in

Review Novel Melacak Jejak Karya Miyuki Miyabe

Melacak Jejak – Novel sudah menjadi bacaan yang disukai oleh banyak orang karena jalan dan alur cerita yang disajikan sangat menarik. Lalu, novel dapat menghibur dengan tulisannya yang indah dan penuh makna. Selain itu, novel juga dapat menjadi pengisi aktivitas di saat kita sedang senggang.

Tidak hanya dapat mengisi waktu senggang, tetapi ketika membaca novel, bisa juga mendapatkan nilai-nilai kehidupan dan juga sudut pandang baru dalam menjalani berbagai macam masalah. Ada banyak novel yang di dalamnya memiliki kisah yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya adalah novel Mencari Jejak.

Kisah perempuan cantik yang menghilang begitu saja namun ternyata penampilannya selama ini bukanlah seperti yang ditampilkannya selama ini. Apa yang terjadi sebenarnya pada perempuan ini? Mungkin saja ia merupakan korban, pembunuh maupun keduanya. Di negara yang mempunyai pelacakan yang sistematis pada penduduknya, identitas perempuan ini dimiliki oleh dua orang dan keduanya menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Jalan cerita yang disajikan novel Mencari Jejak sangat bagus dan menarik sehingga kamu tidak akan menyesal membaca novel ini. Selain itu, akan banyak adegan yang akan membuatmu penasaran karena berbagai misteri di dalamnya.

Kamu masih semakin penasaran dengan jalan cerita novel Mencari Jejak? Oleh karena itu, bagi kamu yang penasaran dengan kisah misteri perempuan yang menghilang dalam novel ini. Yuk, mari lihat review singkat dari novel ini ya!

 

Sinopsis Novel Melacak Jejak

Sosok perempuan cantik yang menghilang begitu saja, namun hasil dari penyelidikan polisi menunjukkan bahwa perempuan itu bukanlah sosok yang selama ini ditampilkannya. Muncul sebuah pertanyaan, apakah perempuan itu seorang pembunuh atau korban maupun keduanya?

Di sebuah negara yang melakukan pelacakan efektif pada penduduknya, bagaimana bisa sosok dua perempuan itu mempunyai identitas yang sama? Mengapa perempuan itu juga menghilang tanpa jejak?

Warga Jepang memiliki perilaku yang serba konsumtif, banyak juga orang yang memiliki banyak hutang, dan terjebak pada jerat rentenir gelap yang berbahaya. Bahkan orang-orang yang terjerat oleh rentenir, terkadang adanya pembunuhan yang merupakan satu-satunya jalan keluar.

 

Review Novel Melacak Jejak

Novel Melacak Jejak merupakan karya Miyuki Miyabe. Novel ini secara garis besar menceritakan kehidupan seorang perempuan bernama Shoko Sekine yang identitasnya dicuri oleh pelaku lalu keduanya menghilang tanpa jejak. Terdapat juga motif pelaku mengambil identitas Shoko untuk dicuri identitasnya.

Novel ini juga menceritakan budaya konsumerisme serta peminjaman kartu kredit yang berlebihan di Jepang. Sehingga tema pokok dalam novel ini adalah budaya konsumerisme yang dialami oleh masyarakat Jepang. Dampak yang terjadi dengan penggunaan kartu kredit secara berlebihan adalah masyarakat banyak yang terlilit hutang dan terjerat rentenir gelap yang berbahaya.

Gaya bahasa yang digunakan juga mudah dipahami dan tidak berbelit-belit sehingga pembaca mudah memahami permasalahan yang sedang disajikan.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Sebagian besar latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah Tokyo. Sehingga hal itu membuat semuanya masuk akal karena Tokyo merupakan ibukota Jepang yang terdapat banyak pusat perbelanjaan dan hal lainnya sehingga mendorongnya untuk konsumtif.

Shoko Sekine sendiri juga mempunyai perilaku konsumtif dan menyebabkannya kekurangan uang pribadi. Namun, identitasnya dicuri oleh pelaku lain dan membuat mereka berdua menghilang tanpa jejak.

Dalam novel ini juga dapat dilihat bahwa rentenir atau tempat peminjaman kartu kredit ada juga yang melakukan penipuan dan kecurangan pada korbannya. Sehingga kita harus lebih waspada pada orang-orang tersebut agar terhindar dari kecurangan dan penipuan.

 

Profil Penulis

Novel Melacak Jejak merupakan karya Miyuki Miyabe. Miyuki merupakan seorang penulis asal Jepang yang aktif di sejumlah genre seperti fiksi ilmiah, fiksi misteri, fiksi sejarah, dan fiksi remaja. Ia mulai menulis karyanya berupa novel pada umur 23 tahun.

Miyuki menjadi seorang penulis produktif sehingga menghasilkan banyak novel serta memenangkan penghargaan sastra utama yang salah satunya adalah Yamamoto Sh?gor? Prize pada tahun 1993 untuk Kasha dan Naoki Prize pada tahun 1998 untuk novelnya berjudul Riy?.

 

Kelebihan, Kekurangan, dan Rating

Pros & Cons

Pros
  • Mengangkat tema konsumerisme pada masyarakat Jepang
  • Gaya bahasa yang mudah dipahami
  • Terdapat pesan yang bagus untuk dijadikan pembelajaran
Cons
  • Konflik kurang menarik
  • Terdapat banyak tokoh sehingga cukup sulit untuk diingat

 

Setelah membahas sinopsis dan review novel ini. Pastinya setiap novel ada beberapa hal yang disukai dan tidak disukai oleh para pembacanya. Selanjutnya, kita akan membahas kelebihan, kekurangan, dan rating novel Melacak Jejak karya Miyuki Miyabe.

Kelebihan dalam novel ini adalah mengangkat tema konsumerisme pada masyarakat Jepang. Budaya konsumerisme masyarakat Jepang benar-benar diperlihatkan di dalam novel ini. Terutama ketika banyak orang menggunakan kartu kredit untuk meminjam uang dan terlilit hutang karena tidak bisa membayarnya. Kita dapat melihat bagaimana masyarakat Jepang terjerat pada budaya konsumerisme.

Lalu, gaya bahasa yang mudah dipahami. Gaya bahasa yang digunakan sederhana dan tidak berbelit-belit, sehingga pembaca akan mudah mengerti jalan cerita di dalam novel ini.

Kemudian, terdapat pesan yang bagus untuk dijadikan pembelajaran. Diperlihatkan bahwa masyarakat Jepang yang mempunyai sifat konsumtif sehingga menggunakan kartu kredit secara berlebihan. Mereka pun juga meminjam uang pada rentenir gelap yang berbahaya sehingga terkadang terjebak penipuan dan kecurangan.

Jadi, ini dijadikan pembelajaran karena budaya konsumtif tersebut membuat banyak penggunanya menjadi korban penipuan. Kekurangan dalam novel ini adalah konflik kurang menarik. Konflik yang disajikan hanya seputar permasalahan Shoko Sekine yang menghilang tanpa jejak. Hal itu dikarenakan penulis lebih menggambarkan budaya konsumerisme di Jepang.

Lalu, terdapat banyak tokoh sehingga cukup sulit untuk diingat. Banyak tokoh yang ada di dalam novel ini, sehingga akan membuat pembaca cukup sulit mengingat tokoh-tokoh tersebut. Namun, novel ini sangat bagus dibaca untuk kamu yang pecinta misteri.

Novel ini mendapatkan rating yang cukup bagus pada website goodreads. Rating yang didapatkan novel ini sebesar 3.69 dari 5 bintang. Ini menunjukan pembaca memberikan antusias yang tinggi pada novel ini.

 

Penutup

Itulah review singkat mengenai novel Mencari Jejak karya Miyuki Miyabe. Novel ini memiliki jalan cerita yang menarik sehingga mendapatkan rating yang cukup bagus dan antusias yang tinggi dari pembacanya.

Kisah perempuan cantik yang menghilang tanpa jejak akan membuat kamu penasaran dengan apa yang terjadi pada perempuan tersebut. Budaya konsumerisme dan penggunaan kartu kredit masyarakat Jepang secara berlebihan juga digambarkan dengan baik di dalam novel ini.

Bagi kamu yang penasaran dengan kisah Shoko Sekine yang ada di dalam novel ini, kamu dapat membaca novel ini dengan membelinya toko Gramedia.com, ya. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

 

Penulis: Fiska Rahma Rianda

 

Rekomendasi Novel

1. Semu

 

Novel Semu merupakan karya Ele Fountain. Novel ini bergenre thriller remaja yang menggambarkan kondisi saat ini yang semuanya serba menggunakan online. Obat antibiotik tidak lagi bisa mengobati. Semua orang jadi takut terkena penyakit dan menyebabkan semuanya dilakukan secara virtual. Lalu, perusahaan-perusahaan besar banyak menguasai makanan, hiburan, dan kesehatan. Itulah dunianya Jess.

Saat usianya empat belas tahun, Jess diperbolehkan sekolah offline di sebuah asrama. Lalu ia mulai mempertanyakan apakah dunia digital itu memang sempurna. Di sisi lain, obat untuk Chloe, saudaranya, kini semakin mahal. Kemudian, Jess mulai nekat untuk menggunakan kemampuannya di dunia cyber.

Ia mendapatkan sesuatu yang akan mengubah segalanya. Ia harus dapat membedakan mana yang semu dan kenyataan. Hal itu karena nyawa Chloe jadi taruhannya. Apakah yang akan dilakukan oleh Jess?

 

2. Emerald Pieces

 

Novel Emerald Pieces merupakan karya Mia A. Ulfah. Dua orang yang berasal dari klan Naditirta dikabarkan adalah penyebab meninggalnya Putri Manika. Raja pun marah sehingga memutuskan memberi hukuman pada klan Naditirta dan menghapus festival Naditirta. Padahal, festival tersebut merupakan upaya penghormatan pada leluhur mereka.

Tak hanya disitu saja, Raja juga membantai klan Naditirta sampai titik penghabisan. Namun, salah satu dari anggota klan meneteskan darahnya pada sungai Naditirta yang membuat sungai itu mengamuk dan membuat kerajaan menjadi tenggelam.

Hanya klan Naditirta yang dapat menjinakkan amarah dari sungai itu. Satu-satunya yang masih hidup dari klan itu adalah Sanum. Selama delapan tahun, ia menjalankan hukumannya untuk menjaga sungai agar tidak menenggelamkan kerajaan. Tibalah waktunya Sanum mendapatkan kebebasan. Namun, orang-orang jahat berusaha untuk menggagalkan pembebasan gadis tersebut.

 

3. Seperti Sungai Yang Mengalir

 

Seperti Sungai yang Mengalir berisi kumpulan renungan dan cerita pendek Paulo Coelho, kisah-kisah yang menggugah tentang kehidupan dan kematian, suratan takdir dan pilihan, cinta yang hilang dan ditemukan. Kadang humoris, kadang serius, tapi selalu dalam, buku ini, seperti semua karya Coelho lainnya, mengeksplorasi artinya menjalani hidup dengan sepenuh-penuhnya.

Buku berisi kisah-kisah pendek yang ditulis oleh penulis asal Brazil, Paulo Coelho, yang dapat membuat kita merenungi kehidupan. Buku yang mengajak setiap pembaca untuk menghayati aliran kehidupan yang sedang dijalani. Buku kumpulan cerita pendek ini juga cocok untuk dibaca di waktu senggang yang sempit. Gaya bahasa yang digunakan pun santai dan ringan, jadi meskipun novel ini berisi kumpulan cerpen renungan kehidupan, tidak akan membuat para pembaca bosan ketika membaca buku ini.

Cerita-cerita renungan kehidupan yang dikemas sedemikian rupa yang digambarkan sebagai kiasan dalam cerpen-cerpen di dalam buku ini tentu sangat menarik untuk dibaca dan disimak. Buku yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis ini dapat menjadi salah satu rekomendasi buku yang dapat kamu baca untuk membangkitkan motivasi di dalam diri. Cerita-cerita pendek yang ada di dalam buku ini berjumlah 90 judul, yang dimana mungkin beberapa dari masing-masing cerita yang terdapat di dalam buku ini sesuai atau relate dengan kehidupan yang sedang kamu jalani saat ini. Buku yang menarik ini sayang untuk kamu lewatkan.

 

4. Me & Mr. Old

 

Hingga pada satu kesempatan, Kiandra dibuat terkesima oleh sifat Azka yang tidak diketahui, namun Kiandra menolak mengakui bahwa pria itu adalah orang yang pantas untuk dilihat secara jelas. Bukan sebelah mata seperti yang selama ini ia lakukan.

“Awas lho, Ki. Kadang terlalu benci bisa menjadi cinta.”

“Oh ya? Siapa bilang. Gue nggak bakal jatuh cinta sama dia yang sudah tua.”

“Yakin?”

“Tentu saja.”

Me and Mr. Old adalah romansa dua hati yang berusaha menyembunyikan cinta di antara keduanya karena status yang rumit. Namun, cinta itu terus tumbuh. Manakah yang mereka pilih? Bertahan menyembunyikan perasaan atau menyerah pada kenyataan?

 

Sumber:

  • https://www.goodreads.com/book/show/29505007-all-she-was-worth—melacak-jejak

 

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy