in

5 Rekomendasi Novel Islami Romantis Terbaik

Rekomendasi Novel Islami Romantis – Indonesia memang dikenal mempunyai beragam genre novel berbau Islami yang bisa dijadikan bacaan inspiratif. Meski kerap kali bersaing dengan novel genre lain, keberadaan novel Islami tak kalah populer di kalangan masyarakat.

Banyaknya pesan moral keagamaan yang dapat diambil, membuat novel Islami semakin meluas di dunia literasi Indonesia.

Dengan begitu, artikel ini akan mencoba membahas terkait beberapa rekomendasi novel Islami yang bisa kalian nikmati di waktu senggang dan dapat dijadikan bahan bacaan yang menginspirasi. Berikut uraiannya.

Rekomendasi Novel Islami Romantis

1. Ayat-Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Ayat-Ayat Cinta
Ayat-Ayat Cinta

tombol beli buku

Rekomendasi novel Islami yang pertama, yaitu Ayat-Ayat Cinta. Siapa yang tak tahu dengan Ayat-Ayat Cinta? Novel Islami yang terbit pada tahun 2004 ini, telah menjadi novel yang sangat fenomenal pada masanya. Hal itu karena novel Ayat-Ayat Cinta telah menjadi best seller dan meraih penghargaan, terlebih karya novel ini sudah dialihwahanakan ke dalam bentuk film dan filmnya pun menjadi box office. 

Dengan begitu, bisa dikatakan belum afdal rasanya bagi kalian penyuka novel Islami bila tidak mempunyai karya dari Habiburrahman El Shirazy atau kerap disapa Kang Abik ini.

Sepintas, novel Ayat-Ayat Cinta memang terlihat seperti novel Islami pada umumnya yang mencoba menabur dakwah lewat sebuah karya seni. Akan tetapi, setelah dikaji lebih lanjut, nyatanya novel ini adalah gabungan dari novel Islami dan budaya, serta novel percintaan yang kerap digemari oleh kalangan muda.

Novel ini mengisahkan perjalanan cinta lelaki dengan perempuan yang memiliki perbedaan latar belakang dan budaya. Sang lelaki adalah seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menjalani studi di Universitas Al-Azhar Mesir, sementara si perempuan merupakan mahasiswi asal Jerman yang sedang mengikuti studi di Mesir pula. Kisah cinta mereka berawal saat pertemuan tak disengaja dalam sebuah perdebatan hebat di trem.

Adapun mahasiswa asal Indonesia tersebut bernama Fahri. Di mesir, ia menyewa sebuah kos layaknya rumah susun dengan keempat sahabatnya, laki-laki pula. Kemudian, di samping kamar kosnya adalah tempat tinggal penganut Kristen Koptik yang sangat taat pada agamanya. Mereka bernama Maria, Madam Naheed, dan Tuan Broutus.

Fahri adalah sosok yang sangat mengagumkan sehingga Maria kerap memberikan perhatian lebih pada Fahri. Bahkan, secara diam-diam, Maria meletakkan hatinya pada Fahri.

Selama kehidupan dan perjalanannya di kota Mesir, Fahri kerap bertemu dengan beberapa orang yang berbeda karakter dan latar belakang pula. Beberapa orang tersebut, di antaranya Aisha, yaitu perempuan bercadar berdarah campuran Jerman-Turki yang sedang melakukan studi di Mesir (mereka bertemu di sebuah trem).

Kemudian, Nurul mahasiswi asal Indonesia merupakan teman sekampus Fahri. Lalu, Noura seorang perempuan asal Mesir yang malang hidupnya dan rumahnya pun berada di sekitaran tempat Fahri menetap. Mereka mempunyai hubungan terikat terkait urusan pekerjaan.

Fahri yang memiliki rasa iba melihat Noura, tentunya membantu Noura yang kemudian diserahkan pada Syaikh Ahmad dan sang istri guna mencari solusi atas masalah yang Noura alami.

Hingga suatu hari, Fahri telah dijodohkan oleh Syaikh Ustman untuk menikahkan seorang perempuan shalihah. Akan tetapi, Fahri meminta petunjuk dan restu dari kedua orang tuanya yang berada di Indonesia terlebih dahulu. Setelah disetujui oleh kedua orang tua Fahri, akhirnya dirinya menerima perjodohan yang telah ditawarkan oleh Syaikh Ustman untuk melanjutkan ke proses pengenalan atau ta’aruf.

banner-promo-gramedia

Namun, ternyata, perempuan yang hendak dijodohkan kepada Fahri adalah Aisha, seorang perempuan yang tak sengaja dijumpainya di sebuah trem. Akhirnya mereka menikah. Setelah menikah, mereka masih tinggal dan menetap di sebuah apartemen Mesir milik Aisha dengan berbagai kemewahan yang ada di dalamnya.

Salah seorang perempuan, yakni teman sekampusnya Fahri bernama Nurul, mengirimi surat yang berisikan pernyataan cinta pada Fahri, tetapi jelaslah Fahri menolaknya.

Singkat cerita, Fahri secara tiba-tiba ditangkap oleh pihak kepolisian Mesir atas dasar fitnah yang telah merengkuh kegadisan Noura, sementara di samping itu, Maria koma karena penyakitnya dan terus menyebut nama Fahri selama masa komanya itu. Mengapa? Hal itu karena Maria telah mencintai Fahri dan sangat menginginkannya. Namun, ada benteng kokoh yang membatasi keduanya.

Di samping itu, Aisha mencoba sabar atas tuduhan fitnah yang menimpa suaminya itu dan mencoba ikhlas bahwa ada wanita yang sangat mencintai dan menginginkan Fahri. Aisha merasa kasihan pada Maria lantaran sakitnya yang dideritanya sudah parah.

Akankah Aisha mengizinkan Fahri untuk menikah lagi, bahkan dengan wanita yang mempunyai latar agama berbeda? Lalu, bagaimana atas tuduhan fitnah yang menimpa Fahri? Apakah ada bukti-bukti akurat yang dapat mengeluarkan Fahri dari tuduhan tersebut? Temukan jawabannya segera di novel Ayat-Ayat Cinta.

Untuk mengetahui pergolakan kisah Fahri dan Aisha di kehidupan berikutnya, miliki dan baca pula novel Ayat-Ayat Cinta 2.

Ayat-Ayat Cinta 2
Ayat-Ayat Cinta 2

tombol beli buku

2. Negeri 5 Menara – A. Fuadi

Negeri 5 Menara
Negeri 5 Menara

tombol beli buku

Novel Negeri 5 Menara bertemakan pendidikan santri dan persahabatan. Novel yang ditulis oleh Ahmad Fuadi ini, merupakan salah satu novel yang cukup laris dan diminati oleh masyarakat muslim sebab adanya nilai-nilai keislaman yang terpancar kuat dalam novel ini. Novel Negeri 5 Menara terbit pada tahun 2009 lalu oleh penerbit Gramedia. Bahkan, novel ini sudah dialihwahanakan ke dalam bentuk film.

Adapun novel Negeri 5 Menara menceritakan kehidupan Alif bersama lima sahabatnya yang mana keenam sahabat tersebut berasal dari latar belakang daerah yang berbeda pula. Mereka dipertemukan saat melakukan pendidikan di Pondok Pesantren Madani (PM), Ponorogo, Jawa Timur.

Alif sangat mengidolakan sosok BJ Habibie dan bercita-cita agar seperti beliau. Untuk merealisasikan harapan dan mimpinya itu, Alif ingin melanjutkan pendidikannya pada salah satu universitas ternama di Jawa Barat, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB).

Akan tetapi, di sisi lain, sang ibu sangat menginginkan Alif untuk meniru jejak Buya Hamka, yaitu seorang ulama yang sangat terkenal di Indonesia. Alif ditawarkan pilihan agar melanjutkan pendidikannya di bidang agama atau menjadi seorang santri di pesantren. Dengan setengah hati, Alif memutuskan untuk menuruti sang ibu dan memondok di sebuah pesantren di daerah Jawa Timur, yaitu Pondok Madani.

Saat berada di pesantren, Alif bertemu dengan 5 orang santri, yakni Dulmajid, Baso, Raja, Atang, dan Said. Mereka pun akhirnya menjadi sahabat yang sangat dekat. Tanpa diniatkan sejak awal, nyatanya mereka mempunyai impian dan cita-cita yang sama, yaitu ingin menjelajahi Benua Eropa dan Amerika.

Mereka ber-6 yakin dan memegang kuat akan kalimat yang kerap dilontarkan oleh pimpinan pondok pesantren yang mereka tempati, yaitu Kia Rais. “Man Jadda Wa Jadda”, barang siapa yang bersungguh-sungguh, pasti ia akan dapat (berhasil). Kalimat tersebut yang menjadikan mereka tetap semangat dan bertekad untuk mencapai impiannya tersebut. Namun, dibalik proses mencapai impian itu, ada pula halang rintang yang menghampiri mereka.

Akankah Alif bersama kelima sahabatnya berhasil merealisasikan mimpi dan harapan mereka? Mampukah mereka menghadapi segala hambatan dan halang rintang yang terjadi? Beli dan baca novel Negeri 5 Menara sekarang untuk mengetahui perjalanan meraih impian yang dilakukan oleh Alif dan kelima sahabatnya itu.

3. Surga yang Tak Dirindukan – Asma Nadia

Surga yang Tak Dirindukan
Surga yang Tak Dirindukan

tombol beli buku

Bagi kalian pecinta novel Islami, pastinya tak asing dengan judul novel yang satu ini. Yap, Surga yang Tak Dirindukan merupakan salah satu hasil karya dari seorang novelis dan cerpenis Indonesia, Asmarani Rosalba atau yang dikenal dengan nama penanya, yaitu Asma Nadia.

Awalnya, novel ini bertajuk Istana Kedua, kemudian diubah menjadi Surga yang Tak Dirindukan. Bahkan, novel ini sudah diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Novel yang diterbitkan pada tahun 2007 lalu ini, mengusung isu poligami dalam pernikahan. Penulis mencoba merepresentasikan isu tersebut berdasarkan ‘pandangan’ dirinya.

Adapun novel ini menceritakan kehidupan bahtera rumah tangga Arini dengan sang suami Andika Prasetya, atau yang kerap disapa Pras. Arini adalah seorang penulis sukses, lulusan kampus ternama dan seorang istri cantik nan lembut juga sabar. Pras adalah seorang dosen dan tipikal suami baik-baik serta berkomitmen

Kemudian, dihadirkan tokoh bernama Meirose, yaitu seorang wanita cantik berdarah Tionghoa yang cukup berhasil dalam karier, akan tetapi kurang beruntung dalam percintaan dan keluarga, bahkan ingin mengakhiri penderitaan di hidupnya dengan melakukan percobaan bunuh diri.

banner-promo-gramedia

Lalu, apa hubungan Arini dan Pras dengan wanita berdarah Tionghoa tersebut?

Cerita berjalan saat di mana Arini menikah dengan Pras, dirinya merasakan kebahagiaan yang amat sangat bagaikan kehidupan di dongeng. Keluarga harmonis dengan tiga orang anak itu membuat kebahagiaan semakin komplit. Memang tak ada yang salah dari penjelasan tersebut, akan tetapi kesalahan itu terjadi pada suatu saat Pras mencoba untuk membantu seorang wanita yang mengalami kecelakaan hebat.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, wanita tersebut memakai gaun pengantin dengan keadaan hamil besar. Wanita itu adalah Meirose.

Kehidupan Arini dan keluarga kecilnya seketika berubah saat Meirose masuk dalam kehidupan mereka. Semua telah berbanding terbalik. Kehidupan manis telah berubah menjadi sebuah kepahitan, rasa cinta telah berubah menjadi rasa benci, dan kesempurnaan telah runtuh menjadi kehancuran.

Apa yang selanjutnya terjadi dalam bahtera rumah tangga antara Arini dan Pras? Apa yang telah Meirose perbuat hingga bisa mengubah kebahagiaan Arini menjadi sebuah kehancuran? Untuk mengetahui pergolakan antara Arini, Pras, dan Meirose, temukan kisah mereka di novel Surga yang Tak Dirindukan.

4. Cinta di Ujung Sajadah – Asma Nadia

Cinta di Ujung Sajadah
Cinta di Ujung Sajadah

tombol beli buku

Masih dengan penulis yang sama, yaitu Asma Nadia. Novel Cinta di Ujung Sajadah diterbitkan oleh Republika Penerbit pada tahun 2012. Novel ini membuktikan bahwa cinta tidak melulu hanya kepada kekasih, melainkan juga pada ibu, keluarga, sahabat, dan pastinya Allah Ta’ala.

Adapun novel Cinta di Ujung Sajadah menceritakan kisah seorang anak yang merindukan ibu kandungnya, Cinta namanya. Cinta adalah seorang remaja yang tinggal bersama ayah kandung, ibu tiri, dan kedua saudara tirinya bernama Anggun dan Cantik. Ia biasa memanggil ibu tirinya, Mama Alia.

Layaknya di sinetron lokal, kehidupan Cinta tidak berjalan harmonis sebab sang ayah lebih condong kepada ibu dan kedua saudara tirinya, sementara apapun yang dilakukan Cinta kerap dipandang salah oleh kedua saudara tirinya. Hanya Mbo Nah lah, yaitu asisten rumah tangga sedari lama yang hanya peduli dan menyayangi Cinta.

Sudah belasan tahun Cinta hidup sebagai seorang piatu, dirinya belum pernah bersua ibunya, bahkan melihat wajahnya saja belum pernah. Ia hanya tahu bahwa ibunya telah meninggal dan ayahnya menutupi jejak terkait ibu kandungnya itu.

Hingga suatu ketika, Cinta bertemu dengan seorang lelaki bernama Makky Matahari Muhammad, sekaligus tetangga barunya. Ia adalah orang yang humoris, tetapi tetap santun dan mengenalkan akan dunia fotograsi pada Cinta sehingga membuat Cinta merasakan kebahagiaan.

Makky selalu mengingat pesan sang ayah yang sudah meninggal dunia, “seburuk apapun yang kamu lakukan, ingatlah kau menyandang nama Muhammad.” Pesan itulah yang telah membuat dirinya tidak berbelok ke jalan maksiat semasa hidupnya.

Saat Cinta ingin menginjak usia yang ke-17 tahun, dirinya mengambil keputusan besar menjalankan perintah Allah, yaitu menutup aurat. Ia mempersiapkan segalanya, baik secara mental maupun materi.

Singkat cerita, dirinya harus melakukan perjalanan yang cukup panjang dan berliku serta berpisah untuk sesaat dengan lelaki yang sudah mengisi hari-harinya itu. Perjalanan itu tidaklah berjalan mulus bak jalan tol, terkadang ada halangan bak melewati jalan buntu.



Akankah Cinta menemukan sang ibu kandungnya? Mengapa sang ayah dan Mbok Nah menutup dengan tanpa celah segala hal tentang ibu kandungnya? Apa yang sebenarnya terjadi?

Ikuti perjalanan kisah Cinta dalam mencari sang ibu kandungnya, tentu dengan membeli dan membaca novel Cinta di Ujung Sajadah.

5. Bumi Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Bumi Cinta
Bumi Cinta

tombol beli buku

Novel Bumi Cinta adalah buku ke-11 Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Republika Penerbit. Seperti novel-novel yang ditulis oleh Kang Abik sebelumnya, novel Bumi Cinta juga mengusung tema Islami. Menariknya, konflik yang terjadi di dalam cerita novel ini mengarah kepada konflik batin dan mengisahkan terkait keimanan di negeri orang.

Kisah ini diawali oleh tokoh utama bernama Muhammad Ayyas atau biasa disapa Ayyas, seorang santri salaf yang terjaga keteguhan akan iman dan akhlak. Ia diberikan tugas penelitian yang mengharuskan dirinya untuk menetap di Rusia, yakni negeri atheis yang melazimkan perilaku seks bebas.

Terkait urusan tempat tinggal, ia dibantu oleh sahabat SMP-nya sehingga di sana dirinya menetap di sebuah apartemen bersama dua wanita bernama Yelena dan Linor. Bisa dikatakan, Yelena dan Linor mewakili nona-nona Rusia nan berwajah cantik.

Setelah beberapa lama menetap di apartemen itu, Ayyas terkejut sebab ternyata mereka berdua bukanlah wanita baik-baik. Memang sejak awal, hubungan antara mereka bertiga tidak begitu baik. Yelana dan Linor yang terus menggoda Ayyas dengan berbagai cara menyebabkan Ayyas menaruh kebencian pada mereka berdua.

Akan tetapi, lambat laun kebencian Ayyas akan mereka berdua sirna. Keteguhan Ayyas telah pudar sebab dirinya meletakkan bibit cinta pada salah satu dari mereka, Linor.

Bagaimanakah akhir kisah dari Ayyas? Akankah ia merelakan keimanan dalam dirinya hanya untuk memenuhi hasrat duniawi yang sifatnya sesaat? 

Baca kelanjutan cerita terkait gejolak batin yang harus dihadapi Ayyas di novel Bumi Cinta.

Dengan membaca novel ini kalian bisa menilai, pantaskah keimanan yang sudah tertanam di hati terabaikan oleh perkara duniawi?

Itulah informasi terkait beberapa Rekomendasi Novel Islami. Apabila Grameds tertarik dan ingin memperluas pengetahuan terkait bidang apapun atau ingin mencari novel dengan berbagai genre, tentu kalian bisa temukan, beli, dan baca bukunya di Gramedia.com dan Gramedia Digital karena Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas bagi kalian yang ingin menimba ilmu.

Penulis: Tasya Talitha Nur Aurellia

Sumber: dari berbagai sumber

Satu Rahim Satu Cinta
Satu Rahim Satu Cinta

tombol beli buku

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha