in

Review Novel Tapak Jejak Karya Fiersa Besari

Novel Tapak Jejak merupakan novel yang ditulis oleh penulis sekaligus musisi ternama asal Indonesia, Fiersa Besari. Novel Tapak Jejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2019.

Novel Tapak Jejak merupakan sekuel atau novel lanjutan dari novel Arah Langkah yang diterbitkan pada tahun 2018. Novel Tapak Jejak akan mengisahkan petualangan Fiersa Besari menjelajahi berbagai daerah di Indonesia yang dilakukannya pada tahun 2013, bersama dengan dua sahabatnya, yakni Baduy dan Prem.

Pada novel Arah Langkah, dikisahkan bahwa perjalanan Fiersa Besari bersama Prem dan Baduy berakhir di Ternate. Pada novel Tapak Jejak ini, akan dikisahkan kelanjutan perjalanan tersebut, yang mana Fiersa Besari melanjutkan perjalanannya seorang diri ke daerah Indonesia bagian paling timur.

Novel Tapak Jejak mencakup berbagai nilai kehidupan dan aspek-aspek lainnya yang ada dalam dunia ini, seperti kekeluargaan, persahabatan, budaya, kekayaan alam, dan lain sebagainya. Novel Tapak Jejak juga mengandung unsur romantis, yang berasal dari kisah keluarga Fiersa Besari, juga kisah cinta romantis bersama pasangannya dahulu.

Diketahui juga bahwa latar belakang yang mendorong Fiersa Besari melakukan perjalanan menyusuri berbagai daerah di Indonesia adalah untuk mengalihkan pikirannya dan menyembuhkan luka yang timbul dari dikhianati sang kekasih. Maka itu, novel ini bisa dikatakan juga romantisme yang abstrak.

Novel Tapak Jejak juga akan menyajikan pergulatan dalam diri Fiersa Besari yang merindukan rumah, tetapi juga memiliki ego yang tinggi untuk menggapai tujuannya, yakni menyusuri daerah Indonesia paling Timur.

Seluruh kisah nyata Fiersa Besari yang dirangkum dalam novel Tapak Jejak ini sangat menarik dan dapat menambah wawasan yang kemudian bisa menambah rasa nasionalisme. Selain memperkenalkan ke berbagai daerah dan budaya yang ada di Indonesia, Fiersa Besari juga mengisahkan tentang masyarakatnya.

Dalam perjalanannya tersebut, Fiersa Besari mengisahkan bahwa ia bertemu dengan banyak teman baru di setiap tempat yang ia kunjungi. Mulai dari anggota komunitas pecinta alam di masing-masing daerah, anggota civitas akademik dari universitas tertentu, dan masih banyak lainnya.

Novel Tapak Jejak ini sangat cocok untuk dibaca oleh seluruh kalangan, terutama bagi kalian yang memiliki ketertarikan pada dunia petualangan.

Profil Fiersa Besari – Penulis Novel Tapak Jejak

Sumber foto: mycast.io

Fiersa Besari merupakan pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1984. Fiersa Besari adalah seorang musisi, penulis, dan juga konten kreator. Fiersa Besari merupakan lulusan dari SMPN 81 Jakarta, SMAN 42 Jakarta, StiMB Bandung D1 Vokal. Ia juga mengenyam pendidikan perguruan tinggi di STBA Yapari ABA Bandung, mengambil jurusan Sastra Inggris.

Fiersa Besari memiliki ketertarikan di bidang musik. Fiersa Besari memulai karirnya di bidang musik dengan menjadi vokalis band indie. Sebelum menjadi vokalis band tersebut, sejak tahun 2009, Fiersa Besari kerap merekam dan menyimpan karya musiknya. Sampai pada tahun 2012, Fiersa Besari memutuskan untuk mempublikasikan karya-karyanya tersebut dan menjual album karyanya.

Fiersa Besari dapat dikatakan produktif sebagai seorang musisi. Fiersa Besari juga diketahui merasa lebih nyaman menyalurkan pikirannya melalui tulisan. Sebab, tulisan mampu membuatnya merasa lebih bebas untuk menuangkan pikiran dan perasaannya.

Fiersa Besari pernah tergabung dalam sebuah band yang bernama Hellfairies, yang bergenre emo hingga ke DNA. Ia juga pernah tergabung dalam sebuah band yang bernama Eat Well Earl, yang dibentuk bersama dengan teman-temannya. Fiersa Besari kemudian ditinggal menikah oleh teman-teman bandnya itu.

Berawal dari situ, Fiersa Besari akhirnya mulai membuat lagu-lagu balada. Setelah menempuh proses berpikir yang cukup panjang, Fiersa Besari juga akhirnya memutuskan untuk serius bersolo karir sebagai seorang penyanyi.

Beberapa album karya Fiersa Besari, yaitu 11:11 (2012), Tempat Aku Pulang (2014), Konspirasi Alam Semesta (2015), Album 20:20 (2020). Selain itu, ada juga beberapa single yang dinyanyikannya, di antaranya, Garis Waktu (2016), Ibu Pertiwi, yang dinyanyikan bersama Iwan Fals dan Once Mekel, dan menjadi original sound track film Bumi Manusia (2019), serta Pelukku untuk Pelikmu, yang menjadi original soundtrack film Imperfect (2019).

Karya tulisan pertama Fiersa Besari adalah “Garis Waktu”, yang juga merupakan judul dari salah satu lagu single yang dinyanyikannya. Novel Garis Waktu merupakan rangkuman dari sejumlah tulisan Fiersa Besari dalam kurun waktu dari tahun 2012 hingga 2016.

Sebagai seorang penulis, Fiersa Besari telah melahirkan 6 novel. Keenam novel tersebut, yakni Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Langkah (2018), 11:11 (2018), dan Tapak Jejak (2019).

Sinopsis Novel Tapak Jejak

Pada bulan April tahun 2013, diawali dengan niat dan tujuan yang berbeda, tiga orang pengelana memulai sebuah perjalanan untuk menyusuri berbagai daerah di penjuru Indonesia. Meskipun, pada akhirnya satu persatu teman seperjalanan memilih arah pulang, tetapi langkah yang sudah dijejaki harus dilanjutkan.

Tapak jejak akan melanjutkan petualangan arah langkah, mengunjungi berbagai daerah di bagian paling timur Indonesia. Tapak jejak akan menelusuri keindahan alam Indonesia, tradisi, dan budaya yang akan menembus dinding kegelisahan mengenai apa itu makna rumah dan keluarga.

Namun, satu hal yang tidak akan pernah berubah, yakni sejauh apa pun kaki ini melangkah, hati akan selalu menemukan arahnya untuk pulang menuju ke satu tempat yang paling tepat. Tempat itu adalah rumah.

Dalam novel Tapak Jejak ini, Fiersa Besari akan mengisahkan tentang silsilah keluarganya, mulai dari Ayah, Ibu, dan Adiknya. Tentu saja, Fiersa Besari juga menceritakan tentang masa lalu dirinya.

Prem dan Baduy yang menjadi dua teman seperjalanan Fiersa Besari memilih untuk pulang dan mengakhiri perjalanannya di Ternate. Sebab, mereka berdua memiliki kewajiban untuk kembali ke rutinitas masing-masing.

Fiersa Besari kemudian harus mempertimbangkan keputusan yang akan diambilnya. Apakah ia akan melanjutkan perjalanannya seorang diri atau haruskah ia memilih untuk pulang juga bersama dua temannya itu.

Setelah mempertimbangkan secara matang, Fiersa Besari memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya seorang diri, untuk menyusuri daerah paling timur Indonesia. Meskipun Fiersa Besari melanjutkan perjalanan ini seorang diri dan perbekalan yang ia siapkan mulai menipis, ia tidak gentar dan tetap percaya diri dapat melanjutkan perjalanan ini.

Perjalanan ke bagian timur Indonesia lebih banyak dilalui dengan menempuh jalur laut. Salah satu contohnya, ia harus naik kapal laut dari Pulau Sulawesi ke Papua. Begitu juga ketika ia menyusuri berbagai tempat yang ia kunjungi di Papua, semuanya ditempuh melalui jalur laut dan juga jalur darat.

Perjalanan yang ia tempuh selama kurang lebih tujuh bulan lamanya itu bukan lah perjalanan yang mudah. Ditambah lagi, saat ini Fiersa Besari perlu hidup irit secara finansial sambil melakukan perjalanan yang terbilang cukup ekstrim.

Namun, perjalanan Fiersa Besari sungguh terbantu oleh sejuta keindahan yang dimiliki negeri tercinta, Indonesia. Selain keindahan alamnya, masyarakat Indonesia juga memiliki sifat ramah dan kerendahan hati yang membuat kita menjadi bangsa yang indah.

Fiersa mengisahkan bahwa Ia kerap kali dibantu oleh teman-teman yang ia temui di tempat yang sedang ia kunjungi. Teman-teman sesama pecinta alam maupun warga lokal yang tinggal di sana.

Di balik keindahan yang ditemukannya, Fiersa Besari juga menemukan bahwa masyarakat di daerah Indonesia bagian Timur ternyata tidak merasakan keadilan jika dibandingkan dengan masyarakat mereka tinggal di pulau tempat bernaungnya pusat ibu kota.

Seiring dengan berjalannya waktu, berbagai tempat di Indonesia bagian timur akhirnya berhasil ia kunjungi, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan kesulitan. Semakin jauh Fiersa berpetualang, ia juga semakin sadar bahwa sebenarnya alasan berpetualang untuk menyembuhkan patah hati merupakan alasan yang kurang tepat.

Sebab, pada dasarnya, sejauh apa pun kita pergi, ke mana pun kita melangkah, jika diri kita tidak bisa berdamai dengan sakit hati yang dirasa, maka luka itu tidak akan bisa sembuh. Maka itu, hal yang perlu dilakukan untuk mengobati luka hati adalah mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan hati, dan berdamai dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kelebihan Novel Tapak Jejak

Fiersa Besari membagikan kisah perjalanannya mengelilingi Indonesia dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Fiersa Besari juga menyelipkan beberapa foto yang diambilnya dalam perjalanan tersebut, yang mendukung pembaca untuk dapat memahami kisah yang diceritakannya.

Fiersa Besari dapat menggambarkan perjalanannya begitu indah, dengan mendeskripsikan keindahan alam Indonesia yang jarang dikunjungi masyarakat, budaya yang dimilikinya, masyarakatnya, isu sosial yang ada di sana, juga berbagai istilah yang ada di daerah tersebut.

Maka dari itu, novel Tapak Jejak ini bukan hanya kisah nyata perjalanan seseorang saja, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pembaca. Pembaca dapat mempelajari tentang kekayaan negeri Indonesia, masyarakatnya, perihal kekeluargaan, persahabatan, dan apa makna rumah.

Kekurangan Novel Tapak Jejak

Beberapa pembaca menemukan terdapat ada sejumlah halaman yang tercetak berulang, sehingga cukup membingungkan pembaca.

Oleh karena novel Tapak Jejak ini merupakan lanjutan dari novel Arah Langkah, pembaca mungkin akan dapat lebih memahami secara lebih dalam keseluruhan perjalanan Fiersa Besari ini jika membaca novel Arah Langkah terlebih dahulu.

Pesan Moral Novel Tapak Jejak

Kenangan buruk atau kenangan pahit masa lalu bukan menjadi suatu hal yang sejatinya perlu dilupakan. Sebab, kenangan buruk tersebut dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Indonesia adalah negeri yang indah dan kaya. Maka itu, hendaknya kita sebagai bagian dari negeri Indonesia ini menjaga seluruh kekayaan dan keindahannya dengan baik.

Rumah bukan sekedar bangunan yang bisa kita tempati saja, melainkan rumah merupakan tempat di mana kita dapat merasa nyaman, tempat bagi kita untuk menaruh hati, tempat yang paling tepat bagi kita untuk selalu mengunjunginya.

Rumah mencakup orang-orang terkasih yang akan selalu sedia di sana. Seperti sosok keluarga, terutama ibu yang akan selalu menerima kepulangan kita. Rumah adalah tempat yang tak tergantikan, sejauh dan seindah apa pun tempat yang pernah kita kunjungi.

Sejatinya, luka hati hanya dapat disembuhkan jika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan kenyataan yang tidak sesuai ekspektasi. Maka itu, jangan melakukan hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain ketika patah hati.

Hubungan antar sesama manusia bukan mengenai hubungan transaksional yang bersifat untung dan rugi. Namun, hubungan antar manusia adalah tentang saling tolong-menolong ketika sedang kesusahan, dan saling berbagi.

Bagi kalian yang ingin mengetahui kelanjutan kisah perjalanan Fiersa Besari, kalian bisa mendapatkan novel Tapak Jejak ini hanya di www.gramedia.com.

Written by Gabriel