in

Review Novel Home Sweet Loan

Novel Home Sweet Loan ditulis oleh Almira Bastari, seorang penulis muda yang namanya sudah populer di Indonesia. Novel Home Sweet Loan baru saja diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2022.

Novel Home Sweet Loan mengangkat genre yang sama dengan karya Almira sebelumnya yang berjudul “Ganjil Genap”, yaitu metropop. Namun, novel Home Sweet Loan ini akan menyajikan cerita yang ditulis menjadi lebih serius.

Layaknya novel-novel karya Almira sebelumnya, Home Sweet Loan menggunakan latar cerita di Kota Jakarta. Namun, cerita kali ini lebih menyoroti kaum menengah dengan mengisahkan perjuangan dari sudut pandang mereka.

Novel Home Sweet Loan akan memberikan gambaran sesungguhnya mengenai kehidupan kaum kelas menengah yang cenderung mepet bawah, yang berjuang untuk memiliki tempat pulang. Meski terdengar seperti novel yang sangat serius, novel ini masih tetap masuk ke dalam kategori chicklit romantis.

Novel Home Sweet Loan akan mengisahkan tentang perjuangan 4 orang sahabat yang berbeda nasib untuk membeli rumah. Cerita Home Sweet Loan akan terfokus pada kehidupan pribadi tokoh utamanya yang bernama Kaluna, termasuk kisah cintanya dengan kekasihnya yang kaya raya.

 

Profil Almira Bastari – Penulis Novel Home Sweet Loan

Sumber foto: hot.detik.com

Almira Illini Bastari merupakan wanita kelahiran Illinois, Amerika Serikat, pada tahun 1990, dan kini berusia 32 tahun. Almira Bastari diketahui memiliki hobi menulis, jalan-jalan ke berbagai daerah dan negara, dan juga bermain piano. Selain menjadi seorang penulis, Almira Bastari juga bekerja sebagai analis keuangan.

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai analis secara penuh waktu, Almira Bastari tetap menyempatkan diri untuk berkarya membuat cerita baru. Almira Bastari merupakan salah satu dari sejumlah penulis yang dikatakan beruntung.

Sebab, Almira Bastari adalah penulis yang karirnya dimulai dari Wattpad. Dari menulis di aplikasi gratis Wattpad, kini ia berhasil dikenal sebagai penulis yang handal. Karirnya sebagai seorang penulis melejit.

Pemikiran Almira Bastari untuk menggunakan Wattpad sebagai alat tes pasar, agar mendapatkan feedback langsung dari masyarakat luas adalah pilihan yang sangat tepat. Tanpa perlu melakukan usaha yang lebih, cerita yang ditulis Almira dapat menarik perhatian banyak orang, termasuk oleh pihak penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang akhirnya menawarkan naskah cerita karyanya untuk diterbitkan.

Buku-buku yang ditulis Almira Bastari selalu saja laris-manis diserbu masyarakat, dan tentunya menjadi salah satu buku best seller. Meski begitu, kesuksesan yang diraihnya sekarang bukan didapatkan secara instan dan semata-mata diperoleh dari keberuntungan saja.

Sesaat setelah meraih gelar Master di University of Melbourne, Almira Bastari memutuskan untuk menetap di Indonesia. Almira Bastari diketahui selalu memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis sejak dirinya masih duduk di kelas 3 SD.

Maka itu, Almira Bastari tetap giat berusaha mencapai keinginannya, agar bisa melihat karya tulisnya dipajang di toko buku. Nama Almira Bastari melejit setelah tragedi ‘PO Berdarah’ yang terjadi pada awal tahun 2018. Juga, akibat novelnya yang selalu ditunggu para penggemarnya di platform Wattpad.

Perjuangan Almira Bastari akhirnya terbayarkan. Almira Bastari kini telah menjadi sosok penulis sukses dan populer, yang karya-karyanya berhasil dipajang di deretan rak best seller.

Novel pertama karya Almira Bastari yang berhasil diterbitkan berjudul Melbourne Wedding Marathon. Novel ini berhasil diterbitkan ketika Almira Bastari menginjak usia 26 tahun. Novel ini mengusung genre romantis. Almira Bastari melalui novel ini mampu membawa pembacanya menaiki roller coaster kehidupan percintaan di usia yang terbilang sudah matang untuk menjalin komitmen dan menjadi seorang yang mapan.

Novel kedua karya Almira Bastari berjudul “Resign!”. Berbeda dengan novel pertamanya, novem Resign! lebih mengusung ke genre komedi romantis. Almira diketahui tidak mempelajari secara khusus mengenai komedi untuk menulis novel ini. Ia hanya menuliskan apa yang dirasa lucu baginya, menyisipkannya ke dalam cerita dengan tema yang sederhana, dan akhirnya mampu membuat euforia di kalangan pembacanya.

Novel Resign! memperoleh kesuksesan yang memukau, yang dibuktikan dengan jumlah pre-order cetakan pertamanya yang mencapai 800 eksemplar. Sejumlah penjualan itu terjual habis hanya dalam waktu beberapa menit saja. Setelah itu, novel Resign! Berhasil dicetak ulang sebanyak empat kali dalam waktu satu bulan.

Novel ketiga karya Almira Bastari yang diterbitkan pada tahun 2020 juga tak kalah suksesnya dengan kedua novel sebelumnya. Novel ketiganya yang berjudul “Ganjil Genap” juga mampu menarik hati banyak orang dan menjadi salah satu novel best seller.

Begitu juga novel terbarunya yang baru saja terbit pada tahun ini. Novel yang berjudul Home Sweet Loan yang akan mengisahkan isu relevan masyarakat berusia sekitar 30 tahun yang memiliki keresahan untuk mendapatkan tempat untuk pulang.

 

Sinopsis Novel Home Sweet Loan

Empat orang sahabat yang hubungannya telah terjalin sejak SMA bekerja di perusahaan yang sama. Meski begitu, mereka berempat memiliki nasib yang berbeda. Di usia mereka yang ke 31 tahun, mereka berjuang untuk mendapatkan rumah idaman yang minimal nyerempet Kota Jakarta.

Perkenalkan, Kaluna, pegawai Bagian Umum di sebuah bank di Jakarta yang gajinya tidak pernah menyentuh dua digit. Kaluna memiliki pekerjaan sampingan sebagai model bibir. Ia sangat giat untuk bekerja, karena memiliki impian untuk membeli rumah untuk dirinya sendiri.

Kaluna merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak-kakaknya dinilai toxic. Kaluna juga sudah cukup muak untuk tinggal di bawah satu atap yang memiliki 3 kepala keluarga di dalamnya.

Kaluna pun berjuang mencari tempat tinggal yang bersama 3 sahabatnya. Sahabat pertama adalah Tanisha. Ia merupakan seorang ibu satu anak yang menjalani pernikahan jarak jauh dengan suaminya.

Tanisha telah memiliki seorang anak perempuan, ia juga memiliki ibu mertua yang ribet, dan seorang suami yang memiliki aib, yang hanya ia dan Tuhan yang mengetahuinya. Ia mencari rumah murah dekat MRT yang juga dapat menampung mertuanya.

Sahabat kedua adalah Kamamiya atau yang biasa dipanggil Miya. Miya merupakan perempuan yang berambisi menjadi influencer. Ia mengutamakan gaya hidup berkelas nan estetik, tanpa mempertimbangkan situasi ekonominya yang terbilang pas-pasan. Ia mencari apartemen yang estetik, agar dapat diunggah ke media sosial demi memenuhi gengsinya, juga supaya ia bisa menikah dengan pria kaya.

Sahabat terakhir adalah Danan, seorang anak tunggal dari keluarga kaya, yang tidak memiliki beban ekonomi. Namun, ia sangat sulit untuk menabung. Pada akhirnya, Danan berpikir untuk berhenti hura-hura dan membeli aset agar bisa pensiun dengan tenang.

Nyatanya, punya uang aja ternyata tidak cukup. Sebagai calon pembeli, Kaluna harus mempertimbangkan dengan jeli mengenai lokasi hunian, surat-surat, dan hal administrasi lainnya. Hunian dengan harga murah dan masih berada di daerah ibu kota pastinya patut diselidiki lebih jauh. Barangkali tau-tau IMB atau SHM-nya tidak ada.

Membeli apartemen juga tidak kalah ribetnya dengan membeli rumah. Kaluna perlu melakukan investigasi tentang pengembang, penyedia layanan jasa, juga mengenai hal-hal mistis yang mungkin didapati di sana. Pokoknya, Kalina harus mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan aman.

Pada saat Kaluna masih berjuang mewujudkan tempat tinggal impiannya, ada saja masalah yg datang. Mulai dari pertikaian dengan sang kekasih, Mas Hansa, yang menuntut Kaluna untuk tampil sebagai seorang dari kelas sosial yang sama dengannya.

Selain itu, ada juga masalah hutang keluarganya. Masalah-masalah ini menjadikan Kaluna merasa menjadi rakyat jelata saja tidak cukup membuat kepalanya mumet luar biasa.

Apakah keempat sahabat ini akhirnya berhasil menemukan hunian yang mampu mereka beli? Dan apakah Kaluna mampu mewujudkan keluarga yang ia impikan?

 

Kelebihan Novel Home Sweet Loan

Novel Home Sweet Loan menyajikan masalah dan konflik yang realistis, yang dinilai relevan dengan situasi dan kondisi yang dialami sejumlah pembaca. Masalah di mana memiliki keinginan untuk punya tempat tinggal sendiri.

Namun, keinginan tersebut cukup sulit diwujudkan, karena pada kenyataannya tidak semudah membeli kebutuhan sehari-hari yang lain. Selain itu, ada juga masalah seperti tuntutan menyesuaikan perbedaan kelas sosial pasangan, juga masalah finansial keluarga.

Selain menyajikan masalah yang nyata, Almira Bastari juga mampu membangun karakter yang juga seperti seseorang yang nyata ada di dunia ini. Seperti macam-macam sifat sahabat yang berbeda, mertua yang ribet dan menyebalkan, pasangan yang toxic, dan keluarga yang tidak pengertian.

Meskipun Almira Bastari menyajikan rentetan masalah yang cukup berat di novel Home Sweet Loan ini, penulis juga menyelipkan komedi, seperti pada narasi atau tanggapan percakapan antar para tokoh, hang dapat membuat pembaca tertawa.

Walaupun isi cerita novel Home Sweet Loan ini padat dan berat, tetapi Almira Bastari mampu mengemasnya menjadi bacaan yang menarik dan ringan. Almira mampu menyajikan ide dan dialog yang dekat dengan kehidupan nyata, sehingga menjadikan cerita dalam novel ini mengalir dan mudah dipahami.

Interaksi antar tokoh dan alurnya juga dinilai pas dan menarik. Para pembaca bahkan menemukan bahwa membaca novel ini seperti sedang menonton film. Sebab, visualisasi ceritanya jelas dan nyata.

 

Kekurangan Novel Home Sweet Loan

Pembaca menemukan tidak ada perkembangan karakter pada tokoh utama, yaitu Kaluna. Bukan tidak ada sama sekali, tetapi tidak signifikan, dan yang bisa dianggap sebagai perkembangan karakter adalah hal normal yang umum, yang memang seharusnya dilakukan.

Malah, tokoh yang memiliki perkembangan karakter yang signifikan adalah Danan. Danan yang dulunya suka foya-foya, tak memikirkan masa depan, tidak bisa menabung, kini mulai tercerahkan dan menghentikan kebiasaan buruknya. Ia mulai menabung untuk masa depan.

Beberapa pembaca menemukan terdapat kalimat yang menggantung. Seperti belum selesai dan belum jelas. Juga, terdapat kalimat yang rumit di awal cerita, yang membuat pembaca merasa bingung.

Pesan Moral Novel Home Sweet Loan

Dari sejumlah masalah yang dihadapi oleh para tokoh novel Home Sweet Loan ini, kita dapat mempelajari berbagai hal. Seperti, hendaknya kita hidup sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Jangan mengutamakan gengsi.

Hendaknya kita juga selalu mempertimbangkan segala hal, terutama finansial. Kata orang uang memang bukan segalanya, tetapi realitanya uang hampir memengaruhi segala aspek dalam kehidupan manusia.

Maka itu, hal yang telah ditanamkan dari kecil, yaitu rajin menabung, hendaknya kita laksanakan. Sebab, menabung adalah hal kecil yang dapat memberikan dampak besar.

Menikah tanpa mengukur kemampuan diri, termasuk di dalamnya merencanakan finansial dan hidup di masa depan berarti memutuskan untuk membuat masalah bagi diri sendiri, pasangan, dan keluarga besar. Menikah adalah langkah yang sangat besar, dan diperlukan persiapan yang matang untuk mengambil langkah tersebut.

Bagi kalian yang ingin mengetahui kelanjutan kisah Kaluna, 3 sahabatnya, dan sang kekasih, kalian bisa mendapatkan novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari ini di Gramedia.com.

 

Written by Gabriel