in

Review Novel Tempurung Karya Oka Rusmini

Bagi perempuan yang sudah memasuki usia 20-25 tahun mungkin berpikir bahwa sudah waktunya untuk menikah, bahkan keluarga dan orang-orang di sekitar sering kali menanyakan pertanyaan, “Kapan menikah?” “Apakah sudah ada calon?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut seolah tidak ada habisnya.

Sebenarnya, menikah itu tidak dilihat dari umur, tetapi dilihat dari kesiapan mental dari masing-masing pasangan agar pernikahan selalu harmonis dan dijalani dengan rasa bahagia. Apakah Grameds pernah berpikir, mau sampai kapan pertanyaan tersebut akan terlontar? Apakah dengan menikah kehidupan kita akan menjadi bahagia? Apakah dengan menikah semua mimpi-mimpi kita dapat tercapai?

Di artikel kali ini kita akan membahas novel Tempurung karya dari Oka Rusmini. Novel tersebut bercerita tentang apa sih? Daripada penasaran dengan jalan cerita dari novel tersebut, Grameds bisa baca artikel ini sampai akhir karena selain me-review isi cerita, di artikel ini juga akan dijelaskan mengenai profil novel, sinopsis, profil penulis, dan karya apa saja yang sudah diterbitkan oleh Oka Rusmini.

Semua rasa penasaran Grameds akan terjawab melalui artikel ini dan siapa tahu dengan membaca artikel ini Grameds jadi tertarik untuk membeli novel-novel karya Oka Rusmini.

Tentang Novel Tempurung Karya Oka Rusmini

Tempurung merupakan karya ketiga dari penulis Oka Rusmini yang diterbitkan pada tahun 2010 oleh penerbit Grasindo dan memiliki 404 halaman. Novel tersebut merupakan kumpulan dari cerita bersambung yang sempat dipublikasikan di salah satu majalah harian di Jakarta pada tahun 2004 lalu dibukukan pada tahun 2010 dan diterbitkan oleh penerbit Grasindo.

Novel karya Oka Rusmini ini sudah mendapatkan tiga penghargaan di tahun 2012. Apa saja si penghargaan-penghargaan yang didapatkan? Penghargaan yang pertama, yaitu Penghargaan Bulan Bahasa yang didapatkan dari Badan Pemerintahan Republik Indonesia, Penghargaan Anugerah Sastra Tantular yang didapatkan dari Balai Bahasa Denpasar, dan Penghargaan South East Asia (SEA) Write Award yang didapatkan dari Bangkok, Thailand.

Novel Tempurung pertama kali dicetak pada tahun 2010 lalu untuk cetakan kedua pada tahun 2017. Novel Tempurung ini merupakan kumpulan pengalaman perempuan yang dituturkan secara bergantian oleh tokoh-tokoh perempuan di dalam ceritanya dan penggambaran tokoh tersebut bertujuan untuk memperjuangkan perempuan dalam mendapatkan posisi atau peran yang adil dalam masyarakat.

Sinopsis Novel Tempurung Karya Oka Rusmini

Novel Tempurung mengisahkan wanita-wanita yang hidup di dunia pernikahan yang absurd. Sebenarnya, di dalam lubuk hati mereka tidak menginginkan sebuah pernikahan, tetapi mereka juga membutuhkan seorang anak, kasih sayang, perhatian, dan juga sentuhan dari seseorang.

Kumpulan para wanita yang sibuk mencari cinta, kasih sayang, impian, bahkan mereka sendiri tidak tahu apa yang mereka mau dan kadang mereka juga takut bermimpi seolah terjebak di dalam tempurung. Di novel ini juga diceritakan wanita yang merasa tubuhnya tidak berada di bawah kendali mereka dan bagaimana adat perempuan Indonesia yang cukup vulgar.

Sebagai contoh seorang ayah yang begitu tega memperkosa anaknya sehingga menyebabkan trauma yang besar, bahkan kebencian yang begitu mendalam pada lelaki, terutama ayah mereka hingga ada keinginan untuk membunuh. Ada pula seorang anak perempuan yang dijadikan sebagai jaminan keluarganya kepada lelaki kaya dengan harapan keluarga mereka akan ikutan kaya. Namun, apabila semuanya tidak sesuai ekspektasi, perempuan akan disalahkan sehingga hal tersebut membuat perempuan frustrasi.

 

Review Novel Tempurung Karya Oka Rusmini

The Architecture of Love | Di balik Pena

Setelah mengetahui sinopsis dari novel Tempurung dan latar belakang penulisan novel tersebut, yang akan dibahas di artikel ini adalah review dari beberapa pembaca mengenai novel Tempurung karya Oka Rusmini.

Menurut Deamerina sebagai pembaca novel Tempurung, banyak pertanyaan yang muncul dari dirinya mengenai hal perselingkuhan. Bagaimana bisa seorang yang mengaku bahagia menjalani pernikahannya, tetapi ia tetap selingkuh? Menurutnya, manusia sangatlah serakah. Selain itu, membaca novel Tempurung membuatnya tersadar bahwa kehidupan rumah tangga dan menjadi seorang wanita sangatlah rumit. Gaya bahasa dari novel tersebut menurutnya cukup ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca, plot ceritanya juga menarik, tapi perubahan tokoh yang berbeda-beda membuatnya sedikit bingung.

Menurut Heni Mujaa, cukup banyak hal yang dipelajari dari novel Tempurung, terutama dari hal kebudayaan dan sistem kasta di Bali, feminisme, dan hal-hal mistik di Bali. Semua karakter wanita di novel tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuat karakter mereka hidup di novel tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan

Pros & Cons

Pros
  • Gaya bahasa yang digunakan cukup ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca
  • Kental akan budaya-budaya yang ada di Bali sehingga membuat pembaca banyak mendapatkan informasi baru mengenai budaya Bali
  • Memiliki plot cerita yang menarik
Cons
  • Terlalu banyak tokoh yang dituliskan membuat pembaca sedikit bingung
  • Penggambaran adat perempuan di Indonesia yang cukup vulgar

 

Tentang Oka Rusmini dan karyanya

Sumber: Wikipedia.org

Perempuan yang memiliki nama lengkap Ida Ayu Oka Rusmini ini merupakan seorang penulis cerita anak, cerita pendek dan esai, novel, dan seorang wartawan kelahiran Jakarta, 11 Juli 1967. Rusmini merupakan lulusan Universitas Udayana jurusan Sastra dan saat ini ia tinggal di Denpasar, Bali. Rusmini dikenal sebagai penulis yang ajek dalam menulis mengenai perempuan yang memiliki latar belakang budaya Bali. Selama menjadi penulis, Rusmini pun banyak mendapatkan penghargaan.

Apa saja si  penghargaan-penghargaan yang didapat oleh Oka Rusmini? Penghargaan tersebut, yaitu Penghargaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang didapatkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di tahun 2003 dan 2012, Penghargaan Anugerah Sastra Tantular yang didapatkan dari Balai Bahasa Denpasar Provinsi Bali di tahun 2012, Penghargaan Penulis Asia Tenggara yang didapatkan dari Pemerintah Thailand di tahun 2012, dan Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa yang didapatkan di tahun 2013/2014.

Selain itu, Rusmini pun terpilih sebagai Ikon Berprestasi Indonesia Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila dengan kategori Seni dan Budaya pada tahun 2017. Di tahun 2019, ia menerima CSR Indonesia Awards kategori Karsa Budaya Prima. Selain mendapatkan penghargaan, ia juga sering diundang dalam berbagai forum sastra nasional dan internasional loh, seperti Festival Sastra Winternachten di Den Haag dan Amsterdam, Belanda, menjadi penulis tamu di Jerman, tepatnya Universitas Hamburg pada tahun 2003 dan di Italia, tepatnya Universitas Napoli pada tahun 2015, diundang di acara Oz Asia Festival di Adelaide, Australia pada tahun 2013, dan diundang di acara Frankfurt Book Fair di Frankfurt Jerman tahun 2015.

Lalu, untuk wilayah Asia, ia diundang di acara Singapore Writers Festival di Singapura tahun 2011 dan diundang di acara Asian Literature Creative Workshop di Seoul Art Space Yeonhui, Korea Selatan tahun 2017.

Penutup

Setelah membaca seluruh artikel ini dari awal sampai akhir, kira-kira yang mana nih novel karya Oka Rusmini yang membuat Grameds penasaran dengan akhir ceritanya sehingga membuat Grameds ingin membeli novel tersebut? Novel Tempurung cocok dibaca oleh Grameds yang suka dengan cerita yang kental dengan budaya Bali.

Novel tersebut bisa Grameds dapatkan di web Gramedia.com dan jangan sampai menyesal karena kehabisan ya! Novel karya Oka Rusmini yang lain juga tersedia loh di Gramedia.com. So, jangan sampai kelewatan karena akan banyak promo yang menanti Grameds! Produk yang tersedia dijamin berkualitas, pengiriman cepat, dan pastinya 100% original. Yuk, tunggu apa lagi Grameds, segera dapatkan novel-novel yang sudah menanti untuk Grameds miliki!

Dapatkan buku-buku Oka Rusmini di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Karya-Karya Oka Rusmini 

1.Sagra 

 

Buku Sagra merupakan buku antologi cerpen karya Oka Rusmini yang di dalamnya bercerita tentang kehidupan perempuan yang terkekang oleh kentalnya adat di Bali. Buku kumpulan cerpen ini mendapatkan penghargaan sebagai cerita bersambung terbaik di majalah Femina pada tahun 1998. Kumpulan cerpen yang terdapat di dalam buku ini di antaranya, Esensi Nobelia, Kakus, Harga Seorang Perempuan, Sepotong Kaki, Pesta Tubuh, Api Sita, Sagra, Ketika Perkawinan Harus dimulai, Pemahat Abad, Putu Menolong Tuhan, dan Cenana.

Judul cerpen di buku tersebut yang berjudul Putu Menolong Tuhan mendapatkan penghargaan sebagai cerpen terbaik di majalah Femina tahun 1994. Selain itu, cerpen berjudul Pemahat Abad juga mendapat penghargaan sebagai cerpen terbaik di majalah Sastra Horison pada tahun 1990-2000.

2. Tarian Bumi 

 

Novel terbitan penerbit Indonesia Tera di Yogyakarta dan penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta pada tahun 2007 ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Earth Dance dan diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dengan judul Erdentanz. Novel karya Oka Rusmana ini juga mendapatkan penghargaan, yaitu pada tahun 2003 novel ini mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut salah satu kritikus sastra, buku Tarian Bumi ini dianggap sebagai sebuah babak baru penulisan prosa panjang di Indonesia dengan menampilkan dunia wanita yang sangat berbeda dibandingkan penggambaran wanita yang pernah ada di dalam ranah sastra sebelumnya. Belum pernah ada wanita dalam tokoh fiksi yang diceritakan sebagai sosok-sosok yang begitu kuat, gelisah, mandiri, radikal, dan memberontak seperti dalam Tarian Bumi. Dengan mengambil latar budaya Bali, novel ini merupakan kritikan yang sangat keras terhadap nilai-nilai lama budaya Bali yang tertutup dan angkuh.

3. Kenanga

 

Novel ini mengisahkan tentang sebuah cinta yang terlarang dari tokoh yang diceritakan berasal dari Kasta tertinggi di masyarakat Bali, yaitu kasta Brahmana.

4. Patiwangi 

 

Karya Rusmini yang berjudul Patiwangi ini merupakan kumpulan puisi yang diterbitkan oleh penerbit Kepustakaan Populer Gramedia pada tanggal 9 Juli 2018.

Penulis: Tasya Salsabila

Sumber rujukan:

  • Gramedia.com
  • https://www.deamerina.com/2021/12/review-novel-tempurung-kisah-perempuan.html?m=1
  • https://www.goodreads.com/id/book/show/8238479
  • https://jurnal.unpad.ac.id/metahumaniora/article/download/34027/16307#:~:text=Selain%20itu%2C%20novel%20Tempurung%20sudah,%2C%20Bangkok%20Thailand%20(2012)
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Oka_Rusmini
  • https://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Oka_Rusmini

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy