in

Review Novel Solo Leveling 3

Solo Leveling 3 – Sebuah novel yang memiliki genre fantasi yang dicampur baurkan dengan aksi. Novel Solo Leveling 3 merupakan salah satu novel terpopuler yang berasal dari Korea Selatan.

Bahkan, karena kepopulerannya novel ini juga dibuatkan versi komiknya atau manhwa agar pembaca dapat melihat berbagai tampilan fantasi dan aksi dalam novel ini dengan jelas. Istilah komik di Korea Selatan adalah manhwa. Novel Solo Leveling sangat bagus sehingga banyak pembaca yang menyukainya.

Novel yang bertemakan seseorang yang harus melawan monster pada setiap gate di seluruh penjuru dunia memiliki jalan cerita yang seru dan menegangkan. Lalu, muncul seseorang yang harus membasmi para monster ini yang kemudian disebut hunter.

Kali ini kita akan membahas mengenai isi dari novel Solo Leveling 3 karya Chugong. Yuk, simak kelanjutan kisah para hunter yang memburu para monster di dalam novel ini ya!

 

Sinopsis Novel Solo Leveling 3

Berpetualang dari satu dungeon ke dungeon lainnya membuat skor Jin-Woo semakin bertambah. Ia harus menghadapi monster-monster yang levelnya semakin meninggi! Jin-Woo pun membutuhkan senjata maupun artefak kelas atas. Tetapi, di sisi lain pasti banyak yang merasa curiga hunter kelas E sepertinya mempunyai senjata kelas atas.

Apakah sudah saatnya mereka semua seleksi ulang level?

Bagaimana reaksi mereka jika hasilnya sudah ketahuan?

Apakah Jin-Woo dapat membantu ibunya agar keluar dari rumah sakit?

Lalu bagaimana dengan tanggapan Jin-Ah?

Dan bagaimana tanggapan Jin-Ho?

Pada akhirnya, Jin-Woo semakin membulatkan tekadnya untuk seleksi ulang level. Lalu, bagaimana perjalanan Jin-Woo ketika seleksi ulang level? Yuk biar nggak penasaran langsung dapatkan bukunya di gramedia.com.

The Architecture of Love | Di balik Pena

 

Review Novel Solo Leveling 3

Novel Solo Leveling 3 merupakan karya Chugong. Secara keseluruhan, cerita ini memiliki jalan cerita yang bagus dan keterlibatan politik di dalamnya. Jin-Woo mengalami perkembangan yang sangat pesat. Awalnya, Jin-Woo hanyalah hunter yang lemah namun di novel ini pembaca akan melihat Jin-Woo yang semakin kuat.

Jin-Woo juga terlibat dengan orang-orang dari berbagai serikat atau guild yang ingin merekrutnya. Politik di dalam novel ini juga semakin terlihat, berbagai serikat atau guild ingin merekrut Jin-Woo, namun ia tidak mau terikat karena ingin bebas sesuai kemauannya sendiri.

Hal itu dikarenakan ia dapat lebih bebas sambil mengurus adiknya yang masih kecil dan ibunya yang sedang sakit. Lalu, Komiter Hunter ternyata mulai mengetahui kekuatan Jin-Woo yang semakin berkembang. Jin-Woo pun harus menentukan pilihannya sendiri.

 

Kelebihan, Kekurangan, dan Rating

Pros & Cons

Pros
  • Perkembangan karakter utama sangat bagus
  • Banyak adegan aksi yang seru
Cons
  • Karakter lain seperti dilupakan secara perlahan

 

Setiap novel pastinya terdapat banyak hal yang disukai dan kurang disukai oleh pembacanya. Kali ini kita akan mencoba untuk membahas kelebihan, kekurangan, dan rating novel Solo Leveling 3 karya dari Chugong.

Kelebihan dalam novel ini adalah perkembangan karakter utama sangat bagus. Di awal cerita, karakter utama novel ini yaitu Jin-Woo adalah seorang hunter yang sangat lemah. Tetapi, lama-kelamaan karakternya semakin berkembang sehingga dapat melawan para monster dengan baik.

Lalu, banyak adegan aksi yang seru. Para hunter yang memburu para monster tentunya akan melakukan pertarungan yang sangat sengit. Berbagai adegan aksi pun disajikan dengan bagus, sehingga banyak pembaca yang akan menyukai novel ini. Kekurangan dalam novel ini adalah karakter lain seperti dilupakan secara perlahan. Penulis seakan-akan hanya fokus pada perkembangan karakter utama, yaitu Jin-Woo.

Namun, tidak memperhatikan perkembangan karakter lain dengan baik. Sehingga hal itu membuat cerita ini seperti Jin-Woo yang bisa melawan para monster itu sendirian. Namun, novel ini sangat bagus untuk dibaca bagi kamu yang menyukai genre fantasi dan aksi.

Novel ini mendapatkan rating yang cukup tinggi di goodreads. Rating yang didapatkan novel ini sebesar 4.49 dari 5 bintang. Ini menunjukan pembaca sangat menyukai jalan cerita yang ada di dalam novel ini.

 

Penutup

Itulah review singkat mengenai novel Solo Leveling 3 karya dari Chugong. Novel ini memiliki jalan cerita yang menarik sehingga mendapatkan rating yang cukup tinggi dari pembacanya.

Kisah Jin-Woo yang awalnya merupakan hunter lemah menjadi hunter yang hebat akan membuat kamu terpukau. Perkembangan karakternya sangatlah bagus dan mampu melawan para monster di setiap gate dengan baik. Berbagai adegan aksi yang seru juga akan memanjakan mata pembaca.

Bagi kamu yang penasaran dengan kisah Jin-Woo sebagai hunter pemburu monster yang ada di dalam novel ini, kamu dapat membaca novel ini dengan membelinya toko Gramedia terdekat ya!

Penulis: Fiska Rahma Rianda

Rekomendasi Novel

1. Teh dan Pengkhianat

 

Novel Teh dan Pengkhianat merupakan karya Iksaka Banu. Novel ini memuat tiga belas cerita pendek yang memuat latar belakang sejarah yang sangat menarik. Kisah yang dimuat tidak hanya mengenai sejarah saja, tetapi memuat perihal kemanusiaan, fanatisme, pengorbanan, dan perjuangan pada masa itu.

Novel ini pernah memenangkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2014 dengan kategori prosa. Novel yang ditulis dengan latar waktu zaman kolonial ini sangat bagus dibaca bagi kamu yang menyukai genre sejarah. Di dalam novel ini pembaca akan dibuat seakan-akan kembali lagi pada masa lalu yang masih sangat kuno.

Penulis menggambarkan Indonesia pada masa lalu, seperti awal mula sepeda digunakan oleh kaum bumiputra di Hindia Belanda, lalu pada saat cacar menjadi wabah yang mengancam sarana dan prasarana transportasi, dan masih banyak lainnya.

 

2. Undivided: Kembali Utuh

 

Novel Undivided: Kembali Utuh merupakan karya Neal Shusterman. Novel ini menceritakan Cam hanyalah sebuah rencana awal dari Proactive Citizenry untuk para remaja. Perusahaan ini sudah memiliki teknologi agar rencana militer mereka menguntungkan. Namun, di sisi lain rencana tersebut mempunyai intrik lain.

Saat Conner, Risa, dan Lev mengungkapkan rencana rahasia tersebut, para remaja yang marah berbaris ke Washington untuk menuntut keadilan serta masa depan yang lebih baik untuk mereka semua. Namun, semakin banyak masalah yang muncul.

Kelompok Pungut semakin kuat dan militan, sehingga berencana membakar setiap kamp akumulasi dan menyingkirkan orang-orang dewasa yang ada di sana dan menghancurkan masa depan yang damai. Bisakah para remaja tersebut mendapatkan keadilan yang lebih baik? Apakah masa depan akan tetap damai atau mengalami kehancuran?

 

3. Rule of Wolves

 

Novel Rule of Wolves merupakan karya Leigh Bardugo. Novel ini menceritakan bangkitnya sebagian musuh dari masa lampau yang mengejutkan dan menyerang seluruh penjuru negeri. Semua lahan yang subur dan rindang berubah menjadi gersang layaknya bayangan. Rakyat pun menjadi kesulitan dan Raja Ravka, Nikolai Lantsov masih bingung harus berbuat apa.

Selain itu, ia juga harus mengatur siasat diplomasi dengan Shu Han di bagian selatan karena ingin menghabisi nyawanya. Lalu, pasukan Fierda dari utara sedang meluncurkan sedang meluncurkan serangan untuk menurunkan ia dari tahtanya. Nikolai pun merasa terkepung sehingga berusaha untuk melindungi negerinya dari berbagai serangan.

Kemudian, ia juga harus melindungi negerinya dari pasukan monster yang secara tiba-tiba muncul kembali di masa kini. Apakah yang akan terjadi selanjutnya pada Nikolai? Akankah ia berhasil melindungi negerinya atau harus menyaksikan kehancuran negerinya sendiri?

 

4. Pulang

 

Novel Pulang merupakan karya Leila S. Chudori. Novel ini menceritakan sebuah gerakan mahasiswa yang sedang berkecamuk di Paris pada Mei 1968. Dimas Suryo yang merupakan seorang eksil politik Indonesia bertemu dengan Vivienne Deveraux yaitu seorang mahasiswa yang turut ikut demonstrasi pada pemerintahan Perancis.

Pada waktu yang sama, Dimas mendapatkan kabar bahwa sahabatnya, Hananto Prawiro, ditangkap dan dinyatakan meninggal dunia. Dimas juga sibuk mengelola restorannya bersama temannya, Nugroho, Tjai, dan Risjaf merasa bersalah karena teman-temannya di Indonesia diburu dan dikejar oleh pasukan pemburu peristiwa 30 September.

Kemudian, istri Hananto juga terus diinterogasi tentara selama berbulan-bulan karena peristiwa tersebut. Novel ini bertemakan keluarga, cinta, persahabatan, dan pengkhianatan dengan latar belakang peristiwa gerakan 30 September 1965, Perancis Mei 1968, dan Mei 1998.

 

5. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

 

Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merupakan karya Hamka. Novel ini menceritakan sebuah kisah Zainuddin, seorang pemuda berdarah Minang dari ayahnya dan berdarah Bugis dari ibunya. Dengan penuh harapan akan mendapatkan sambutan yang meriah, ia pergi ke kampung halaman ayahnya di Padang Panjang.

Namun, harapannya berbanding terbalik dengan kenyataannya. Di kampung halaman ayahnya, ia tidak diterima dengan baik dan dianggap seperti orang asing. Lalu, ia berkenalan dengan Hayati yang membuat semua perlakuan dari keluarganya itu pun mulai terobati. Pada akhirnya, mereka saling jatuh cinta.

Namun, perbedaan latar belakang sosial membuat keduanya tidak direstui. Kisah cinta mereka berdua berakhir dengan tragis. Dalam novel ini terdapat berbagai majas-majas yang digunakan oleh Zainuddin. Sehingga banyak yang menyukai novel ini.

 

Clover

 

Bagaimana jika kau kedatangan seekor kucing yang bisa mengabulkan keinginanmu begitu saja? Apa hal yang paling ingin kau ubah dalam hidupmu?

Jeong-in, remaja lelaki yang hidup serba kekurangan bersama neneknya merasa Tuhan tampak mencintai semua orang, kecuali dirinya. Hanya ia yang ke sekolah dengan sepatu lusuh dan kumal, memakan ramen instan setiap hari, dan tak mampu ikut karyawisata sekolah.

Tempat pembuangan sampah di belakang sekolah selalu jadi tempatnya menyepi, menjauh dari ingar-bingar keluhan teman-teman yang tak pernah dia mengerti. Sampai matanya beradu dengan mata keemasan milik kucing berbulu hitam. Kucing jelmaan iblis yang sedang berlibur itu memutuskan menghabiskan waktu seminggu bersama Jeong-in. Untuk membalasnya, Helel, kucing itu, akan mengabulkan apa saja keinginan Jeong-in.

Jeong-in hanya tinggal berkata, “seandainya saja” maka keinginannya bisa menjelma.

Namun, “seandainya saja” tidak selalu mengubah semua hal menjadi baik-baik saja, bukan?

Jeong-in tahu, hidup penuh dengan pilihan, dan “seandainya saja”, juga termasuk salah satu pilihan itu.

Bagaimana cara dia memilih dengan tepat?

Sumber:

  • https://www.goodreads.com/book/show/58441732-solo-leveling-vol-3
  • https://www.gramedia.com/best-seller/review-novel-solo-leveling/

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy