in

Review Novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih

Sketsa-Sketsa: Terima Kasih – Novel sudah menjadi bacaan yang disukai oleh banyak orang karena jalan dan alur cerita yang disajikan sangat menarik. Lalu, novel dapat menghibur dengan tulisannya yang indah dan penuh makna. Selain itu, novel juga dapat menjadi pengisi aktivitas di saat kita sedang senggang.

Ketika membaca novel pun terkadang juga dapat memberikan nilai-nilai kehidupan atau sudut pandang baru dalam menghadapi dunia. Di Indonesia sendiri sudah ada banyak karya novel yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya adalah novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih.

Kisah cerita-cerita pendek yang berisi kehidupan sehari-hari yang ditulis dengan unik dan lucu. Novel ini cocok untuk kamu yang menyukai bacaan ringan dan sedang ingin membaca di waktu senggang. Bacaan yang sederhana dan berisi berbagai pengalaman penulis.

Jalan cerita yang disajikan novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih sangat bagus dan menarik sehingga kamu tidak akan menyesal membaca novel ini. Selain itu, akan banyak adegan yang akan membuatmu terhibur akan kisah di dalamnya.

Masih penasaran dengan isi dari novel ini? Oleh karena itu, bagi kamu yang penasaran dengan kisah cerita-cerita pendek dalam novel ini. Yuk, mari lihat review singkat dari novel ini ya!

 

Sinopsis Novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih

Sketsa-sketsa-5 karya Kembangmanggis berjudul “Terima Kasih” terdiri dari 24 sketsa mengenai kehidupan sehari-hari. Novel ini sangat asik dibaca sambil minum segelas kopi atau bisa saat sedang santai di sore hari atau membaca sambil mengisi waktu atau saat pikiran kosong sambil mencari inspirasi. Novel ini layak dibaca dan perlu.

 

Review Novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih

Novel ini merupakan karya Kembangmanggis. Novel ini menceritakan mengenai kehidupan sehari-hari ditulis dengan unik dan lucu. Penulisannya yang sederhana dan ringan membuat pembaca menikmati bacaan ini dengan baik.

Cerita yang juga berisi pengalaman–pengalaman dibuat dengan menarik sehingga menghangatkan hati saat membacanya. Novel ini sangat cocok dibaca bagi kamu yang memang menyukai bacaan ringan di kala waktu senggang.

Novel ini terdiri dari 24 cerita-cerita pendek yang ditulis di halaman setebal 256 halaman. Tidak hanya kisahnya yang sederhana, unik, dan menarik saja. Novel ini juga dilengkapi dengan sketsa-sketsa yang indah dan menggambarkan setiap kisah yang disajikan.

Nah, biar Grameds nggak semakin penasaran dengan novel ini dan mendapatkan nilai-nilai kehidupan dari novel ini, langsung dapatkan bukunya di gramedia.com.

 

Profil Penulis

Novel ini merupakan karya Kembangmanggis. Nama aslinya adalah Baby Ahnan. Nama pena sebagai Kembangmanggis pada masa kini tidak terlalu banyak yang mengenali. Tetapi, pada masa 80-an nama itu lumayan populer sebagai penulis cerita novel.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Jika kamu merupakan seorang penggemar bacaan fiksi dan sering berlangganan majalah Hai,  mungkin kamu ingat sebuah cerita yang bersambung di majalah itu dan berjudul TIA. Cerita bersambung itu oleh Gramedia Pustaka Utama dijadikan sebuah novel dan Kembangmanggis merupakan penulis novel itu.

 

Kelebihan, Kekurangan, dan Rating

Pros & Cons

Pros
  • Cocok dibaca saat santai
  • Cerita yang ringan dan sederhana
  • Terdapat sketsa-sketsa yang menggambarkan cerita
Cons
  • Terkadang sedikit membosankan

 

Setelah membahas sinopsis dan review novel ini. Pastinya setiap novel ada beberapa hal yang disukai dan tidak disukai oleh para pembacanya. Selanjutnya, kita akan membahas kelebihan, kekurangan, dan rating novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih karya Kembangmanggis.

Kelebihan dalam novel ini adalah cocok dibaca saat santai. Novel ini memiliki kelebihan yang membuat pembacanya akan tertarik mengisi waktunya untuk membaca di saat santai. Hal itu dikarenakan cerita yang disajikan tidak berat.

Lalu, cerita yang ringan dan sederhana. Beberapa cerita pendek yang terdapat di dalam novel dapat menghibur kamu karena ditulis dengan sederhana, unik, dan lucu. Sehingga kamu akan tertarik untuk terus membaca novel ini. Kemudian, terdapat sketsa-sketsa yang menggambarkan cerita. Hal itu akan membuat pembaca dapat melihat penggambaran yang penulis sajikan di dalam cerita.

Kekurangan dalam novel ini adalah terkadang sedikit membosankan. Mungkin ada beberapa cerita yang sedikit membosankan. Namun, novel ini sangat layak dibaca karena alur ceritanya yang sederhana namun dapat membuat pembacanya terhibur karena keunikan dan kelucuan di dalamnya.

Novel ini mendapatkan rating yang cukup bagus pada website goodreads. Rating yang didapatkan novel ini sebesar 4 dari 5 bintang. Ini menunjukan pembaca memberikan antusias yang tinggi pada novel ini.

 

Penutup

Itulah review singkat mengenai novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih karya Kembangmanggis. Novel ini memiliki jalan cerita yang menarik sehingga mendapatkan rating yang cukup bagus dan antusias yang tinggi dari pembacanya.

Beberapa cerita pendek yang disajikan di dalam novel ini akan membuatmu tertarik karena keunikan dan kelucuan yang ada di dalamnya. Penulisan yang sederhana dan ringan sangat cocok dibaca ketika kamu memiliki waktu senggang.

Novel ini benar-benar menceritakan kehidupan sehari-hari beserta pengalaman sehingga kamu akan seperti sedang dibacakan dongeng oleh orangtua. Tidak hanya itu, sketsa-sketsa di dalamnya juga dapat menggambarkan cerita yang disajikan.

Bagi kamu yang penasaran dengan kisah cerita-cerita pendek yang ada di dalam novel ini, kamu dapat membaca novel ini dengan membelinya toko Gramedia.com, ya. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

 

Penulis: Fiska Rahma Rianda

 

Rekomendasi Novel

1. Broken Clouds

 

Dua belas tahun sudah berlalu. Geni kabur ke Australia.

Sekarang, rumah Geni berada di Kupang di tempat kawan-kawannya menetap. Di sana Geni merasa bebas dan tak terkekang serta dapat berselancar di atas awan. Jauh dari kata perjodohan dan cercaan ibunya yang meminta dirinya menetap di Jakarta.

Dua belas tahun sudah berlalu. Perempuan itu datang kembali. Perempuan itu Riani. Hal itu membuat Geni harus menghadapi perasaan-perasaan yang belum usai. Sejak kapan Geni kerepotan hanya karena satu perempuan yang selalu menghindarinya? Biasanya dia dikejar-kejar.

Geni seorang pilot yang tak pernah gentar dalam cuaca apapun. Ia yakin dapat meluruskan apapun yang sudah terjadi di antara Riani dan dirinya. Namun, ia takut semuanya sudah terlambat.

 

2. Tangis di Rinai Gerimis

 

Novel Tangis di Rinai Gerimis merupakan karya Yu Hua. Novel ini mengisahkan tentang Sun Guanglin yang terbuang dari lingkungan dan keluarganya sendiri. Secara garis besar novel ini menceritakan perjuangan rakyat kelas bawah yang ada di Cina pada saat Revolusi Kebudayaan.

Sejak masih kecil, Sun Guanglin, anak kedua dari tiga bersaudara yang selalu diabaikan oleh orangtuanya dan kedua saudara laki-lakinya. Saat umurnya enam tahun, ia dititipkan kepada keluarga lain yang jauh lebih mapan dan pulang ke rumahnya enam tahun kemudian.

Pada saat kepulangannya, rumah keluarganya terbakar habis, dan ia menjadi kambing hitamnya. Tetapi, statusnya yang selalu saja terbuang, di lingkungan rumahnya dan desanya. Hal itu memberinya kedudukan yang unik. Kedudukan itu adalah sebagai pengamat atas dinamika sosial yang terjadi dalam masyarakat Cina serta keluarganya sendiri dan dipimpin oleh Ketua Mao.

 

3. Saman

 

Novel Saman merupakan karya Ayu Utami. Novel ini menceritakan kisah empat perempuan yang sudah bersahabat sejak kecil. Shakuntala “si pemberontak”. Cok yang memiliki julukan “si binal”. Yasmin yang selalu ingin ideal. Dan Laila yang lugu dan bimbang untuk menyerahkan keperawanannya pada lelaki yang sudah beristri.

Tetapi dua orang di antara mereka memiliki perasaan yang sama kepada seorang pemuda aktivis yang bernama Saman. Saman adalah seorang aktivis yang menjadi buron saat masa rezim militer orde baru. Namun, pada siapakah hati Saman akan berlabuh? Yasmin atau Laila?

Novel Saman terbit bersamaan pada masa reformasi. Novel ini banyak diminati dan disukai oleh banyak orang. Bahkan sudah diterjemahkan ke dalam sepuluh bahasa asing. Novel ini juga mendapatkan perhargaan dari dalam dan luar negeri karena jalan ceritanya yang mendobrak tabu.

 

4. Me & Mr. Old

 

Hingga pada satu kesempatan, Kiandra dibuat terkesima oleh sifat Azka yang tidak diketahui, namun Kiandra menolak mengakui bahwa pria itu adalah orang yang pantas untuk dilihat secara jelas. Bukan sebelah mata seperti yang selama ini ia lakukan.

“Awas lho, Ki. Kadang terlalu benci bisa menjadi cinta.”

“Oh ya? Siapa bilang. Gue nggak bakal jatuh cinta sama dia yang sudah tua.”

“Yakin?”

“Tentu saja.”

Me and Mr. Old adalah romansa dua hati yang berusaha menyembunyikan cinta di antara keduanya karena status yang rumit. Namun, cinta itu terus tumbuh. Manakah yang mereka pilih? Bertahan menyembunyikan perasaan atau menyerah pada kenyataan?

 

5. Tangerine Green

 

Novel Tangerine Green merupakan karya Cho Nam Joo. Kisah empat orang sahabat yang berada di dalam klub yang sama yaitu klub film di SMP Shin Yeong Jin. So Ran yang selalu merasa insecure dan terabaikan, Da Yun yang banyak disukai orang namun merasa kesepian, Hae In yang sedang mengalami kesulitan karena keluarganya jatuh miskin, dan Eun Ji yang memiliki trauma sejak kecil.

Pada masa akhir tahun kedua SMP, mereka berlibur bersama ke Pulau Jeju dan mengucapkan sebuah janji yang mungkin akan mengubah jalan hidup masa depan mereka. Janji itu sederhana tetapi janji diucapkan dengan niat dan tujuan berbeda dalam diri mereka masing-masing.

Dalam novel ini akan menceritakan kisah empat sahabat itu beserta masa lalu, keluarga, jalan hidup, dan arti persahabatan.

 

Sumber:

  • https://www.goodreads.com/book/show/58960102-terima-kasih

 

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy