengaduk-aduk pukulan.

Repot mengerang perkara.

Selalu merasa paling ambruk cedera di luka yang sama.

Berpendapat diri ini siasat paling tinggi.

Berpaham sudah memecahkan jalan sampai terantuk jera.

Memaki memekik ramai bahwa pribadi ini payah.

Kadang jiwa tahu diri itu kelamaan padam.

Sebab akibat singgah karena kefasikan.

Kita selalu terburu-buru merumuskan Tuhan.

Seakan-akan melulu mengatur qada dan qadar.

Pada hakikatnya, bukan bab-bab kesulitan yang membuat raga ini binasa.

Tapi waswas yang bersangga untuk penghuni dunia.

Iya, siapa lagi kalau bukan makhluk-makhluk yang katanya unggul.

Siapa? Ya, kita.

Makanya, besok-besok hatinya disuruh bertaut dengan kreator semesta.

Bisa jadi muslihat dan prakasamu selama ini hanyalah pamrih.

Oh… ya wajar saja kalau batin tak pernah betul-betul waras…

BATARA EMBUN

Suara batin mewakili degup hujan.

Lirih-lirih masa lalu terungkap lagi.

Perlahan dersik halus memeluki, para embun yang bersiap mendengarkan.

Dan menunggu hujan pamit.

BELIAU BERKATA (TIGA)

Kata beliau,

“Cari sejawat yang mencintaimu,

bukan semata-mata,

karena banda jelita dan takhtamu.

Tapi cari yang mencintaimu karena nasihat.

Nasihat yang menyiangi pada kebaikan akan binar Sang Pencipta.”

MULAI LAGI

Hai kawan.

Kita mulai lagi ya.

Berteman dengan kehati-hatian.

Jangan khawatir, hidup itu agenda.

Kita lapang dada menunggu arahan-Nya.

LANGKAH KECIL

Langkah-langkah kecil itu.

Kadang gerah ketika merengek.

Kadang hati mendidih saat perangai datang.

Kadang iba melebur tiba waktunya lara.

Kadang sepi menggema bila berjarak.

Rasa ini jadi pengembara hati.

Biar begitu hati ini telah jatuh pada mereka.

Selama langkah-langkah itu mungil, hiasi sekujur cinta untuk mereka.

Suatu saat mereka akan berlari pergi.

Pola kehidupan meneriaki.

Sampai kenangan mengikut.

Pergi dari genggaman.

Tak sadar jarak mereka semakin jauh

Yang bukan milik kita utuh

Lagi..

Sebagai teman, buku Catatan Kronik ini adalah pelengkap yang ada di sebelah kursi-kursi kronikmu. Ia tidak berbicara atau menasihatimu. Lembarannya yang kosong menerima dirimu apa adanya. Serat bukunya siap menyerap tinta keluh kesahmu dan menyimpannya dalam kesaksian yang bisu. Ia tak banyak berharap, dan hanya menginginkan cahaya bersinar dari hatimu. Tentunya, untuk menerangi kursi-kursi kronik itu…

Kelebihan Buku Catatan Kronik

Melihat dari sinopsis di atas, Grameds pastinya sudah mengetahui bahwa buku ini menyajikan puisi-puisi yang sangat indah. Natasha Rizky menyajikan puisi yang diksinya indah, tetapi dinilai mudah untuk dimengerti. Dan sesuai dengan apa yang disampaikannya, buku ini memuat puisi yang mengisahkan tentang kehidupannya bersama keluarga dan sahabatnya.

Maka dari itu, pembaca bisa merasa terhubung dengan puisi ini, merasakan kehangatan dari kisah-kisah yang disampaikannya, juga merasakan berbagai emosi setelah membaca puisi-puisi ini. Secara keseluruhan, puisi-puisi yang disajikan dalam buku Catatan Kronik adalah puisi yang begitu indah, berhasil menyampaikan ceritanya kepada para pembaca, dan mampu menggugah emosi pembaca.

Secara tampilan visual, buku Catatan Kronik ini juga dipuji. Mulai dari tampilan sampul yang sangat sederhana yang menampilkan pohon tanpa daun yang ranting-rantingnya menjulur ke segala arah, lalu perpaduan warna hijau tosca pastel dan krem yang bersifat kalem. Kemudian, pemilihan jenis huruf ada buku ini juga dinilai menarik.

Selain itu, di setiap lembaran buku ini yang menyajikan puisi berbeda, Anda akan menemukan berbagai ilustrasi berwarna yang menghiasi dan melengkapi puisi tersebut. Ilustrasi ini pun mampu menambah kesan yang memperkuat pesan yang ingin disampaikan puisi tersebut.

Selain itu, Natasha Rizky juga benar-benar menjadikan buku ini sebagai sebuah wadah untuk introspeksi diri pembaca. Di dalam buku ini, terdapat lembaran kosong dengan pertanyaan apa yang akan aku lakukan? Dan apa tujuanku? yang bisa diisi oleh pembaca. Jadi, buku ini bersifat interaktif dan reflektif, yang mendorong pembaca untuk merefleksikan kehidupannya dan masa depannya.

Kekurangan Buku Catatan Kronik

Oleh karena buku Catatan Kronik ini menampilkan puisi yang seperti catatan harian, puisi-puisi yang ditampilkan memiliki tema yang hampir serupa. Hal ini mungkin tidak sesuai dengan preferensi pembaca yang menginginkan puisi dengan berbagai tema yang lebih luas cakupannya.

Grameds, itu dia ulasan buku Catatan Kronik karya Natasha Rizky. Bagi kalian yang ingin menikmati membaca puisi-puisi indah karya aktris cantik ini, yuk langsung saja dapatkan buku ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gabriel

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy