in

Review Buku Anak-Anak Tukang

Anak-Anak Tukang – Adalah buku kumpulan cerita karangan seorang penulis era 80-an yang cukup beken dikenal sebagai Kembang Manggis. Nama Kembang Manggis sendiri adalah nama pena untuk karya-karyanya, nama asli dari penulis cerita Anak-anak Tukang ini adalah Baby Ahnan.

Cerita-cerita ringan dan sederhana menjadi ciri khas dari setiap karya yang diciptakan oleh Kembang Manggis. Ia kembali menulis setelah mengarungi kehidupan yang luar biasa dan memesona. Cerita-cerita yang dikisahkan dalam karyanya pun terinspirasi dari kehidupan nyata yang telah dilaluinya.

Sketsa-sketsa Kembangmanggis “Anak-Anak Tukang” berisi kumpulan cerita keseharian yang diceritakan secara lugas dan melalui aliran kata-kata dan garis-garis lurus yang tidak sempurna. Buku ini adalah buku yang dapat dibaca dalam sekali duduk, mengajak kita untuk tertawa dan terharu secara bersamaan.

 

Sekilas Tentang Sosok Kembang Manggis

Baby Ahnan atau penulis dengan nama pena Kembang Manggis ini adalah perempuan kelahiran 1956. Penulis kisaran tahun 80-an ini merupakan penulis fiksi yang cukup terkenal pada zamannya. Bahkan, salah satu karyanya yang berjudul Tia pernah dimuat dalam majalah Hai dalam bentuk cerita bersambung.

Penulis buku-buku yang tidak luput dari penamaan Sketsa-sketsa Kembangmanggis ini pernah mengenyam Pendidikan di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB dan lulus pada tahun 1983. Baby Ahnan juga kini menjadi seorang ibu dengan dua anak.

Pada tahun 1999, Kembang Manggis ini menekuni bisnis kuliner. Hingga kabar terbarunya pada tahun 2019 lalu ia memperluas bisnis kulinernya dengan membuka satu rumah makan lagi yang diberi nama “Pastel, Pizza, da Rijsttafel”.

Kendati demikian, karya-karya dengan gaya khas kesederhanaan dan tahun 80-an yang dimiliki oleh Baby Ahnan tetap eksis dan banyak diminati oleh para pembaca. Buku-buku karya Kembang Manggis ini tersedia di offline dan online store Gramedia.com.

 

Sinopsis Anak-Anak Tukang – Sketsa-sketsa Kembangmanggis

Sketsa-sketsa Kembangmanggis lewat Anak-Anak Tukang memiliki cerita yang menarik. Rangkaian kisah kehidupan yang apa adanya bisa ditampilkan hidup lewat kata-kata dan ilustrasi yang tersaji di dalam buku.

Cek di Balik Pena : Beby Chaesara

Seperti kisah tentang Baby Ahnan yang menekuni bisnis kuliner sejak tahun 1999. Buku Anak-Anak Tukang ini pun menceritakan tentang keseharian sang penulis dari mulai bisnis kulinernya, berkendara naik motor bersama anak-anaknya, berinteraksi dengan alam dan orang-orang sekitar, dan cerita-cerita menarik lainnya yang ditampilan dengan sketsa-sketsa.

Pada bab pertama, buku ini membawa pembaca tentang hal yang sama sekali belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Yaitu mengupas bawang merah. Bagi sebagian orang, mengupas bawang merah menjadi hal yang selalu ingin dihindari, karena kadang-kadang bisa menyebabkan mata merah dan menangis.

Tapi, di dalam buku ini mengupas bawang merah seolah menjadi hobi Kembangmanggis. Bawang merah yang terlihat biasa saja menjadi hal yang luar biasa, apalagi ditambah dengan mata pencaharian utama di bidang kuliner yang membutuhkan bumbu-bumbu seperti bawang merah menjadi hal yang intim yang harus benar-benar diperhatikan.

Ada juga cerita tentang Pak Udel, seorang pria penjual gerabah. Baby Ahnan bertemu dengan Pak Udel lantaran ia memakai sarung dan baju yang kurang tertutup sehingga udelnya terlihat kemana-mana. Karena merasa risih, Penulis meminta untuk menutup udelnya.

Pak Udel yang kira-kiranya akan marah ternyata berbesar hati dan justru meminta maaf karena hal tersebut membuat tidak nyaman. Kisah seperti itu barangkali pernah kita jumpai di kehidupan nyata, yang membedakan adalah kemungkinan kita yang enggan mengingatkan atau malah yang diingatkannya marah.

Cerita-cerita lainnya juga tidak kalah menarik. Perjalanan penulis di tanah Sumbawa hingga Flores dan tempat-tempat lainnya dengan berkendara sendiri membawa inspirasi tersendiri, bahkan obrolan-obrolan biasa dengan penduduk lokal menambah variasi dan apa adanya yang ditampilkan dalam buku ini.

Ada juga cerita tentang kerupuk terung. Kerupuk yang menyelamatkan seorang ibu dari razia motor. Karena merasa kasihan, Pak Polisi yang melihat si ibu kesusahan dengan motor penuh kerupuk, akhirnya meloloskan si ibu dari tilang.

Kisah yang menjadi tajuk utama di dalam buku ini adalah sebagaimana judulnya, kisah anak tukang yang riang gembira bermain di hamparan rumput meskipun tanpa alas kaki. Cerita anak-anak tukang ini menjadi salah satu cerita dari tiga puluh cerita di dalam sketsa-sketsa Kembangmanggis.

Kisah Anak-anak Tukang adalah tentang seorang tukang yang membawa keluarga kecilnya ke tempat ia bekerja. Padahal tempatnya bekerja tidak memiliki fasilitas dan tempat tinggal yang layak. Tukang tersebut membawa istri dan ketiga anaknya. Dan ketiga anak yang menjadi sampul dari buku ini pun harus bersekolah.

Untuk bertahan hidup, mereka membuat bangunan ala-ala rumah seadanya, memasak seadanya, dan bahkan tidak ada kamar mandi dan air sehingga mereka hanya mengandalkan subak kecil untuk sekedar membersihkan badan.

Kembangmanggis merasa kasihan melihat anak-anak tukang tersebut yang tidak bisa menikmati kehidupan anak kecil pada umumnya. Tapi, meskipun begitu, ketiga anak tersebut nampak riang dan menikmati hidup serta rajin membantu bapak dan ibunya.

Anak-anak Tukang tersebut hidup bahagia dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Bersenda gurau sambil mandi di sungai kecil, penulis menyadari bahwa definisi bahagia setiap orang itu berbeda. Terutama hal-hal yang membahagiakan untuk anak-anak, masa kanak-kanak memang masa menyenangkan yang tidak bisa tergantikan dengan apapun.

Ketiga anak tersebut melalui kacamata orang dewasa seorang Kembangmanggis adalah anak-anak yang beruntung. Sebab, mereka telah mendapat pelajaran hidup yang tidak mereka dapatkan di bangku sekolah.

Mereka mungkin tidak memerlukan ijazah, karena mereka sudah mencapai tujuan bahagia yang diinginkan oleh semua orang di dalam hidupnya. Dan suatu hari nanti ketiga anak tersebut akan mengenang masa kecil mereka sebagai pelajaran dan pengalaman yang berharga.

Penasaran dengan kisah hidup dari anak-anak tukang yang ada di dalam buku ini? Dan nilai-nilai apa saja yang bisa diambil? Yuk langsung dapatkan segera bukunya di gramedia.com, atau kamu bisa klik gambar buku di bawah ini, ya.

 

Review Buku Kumpulan Cerita Anak-anak Tukang

Pros & Cons

Pros
  • Buku yang ringan dan sederhana, bisa dibaca sekali duduk.
  • Penuturan bahasa yang lugas dan apa adanya serta sketsa-sketsa yang tergambar menambah daya pikat buku ini.
  • Bercerita tentang kehidupan sehari-hari yang barangkali pernah kita alami sendiri.
Cons
  • Kisah tidak berurutan dan dengan latar yang berbeda-beda.

 

Kumpulan cerita Anak-anak Tukang – Sketsa-sketsa Kembangmanggis ini adalah sebuah buku yang ringan dan sederhana yang di dalamnya menampilkan potongan hidup yang pernah dilalui dan ditemui si penulis. Buku ini bisa menjadi teman minum teh di waktu santai atau sekedar sambil menunggu waktu.

Baby Ahnan, nama asli dari Kembangmanggis ini ingin menyampaikan bahwa hidup yang kita jalani ini sebenarnya adalah kehidupan yang sederhana. Hidup yang penuh warna. Hidup yang memiliki masalah. Dan tentu saja bagaimana kehidupan itu berjalan, keputusan akhir untuk menyikapinya tetap berada di tangan kita.

Meskipun kehidupan setiap orang sangat berbeda, tapi di dalam menjalaninya ternyata kita cukup menerima. Sebab, kita bisa sekaligus menertawakan dan menangisi kehidupan itu sendiri. Ada warna-warni kehidupan yang sudah selayaknya kita jadikan inspirasi. Hidup tidak melulu tentang hitam dan putih saja.

Kisah keseharian dan hal-hal yang penulis ditemui ketika di jalan, ketika bepergian, dan bahkan ketika ia menjalani bisnis kulinernya yang diciptakan oleh Kembang Manggis membawa angin segar untuk para pembacanya. Karena siapa sangka, kisah kehidupan sehari-hari bisa memiliki klimaks yang berbeda tergantung dari sudut pandang mana kita mengambilnya.

Membaca Anak-Anak Tukang – Sketsa-sketsa Kembangmanggis seperti membaca jurnal yang sengaja ingin dibagikan oleh si penulis kepada para pembacanya. Setelah membaca ini kita jadi berpikir, ternyata sesederhana mengupas bawang saja bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk ditulis dan dibagikan.

 

Penutup

Buku kumpulan cerita karya Kembangmanggis ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Khususnya bagi kamu yang tidak terlalu menginginkan cerita berat. Buku Anak-Anak Tukang ini mencerminkan bagaimana kehidupan bisa kita jalani dengan santai dan banyak hal-hal kecil yang bisa kita syukuri.

Buku ini juga mengajarkan kita untuk tidak memandang kebahagiaan hanya dari perspektif kita sendiri. Kebahagiaan setiap orang tentunya berbeda-beda dan kita tidak bisa menghakimi cara orang berbahagia hanya karena cara mereka berbeda dengan cara bahagia yang kita lakukan atau yang kita inginkan.

Anak-Anak Tukang – Sketsa-sketsa Kembangmanggis ini cocok untuk dibaca siapa aja. Dengan membaca buku ini kamu tidak akan merasa rugi, karena apa yang diciptakan penulis lewat Anak-Anak Tukang ini adalah sekumpulan cerita yang juga sama halnya dengan Kembangmanggis, yang bisa kita temui di jalan.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca, meskipun memiliki perputaran latar yang berbeda-beda, kita tidak akan merasa kesusahan untuk memahami isi buku. Karena selain menampilkan sketsa keseharian yang menyenangkan juga disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna. Yuk, segera dapatkan buku ini yang tersedia di offline dan online store Gramedia atau gramedia.com. Selamat membaca, Grameds!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Melani Wulandari

Sumber:

  • https://justaveragereader.blogspot.com/2023/04/anak-anak-tukang-by-kembangmanggis.html?m=1
  • https://www.kompasiana.com/dewi_puspa/5ee25e2b097f3621fa26b142/resensi-anak-anak-tukang-sketsa-keseharian-yang-tak-kalah-menarik

Rekomendasi Buku Terkait

Ensiklopedia Junior: Anak-Anak Di Dunia

 

Buku dengan judul asli “L’imagerie des enfants du monde” ini di konsep oleh Emilie Beaumont. Melalui buku yang diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer (BIP) pada 31 Mei 2014 ini, Emillie menyajikan berbagai informasi bagi anak-anak yang ingin tahu mengenai kehidupan anak-anak lain di berbagai benua, mulai dari makanan khas, tempat tinggal, cara hidup, hingga perayaan terkenal yang mereka rayakan.

Iya, ini bukan buku cerita bergambar, melainkan sebuah ensiklopedia yang ditujukan untuk anak-anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Tiap lembar punya kisahnya sendiri-sendiri mengenai makanan khas dari seluruh dunia, tempat tinggal anak-anak di berbagai belahan Dunia, cara hidup mereka dan lain-lain. Kalau kamu adalah anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi, buku ini pasti bakal masuk daftar koleksi favoritmu deh!

 

Kumpulan Cerita Inspiratif Anak-Anak Hebat

 

Anak Usia Dini adalah anak berumur 0-8 tahun yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental. Anak Usia Dini sangat erat kaitannya dengan cerita, bagi mereka mendengarkan cerita adalah hal yang menarik dan mengasyikkan, ternyata banyak manfaat dan tujuan bercerita kepada Anak Usia Dini.

Yuk, biar nggak penasaran lagi dengan manfaat membaca kisah inspiratif untuk anak, langsung dapatkan bukunya, Grameds.

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy