in

Review Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda

Mirai (Mamoru Hosoda) – Novel sudah menjadi bacaan yang disukai oleh banyak orang karena jalan dan alur cerita yang disajikan sangat menarik. Lalu, novel dapat menghibur dengan tulisannya yang indah dan penuh makna. Selain itu, novel juga dapat menjadi pengisi aktivitas di saat kita sedang senggang.

Tidak hanya mengandung tulisan yang indah dan makna yang dapat menyentuh, tetapi ketika membaca novel, kita pun juga bisa mendapatkan sudut pandang baru dalam menghadapi dunia ini. Salah satu novel dari luar negeri yang sayang untuk dliewatkan adalah Mirai. 

Awalnya, sebelum novel ini dibuat, Mirai sudah terlebih dahulu tayang melalui film layar lebar. Film Mirai mendapatkan popularitas yang tinggi sehingga sangat laku di pasaran. Film Mirai menjadi salah satu tontonan paling populer pada tahun 2018. Lalu, pada tahun 2021, Mamoru Hosoda selaku sutradara film itu membuat cerita ini menjadi sebuah novel.

Novel Mirai sangat bagus dijadikan bacaan oleh para orang tua agar dapat memahami perasaan anaknya dengan baik. Dikisahkan dalam novel ini ada seorang anak lelaki bernama Kun yang kedatangan anggota keluarga baru, yaitu adik perempuannya. Hal itu membuat Kun cemburu dan selalu membuat keributan di keluarganya.

Kamu penasaran dengan jalan cerita novel Mirai karya Mamoru Hosoda? Oleh karena itu, bagi kamu yang penasaran dengan kisah Kun bersama adiknya. Yuk, mari kita review secara singkat novel ini ya!

 

Sinopsis Novel Mirai

Kun kecil yang tidak terlalu suka saat kedatangan anggota keluarga baru, yaitu adik perempuannya. Kun merasa khawatir kalau orangtuanya tidak akan menyayanginya seperti dahulu karena munculnya seorang adik. Benar saja, semuanya adalah persoalan seorang adik.

Ia selalu bertingkah, membuat keributan kecil di rumah, melawan ayah dan ibunya, dan sering menjahili adiknya sampai menangis. Pokoknya, Kun tidak senang dan tidak suka pada adiknya.

Tiba-tiba ada seorang gadis remaja mendatangi Kun dan mengatakan bahwa ia merupakan adik Kun dari masa depan. Gadis itu membawa Kun jalan-jalan berpetualang ke dunia yang menakjubkan di masa lalu dan masa depan. Akhirnya, Kun berpikir ulang mengenai perasaannya pada sang adik.

 

Review Novel Mirai

Novel Mirai merupakan karya Mamoru Hosoda. Awalnya, cerita ini diangkat menjadi sebuah film animasi dan sangat populer di pasaran. Hal itu membuat Mamoru tertarik untuk membuat cerita ini menjadi sebuah novel. Dikisahkan seorang anak bernama Kun yang harus mempunyai adik sehingga membuatnya merasa akan dilupakan oleh orangtuanya.

Pada akhirnya, Kun selalu membuat keributan kecil di keluarganya bahkan sering mengganggu adiknya sampai menangis. Kun benar-benar tidak suka pada adiknya. Namun, secara tiba-tiba ada seorang gadis remaja yang mendatangi Kun dan mengaku sebagai adiknya dari masa depan. Kun diajak berpetualang oleh gadis itu di dunia fantasi yang menakjubkan sehingga membuat Kun berpikir ulang mengenai perasaannya pada sang adik.

Novel ini sangat bagus dibaca untuk para orang tua yang anaknya memiliki adik di usia yang masih kecil. Hal itu dikarenakan terkadang anak merasa cemburu karena perhatian orang tua menjadi terbagi sehingga ia merasa kurang diperhatikan. Itulah yang dirasakan oleh Kun.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Mirai merupakan nama dari adiknya Kun. Mirai juga berarti masa depan dalam bahasa Jepang. Pertemuannya dengan sang adik dari masa depan merupakan sebuah kejadian yang di luar nalar. Namun, hal itu berhasil membuat Kun menyadari perbuatannya selama ini pada sang adik.

