in

Review Novel Heartbreak Motel

Heartbreak Motel merupakan novel yang ditulis oleh Ika Natassa, seorang penulis ternama di Indonesia. Karya-karya Ika Natassa sendiri tentunya tidak perlu diragukan lagi. Beberapa contohnya yang sangat sukses hingga diadaptasi menjadi film layar lebar, yaitu Critical Eleven, Antologi Rasa, dan Susah Sinyal.

Ika Natassa juga membagikan teaser yang berisi 2 bagian cerita awal novel Heartbreak Motel melalui akun Instagramnya yang bernama @ikanatassa pada September 2018. Teaser ini tentunya dapat menarik perhatian para penggemar karya Ika Natassa, sehingga kemudian berdampak pada penjualan novel Heartbreak Motel yang tinggi angkanya.

Novel Heartbreak Motel berhasil diterbitkan pada bulan April 2022. Sebelum perilisan resminya, tentunya diberlakukan sistem pre-order untuk membeli buku ini. Dalam waktu 59 menit saja, 2000 copies berhasil terjual. Dan dalam waktu 3 hari saja dalam masa pre-order, penjualan novel Heartbreak Motel berhasil mencapai 4 ribu eksemplar.

Heartbreak Motel ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama tokoh utama dalam novel ini, yaitu Ava Alessandra. Ava Alessandra merupakan seorang aktris populer yang telah berhasil mendapatkan banyak penghargaan.

Novel Heartbreak Motel akan mengisahkan kehidupan Ava Alessandra sebagai seorang aktris, yang setiap kali mendapatkan peran, pastinya akan mencoba menghidupi karakter peran yang diberikan itu. Ava akan mempelajari berbagai metode akting, juga melatih pergolakan emosi yang dialami oleh tokoh yang diperankannya.

Oleh karena itu, setelah selesai akting untuk sebuah film, Ava akan mengambil waktu untuk menyendiri, memulihkan dirinya, dan mencari jati dirinya kembali di suatu tempat. Ava memutuskan untuk tinggal di tempat yang disebut Heartbreak Motel.

Di Heartbreak Motel, Ava bertemu dengan Raga. Raga ternyata tidak mengenal Ava sebagai seorang aktris. Bukannya tersinggun, Ava malah menyukai kenyamanan yang ia rasakan, karena dianggap sebagai orang biasa. Namun, kenyataan bahwa Ava adalah seorang aktris populer yang disembunyikannya itu malah menimbulkan berbagai masalah yang pada akhirnya harus Ava tanggung sendiri.

Profil Ika Natassa – Penulis Novel Heartbreak Motel

Sumber foto: goodreads.com

Ika Natassa merupakan wanita kelahiran 25 Desember 1977, yang saat ini berusia 45 tahun. Ika Natassa merupakan alumni dari Universitas Sumatera Utara, dari Fakultas Ekonomi, dan lulusan tahun 2000. Ika Natassa merupakan seorang penulis ternama di Indonesia, sekaligus seorang bankir di bank terbesar di Indonesia. Ika Natassa juga merupakan pendiri dari LitBox.

LitBox merupakan perusahaan start up sastra pertama di tanah air yang didirikan pada tahun 2013. LitBox menggabungkan konsep kotak misteri dan promosi daring yang ditujukan untuk penulis. LitBox menyediakan rekomendasi buku-buku kepada pembaca, yang kemudian membantu penulis, agar karya mereka dapat dikenal dan dibaca, serta membantu memperkenalkan penulis kepada penerbit yang mencari bakat baru.

Ika Natassa diketahui sudah menyukai dunia kepenulisan sejak kecil. Ika Natassa menyelesaikan menulis novel pertamanya dalam Bahasa Inggris saat berusia 19 tahun. Ika Natassa dikenal, karena menulis rangkaian novel populer yang fokus pada kehidupan para bankir muda di Indonesia.

Ika Natassa berhasil merilis novel debutnya pada tahun 2007, yang berjudul “A Very Yuppy Wedding”. Novel pertama Ika Natassa ini mendapatkan penghargaan dengan dipilih menjadi “Editor’s Choice” oleh majalah Cosmopolitan Indonesia, pada tahun 2008. Novel ini juga berhasil membawa nama Ika Natassa masuk ke dalam nominasi untuk kategori Penulis Muda Berbakat dalam Penghargaan Sastra Khatulistiwa pada tahun 2008.

Ika Natassa dikenal suka bereksperimen dengan metode penulisan. Contohnya, karyanya yang berjudul Twivortiare dan Twivortiare 2 merupakan dua novel yang ia tulis sepenuhnya di media sosial Twitter. Selain itu, karyanya yang lain yang berjudul “The Architecture of Love”, yang dimulai sebagai proyek #PollStory bersama Twitter Indonesia, merupakan buku pertama di dunia yang ditulis menggunakan fitur polling di aplikasi Twitter.

Ika Natassa juga merupakan salah satu finalis Fun Fearless Female dari majalah Cosmopolitan Indonesia. Ika Natassa berhasil mendapatkan penghargaan sebagai The Best Change Agent di perusahaannya, karena peran aktifnya dalam menerapkan budaya perusahaan di bank pada tahun 2008. Pada tahun 2010, Ika Natassa juga memperoleh penghargaan dalam Best Employee Award 2010.

Ika Natassa sebagai sosok yang berhasil dalam mempertahankan karir di bank sambil menggeluti karir kepenulisan sebagai minatnya kemudian berhasil membuatnya dianugerahi penghargaan sebagai Ikon Wanita oleh The Marketeers pada tahun 2010. Pada tahun 2014, Ika Natassa memulai kampanye gerakan sosial untuk mempromosikan gemar membaca yang disebut Reading is Sexy.

Kampanye ini berhasil menarik perhatian masyarakat, termasuk tokoh-tokoh yang populer di masyarakat. Beberapa contoh sosok yang mendukungnya, yaitu Hamish Daud Wyllie, Acha Septriasa, Ernest Prakasa, Jason Godfrey, Karina Salim, Mouly Surya, dan masih banyak lagi.

Beberapa contoh karya Ika Natassa yang telah berhasil diterbitkan dan menjadi buku best seller, yaitu Divortiare (2008), Underground (2010), Antologi Rasa (2011), Twivortiare (2012), Twivortiare 2 (2014), Critical Eleven ( 2015), The Architecture of Love (2016), Susah Sinyal (2017), dan Heartbreak Motel (2022)

Sinopsis Novel Heartbreak Motel

Hidup ini tidak pernah berhenti menyembunyikan arti menyimpan misteri. Hidup tak selalu memberikan jawaban atas setiap pertanyaan yang muncul, dan waktu terus bergulir. Satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, satu momen.

Pertanyaan dan permasalahan baru terus muncul, tanpa memedulikan masalah lama yang sudah ada sebelumnya, yang belum sempat terurai. Ava Alessandra menemukan panggilan hati sebagai seorang aktris sejak ia masih berusia enam belas tahun.

Sebagai seorang aktris, Ava kerap berpindah dari satu peran ke peran lainnya. Baik itu peran yang ia pilih, atau peran yang dipilihkan untuknya. Ava berusaha untuk membuat semua takdir yang tidak dipahaminya menjadi terasa masuk akal.

Ava tidak peduli bahwa setiap dirinya selesai menjalankan peran, ia harus menyendiri, jungkir balik memulihkan diri sendiri di satu tempat yang disebut Heartbreak Motel. Pada ulang tahunnya yang ketiga puluh, bermula dari tempat itu, sejumlah pertanyaan baru menyerangnya tumpang tindih. Pertanyaan yang muncul, karena kehadiran tiga lelaki yang mengisyaratkan dan mengecoh masa lalu, masa kini, dan masa depannya.

Kelebihan Novel Heartbreak Motel

Gaya penulisan novel Heartbreak Motel ini dinilai masih sangat khas gaya tulis Ika Natassa, yang mana sebelum masuk ke inti cerita, Ika Natassa memberikan prolog panjang terlebih dahulu, yang berkaitan dengan filosofi, analogi, dan semacamnya mengenai kehidupan. Bagian awalan itu dinilai pembaca dapat menambah wawasan para pembaca.

Novel Heartbreak Motel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, sehingga para pembaca dapat memahami cerita ini secara menyeluruh. Mulai dari cara pikir Ava, konflik batin yang dialaminya, ketakutannya, kekhawatirannya, juga luka emosional yang dimilikinya akibat kejadian di masa lalunya.

Novel Heartbreak Motel ini memiliki alur yang maju mundur. Meski begitu, cerita Heartbreak Motel ini dikisahkan dengan sangat baik, karena pergantian alurnya tidak tumpang tindih. Setiap adegan juga menyediakan detail yang baik, dan setiap konflik memiliki penyelesaian yang baik juga.

Ika Natassa mampu membuat karakter tokoh utama yang kompleks, tapi diseimbangkan dengan karakter tokoh-tokoh pendukung yang membuat tokoh utama itu tetap ‘waras’. Karakter tokoh yang kuat ini juga mampu membuat para pembaca untuk merasakan berbagai emosi, seperti senang, marah, sedih, tegang, dan lain sebagainya.

Oleh karena novel Heartbreak Motel ini mengusung tema yang jauh berbeda dibandingkan novel karya Ika Natassa sebelumnya, kisah Heartbreak Motel ini dinilai sangat segar, dengan mengangkat tokoh utama, yaitu seorang aktris, juga menggambarkan dunia perfilman, dinilai oleh pembaca lebih relate dengan kehidupan di dunia nyata.

Novel Heartbreak Motel ini juga menyediakan plot twist yang pastinya dapat mengejutkan dan memukau para pembaca. Bagi kalian yang menyukai plot twist, pastinya akan menyukai membaca novel ini.

Kekurangan Novel Heartbreak Motel

Gaya penulisan Ika Natassa memang dikenal menggunakan kalimat yang panjang. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan preferensi beberapa pembaca, karena kalimat yang terlalu panjang membuat bacaan ini menjadi cukup berat. Maka itu, para pembaca juga harus berkonsentrasi secara maksimal untuk dapat mengerti makna dari tulisan-tulisan tersebut.

Dalam novel Heartbreak Motel ini terdapat adegan kekerasan dan pelecehan seksual yang mungkin dapat memicu trauma sejumlah orang. Dalam novel ini juga terdapat adegan dewasa, sehingga novel ini tidak cocok dibaca untuk anda yang masih berada di bawah umur.

Sejumlah pembaca mendapati terdapat beberapa bahasan mengenai fakta yang tidak relevan dengan fokus cerita. Bahasan yang seharusnya menjadi pengantar cerita dan memperkenalkan sudut pandang tokoh utama dinilai terlalu banyak dan membuat penjelasan tersebut menjadi nanggung.

Konflik yang disajikan novel Heartbreak Motel ini dinilai membingungkan oleh sejumlah pembaca, karena terlalu banyak yang dibahas. Seperti tentang kesehatan mental Ava, hubungan yang tidak sehat, pelecehan seksual, konflik dengan keluarga, dan juga konflik percintaan.

Heartbreak Motel yang diduga pembaca menjadi latar tempat utama yang memegang peran penting ternyata tidak memiliki peran yang penting dan membawa cerita. Heartbreak Motel dalam cerita ini hanya sebagai properti saja. Hal ini tidak memuaskan ekspektasi sejumlah pembaca.

Pesan Moral Novel Heartbreak Motel

Dibalik indahnya kehidupan seseorang, ternyata terdapat fakta yang menyedihkan pula. Seperti pada kisah ini, Ava sebagai seorang aktris yang populer dan hidupnya terlihat sempurna, ternyata menyimpan berbagai masalah yang kelam. Ia juga harus mengorbankan kehidupan pribadinya, dan kerap mempertanyakan jati dirinya.

Kepopuleran yang selama ini dinilai menguntungkan, ternyata bisa juga merugikan. Dari hal ini kita dapat belajar bahwa dalam setiap hal pasti ada sisi yang baik dan sisi yang buruk. Kedua hal itu harus dapat kita pertimbangkan secara kritis dari awal, sebelum akhirnya terjun untuk menggeluti atau memusatkan diri kepada hal tersebut.

Dari kisah Ava ini juga kita dapat belajar bahwa jangan menilai seseorang dari hal yang kelihatannya saja. Begitu juga, kita seharusnya tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, karena kita melihat hidup orang lain lebih sempurna.

Sebab, kehidupan semua orang sama saja. Sama-sama tidak sempurna, sama-sama memiliki kekurangan. Dari pengetahuan akan hal ini juga, hendaknya kita tidak menghakimi orang lain.

Dalam kehidupan, masalah pasti akan selalu datang. Pertanyaan baru pasti akan selalu muncul. Hal itu adalah hal yang wajar, dan setiap orang pasti juga akan mengalaminya. Jadi, mari teguhkan diri bahwa anda pasti dapat melalui segala rintangan kehidupan. Jangan menyerah, dan ketahuilah bahwa anda adalah seorang yang hebat.

Setiap hal baik yang kita dapatkan, pasti harus menempuh perjuangan. Dianalogikan seperti untuk mendapatkan ilmu, kita tentunya harus berjuang untuk belajar. Begitu juga untuk bahagia, kita harus melakukan pengorbanan. Percaya pada proses dan jangan fokus kepada hasil saja.

Setiap orang pasti akan berubah seiring dengan perjalanan waktu dan perubahan pada dunia. Jangan berpusat pada masa lalu yang mungkin akan mengaburkan pandanganmu terhadap realita masa kini. Fokus di masa kini, untuk mempersiapkan diri menjalani masa depan yang lebih baik.

Bagi kalian yang ingin membaca novel Heartbreak Motel karya Ika Natassa, kalian bisa mendapatkannya hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel