in

Review Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari

Novel Konspirasi Alam Semesta merupakan novel yang ditulis oleh Fiersa Besari, penulis sekaligus musisi ternama di Indonesia. Novel Konspirasi Alam Semesta diterbitkan oleh penerbit Mediakita pertama kali pada tahun 2017.

Novel Konspirasi Alam Semesta merupakan albuk pertama yang ditulis Fiersa Besari. Albuk merupakan kombinasi antara album lagu dan suatu naskah cerita yang dipadupadankan.

Peresmian albuk Konspirasi Alam Semesta dikemas dalam sebuah acara berbentuk mini konser yang berjudul Konspirasi Alam Semesta. Acara peresmian albuk ini digelar di Auditorium IFI Bandung, Jl. Purnawarman, Bandung.

Konser mini ini dibuka dengan Fiersa Besari yang menyanyikan lagu berjudul Konspirasi Alam Semesta. Fiersa Besari tampil dengan sederhana, dengan hanya menggunakan kaos dan celana jeans. Penampilannya yang sederhana kemudian ditambah dengan latar gambar yang bertema semesta, dan tata cahaya yang mendukung, sehingga semakin mendukung tajuk Konspirasi Alam Semesta.

Selama acara peresmian albuk Konspirasi Alam Semesta berlangsung, Fiersa Besari menyanyikan sejumlah enam belas lagu yang menjadi soundtrack setiap bab dalam novel Konspirasi Alam Semesta. Para pembaca dapat menemukan QR Code yang akan mengarahkan pembaca menemukan lagu soundtrack di setiap bab buku ini.

Novel Konspirasi Alam Semesta mengisahkan tentang tentang seorang lelaki bernama Juang Astrajingga, dan seorang wanita bernama Ana Tidae. Mereka berdua adalah dua orang yang berbeda, yang dipertemukan oleh semesta.

Mereka berdua menjalin cinta yang dipenuhi berbagai rintangan. Fiersa Besari melalui novel Konspirasi Alam Semesta ini ingin menyampaikan pesan kemanusiaan dan sosial, bahwa cinta bukan hanya di antara seorang lelaki dan seorang wanita, tetap juga dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Novel Konspirasi Alam Semesta seperti menyatukan berbagai genre, mulai dari romansa, pengembangan diri, hingga sastra. Novel Konspirasi Alam Semesta menjadi sebuah bacaan yang sangat cocok untuk dibaca oleh kalangan remaja yang sedang dalam proses pencarian jati diri.

Profil Fiersa Besari – Penulis Novel Konspirasi Alam Semesta

Sumber foto: Instagram @fiersabesari

Fiersa Besari merupakan pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1984. Fiersa Besari adalah seorang musisi, penulis, dan juga konten kreator. Fiersa Besari merupakan lulusan dari SMPN 81 Jakarta, SMAN 42 Jakarta, StiMB Bandung D1 Vokal. Ia juga mengenyam pendidikan perguruan tinggi di STBA Yapari ABA Bandung, mengambil jurusan Sastra Inggris.

Fiersa Besari memiliki ketertarikan di bidang musik. Fiersa Besari memulai karirnya di bidang musik dengan menjadi vokalis band indie. Sebelum menjadi vokalis band tersebut, sejak tahun 2009, Fiersa Besari kerap merekam dan menyimpan karya musiknya. Sampai pada tahun 2012, Fiersa Besari memutuskan untuk mempublikasikan karya-karyanya tersebut dan menjual album karyanya.

Fiersa Besari dapat dikatakan produktif sebagai seorang musisi. Fiersa Besari juga diketahui merasa lebih nyaman menyalurkan pikirannya melalui tulisan. Sebab, tulisan mampu membuatnya merasa lebih bebas untuk menuangkan pikiran dan perasaannya.

Fiersa Besari pernah tergabung dalam sebuah band yang bernama Hellfairies, yang bergenre emo hingga ke DNA. Ia juga pernah tergabung dalam sebuah band yang bernama Eat Well Earl, yang dibentuk bersama dengan teman-temannya. Fiersa Besari kemudian ditinggal menikah oleh teman-teman bandnya itu.

Berawal dari situ, Fiersa Besari akhirnya mulai membuat lagu-lagu balada. Setelah menempuh proses berpikir yang cukup panjang, Fiersa Besari juga akhirnya memutuskan untuk serius bersolo karir sebagai seorang penyanyi.

Beberapa album karya Fiersa Besari, yaitu 11:11 (2012), Tempat Aku Pulang (2014), Konspirasi Alam Semesta (2015), Album 20:20 (2020). Selain itu, ada juga beberapa single yang dinyanyikannya, di antaranya, Garis Waktu (2016), Ibu Pertiwi, yang dinyanyikan bersama Iwan Fals dan Once Mekel, dan menjadi original sound track film Bumi Manusia (2019), serta Pelukku untuk Pelikmu, yang menjadi original soundtrack film Imperfect (2019).

Karya tulisan pertama Fiersa Besari adalah “Garis Waktu”, yang juga merupakan judul dari salah satu lagu single yang dinyanyikannya. Novel Garis Waktu merupakan rangkuman dari sejumlah tulisan Fiersa Besari dalam kurun waktu dari tahun 2012 hingga 2016.

Sebagai seorang penulis, Fiersa Besari telah melahirkan 6 novel. Keenam novel tersebut, yakni Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Langkah (2018), 11:11 (2018), dan Tapak Jejak (2019).

Sinopsis Novel Konspirasi Alam Semesta

Oleh karena ia terlahir dari ayah seorang “ekstapol”, Juang Astrajingga harus selalu siap untuk menghadapi segala cemoohan dan celaan dari orang lain, termasuk tetangganya. Juang seorang pria yang memiliki penampilan fisik yang cukup menarik, meski memiliki brewok tipis dan kumal yang menghiasi wajahnya, serta alis tebal yang mendukung sepasang mata tajam miliknya.

Juang pernah menjadi seorang petualang yang kerap lompat dari satu pelukan ke pelukan lainnya. Bagi Juang, pelukan adalah pelukan, soal perasaan, itu berbeda cerita.

Bandung, September 2011, Juang sedang mencari sebuah buku yang langka. Di saat itu, Juang tidak sengaja menabrak seorang wanita. Buku-buku yang ada di sekitar mereka pun terjatuh, dan secara tidak sengaja lagi, mata mereka saling bertemu ketika Juang hendak mengembalikan buku-buku yang terjatuh itu.

Tatapan pertama dengan wanita itu seolah membuat dunia Juang berhenti bergerak. Benar-benar, tidak ada yang akan tahu apa yang direncanakan alam semesta. Ketika Juang ingin melaksanakan tugasnya untuk mewawancarai seorang anak dari sinden Shinta Aksara, seseorang yang memiliki suara indah, dan membanggakan bangsa ini di kancah internasional, tetapi seperti dilupakan oleh bangsanya sendiri.

Seorang yang akan diwawancarai Juang itu adalah Ana Tidae, anak dari seorang sinden terkenal, yang juga merupakan wanita yang kala itu ditabrak Juang ketika berada di toko buku. Berawal dari tabrakan di toko buku, bertemu lagi untuk melaksanakan tugas, hingga naik bianglala berdua, dan merencanakan untuk mendaki bersama.

Hubungan Juang Astrajingga dan Ana Tidae menjadi semakin dekat. Senja memang akan membawa kita menemui kegelapan, tetapi jika kita mengetahui cara untuk bersyukur, kita akan menemukan banyak bintang dalam gelap yang dapat kita nikmati. Senja menjadi awal dari kisah cinta Juang dan Ana.

Juang yang merupakan seorang jurnalis harus melaksanakan tugas yang menuntutnya menempuh perjalanan yang berisiko. Juang kemudian harus meninggalkan Ana yang baru saja merasa nyaman menjalin hubungan dengannya untuk melaksanakan tugas itu.

Ketika Juang pulang dari perjalanannya selama berbulan-bulan itu, semesta kembali menguji Juang dengan memberikan kabar bahwa sang ibunda masuk rumah sakit, karena sakit lambungnya kian bertambah parah. Lagi-lagi, Juang harus kuat untuk bertahan dan menerima kenyataan pahit yang sedang dialaminya.

Hingga, ibunda Juang pergi meninggalkan dirinya dan dunia, dan Juang pun kehilangan cahaya hidupnya. Juang sontak memaki dirinya sendiri yang belum sempat mengabdi kepada sang ibu. Ana sangat paham dengan keadaan Juang yang sedang berduka, karena kepergian ibunya.

Maka itu, Ana memutuskan untuk tidak memberitahu Juang terkait dirinya yang harus melakukan operasi pengangkatan tumor yang tumbuh di bagian belakang kepalanya. Belum sempat Juang Ana memberitahu keadaannya, Juang menemukan Ana berada dalam pelukan Deri. lelaki yang masih mengharapkan Ana untuk kembali ke pelukannya.

Juang tentunya merasa kecewa. Maka itu, Juang akhirnya memutuskan untuk melarikan diri ke Nias, sekaligus untuk melaksanakan tugasnya. Cemburu membuat Juang tak bisa mengendalikan egonya.

Ana masih enggan melakukan operasi, karena ia mempertimbangkan keadaan sang ayah yang merupakan seorang pensiunan. Ana kemudian hanya menyerahkan hidupnya kepada semesta, kepada takdi. Ia berpasrah diri jika memang tidak dapat melanjutkan kehidupannya.

Sebuah pesan dari Ayah Ana membuat Juang langsung kembali ke Bandung dan pergi meninggalkan Nias. Juang lagi-lagi menyesal dan mengutuk dirinya sendiri, karena egonya begitu tinggi.

Juang pulang menemui Ana yang sedang berbaring di rumah sakit. Juang lantas berusaha meyakinkan Ana untuk melakukan operasi, tidak ada harga yang dapat membayar nyawa. Juang juga meyakinkan Ana bahwa ia cukup kuat untuk berbagi penderitaan dengannya.

Pada akhirnya, Ana yang penuh rasa optimis dan tak berhenti berjuang, kemudian mampu menjadi gadis tangguh dan periang kembali. Tumor kecil di kepalanya telah lenyap. Juang dan Ana kemudian menikah.

Mereka berdua hidup sederhana di sebuah rumah yang berlokasi di perkebunan teh. Mereka berdua berjanji untuk saling mendampingi hingga hari tua, hingga maut memisahkan mereka berdua.

Juang lagi-lagi harus melaksanakan tugasnya dan pergi meninggalkan Ana. Juan kini harus pergi untuk membantu sahabatnya yang terkena letusan Gunung Sinabung. Sekuat apapun Ana menahan Juang untuk tidak pergi, keputusan Juang tidak akan berubah.

Juang kemudian pergi meninggalkan Ana yang ternyata sedang mengandung buah hati mereka. Juang membantu korban bencana meletusnya Gunung Sinabung dengan mengerahkan segala kemampuannya.

Namun, naas nasibnya, Gunung Sinabung ternyata belum sepenuhnya stabil. Ketika Juang sedang mengevakuasi warga yang enggan untuk mengungsi, awan panas dari Gunung Sinabung kembali menyembur.

Awan panas itu membinasakan banyak orang yang berada di sekitarnya, termasuk Juang yang sedang bergerilya mengabdi. Buah hati Ana dan Juang kemudian lahir. Ilya Astrajingga namanya, ia menjadi pengganti Juang yang akan menemani Ana.

ILYA, merupakan kata terindah dalam kehidupan percintaan Juang dan Ana. I Love You, Always.

Kelebihan Novel Konspirasi Alam Semesta

Fiersa Besari menuliskan novel Konspirasi Alam Semesta ini dengan begitu indah, tersusun rapi, dan menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti. Hal ini kemudian dapat membuat para pembacanya nyaman ketika membaca novel ini.

Novel Konspirasi Alam Semesta ini mengandung banyak pembelajaran yang bisa didapatkan pembaca. Mulai dari arti kesabaran, ketegaran, pantang menyerah, arti cinta, hingga kisah inspiratif yang dapat membangkitkan semangat nasionalisme.

Fiersa Besari juga menyajikan data-data yang faktual, dan menyelipkan informasi mengenai daerah Nusantara yang jauh dari keramaian kota besar, tetapi memiliki rasa kekeluargaan yang hangat. Maka itu, novel ini dapat menjadi bacaan yang hangat, edukatif, dan dapat membantu menemukan jati diri.

Kekurangan Novel Konspirasi Alam Semesta

Novel Konspirasi Alam Semesta ini dituliskan Fiersa Besari dengan bahasa yang indah, seperti syair dan sajak. Penggunaan bahasa ini menjadikan novel ini menarik, tetapi di sisi lain dapat dinilai terlalu tinggi, sehingga tidak semua orang dapat memahami makna yang disampaikan secara benar.

Pesan Moral Novel Konspirasi Alam Semesta

Sesungguhnya segala hal adalah baik, jika kita dapat memandangnya dengan cara yang baik. Penentuan atas baik dan buruk ditentukan oleh diri kita sendiri. Seperti senja yang bisa dianggap membawa kepada kegelapan, tetapi juga dapat dianggap sebagai sesuatu yang indah, yang membawa kita menemukan bintang-bintang.

Cinta sejati itu nyata adanya. Cinta yang akan bertahan meski diterjang badai berulang kali. Cinta yang hanya akan dipisahkan oleh maut.

Hendaknya kita selalu tegar, semangat, dan pantang menyerah dalam menghadapi segala tantangan yang ada di kehidupan ini. Percaya kepada Tuhan, percaya kepada semesta, percaya kepada orang di sekitar bahwa kita dapat melaluinya, dengan bantuan mereka.

Hal yang paling penting dari menjadi seorang manusia adalah untuk menyebarkan kebaikan. Memberikan lebih baik dibanding menerima. Jangan hanya berharap untuk mendapatkan perbuatan baik dari orang lain saja.

Bagi kalian yang ingin membaca kelanjutan kisah Juang dan Ana, kalian bisa mendapatkan novel Konspirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari ini di www.gramedia.com.

Written by Gabriel