 

Profil Penulis

Novel Mirai merupakan karya Mamoru Hosoda. Ia lahir pada 19 September 1967 di Kamiichi, Jepang. Ayahnya merupakan seorang insinyur kereta api dan ibunya merupakan seorang penjahit. Ia terinspirasi dari film The Castle of Cagliostro karya Hayao Miyazaki sehingga membuatnya ingin menjadi animator.

Ia mengambil jurusan Oil Painting di Sekolah Tinggi Seni Kanazawa. Lalu, setelah lulus ia diberi kesempatan bekerja di Toei Animation. Ketika mempunyai waktu senggang, ia mencoba membuat film animasi pendek dan mengirimnya. Ia mencoba melamar pekerjaan di Studio Ghibli, namun sayangnya ia menerima penolakan pujian dari Hazao Miyazaki.

Selama menjalani karir di Toei Animation, ia sudah menggarap beberapa film seperti One Piece: Baron Omatsuri and Secret Island dan beberapa film pendek lainnya. Namun, tidak sampai disitu saja perjalanan karir Mamoru. Ia sudah banyak berkontribusi dalam membuat film animasi sampai pada akhirnya menghasilkan film Mirai yang mendapatkan nominasi Fitur Animasi Terbaik pada Oscar 2019.

 

Kelebihan, Kekurangan, dan Rating

Pros & Cons

Pros
  • Kisah yang unik dan menarik
  • Terdapat pembelajaran mengenai anak
Cons
  • Konflik kurang menarik

 

Setelah membahas sinopsis dan review novel ini. Pastinya setiap novel ada beberapa hal yang disukai dan tidak disukai oleh para pembacanya. Selanjutnya, kita akan membahas kelebihan, kekurangan, dan rating novel Mirai karya Mamoru Hosoda.

Kelebihan dalam novel ini adalah kisah yang unik dan menarik. Dikisahkan seorang anak bernama Kun yang tidak senang saat memiliki adik. Hal itu dikarenakan ia merasa khawatir perhatian orang tuanya akan terbagi pada adiknya saja. Namun, tiba-tiba ia bertemu seorang gadis remaja yang mengaku sebagai adiknya dari masa depan.

Gadis itu mengajak Kun berpetualang ke dunia fantasi yang menakjubkan sehingga membuat Kun berpikir kembali mengenai perasaannya pada sang adik.

Lalu, terdapat pembelajaran mengenai anak. Novel ini memberikan pembelajaran bagi orang tua agar dapat memperhatikan anak sesuai porsinya masing-masing. Hal itu agar anak tidak akan merasa tersaingi dan cemburu karena adanya anggota baru di keluarga.

Kekurangan dalam novel ini adalah konflik kurang menarik. Konflik yang ada di dalam novel hanyalah kisah Kun yang tidak senang pada adiknya. Tidak ada konflik lain yang membuat cerita ini menjadi lebih hidup dan semakin seru. Namun, novel ini sangat layak dibaca untuk kamu yang menyukai genre keluarga.

Novel ini mendapatkan rating yang cukup bagus pada website goodreads. Rating yang didapatkan novel ini sebesar 3.66 dari 5 bintang. Ini menunjukan pembaca memberikan antusias yang tinggi pada novel ini.

 

Penutup

Itulah review singkat mengenai novel Mirai karya Mamoru Hosoda. Novel ini memiliki jalan cerita yang menarik sehingga mendapatkan rating yang cukup bagus dan antusias yang tinggi dari pembacanya.

Kisah Kun yang tidak senang ketika memiliki seorang adik akan berjalan dengan menarik. Ia selalu membuat keributan kecil yang membuat adiknya menangis. Namun, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang gadis remaja yang mengaku sebagai adiknya dari masa depan.

Bagi kamu yang penasaran dengan kisah Kun dan Mirai yang ada di dalam novel ini, kamu dapat membaca novel ini dengan membelinya toko Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

 

Penulis: Fiska Rahma Rianda

 

Rekomendasi Novel

1. Tangerine Green

 

Novel Tangerine Green merupakan karya Cho Nam Joo. Kisah empat orang sahabat yang berada di dalam klub yang sama yaitu klub film di SMP Shin Yeong Jin. So Ran yang selalu merasa insecure dan terabaikan, Da Yun yang banyak disukai orang namun merasa kesepian, Hae In yang sedang mengalami kesulitan karena keluarganya jatuh miskin, dan Eun Ji yang memiliki trauma sejak kecil.

Pada masa akhir tahun kedua SMP, mereka berlibur bersama ke Pulau Jeju dan mengucapkan sebuah janji yang mungkin akan mengubah jalan hidup masa depan mereka. Janji itu sederhana tetapi janji diucapkan dengan niat dan tujuan berbeda dalam diri mereka masing-masing.

Dalam novel ini akan menceritakan kisah empat sahabat itu beserta masa lalu, keluarga, jalan hidup, dan arti persahabatan.

 

2. Broken Clouds

 

Dua belas tahun sudah berlalu. Geni kabur ke Australia.

Sekarang, rumah Geni berada di Kupang di tempat kawan-kawannya menetap. Di sana Geni merasa bebas dan tak terkekang serta dapat berselancar di atas awan. Jauh dari kata perjodohan dan cercaan ibunya yang meminta dirinya menetap di Jakarta.

Dua belas tahun sudah berlalu. Perempuan itu datang kembali. Perempuan itu Riani. Hal itu membuat Geni harus menghadapi perasaan-perasaan yang belum usai. Sejak kapan Geni kerepotan hanya karena satu perempuan yang selalu menghindarinya? Biasanya dia dikejar-kejar.

Geni seorang pilot yang tak pernah gentar dalam cuaca apapun. Ia yakin dapat meluruskan apapun yang sudah terjadi di antara Riani dan dirinya. Namun, ia takut semuanya sudah terlambat.

 

3. Semu

 

Novel Semu merupakan karya Ele Fountain. Novel ini bergenre thriller remaja yang menggambarkan kondisi saat ini yang semuanya serba menggunakan online. Obat antibiotik tidak lagi bisa mengobati. Semua orang jadi takut terkena penyakit dan menyebabkan semuanya dilakukan secara virtual. Lalu, perusahaan-perusahaan besar banyak menguasai makanan, hiburan, dan kesehatan. Itulah dunianya Jess.

Saat usianya empat belas tahun, Jess diperbolehkan sekolah offline di sebuah asrama. Lalu ia mulai mempertanyakan apakah dunia digital itu memang sempurna. Di sisi lain, obat untuk Chloe, saudaranya, kini semakin mahal. Kemudian, Jess mulai nekat untuk menggunakan kemampuannya di dunia cyber.

Ia mendapatkan sesuatu yang akan mengubah segalanya. Ia harus dapat membedakan mana yang semu dan kenyataan. Hal itu karena nyawa Chloe jadi taruhannya. Apakah yang akan dilakukan oleh Jess?

 

Tangerine Green

 

Ada empat sahabat yang bergabung dalam klub film di SMP Shin Yeong Jin. So-ran, yang sering merasa tersisih dan tidak percaya diri; Da-yun, yang disukai orang tapi kesepian; Hae-in, yang mengalami kesulitan setelah keluarganya jatuh miskin; dan Eun-ji, yang pernah mengalami trauma masa kecil. Ketika keempat sahabat itu berlibur ke Pulau Jeju pada akhir tahun kedua SMP, mereka mengucapkan janji impulsif yang mungkin akan mengubah masa depan mereka.

Janji yang sangat sederhana, tetapi juga janji yang diucapkan dengan niat dan tujuan yang sama sekali berbeda dalam hati masing-masing. Novel ini bercerita tentang kisah dan latar belakang keempat sahabat itu, tentang masa lalu mereka, keluarga mereka, jalan pikiran mereka, dan persahabatan mereka. Terutama sekali, novel ini akan mengajak kita berpikir kembali tentang arti persahabatan.

Malam itu begitu pekat dan hitam sampai langit dan laut tidak bisa dibedakan. Kebingungan mereka sepekat malam itu. Mereka tidak yakin pada perasaan satu sama lain, bahkan tidak yakin pada perasaan mereka sendiri.

 

Sumber:

  • https://www.goodreads.com/book/show/41213461-mirai?ref=nav_sb_ss_1_5

 

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy