in

Review Novel Rainbirds Karya Clarissa Goenawan

Rainbirds – Tidak mengherankan, jika genre novel misteri menjadi pilihan tepat bagi pembaca yang mudah penasaran dengan kisah penuh teka-teki di dalamnya. Pembaca diajak untuk berimajinasi seolah-olah ikut membantu dalam mengungkapkan kejadian misterius. Tak dipungkiri, novel misteri mengundang perhatian banyak orang sekaligus bikin ketagihan untuk diikuti.

Pembaca kerap dibuat ketakutan, merinding, dan berdebar-debar dengan suasana mencekam yang digambarkan oleh penulis. Alur dan konfliknya cenderung rumit dan sulit ditebak. Pembaca akan dibuat terkejut dan menerka-nerka misteri apa yang ingin diungkap oleh penulis. Bahkan, penulis memberikan sajikan kisah tidak terduga di akhir cerita.

Buat penggemar genre novel misteri, novel berjudul Rainbirds karya Clarissa Goenawan wajib masuk daftar bacaan Grameds yang mampu mengacu adrenalin para pembaca. Novel ini menceritakan kasus pembunuhan di Jepang yang cukup mengundang tanda tanya dan kejanggalan dalam beberapa scene atau bagian novel.

Penasaran dengan siapa sosok Clarissa Goenawan dan tentang novel Rainbirds ini? Langsung simak review singkat di bawah ini ya!

Mengenal Clarissa Goenawan, Penulis Rainbirds

Clarissa Goenawan lahir pada tahun 1988 di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ia merupakan keturunan Tionghoa dan mulai pindah ke Singapura saat usianya beranjak 16 tahun. Clarissa dikenal sebagai penulis novel dan telah meraih penghargaan kategori karya fiksi pendek atas apresiasinya dalam menulis novel berjudul Rainbirds: A Novel.

Perlu diketahui, Rainbirds merupakan novel perdana yang ditulis oleh Clarissa dan sukses diterjemahkan ke dalam sebelas bahasa dari berbagai negara. Bahkan, Rainbirds kerap diperbincangkan dalam majalah sastra dan antologi di negara Singapura, Australia, Jepang, Indonesia, Inggris, dan Amerika Serikat. Luar biasa, bukan?

Sejak kecil, Clarissa sangat menyukai dunia seni khususnya bidang kepenulisan. Ia bercita-cita untuk menjadi seorang penulis, namun belum mengetahui banyak hal seputar pekerjaannya tersebut. Setelah beranjak dewasa, ia berpikir bahwa pekerjaan penulis bukanlah suatu pekerjaan yang realistis.

Akhirnya, ia memutuskan untuk mengubur impiannya dan beralih profesi di bidang marketing, penjualan, dan perbankan. Selama bekerja, Clarissa mulai sadar bahwa ia memiliki keinginan untuk mewujudkan mimpinya sebagai seorang penulis. Kemudian ia berhenti bekerja dan mulai fokus pada bidang kepenulisan.

Selama kariernya, Clarissa telah menciptakan dua karya tulis yang berjudulkan Rainbirds dan The Perfect World of Miwako Sumida. Kedua novel tersebut menampilkan genre misteri yang mengundang keseruan dan cerita yang menegangkan. Teka-teki yang disuguhkan oleh Clarissa kerap menimbulkan tanda tanya dan mengundang rasa penasaran pembaca.

Rainbirds mengisahkan cerita misteri dengan unsur magis Jepang di dalamnya. Tokoh utama bernama Ren Ishida adalah seorang laki-laki yang ingin mengungkapkan kasus pembunuhan kakaknya, Keiko Ishida.

Kasus tersebut menimbulkan rasa janggal karena sang Kakak tewas dengan banyak tikaman di seluruh tubuhnya. Bahkan, polisi kesulitan dalam mengungkap kasus pembunuhan Keiko Ishida. Novel ini memiliki latar waktu pada tahun 1994, dan latar tempat di sebuah kota fiktif bernama Akakawa.

The Architecture of Love | Di balik Pena

The Perfect World of Miwako Sumida diterbitkan pada tanggal 10 Maret 2020 dan menjadi karya tulis kedua Clarissa. Novel ini bercerita seputar kematian misterius mahasiswa Universitas Waseda di Jepang bernama Miwako Sumida. Ryusei sebagai teman kampusnya, memiliki rasa penasaran untuk mengungkap kasus kematian Miwako dengan mengunjungi tempat terakhirnya. Tempat itu berada di sebuah desa dan ternyata menyimpan tragedi mengerikan atas kematian seseorang.

Setelah diterbitkan novel Rainbirds, Clarisa memenangkan penghargaan Bath Novel Award pada tahun 2015 silam. Awal mulanya, ia tidak berkeinginan untuk mengikuti ajang penghargaan tersebut. Jenny Ashcroft selaku mentor, kerap mendukung Clarissa untuk berpartisipasi. Sesuai saran dari Jenny, Clarissa mengikuti ajang tersebut dan dinobatkan sebagai pemenang.

Novel Rainbirds: A Novel dipublikasikan oleh SoHo Press, penerbit buku di kota New York, Amerika Serikat. Novel ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak karena menyajikan nuansa karakter Jepang yang kuat.

Padahal Clarissa bukan keturunan Jepang dan lahir di Indonesia. Pada tahun 2016, Rainbirds juga meraih daftar novel pendek terbaik di Britain Prize, The Dundee International Book Prize, dan The First Novel Prize di Inggris.

Sinopsis Novel Rainbirds

Sumber: gramedia.com

Pada tahun 1994, Ren Ishida harus menerima kenyataan pahit bahwa kakak satu-satunya telah meninggal dunia akibat pembunuhan yang meregang nyawanya. Namanya Keiko Ishida. Sosok perempuan itu sangat peduli dengan orang lain dan dinilai baik oleh orang-orang sekitar.

Hampir tidak mungkin kakaknya itu dibenci oleh orang lain sampai harus dibunuh dengan cara sadis dan mengerikan. Tubuh Keiko Ishida dipenuhi banyak tusukan pisau. Bisa dibilang, tusukan tersebut dilakukan secara bertubi-tubi. Ren bertanya-tanya, apakah kakaknya itu ternyata tidak sebaik yang ia bayangkan? Atau selama ini ia salah mengenai kakaknya yang baik hanya di luar saja? Apakah mungkin Ren kurang mengenal sifat kakaknya?

Pembunuhan Keiko Ishida juga terlihat mencurigakan dan pastinya bukan karena pencurian melainkan ada suatu hal yang janggal. Tiga hari sebelum kepergian sang Kakak, Ren masih sempat menghubungi Keiko melalui telepon.

Ren akhirnya pergi ke sebuah kota Akakawa, tempat Keiko tinggal. Di sana, ia sibuk mengurusi jenazah Keiko dan menemui pihak kepolisian. Kejanggalan kasus pembunuhan Keiko Ishida menjadi suatu tantangan bagi Ren. Ia berinisiatif untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut dengan rasa penasaran.

Memiliki ikatan persaudaraan yang kuat, Ren kembali mengingat masa kecil bersama kakaknya. Orang tua Ren dan Keiko tidak pernah akur, sehingga Ren selalu bersama dengan Keiko. Kakaknya itu sangat menyayangi adiknya dan selalu ada untuk Ren.

Namun, Ia merasa dirinya tidak pernah mengenal sang Kakak sepenuhnya. Walaupun terlihat rukun, Keiko tidak pernah menceritakan apa pun tentang dirinya. Hal ini membuat Ren bingung dan gelisah. Satu pun tentang kakaknya, tidak ia ketahui. Ini sungguh terasa aneh pikirnya.

Beberapa waktu kemudian, Ren tidak sadar telah mengikuti jejak-jejak kakaknya sebelum tewas akibat pembunuhan. Ia mengisi posisi kosong tempat Keiko bekerja di sebuah kursus bimbingan belajar Yotsuba. Bahkan, Ren menempati rumah dan kamar politisi terkemuka yang dulunya pernah ditinggali oleh Keiko. Namun, ada beberapa syarat aneh yang harus dipenuhi oleh Ren.

Ren sering kali bermimpi tentang seorang anak perempuan yang tak pernah ia temui sebelumnya. Selama bekerja di tempat kursus tersebut, ia juga menemui anak bimbingan kecil yang cukup agresif dan susah diatur. Rasa penasaran Ren semakin meningkat setelah ia menyadari suasana suram dan penuh misteri di sepanjang jalan kota Akakawa. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi pada saat malam di tempat kakaknya terbunuh.

Semakin lama, petunjuk kasus pembunuhan Keiko Ishida mulai terlihat jelas. Ren bertemu dengan Seven Stars, seorang perempuan muda yang menjadi kunci utama atas pembunuhan kakaknya itu. Semua akan terungkap kebenarannya, jika ada satu petunjuk yang dapat ia temukan.

Lalu, apakah Ren berhasil menemukan petunjuk yang dapat mengungkapkan kasus pembunuhan? Ketahui akhir cerita dari novel ini dengan mendapatkannya di gramedia.com.

Review Novel Rainbirds

Detail buku:

Judul: Rainbirds

Penulis: Clarissa Goenawan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 9786020379197

Tanggal terbit : 26 Maret 2018

Jumlah halaman: 400

Lebar: 14 cm

Panjang: 21 cm

Berat: 0.5 kg

Bahasa: Indonesia

Harga: 98.000 (soft cover)

: 93.500 (e-book)

Novel Rainbirds karya Clarissa Goenawan mengisahkan petualangan Ren Ishida dalam mengungkap kasus pembunuhan kakaknya, Keiko Ishida. Alur cerita yang disajikan oleh penulis terlihat pelan-pelan dan pasti. Bisa dibilang, penulis berhasil menciptakan akhir cerita yang tidak tergesa-gesa. Semua petunjuk dalam kasus pembunuhan tersebut dikisahkan secara detail dan mudah dipahami oleh pembaca. Hal yang wajar jika novel ini telah memenangkan penghargaan The Winner of Bath Novel Award pada tahun 2015 karena ceritanya yang menarik minat pembaca.

Sebagai keturunan non Jepang, penulis mampu menjerat pembaca dengan gaya dan suasana ala Jepang sehingga karakter terlihat lebih kuat. Untuk mengungkap hubungan antara judul novel dengan kasus pembunuhan Keiko Ishida, pembaca diharuskan membaca sampai habis novel Rainbirds dengan saksama.

Di dalam novel ini, ritme thriller tidak ditunjukkan secara intens. Namun, rasa penasaran dan penuh teka-teki kota fiktif Akakawa membuat pembaca semakin ingin mengetahui lebih lanjut rahasia kelam yang dimiliki oleh kota tersebut. Pembaca ikut terbawa arus dan hawa misterius dalam menguak kasus kematian Keiko Ishida yang terlihat janggal.

Selama perjalanan mencari fakta dan rahasia dari setiap tokoh-tokohnya, pembaca dapat merasakan atmosfer kesedihan, kenyataan pahit, dan kemuraman hati. Namun, rasa kasih sayang, kehangatan, dan cinta juga digambarkan oleh penulis melalui kenangan masa kecil Ren Ishida bersama kakaknya itu. Sudut pandang berfokus pada tokoh Ren Ishida dengan alur cerita maju-mundur.

Pros & Cons

Pros
  • Gaya tulisan ringan dan sederhana
  • Terdapat sastra dan budaya khas Jepang
Cons
  • Alur cerita terlihat ‘loncat-loncat’ 

Novel Rainbirds yang ditulis oleh Clarissa Goenawan mendapatkan nilai 3.49 dari pembaca situs Good Reads. Berdasarkan opini pribadi, novel ini memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang tertera di kolom tabel atas.

Kelebihan novel ini di antaranya adalah gaya tulisan yang ringan dan sederhana. Penulis menambahkan diksi dan rangkaian kata-kata menarik, namun tetap mudah dipahami oleh pembaca. Kisah mendalam antara suasana kelam, haru, membahagiakan, dan penyesalan tergabung menjadi satu sehingga cerita ini hampir disukai oleh penggemar fiksi misteri.

Penulis menggambarkan budaya, latar belakang, dan seni khas Jepang dengan cukup mendalam sehingga pembaca larut dalam kisahnya. Penggambaran kota fiktif bernama Akakawa menjadi suatu hal yang menarik karena dijelaskan secara detail dan penuh imajinasi.

Dengan alur cerita maju-mundur, terkadang sedikit membingungkan pembaca sehingga terdapat scene atau bagian terlihat ‘loncat-loncat’. Namun, novel ini tetap mengalir dan tidak ada kesulitan dalam mengikutinya. Awalnya, pembaca akan mengira cerita akan mengacu kepada ‘siapakah yang membunuh Keiko Ishida’, tetapi kisah sebenarnya berfokus pada pergolakan karakter Ren Ishida yang mendatangkan rasa bersalah kepada dirinya.

Itulah review dan penjelasan singkat seputar novel Rainbirds karya Clarissa Goenawan yang sudah dipaparkan. Jika Grameds tertarik untuk membaca atau membeli novel ini, bisa langsung mengunjungi laman gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia menyediakan berbagai pilihan buku-buku menarik yang berkualitas dan tentunya original. Yuk, segera miliki bukunya sekarang!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Nama penulis: Riva Destira Ramadhani

Rujukan:

  • https://www.gramedia.com/blog/review-novel-rainbirds-clarissa-goenawan/
  • https://www.fimela.com/fashion/read/3812997/review-novel-rainbirds-karya-clarissa-goenawan
  • https://www.goodreads.com/en/book/show/33026565
  • https://www.cutfira.com/2019/06/review-rainbirds-clarissa-goenawan.html
  • https://www.gramedia.com/products/rainbirds
  • https://ebooks.gramedia.com/id/buku/rainbirds

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy