in

Review Novel Claires Karya Valerie Patkar

Novel Claires merupakan novel debut karya Valerie Patkar, penulis muda yang populer. Novel Claires pada awalnya diunggah melalui platform Wattpad.

Cerita Claires yang menjadi novel debut Valerie Patkar di Wattpad ternyata mampu menarik hati banyak pembaca, termasuk pihak penerbit.

Tidak pernah ia sangka sebelumnya, Valerie Patkar berhasil mendapat tawaran untuk menerbitkan cerita Claires itu menjadi bentuk novel fisik.

Novel Claires pada akhirnya berhasil diterbitkan pada tahun 2018 oleh Bhuana Ilmu Populer. Novel debutan Valerie Patkar ini kemudian berhasil meraih kesuksesan layaknya di platform Wattpad, dan menjadi salah satu novel best seller yang sangat dinantikan.

Novel Claires ini mengisahkan tentang kehidupan percintaan seorang wanita bernama Claire Paveitria. Claire tidak pernah mengetahui bahwa pertemuan singkatnya dengan seorang pria tampan yang tinggi semampai dan berkulit putih pucat itu akan berujung membuat perasaannya berperang dengan perasaan lain dalam hatinya.

Lelaki itu bernama Ares Nota. Ares tak akan pernah berhenti mengikuti Claire Paveitria. Pada awalnya, sang kasanova itu hanya berniat untuk bermain-main saja dengan Claire. Ares berpikir bahwa lucu juga untuk mengusili kekasih orang.

Ares mengetahui betapa sempurnanya hubungan yang dijalin oleh Claire dan kekasihnya yang bernama Kai. Mengetahui hal itu, bukannya ia menjauh, malah ia semakin gatal untuk menguji kesempurnaan hubungan yang dimiliki kedua sejoli itu.

Bagaikan menyiramkan minyak tanah pada api yang menyala, Ares seakan sengaja membuat api besar berkobar. Ares pada akhirnya jatuh pada permainannya sendiri.

Bagaimana Claire menanggapi ujian pada hubungannya bersama Kai? Apakah Claire dan Kai mampu bertahan menghadapi Ares sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka? Siapa yang akhirnya dipilih oleh Claire? Temukan jawabannya sendiri dengan mendapatkan novel Claire karya Valerie Patkar ini segera.

Profil Valerie Patkar – Penulis Novel Claires

Sumber foto: journal.sociolla.com

Valerie Patricia Karina atau yang dikenal dengan panggulan Valerie Patkar adalah penulis wanita kelahiran 1995, yang baru berusia 27 tahun. Valerie Patkar dikenal sebagai salah satu penulis Wattpad yang sukses menerbitkan ceritanya.

Valerie Patkar merupakan sarjana teknik pertambangan. Memang pekerjaannya sebagai penulis ini tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sebelum dikenal menjadi penulis Wattpad, Valerie Patkar ternyata memiliki cerita unik di balik karir kepenulisannya.

Valerie Patkar diketahui mengawali karir kepenulisannya dengan mempublikasikan karyanya di platform media sosial Ask.fm yang populer pada masa itu. Tak pernah ia sangka, cerita yang ditulis dan dipublikasikan di Ask.fm mendapat banyak respon positif dari sejumlah orang yang membacanya.

Ia menyatakan ada banyak orang yang menanyakan bagaimana kelanjutan cerita tersebut, maka itu ia pun terus melanjutkan kisahnya. Sampai pada akhirnya, ada salah satu teman Valerie yang mengenalkan aplikasi Wattpad kepadanya.

Temannya itu menyarankan Valerie Patkar untuk beralih mempublikasikan ceritanya di aplikasi Wattpad sebagai aplikasi yang paling tepat, karena dapat menjangkau lebih banyak pembaca dan memungkinkan Valerie untuk menyimpan cerita hasil tulisannya. Sejak saat itu, tahun Valerie Patkar mulai serius menekuni dunia kepenulisan di Wattpad.

Valerie Patkar kemudian mulai menulis cerita baru yang bertajuk Claires. Cerita Claires yang menjadi novel debut Valerie Parkar di Wattpad ternyata mampu menarik hati banyak pembaca, termasuk pihak penerbit.

Tidak pernah ia sangka sebelumnya, Valerie Patkar berhasil mendapat tawaran untuk menerbitkan cerita Claires itu menjadi bentuk novel fisik. Meski pada awalnya ia sempat ragu, tetapi akhirnya karyanya itu sukses diterbitkan dan disukai banyak orang.

Bahkan, buku fisik debutan Valerie Patkar tersebut juga mampu terpajang di deretan buku best seller. Novel Claires sendiri mengisahkan seorang gadis bernama Claire Paveitria yang memiliki kekasih bernama Kai Deverra.

Pasangan itu saling melengkapi dan kisah cinta mereka digambarkan hampir sempurna. Namun, kesempurnaan itu malah membuat Ares Nota mencoba untuk menguji hubungan Claire dan Kai.

Cerita Claires, diketahui menjadi populer di kalangan remaja, terutama bagi para fans EXO atau yang disebut EXO-L, karena cerita ini merupakan cerita fiksi yang biasa disebut sebagai fanfiction ini menggunakan visualisasi member EXO untuk setiap karakternya. Maka itu, banyak fans EXO yang tertarik dengan kisah Claires.

Setelah novel Claires sebagai novel debutannya dirilis pada 2018 dan berhasil menjadi best seller, Valerie Patkar kembali menerbitkan novel keduanya yang berjudul Nonversation. Novel Nonversation berhasil terbit pada 2019 dan lagi-lagi meraih kesuksesan dengan menjadi salah satu buku mega best seller.

Setelah itu, Valerie Patkar kembali berkarya dengan menerbitkan buku Game Over pada tahun 2020. Pada tahun 2021, Valerie kembali menerbitkan karya terbarunya yang berjudul Serangkai, yang mengisahkan tentang penerimaan duka sebagai seorang kekasih dan anggota keluarga.

Pada tahun yang sama juga, tahun 2021, Valerie Patkar berhasil menerbitkan novel Lukacita yang akan direview pada artikel ini. Selama tiga tahun berturut-turut, Valerie Patkar berhasil memperoleh penghargaan khusus dari Penerbit Bhuana Ilmu Populer Kategori Buku Terlaris.

Melalui karya tulisnya, Valerie Patkar percaya bahwa hal-hal kecil dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya dapat menciptakan kebaikan, menjadi suara yang dapat menenangkan, dan bisa menjadi “rumah” yang nyaman. Maka itu, anda dapat menemukan berbagai karya tulisan Valerie Patkar bukan hanya menghibur sebagai kisah fiksi biasa, tetapi juga mengandung makna yang mendalam.

Sinopsis Novel Claires

Kisah novel ini diawali dengan perpisahan Claire dan Kai yang masing-masing harus menempuh jalan yang berbeda demi mengejar cita-citanya. Mulai dari Kai yang harus pergi ke Silverstone demi mengejar cita-citanya menjadi seorang pembalap, dan Claire yang harus tinggal di Bali demi mengejar cita-citanya menjadi seorang penulis.

Setelah Kai pergi ke Silverstone, Claire yang sedari awal memang tinggal sendiri dan suka menyendiri, kemudian mulai meluangkan banyak waktu luangnya untuk membantu sang sahabat, Katrina. Claire membantu Katrina untuk menggelar sebuah pameran. Claire diketahui merupakan tipikal orang yang tidak enakan. Ia memiliki kesulitan untuk menolak permintaan orang lain.

Seperti saat Katrina meminta bantuannya untuk menemaninya pergi ke pesta ulang tahun temannya, Claire tentunya tak mampu untuk menolak. Di tempat pesta ulang tahun teman Katrina itu, merupakan tempat yang mempertemukannya dengan Ares Nota.

Ares Nota adalah sosok pria tampan yang tinggi semampai dan memiliki kulit putih pucat. Bersama ditemani Katrina, Claire untuk pertama kalinya dalam hidupnya, berkunjung ke sebuah club yang menjadi tempat awal titik balik dalam hidupnya.

Sedari awal kedatangannya, sosok Claire cukup menarik perhatian cowok semacam Ares Nota. Sosok cowok yang dikenal sebagai kasanova dan mudah menaklukan banyak wanita. Entah keberuntungan apa yang dimiliki Ares, niat Ares untuk mendekati Claire seperti didukung oleh semesta. Handphone milik Claire tertinggal di sebuah meja, dan secara tidak sengaja ditemukan oleh Ares.

Ares Nota yang sedari awal memiliki prinsip bahwa cinta itu tidak ada, kemudian mulai berpikir bahwa lucu juga jika ia mendekati kekasih orang, yaitu Claire. Dunia nampaknya memang memihak kepada Ares, karena saat Ares sampai di rumahnya dan mengecek handphone milik Claire, ternyata gawainya tidak terkunci. Dari sini lah rencana Ares untuk mendekati Claire dimulai.

Namun, ternyata bermula dari keisengan itu, Ares jatuh ke dalam perangkapnya sendiri. Ares Nota kemudian benar jatuh cinta kepada Claire. Claire di sisi lain memiliki perasaan yang membuat hatinya bertanya-tanya.

Claire dihadapkan kepada 2 pilihan. Bertahan untuk setia kepada Kai yang telah menjadi sosok yang mendampinginya selama 4 tahun, tapi sosoknya sekarang jauh di sana, atau memilih sosok Ares yang iseng dan baru dikenalnya selama beberapa bulan, tapi sosoknya nyata ada di sampingnya.

Kelebihan Novel Claires

Gaya bercerita Valerie Patkar dinilai sangat baik, dengan percakapan antar tokoh yang sangat mengalir, juga penggunaan bahasa yang mudah dimengerti dan sopan. Gaya bahasa yang digunakan Valerie Patkar dalam menuliskan novel Claires ini sangat ringan dan mampu membuat pembaca merasa penasaran dan ingin terus dan terus membaca novel ini.

Alur cerita cinta yang disajikan Valerie Patkar juga sangat memukau. Kisah cinta dengan konflik utama yang umum, tetapi cukup sulit ditebak, dan tidak berliku-liku.

Novel Claires ini juga banyak menyajikan kutipan-kutipan ala remaja. Maka itu, tak heran jika banyak remaja yang menyukai novel Claires ini.

Valerie Patkar tidak menyajikan dialog secara dominan dalam novel ini. Hal ini kemudian memungkinkan para pembaca untuk dapat mengeksplorasi imajinasinya sendiri mengenai apa yang sedang terjadi pada tiap adegannya.

Valerie Patkar juga mampu menggambarkan latar tempat suasana dan tempat dengan baik. Latar tempat dan suasana setiap adegan dinilai cukup detail dan mampu mendukung keseluruhan alur cerita ini.

Valerie Patkar juga mampu membangun karakter tiap tokoh dengan cukup kuat. Jumlah tokoh yang ada di novel ini juga sedikit, yang mana tokoh utamanya hanya tiga, yaitu Claire Paveitria, Kai Deverra, dan Ares Nota. Hal ini kemudian dapat membuat pembaca mudah mengingat tokoh-tokoh tersebut.

Secara keseluruhan, novel Claires bersifat ringan dan manis. Maka dari itu, novel Claires ini cocok untuk dibaca oleh kalian yang ingin membaca bacaan yang ringan untuk mengisi waktu senggang.

Kekurangan Novel Claires

Layaknya buku-buku lain, masih terdapat kesalahan penulisan yang ditemukan pembaca. Kesalahan penulisan yang ada di novel Claires dinilai cukup banyak, terutama pada bagian menjelang akhir.

Beberapa pembaca merasa perpindahan atau peralihan dari adegan satu ke adegan lainnya kurang mulus. Hal ini kemudian membuat beberapa pembaca merasa bingung.

Beberapa pembaca menilai kisah cinta yang diceritakan dalam buku ini cheesy, karena drama yang terlalu banyak. Juga, beberapa adegan seperti membenarkan perselingkuhan.

Terdapat beberapa adegan yang dinilai cukup eksplisit. Maka dari itu, dibutuhkan kebijakan dari para pembaca untuk memahami adegan tersebut, juga untuk mempertimbangkan apakah diri kalian sudah cukup dewasa untuk membacanya.

Pesan Moral Novel Claires

Cobaan dan hambatan itu pasti akan selalu ada dalam kehidupan. Tak terkecuali dalam hal cinta. Cinta dapat dinilai sederhana, tetapi sekaligus juga dapat menjadi sangat rumit, karena berbagai cobaan yang pasti akan menghampirinya.

Dibalik segala cobaan tersebut, kedua sejoli akan selalu diuji. Diuji untuk mengetahui apakah perasaan cinta dalam dirinya memang tulus dan kuat, atau perasaan yang disebut sebagai cinta itu hanya ditimbulkan oleh romantisme semata.

Hendaknya membangun hubungan dengan dasar kejujuran dan kesetiaan. Perlakukan orang lain dan pasanganmu sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

Jangan mudah percaya dengan orang lain, terutama mereka yang baru kita kenal. Memang bisa saja terlihat baik, tetapi tak menghilangkan fakta bahwa bisa juga mereka hanya berpura-pura dan memiliki niat buruk dibaliknya.

Bagi kalian yang ingin mengetahui apa keputusan yang akan diambil Claire, kalian bisa mendapatkan novel Claires karya Valerie Patkar ini di Gramedia.com.

Written by Gabriel