in

Review Komik Arakawa Under The Bridge Karya Nakamura Hikaru

Arakawa Under The Bridge adalah manga karya Nakamura Hikaru. Manga ini pertama kali diserialkan di majalah Young Gangan milik Square Enix di tahun 2004 hingga 2015. Komik ini sudah diadaptasi ke Anime tahun 2010, Drama TV di tahun 2011, dan Live Action di tahun 2012.

Pada tahun 2023, Arakawa Under The Bridge 01 diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia oleh penerbit Elex Media Komputindo yang telah membeli lisensinya. Komik romance-comedy dengan tebal 180 halaman ini akan membuatmu tertawa karena style-nya yang out of the box. Nakamura Hikaru berhasil membuat komik ini sangat unik berkat sisi komedinya yang khas.

Masih ragu untuk mendapatkan buku karya Nakamura Hikaru ini? Biar rasa ragu itu hilang, langsung simak review singkat ini sampai selesai, ya.

Penulis Komik Arakawa Under The Bridge

Nakamura Hikaru (Hikaru Nakamura) adalah seorang mangaka atau seniman manga Jepang. Ia lahir di Prefektur Shizuoka Jepang pada 21 April 1984. Hikaru memulai karir debutnya di tahun 2001 dengan cerita pendek berjudul Kairi no Sue yang diterbitkan oleh Monthly Gangan Wing.

Arakawa Under The Bridge dan Saint Young Men adalah karyanya yang paling terkenal. Di tahun 2009, Saint Young Men memenangkan Tezuka Osamu Cultural Prize dan Kono Manga ga Sugoi!. Selain itu, Saint Young Men juga masuk dalam berbagai nominasi seperti Japan Media Arts Festival Awards, Manga Taish?, Angoulême International Comics Festival, dan Da Vinci.

Tidak hanya Saint Young Men, Arakawa Under The Bridge juga tidak kalah populernya hingga diadaptasi menjadi Anime, Drama TV, dan Live Action yang disutradarai oleh Ken Lizuka dan Keinosuke Hara yang ditayangkan di TBS dan MBS pada tahun 2011, juga menjadi film live action Jepang yang tayang perdana pada tahun 2012.

Arakawa Under The Bridge diterbitkan secara digital dalam bahasa Inggris oleh Crunchyroll di tahun 2015. Vertical Inc. merilis serial ini dalam delapan omnibus fisik di tahun 2017. Perusahaan juga merilis serial tersebut secara digital di tahun 2021.

Berkat karya-karyanya, pada tahun 2011 Nikkei Entertainmet mencatat Nakamura Hikaru sebagai pencipta manga tersukses ke-9 berdasarkan penjualan sejak 2010 dengan total terjual 5,54 juta eksemplar.

Karya-karya Nakamura Hikaru juga ditampilkan dalam 2 pameran manga di British Museum London, Inggris. Selain Arakawa Under The Bridge dan Saint Young Men, karya terbaru lainnya yang ia tulis yaitu J?ni Taisen dan Black Night Parade. Saat ini, Hikaru telah menikah dengan pengisi suara Hiroshi Kamiya dan memiliki satu orang anak.

Sinopsis Komik Arakawa Under The Bridge

 

Jumlah Halaman 180
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit 16 Mar 2023
ISBN 9786230036538
Bahasa Indonesia
Berat 0.11 kg
Lebar 12 cm
Panjang 18 cm

 

“Jangan pernah bergantung dan berhutang pada siapa pun. Kita harus segera balas budi pada orang yang membantu kita, karena bantuan adalah hutang.”

Mungkin itu adalah kalimat yang tepat sebagai awal penggambaran cerita komik ini. Berlatar di wilayah Arakawa, Arakawa Under The Bridge bercerita tentang Riku, seorang lelaki 22 tahun yang lahir di keluarga kaya raya dan hidup sebagai calon pewaris keluarga.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Riku memiliki prinsip teguh yang diajarkan oleh keluarganya untuk selalu mendapatkan semua hal dengan kerja keras tanpa bergantung pada orang lain dan tidak boleh berhutang budi pada siapa pun.

Suatu hari, Riku pergi ke jembatan Arakawa namun ada sekumpulan anak yang mengganggunya. Akibat ulah iseng anak-anak itu, Riku terjatuh dari atas jembatan. Di sisi lain, di bawah jembatan itu terdapat seorang perempuan yang yang sedang memancing.

Mengingat prinsip Riku yang tidak ingin bergantung atau meminta tolong pada siapa pun, ia berusaha naik sendiri melalui tiang jembatan. Namun nahas, pakaiannya tiba-tiba tersangkut dan berujung ia jatuh ke sungai di bawah jembatan. Ia akhirnya ditolong oleh perempuan cantik berambut pirang itu.

Sebenarnya, perempuan itu hanya berniat menolong saja. Namun sebagai lelaki yang tidak ingin berhutang budi, Riku menawarkan imbalan berupa uang dan rumah yang ternyata ditolak oleh perempuan itu. Riku terus berpikir dan memaksa untuk membalas budi, sebab ada kepercayaan di keluarganya bahwa orang yang tidak membalas budi akan terkena penyakit asma.

Akhirnya, perempuan bernama Nino itu memutuskan untuk meminta balas budi. Namun ia tidak meminta imbalan uang atau harta, ia meminta balas budi berupa cinta. Nino ingin merasa dicintai dan ingin memiliki pacar. Dari sini kisah romansa dimulai.

 

Review Komik Arakawa Under The Bridge

Arakawa Under The Bridge menyajikan cerita romansa komedi dengan style yang tidak biasa. Romansa komik ini diwarnai oleh hal-hal konyol dan tidak masuk akal, bahkan meski baru di seri pertama. Seri pertama komik ini sudah diterbitkan oleh Elex Media Komputindo di tahun 2023 dan akan disusul oleh seri-seri selanjutnya dengan penerbit yang sama.

Permasalahan yang diangkat dalam komik ini tentang stratifikasi sosial di masyarakat. Hal ini digambarkan oleh tokoh Riku yang sangat kaya raya dan tokoh Nino yang hidupnya miskin dan menggelandang. Mereka berdua dipertemukan dan menjalin kisah cinta di bawah jembatan Arakawa bersama dengan penghuni lain yang aneh bin ajaib.

Pros & Cons

Pros
  • Alur cerita ringan dan out of the box
  • Sisi komedi yang absurd dan nyeleneh cukup menghibur.
  • Karakter tokoh-tokohnya unik
  • Harganya terbilang murah untuk komik yang populer
Cons
  • Komedi yang digunakan sangat khas dan bukan komedi umum yang bisa disukai semua orang
  • Tidak ada nomor halaman pada komik, mungkin akan membuat bingung para pembaca pemula

 

Karakter-karakter yang dibangun cukup unik dan nyentrik. Terlebih dengan kehaluan para penghuni jembatan yang di luar nalar, Nino menganggap dirinya adalah alien dari planet Venus, lalu ada kepala suku yang menjelma manusia berkostum siluman sungai dan menganggap dirinya adalah Kappa, ada suster laki-laki mengenakan jubah, kemudian ada yang menggunakan topeng bintang, bahkan di bawah jembatan itu ada rumah-rumah dan gereja.

Overall, komik ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari yang diwarnai dengan romance dan komedi yang khas, cenderung tidak masuk akal. Pada seri pertama ini, kisah romansanya belum terlalu kuat, namun untuk komedinya sangat dominan dan menghibur.

Komedi yang disajikan dalam komik ini tampak seperti komedi surreal, yaitu gaya humor yang dibangun di atas logika dan sengaja dilanggar untuk menghasilkan humor yang aneh, absurd, dan tidak logis. Sisi komedinya sangat out of the box dan mungkin bukan tipe komedi yang akan disukai oleh semua orang.

Ya, Arakawa Under The Bridge mungkin bukan cangkir bagi semua orang. Tidak semua orang bisa menyukai atau membaca cerita komedi yang tidak umum seperti komik ini. Namun, komik ini sangat unik dan berbeda dengan yang lainnya karena alur ceritanya yang tidak terduga.

Komik ini menggunakan alur maju dan setiap halamannya memiliki dialog yang padat sehingga membacanya akan memakan waktu cukup lama. Terdiri dari 23 chapter dengan jumlah halaman per chapter yang tidak banyak. Komik ini juga tidak memuat nomor halaman, sehingga mungkin akan membuat bingung bagi pembaca komik awam.

Dari segi tampilan, cover komik ini menggunakan laminasi glossy yang terlihat simple pada bagian depan namun tampak cukup ramai di bagian belakang. Isinya bermateri kertas book paper untuk bagian black and white, sedangkan untuk halaman akhir menggunakan kertas art paper berwarna. Bisa dikatakan bahwa komik ini menggunakan cetakan kualitas premium.

Panel komik yang digunakan sangat memudahkan mata, hampir seluruh frame-nya berbentuk kotak namun memiliki ukuran yang bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan gambar dan teks. Dari segi layout, komik ini bisa dikatakan friendly bagi pembaca baru.

Dari segi art, objek manusia yang ada terkesan biasa, hampir mirip dengan art di komik lain namun dengan versi yang jauh lebih bagus. Untuk art objek selain manusia, seperti background, tampak sangat detail dan bagus. Penggunaan tone black and white hanya ada sekitar 3-4 tone dan cukup sering digunakan.

Komik ini menyajikan cerita yang sangat lucu dan menghibur jika kamu memang menyukai tipe komedi surreal. Keanehan para karakter yang ditampilkan terus-menerus justru membuat komik ini menjadi unik dan berbeda dengan cerita yang ringan namun tidak terduga.

Komik Arakawa Under the Bridge bisa kamu dapatkan di toko buku gramedia terdekat atau di website gramedia.com. Kamu juga bisa beli versi digitalnya melalui ebooks.gramedia.com. Yuk, jadi bagian dari penghuni jembatan Arakawa dan dapatkan komiknya sekarang juga!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Ananda Aprilia

Sumber Artikel:

Rekomendasi Komik Terkait

Silver Spoon 15 (END)

 

Entah sejak kapan, pemuda yang sempat kehilangan arah akan masa depannya dan membenci sesuatu yang disebut “cita-cita” ini menjadi sosok yang bukan hanya berlari menuju target pribadinya, melainkan juga mendorong teman-temannya untuk maju. Kisah yang sarat akan keringat, air mata, dan tanah ini akan tamat di sini.

Simak kelanjutan komik peraih Penghargaan Shogakukan Manga Award tahun 2013, Grand Prize Manga Taisho Award tahun 2012, dan Japan Food Culture Contents Award tahun 2013 ini.

The Heroic Legend of Arslan 10

 

Pangeran Arslan memperoleh sekutu baru, Jaswant, dan kembali menginjak tanah Pars yang telah ditinggalkan 3 bulan lamanya. Dekret yang mengatasnamakan Pangeran Arslan untuk memerangi Lusitania dan menghapuskan sistem perbudakan membawa banyak bangsawan dan pasukan mereka berbondong-bondong menuju Benteng Peshawar.

Sementara itu, tugas menaklukkan Bodan yang sedang mengurung diri di Benteng Zabul jatuh ke pundak Silvermask. Lalu, bagaimana kisah mereka selanjutnya? Simak hingga akhir hanya di The Heroic Legend of Arslan 10. Selamat membaca!

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy