in

Review Novel Anna Karya Sabrina Febrianti

Novel Anna merupakan salah satu karya Sabrina Febrianti, penulis muda berbakat asal Indonesia. Novel Anna adalah novel young adult yang memiliki jalan cerita menarik dan pastinya tidak kalah seru dari novel-novel lain karya Sabrina.

Kisah Anna pertama kali dipublikasi di Wattpad Sabrina dengan nama pengguna @sabrina1928. Cerita ini pertama kali dipublikasi pada tanggal 13 Juli 2019 dan selesai ditulis pada 8 Januari 2020. Kisah Anna berhasil meraih kepopuleran dengan sudah dibaca sebanyak 18.6 juta kali dan mendapatkan 1.4 juta votes.

Maka dari itu, tak heran jika cerita ini akhirnya diterbitkan menjadi novel oleh Penerbit CLOUDBOOKS PUBLISHING pada 29 Mei 2022. Dalam novel dengan total 340 halaman ini, dikisahkan tentang seorang gadis bernama Annaqilla yang akrab dipanggil Anna.

Anna baru berusia 17 tahun, tetapi sudah hampir satu tahun belakangan ini, Anna menjadi wanita incaran dari 3 cowok paling disukai di sekolahnya. Meskipun ketiga cowok itu tampan, tetapi Anna memberi ketiganya label ‘cowok gila’, karena malah mengincar gadis cupu seperti dirinya.

Lalu, apakah Grameds sudah membaca novel Anna? Jika belum, segera dapatkan novelnya, ya. Biar semakin yakin untuk memiliki novelnya, simak review singkat ini, Grameds. 

Review Novel Anna

Pros & Cons

Pros
  • Novel Anna menyajikan premis kisah yang menarik, di mana seorang gadis cupu menjadi incaran tiga cowok paling disukai di sekolahnya.
  • Sabrina berhasil melahirkan karakter tokoh yang sangat kuat dan unik.
  • Narasi kisah ini dituliskan dengan bahasa yang sederhana ala anak muda, sehingga sangat mudah dimengerti.
  • Alur kisahnya cukup cepat dan mengalir.
  • Tampilan sampul novel ini menarik dengan pilihan warna yang catchy.
Cons
  • Tidak bisa dibaca oleh semua kalangan karena mengandung konten yang eksplisit.

 

Annaqilla menghembuskan nafasnya dengan berat. Hari ini Anna harus bertemu dengan tiga lelaki yang akan mengganggu hidupnya. Anna baru berusia 17 tahun,tetapi sudah hampir satu tahun belakangan ini, Anna menjadi wanita incaran dari 3 cowok paling disukai di sekolahnya. Meskipun ketiga cowok itu tampan, tetapi Anna memberi ketiganya label ‘cowok gila’.

Bagaimana tidak? Tiga cowok itu penampilannya sangat tampan dan keren, tetapi mereka malah mengincar gadis cupu seperti dirinya. Sudah cupu, tidak pandai bergaul juga. Buktinya, sampai sekarang Anna masih sendirian di sekolah. Tidak ada anak di sekolahnya yang berani mendekati Anna, karena ia selalu dikelilingi oleh ketiga cowok itu yang sangat ditakuti di sekolahnya.

Ketiga cowok itu adalah kakak kelas Anna yang setahun lagi akan lulus. Namun tetap saja ini menjadi kendala, karena satu tahun bukan waktu yang sebentar. Anna tak bisa membayangkan kehidupannya selama di sekolah. Anna selalu berdoa dalam hati supaya ketiga cowok itu tidak masuk hari ini. Jadi Anna bisa berkegiatan secara bebas tanpa diganggu.

Cowok yang pertama bernama Alvito Dewanata, cowok yang tinggi dan memiliki kulit sawo matang, hidungnya mancung, rahangnya tegas, dan dia cukup jago dalam bermain basket. Alvito suka memanjakan Anna dengan memberikan panggilan khusus, yakni “Kitty”. Panggilan yang terdengar cukup kekanakan, tetapi lama kelamaan Anna akhirnya terbiasa dengan panggilan itu.

Vito sangat ahli dalam merayu, hingga terkadang hati Anna juga bisa luluh saat cowok itu memanggilnya atau memperlakukannya dengan sangat manis. Jujur, kalau saja Anna seperti gadis lainnya, pasti ia telah jatuh hati kepada Vito. Sayangnya, Anna tidak bisa menerimanya karena Vito berbeda jauh dengan kriteria cowoknya.

Cowok kedua namanya Fabian Gireaster, atau yang akrab dipanggil Bian. Cowok ini sangat santai sikapnya, dan Anna sedikit tertarik dengannya. Perawakannya lebih tinggi daripada Vito, dan Bian lebih disukai banyak orang dibanding Vito. Bian memang sangat tampan, tampan sekali hingga Anna suka deg-degan saat Bian mengajaknya berbicara atau memperlakukannya dengan manis.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Bian sangat sempurna, Anna tidak bisa berkata-kata, tapi Anna tidak bisa menyukai lelaki itu, karna Bian terkadang suka mesum padanya, itu yang membuatnya sedikit risih ketika berdekatan dengan Bian. Lelaki itu mengerikan ketika sudah menarik sudut bibirnya, pasalnya pasti ada yang dia inginkan ketika senyum itu melebar.

Anna kembali menghembuskan nafasnya ketika angkutan umum sudah berhenti tepat di depan sekolahnya. Dadanya mulai deg-degan ketika melihat seorang cowok telah menunggunya di depan gerbang, Anna berharap cowok itu memang sedang menunggunya.

Dia adalah cowok ketiga, Sargas Andromeda, cowok yang sangat ditakutinya. Ia kini sudah berada tepat di hadapannya. Ia berdiri tanpa ekspresi, dan tentunya malah membuat jantung Anna berpacu lebih cepat. Sosok Sargas ini terlalu sulit untuk dijelaskan.

Ia jarang sekali menampilkan ekspresi. Dia juga jarang bicara dan suka memaksa. Anna sampai menyebutnya pemaksa, karena memang itulah sifat Sargas. Cowok itu tak pernah memperlakukannya manis seperti yang lain. Entah mengapa, mungkin memang dia tidak bisa seperti itu. Tapi, tidak harus dengan cara memaksa dan menakutkan seperti saat ini.

Anna terus melangkahkan kakinya sambil menunduk. Hingga pada saatnya, ia berhadapan dengan Sargas yang sangat menakutkan. Ketika Anna mencoba melewatinya, Sargas meraih tangan Anna, yang membuatnya terkejut luar biasa. Terlihat keringatnya sudah mengalir di dahi, karena Anna memang sangat ketakutan sekarang.

Anna lebih baik digoda oleh Vito atau bahkan dibecandain mesum sama Bian dibandingkan berhadapan dengan Sargas. Cowok ini sangat menakutkan meskipun tampan, wajahnya yang tanpa ekspresi mendominasi seorang Sargas pada saat ini.

“Kak Sargas,” ucap Anna pelan, sangat pelan tetapi Sargas masih bisa mendengarnya. Cowok itu mengangkat dagu Anna supaya ia dapat melihat wajah ketakutan Anna. Sargas menanyakan kenapa Anna menghindar.

Jantung Anna berdegup cepat tidak karuan. Anna berharap bisa menghilang saja dari dunia saat ini juga. Sebab, Sargas melontarkan pertanyaan itu dengan nada tersinggung. Anna mengutuki keputusannya untuk nyelonong di depan Sargas begitu saja.

“Hari ini lo ikut gue,” ucap Sargas tanpa ekspresi itu berhasil membuat Anna melotot. la pun kemudian ditarik Sargas untuk masuk ke dalam mobil miliknya. Anna menjelaskan bahwa dirinya harus sekolah. Namun, Sargas tidak menjawabnya dan malah langsung melajukan mobilnya keluar sekolah.

Anna hanya berdoa supaya Sargas tidak melakukan hal gila seperti hukuman-hukuman sebelumnya. Ya Tuhan, kenapa aku harus berada di antara ketiga cowok ini? Anna hanya bisa membatin.

 

Profil Sabrina Febrianti – Penulis Novel Anna

Sabrina Febrianti merupakan penulis muda asal Kota Bogor, Jawa Barat. Sabrina Febrianti menempuh pendidikannya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Bogor. Bagi Sabrina, menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, karena lewat menulis, ia bisa menyalurkan imajinasinya melalui cerita.

Selayaknya semua orang, Sabrina senang ketika karyanya diapresiasi dengan dipuji. Apresiasi atas karyanya tersebut mampu membuat Sabrina menjadi lebih semangat dalam membuat karya lainnya. Sabrina mulai serius menekuni dunia kepenulisan sejak tahun 2016, dengan bergabung menjadi penulis di platform Wattpad. Akun Wattpad Sabrina Febrianti yang bernama @sabrina1928 hingga saat ini, per bulan Mei 2023 telah memiliki lebih dari 296 ribu pengikut.

Karya pertama Sabrina Febrianti adalah sebuah novel yang diunggah di aplikasi membaca digital, Wattpad, yang berjudul “Asya Story”. Novel Asya Story berhasil meraih kesuksesan dan digemari banyak orang, dengan dibaca oleh lebih dari 22 juta orang, dan penjualan novel Asya Story dalam bentuk fisik pun mencapai prestasi. Novel Asya Story berhasil dicetak ulang dalam kurun waktu satu bulan saja.

Asya Story juga berhasil diadaptasi menjadi miniseri oleh Rain Media Pictures, yang bekerja sama dengan Indonesia Sinema Persada. Miniseri Asya Story disutradarai oleh Ichwan Persada, dan skenarionya ditulis oleh seorang penulis muda bernama Hotasi Mikha.

Premis yang diangkat dalam novel Asya Story dinilai sangat menarik. Novel Asya Story berkisah tentang seorang gadis bernama Asyara Dwista atau yang dikenal dengan sebutan Asya atau Syasya. Asya baru saja duduk di bangku kelas 11 Sekolah Menengah Atas.

Asya merupakan seorang gadis pendiam yang tidak suka mengobrol dan tidak menyukai keramaian. Kegiatan yang digemari Asya hanya lah membaca buku. Asya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Asya selalu diperlakukan berbeda dari adik-adiknya, oleh kedua orang tuanya.

Seolah Asya tidak diinginkan kehadirannya. Adik-adik Asya selalu mendapatkan kasih sayang yang lebih dan perlakuan yang lebih baik dari kedua orang tuanya. Bahkan, untuk mendapat sapaan lembut saja hampir tidak pernah lagi.

Lalu, masalah yang tak terduga pun terjadi. Masalah yang akan membuat orang tua Asya murka hingga mungkin tak akan memaafkannya. Masalah yang menghancurkan kehidupannya. Asya hamil, karena diperkosa oleh kakak kelasnya, Alex.

Novel Asya Story ini menjadi salah satu novel karya Sabrina Febrianti yang paling sukses. Namun, ada beberapa novel karya Sabrina juga yang tidak kalah menariknya dengan novel Asya Story. Beberapa karya Sabrina yang lain, yaitu novel Silent Killer, novel Panthera Leo, novel Reano, novel Jessie, novel Anna, dan novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati.

Kelebihan Novel Anna

Sebagai salah satu karya Sabrina Febrianti yang sudah melahirkan banyak novel, tentunya kualitas novel Anna ini tak perlu diragukan lagi. Novel Anna sendiri menyajikan premis kisah yang menarik, di mana seorang gadis cupu menjadi incaran tiga cowok paling disukai di sekolahnya.

Tidak menerima salah satu dari ketiganya, Anna malah merasa terganggu oleh mereka. Anna memiliki banyak pertimbangan akan tiap-tiap karakter mereka. Sabrina sendiri berhasil melahirkan karakter tokoh yang sangat kuat dan unik. Maka itu, pembaca bisa memilih “jagoannya” sendiri yang akan dipasangkan dengan Anna.

Narasi kisah ini dituliskan dengan bahasa yang sederhana ala anak muda, sehingga sangat mudah untuk dimengerti. Alur kisahnya juga terbilang cukup cepat dan mengalir. Dalam konteks penulisan, tidak ada yang mengganggu, novel ini bisa dibaca dengan nyaman dan page turner.

Tampilan sampul novel ini juga dipuji, karena menampilkan ilustrasi yang menarik dan pilihan warna yang catchy. Tampilan visual novel ini mampu membuat mereka yang melihatnya penasaran akan novel ini.

Kekurangan Novel Anna

Selain memiliki kelebihan, novel Anna ini masih memiliki kekurangan. Kekurangan pada novel ini terletak pada beberapa narasi yang eksplisit karena bersifat dewasa. Novel ini juga sudah menyertakan keterangan untuk dibaca oleh mereka yang berusia sudah lebih dari 17 tahun.

Jadi, novel ini tak bisa dibaca oleh seluruh kalangan. Selain itu, diharapkan kebijaksanaan dari pembaca juga untuk memahami cerita ini.

Pesan Moral Novel Anna

Dari sosok Anna, kita bisa belajar untuk tidak merendahkan diri sendiri. Sebab, Anna tidak menyadari apa keistimewaan dirinya, yang dilihat ketiga orang yang menyukainya. Anna malah menganggap mereka aneh karena mampu menyukainya.

Hal ini tidak baik, karena Anna harusnya bisa melihat bahwa dirinya berharga. Apapun sifat atau sikap yang dimilikinya, Anna harusnya bisa menerima dengan apa adanya. Ini mengingatkan kita untuk bisa mencintai diri sendiri.

Dari kisah ini juga, kita bisa belajar untuk gigih dalam mengejar apa yang kita inginkan. Usaha dan pengorbanan adalah bagian dari proses meraih keinginan, jadi jangan menyerah terlebih dahulu sebelum melakukannya.

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Anna karya Sabrina Febrianti. Siapakah yang akhirnya mampu menaklukkan hati Anna? Daripada penasaran akan siapa sosok yang dipilih Anna, yuk langsung saja dapatkan novel ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gabriel

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy