in

Review Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

Jika anda penggemar bacaan bergenre misteri, anda pasti tak asing dengan karya Keigo Higashino. Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama merupakan karya terbaru yang ditulis oleh Keigo Higashino.

Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama menjadi novel keenam karya Keigo Higashino yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Versi terjemahan novel ini resmi diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tanggal 22 Desember 2021.

Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama ditulis oleh Keigo Higashino saat pandemi Covid-19 tersebar ke seluruh dunia. Maka itu, meskipun cerita ini adalah fiksi, tetapi Keigo Higashino menyelipkan latar cerita yang nyata terjadi di dunia pada masa ini.

Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama ini mengisahkan tentang pembunuhan yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saha. Tak terkecuali ketika dunia sedang dilanda krisis, karena wabah pandemi Covid-19 yang tidak ada habisnya.

Orang yang jahat masih saja tidak merasa kondisi dunia ini menjadi halangan. Mereka tetap berani untuk melakukan aksi kejamnya.

Mungkin tak ada seorang pun yang mengira, jika kota yang kecil, terpencil, dan hampir terlupakan ini dapat dijadikan target sasaran sebagai sebuah tempat pembunuhan. Apalagi, korban yang dibunuh adalah seorang mantan guru SMP yang disegani oleh para muridnya.

Mantan guru tersebut ditemukan tewas dengan bekas cekikan di halaman rumahnya sendiri. Kota kecil yang dahulu dirasa aman lagi, kini dipenuhi dengan ancaman bahaya.

Siapa orang yang tega menghabisi nyawa seseorang yang dikenal bijaksana itu? Apa motif dari perbuatan yang keji itu? Apakah sosok pelaku pembunuhan dapat terungkap?

Temukan jawabannya sendiri dengan mendapatkan dan membaca novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama ini.

Profil Keigo Higashino – Penulis Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

Sumber foto: Gramedia.com

Keigo Higashino merupakan pria kelahiran Osaka, pada tanggal 4 Februari 1958. Keigo Higashino merupakan seorang penulis asal Jepang yang populer, karena sejumlah karyanya yang bergenre misteri.

Keigo Higashino mengawali karir kepenulisannya ketika ia menulis sebuah novel, padahal saat itu ia masih bekerja sebagai insinyur. Tak pernah ia sangka bahwa karya tulisnya tersebut disukai banyak orang. Ia pun sukses dikenal sebagai penulis melalui karyanya itu.

Hal ini kemudian membuat Keigo Higashino memutuskan untuk tidak melanjutkan karirnya sebagai insinyur, dan memulai karir yang serius sebagai seorang penulis novel.

Keigo Higashino kerap kali disandingkan dengan penulis novel misteri populer internasional lainnya, seperti Dean Koontz, James Patterson, dan Tom Clancy. Bahkan, The Times menjuluki Keigo Higashino sebagai The Japanese Stieg Larsson.

Keigo Higashino berhasil menjabat sebagai Presiden ke-13 penulis Misteri Jepang dari tahun 2009 sampai 2013. Keigo Higashino tentunya juga sering mendapatkan penghargaan utama Jepang untuk karya-karyanya.

Beberapa penghargaan yang pernah didapatkan oleh Keigo Higashino, di antaranya Mystery Writers of Japan Award, Penghargaan Edogawa Rampo, Penghargaan Naoki, Penghargaan Misteri Honkaku, dan Ch??k?ron Prize. Keigo Higashino sudah diakui sebagai penulis yang handal, yang dibuktikan lagi dengan sejumlah karyanya yang telah diubah menjadi film dan serial TV.

Ada 6 novel karya Keigo Higashino yang populer dan berhasil diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Novel pertama adalah The Devotion of Suspect X atau Kesetiaan Mr. X. The Devotion of Suspect X adalah novel yang menjadi bagian dari serial Detektif Galileo yang terkenal, seperti A Midsummer’s Equation dan Salvation of a Saint.

Novel ini berhasil meraih kesuksesan dengan menjadi novel dengan penjualan tertinggi kedua di negara Jepang, baik itu kategori fiksi atau nonfiksi. Jumlah penjualan novel ini mencapai lebih dari 800 ribu eksemplar.

Saking populernya, cerita novel ini kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar di Jepang. Sama seperti dalam bentuk buku, dalam bentuk film pun cerita ini digemari dan sukses menarik hati. Film The Devotion of Suspect X diketahui berhasil menduduki puncak box office selama 4 minggu. Film ini juga berhasil menjadi urutan ketiga dalam daftar film terlaris pada tahun 2017.

Novel kedua, yaitu Keajaiban Toko Kelontong Namiya atau The Miracles of the Namiya General Store. Keigo Higashino ternyata tidak hanya membuat karya novel bergenre misteri yang menegangkan saja. Ia juga pernah menerbitkan novel bergenre young adult seperti novel ini.

The Miracles of the Namiya General Store menyajikan sebuah cerita yang mengharukan, yang dipenuhi oleh imajinasi dan keajaiban. Novel ini mengisahkan tentang tiga pemuda terlantar yang bernama Atsuya, Kohei, dan Shota. Mereka berusaha bersembunyi di sebuah toko yang kosong, karena mereka sedang dikejar-kejar oleh aparat penegak hukum.

Novel ketiga, yaitu The Newcomer atau Pembunuhan di Nihonbashi. Dalam novel ini, Keigo Higashino menampilkan prosedur penyelidikan polisi secara detail dan apik. The Newcomer adalah salah satu novel dari seri Detektif Kaga, yang mengisahkan Detektif Kaga Kyoichiro yang baru saja pindah untuk menjalankan tugas di Nihonbashi, Tokyo.

Novel keempat, yaitu Malice atau Catatan Pembunuhan Sang Novelis. Dalam novel ini, Keigo Higashino berhasil menyajikan kisah yang menarik, menghibur, dan membanhun psikologis karakter yang luar biasa dan mendalam.

Novel ini mengisahkan tentang sosok novelis yang bernama Hidaka Kunihiko. Ia ditemukan tewas tercekik di rumahnya sendiri. Jasadnya ditemukan oleh sang istri beserta sahabatnya yang juga seorang penulis di dalam kantornya yang terkunci. Namun, kedua orang itu memiliki alibi yang kuat.

Novel kelima, yaitu Salvation of a Saint. Novel ini menyajikan kasus yang cukup rumit. Salvation of a Saint mengisahkan tentang seorang lelaki yang ditemukan tewas di rumahnya akibat keracunan kopi.

Istrinya sendiri menjadi satu-satunya tersangka yang paling dicurigai, karena ia diketahui baru dicampakkan sang suami tak lama sebelum kejadian itu.Pembaca pastinya akan dibuat untuk ikut menebak siapa pelaku pembunuhan ini. Pastinya juga, pembaca akan tergocek beberapa kali ketika menebak tokoh antagonis dalam cerita ini.

Novel keenam, tentu saja Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama. Saksikan review lengkapnya dengan membaca artikel ini sampai habis.

Sinopsis Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

Pembunuhan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Tak terkecuali di sebuah kota kecil yang terpencil, dan hampir terlupakan. Kota yang juga sedang dilanda wabah pandemi Covid-19.

Seorang mantan guru SMP bernama Kamio Eiichi ditemukan tewas dengan bekas cekikan di halaman rumahnya sendiri. Semasa ia masih mengajar, Kamio Eiichi adalah sosok guru yang disegani oleh murid-muridnya.

Bahkan, selepas ia pensiun mengajar pun, masih banyak murid yang menghubunginya untuk meminta nasihat atau bantuan. Polisi tidak tahu apakah ini pembunuhan yang direncanakan, pembunuhan yang tak disengaja, atau aksi pencurian yang akhirnya menjadi pembunuhan.

Oleh karena polisi mengetahui bahwa korban kerap kali bertemu dengan para mantan muridnya, tentu saja kemudian para mantan murid korban yang saat itu sedang pulang ke kota itu untuk menghadiri reuni, menjadi masuk ke dalam daftar orang-orang yang dicurigai. Polisi yang menyelidiki kasus ini masih sangat kebingungan untuk mencari sosok yang keji ini.

Si pelaku pembunuhan di sisi lain lega, karena ia berpikir bahwa identitasnya tak akan pernah ketahuan. Di tengah penyelidikan yang tak berujung, putri Kamio Eiichi yang tinggal jauh di Tokyo tiba-tiba datang ke kota itu bersama dengan pamannya yang merupakan mantan pesulap eksentrik.

Oleh karena kinerja polisi yang dinilai tidak efektif dan terlalu lambat, mereka berdua akhirnya berupaya mencari dan menyelidiki sendiri tentang penyebab dan siapa pelaku utama dari kejadian pembunuhan tersebut. Mereka akhirnya ikut menyelidiki kasus pembunuhan ini, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang tega membunuh Kamio Eiichi.

Kelebihan Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

Meskipun novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama ini merupakan cerita fiksi, Keigo Higashino mampu menyelipkan realita dunia dengan menggunakan latar kondisi dunia yang pada saat itu dilanda wabah pandemi Covid-19.

Melalui latar tersebut, Keigo Higashino juga mengangkat isu yang ditimbulkan pandemi Covid-19, seperti sulitnya untuk menjalankan berbagai sektor yang fundamental, dan perubahan besar dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini juga kemudian mampu membuat para pembaca lebih paham akan kondisi latar cerita, karena relevan dengan dunia nyata.

Tentunya dapat diketahui dari reputasi Keigo Higashino sebagai penulis novel ini, juga genre novel ini adalah misteri, novel ini menyajikan cerita yang seru dan tidak membosankan. Novel misteri ini akan mengajak para pembaca ikut menyelidiki kasus pembunuhan ini dengan mencari bukti-bukti bersama putri Kamio Eiichi beserta sang paman yang eksentrik.

Keigo Higashino juga mampu memberikan alibi yang sama kuatnya kepada masing-masing tokoh yang dicurigai, sehingga pembaca akan menemukan kesulitan dalam menebak sosok pelaku sebenarnya. Hal ini kemudian menambah keseruan novel misteri ini yang membuat pembaca terus merasa penasaran.

Keigo Higashino mampu membangun karakter yang menarik perhatian pembaca dan dinilai pas dengan perannya di cerita ini. Mulai dari dua tokoh utama, yakni putri Kamio Eiichi dan pamannya, para mantan murid korban, para polisi, dan juga calon suami putri Kamio, semuanya dapat menarik hati pembaca.

Latar belakang seluruh tokoh pun diceritakan secara detail. Keigo Higashino juga menyajikan dinamika emosi antar para tokoh dengan apik.

Selain itu, Keigo tidak melulu intens menyajikan misteri terus-menerus dalam kisah ini. Dalam novel ini juga dapat ditemukan adegan selingan yang seru dan lucu, seperti contohnya hubungan pertemanan putri Kamio dengan teman-teman sekolahnya dan reuni mereka, yang dapat membuat para pembaca ikut bernostalgia bersama mereka.

Di bagian cerita menuju akhir, Keigo Higashino mulai sedikit demi sedikit memberikan jawaban atas misteri pembunuhan ini dan mampu menghadirkan plot twist yang tidak mudah ditebak oleh para pembaca. Keigo Higashino juga menyelipkan sejumlah trivia tentang budaya populer di Jepang, juga beberapa hal yg berhubungan dengan novel detektif.

Hal ini tentunya dapat menambah wawasan pembaca. Pembaca juga tak perlu khawatir akan tidak mengerti berbagai istilah yang dituliskan, karena tim penerjemah dan penyunting telah memberikan catatan kaki yang menjelaskan berbagai istilah asing.

Kekurangan Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

Beberapa pembaca menyadari bahwa alur cerita ketika masuk ke pertengahan novel mulai melambat. Hal ini tidak mengganggu keseluruhan cerita, tetapi beberapa pembaca merasa kurang nyaman atas lambatnya alur tersebut.

Sejumlah pembaca juga menemukan beberapa narasi yang berulang. Narasi yang sebetulnya sudah dijelaskan di bab awal, tetapi dijelaskan kembali di belakang. Mungkin narasi tersebut ditujukan untuk mengingatkan, tetapi pembaca merasa menjadi repetitif.

Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama tidak cocok untuk dibaca oleh mereka yang berusia di bawah 18 tahun atau belum dewasa. Sebab, dibutuhkan kebijaksanaan dalam membaca beberapa adegan yang terkait kondisi korban ketika ditemukan tewas, adegan terkait minuman beralkohol, dan motif pembunuhan tersebut.

Pesan Moral Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

Tak ada yang bisa diduga di dunia ini. Maka itu, baiknya kita selalu berhati-hati di mana pun, dan kapan pun.

Sebaik apa pun diri kita, sebaik apa pun niat kita, di mata orang lain yang melihat, hal yang kita lakukan belum tentu baik. Tetap lakukan lah hal yang baik dan tidak apa untuk mengacuhkan pendapat orang lain.

Kita hendaknya tidak menaruh kepercayaan secara penuh kepada orang lain, sekali pun itu anggota keluarga atau orang yang paling dekat dengan kita. Hal ini dilakukan bukan untuk membatasi hubungan antara diri kita dan orang tersebut atau niat buruk lain, tetapi untuk mencegah diri mengalami kekecewaan yang berat oleh karena ekspektasi.

Bagi kalian yang ingin ikut mengungkap misteri sosok pembunuh Kamio Eiichi bersama putri dan adiknya yang eksentrik, kalian bisa mendapatkan novel The Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama karya Keigo Higashino ini di Gramedia.com.

Written by Gabriel