in

Rekomendasi Novel Terbaru & Terbaik Yang Bagus

Rekomendasi Novel Terbaik Yang Bagus – Di masa sekarang ini banyak dari sebagian masyarakat memanfaat waktunya untuk melakukan segala aktivitasnya, seperti membaca sebuah buku. Kini kegiatan membaca tersebut menjadi salah satu kegiatan yang mulai digandrungi oleh banyak kalangan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga anak muda, menyukai kegiatan membaca buku.

Terdapat berbagai pilihan buku yang bisa kamu baca guna mengisi waktu senggang kamu. Terdiri dari buku novel, buku komik, buku cerita, dan berbagai jenis buku lainnya. Namun, buku novel merupakan salah satu buku yang seringkali dibaca oleh masyarakat, terutamanya kalangan anak muda.

Di dalam buku novel tersebut, terdapat beberapa genre yang bisa kamu baca, diantaranya adalah percintaan, fantasi, fiksi ilmiah, misteri, hingga dengan horor. Kamu bisa menentukan berbagai pilihan genre itu sesuai dengan keinginan kamu.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa novel yang menjadi salah satu best seller di tahun 2021 dan disukai oleh banyak masyarakat dengan salah satunya yaitu kalangan anak muda. Nah, apa saja novel itu? Berikut adalah rekomendasi Judul Novel yang bagus bagi kalangan anak muda, diantaranya sebagai berikut:

Rekomendasi Novel Yang Bagus (Desember 2021)

1. Gadis Minimarket – Sayaka Murata

Novel dengan judul Gadis Minimarket adalah novel terjemahan dari bahasa Jepang yang ditulis oleh Sayaka Murata dan dialihbahasakan oleh Ninuk Sulistyawati. Novel ini mengisahkan seorang gadis bernama Keiko Furukura dan akrab dipanggil Keiko. Semasa sekolah hingga kuliah, ia sangat pendiam dan suka menyendiri, sehingga ia hampir tidak memiliki teman semasa menempuh pendidikan.

Waktu menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, ia pernah memukul kepala temannya menggunakan sekop hingga berdarah dengan alasan untuk melerai temannya yang sedang bertengkar. Setelah kejadian itu, ibu Keiko disuruh datang ke sekolah dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukan oleh anaknya.

Di sisi lain, Keiko masih bingung, karena ia merasa tidak diberikan sebuah alasan mengapa tindakannya dianggap salah padahal ia merasa telah melakukan hal yang benar karena sudah melerai anak-anak yang bertengkar.

Keiko selalu berusaha untuk mengubah dirinya agar menjadi pribadi yang mudah untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Namun, sampai ia SMA dan kuliah sifat yang dimilikinya tak pernah berubah, ia selalu lebih suka menghabiskan waktunya sendiri. Semasa kuliah, Keiko mulai berniat untuk mengisi waktu luangnya dengan bekerja paruh waktu walaupun uang jajan yang diberikan oleh orang tuanya sudah cukup.

Ia mencoba melamar pekerjaan menjadi pegawai minimarket setelah melihat sebuah poster yang bertuliskan “SEGERA DIBUKA Smile Mart Stasiun Hiromachi”. Poster itu ditempelkan di jendela bening minimarket tersebut. Keiko tak menyangka jika lulus wawancara dan diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan karyawan selama dua minggu dan berhasil diangkat menjadi pegawai paruh waktu di minimarket tersebut.

Semakin lama bekerja di minimarket tersebut Keiko mulai merasa kenyamanan yang tak bisa ia rasakan ketika berkumpul bersama teman-teman masa sekolahnya. Bahkan, ia tidak peduli dengan dunia luar, karena yang ada di dalam pikirannya hanyalah menjadi pegawai minimarket saja, sehingga banyak orang yang menyebut dirinya abnormal. Apakah Keiko akan berubah menjadi seseorang “normal” yang sering dikatakan banyak orang atau tetap menjadi dirinya sendiri walaupun dinilai sebagai pribadi yang abnormal?

2. YoungAdult: Ten Years Challenge – Mutriani 

banner-promo-gramedia

Jika kamu suka dengan novel dengan genre romantis, maka novel YoungAdult: Ten Years Challenge Mutriani cocok untuk dijadikan bacaan dikala waktu senggang. Kisah romantis yang ada di dalam novel ini tidak jauh dalam kehidupan sehari-hari atau mungkin saja kamu juga mengalami kisah cinta yang hampir sama dengan novel yang diterbitkan tahun 2020 ini. Namun, pada pertengahan 2021 novel yang dipenuhi dengan drama cinta ini masih digemari oleh pencinta novel.

Penulis menggunakan sudut pandang dari tokoh yang bernama Atya dengan usia 27 tahun yang baru diputuskan oleh kekasihnya secara sepihak yang bernama Diga. Padahal mereka sudah menjalin hubungan sejak SMA. Atya merasa kalau ini semua tidak adil dan hidupnya seperti tidak bisa merasakan cinta lagi. Suasana semakin memburuk ketika diselenggarakannya reuni SMA, ia bertemu dengan Diga yang membawa pacar barunya.

Pertemuan itu ternyata membuat mereka berdua bertengkar dan ketika Atya harus pulang dengan membawa kekesalan, sehingga ia kecelakaan. Ketika Atya membuka matanya, ia berada di masa lalu seolah-olah seperti lahir kembali atau rebirth pada 10 tahun yang lalu. Ketika kembali ke masa lalu, Atya berusaha memperbaiki hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu terutama agar bisa kembali ke pacarnya, Diga. Apakah Atya berhasil memperbaiki hubungan bersama Diga atau ia memilih jalan baru untuk kehidupan selanjutnya?

3. Puya ke Puya – Faisal Oddang

Novel dengan judul Puya ke Puya adalah novel yang memenangkan sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Novel Terbaik Versi Tempo pada tahun 2015. Novel yang sudah mendapatkan penghargaan tersebut buah karya dari pengarang Faisal Oddang. Novel ini memang pertama kali dicetak pada tahun 2015, tetapi di tahun 2021 baru diterbitkan versi digitalnya. Dengan adanya versi digital, kamu bisa membaca novel ini dari telepon genggam yang hampir digunakan sehari-hari.

Novel ini menggunakan latar belakang tradisi kematian di tanah Toraja. Penulis mampu membuat tradisi ini ke dalam suatu bentuk cerita yang mengagumkan, sehingga pembaca dapat mengenal tradisi kematian di Toraja dengan mudah. Bagi sebagian orang mungkin sudah tahu bahwa proses upacara adat di tanah Toraja memang sangat mahal, sehingga tak semua orang mampu melaksanakan upacara adat tersebut.

Novel ini mengisahkan tentang kematian pemimpin atau ketua adat di Kampung Kete’, Toraja. Ketua yang sudah meninggal itu bernama Rante Ralla. Dalam tradisi kematian rambu solo, setiap kematian ketua adat harus dilakukan upacara yang cukup besar, mulai dari memotong puluhan kerbau dan ratusan babi. Kematian ketua adat, Rante Ralla meninggalkan satu-satunya putra dan dan seorang istri.

Sebelum meninggal, putra Rante Ralla yang bernama Allu Ralla memiliki beda pandangan terhadap upacara kematian rambu solo di tanah Toraja. Ia beranggapan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan upacara kematian tersebut cukup mahal. Namun, sang ayah selalu memiliki jawaban dari tanggapan yang diberikan oleh Allu Ralla. Sang ayah menjelaskan bahwa coba lihat dari sisi lainnya, akan ada kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab.

Penulis menyuguhkan perdebatan antara ayah dan anak itu cukup panjang, sehingga pembaca akan mengetahui bahwa di balik upacara kematian yang cukup mahal terkandung banyak sekali nilai-nilai sosial masyarakatnya. Bahkan, putra dari ketua adat Rante Ralla mengatakan bahwa ketika ambe (sebutan ayah) meninggal dimakamkan saja di Makassar agar tidak ada biaya upacara kematian karena Allu Ralla tidak memiliki biaya untuk mengadakan upacara kematian rambu solo.

Hingga tiba waktunya Rante Ralla meninggal dunia, ternyata perdebatan itu masih muncul. Allu Ralla tetap kukuh agar ayahnya dimakamkan di Makassar, tetapi keluarga besar menolak tawaran itu, hingga akhirnya jenazah dari ketua adat Rante Ralla tidak segera dilakukan upacara rambu solo.

Konflik yang ada di dalam novel ini, ternyata bukan hanya seputar konflik yang terjadi di dalam keluarga dan masyarakat desa, tetapi konflik juga terjadi dengan perusahaan tambang yang mulai masuk tanah Toraja. Apakah tanah Toraja yang menjadi tanah kelahiran dari Allu Ralla dapat dipertahankan atau malah diambil oleh perusahaan tambang?

4. Wingit – Sara Wijayanto

Buku Digital Wingit oleh Sara Wijayanto

Bagi kamu yang sering menonton youtube horor, pastinya tidak asing dengan youtuber horor, Sara Wijayanto. Ia sering mencari dan menemukan tempat-tempat yang dihuni oleh makhluk-makhluk gaib dan ia juga suka berbicara dengan makhluk-makhluk gaib yang ada di tempat yang sedang dikunjungi. Dari salah satu tempat yang pernah dikunjungi oleh Sara Wijayanto ditulis ulang ke dalam bentuk sebuah novel dengan genre horor. Ketika kamu membaca novel ini, maka kamu ikut merasakan suasana horor.

Sara Wijayanto membangun suasna horor dengan menceritakan adanya tujuh makhluk halus yang ada di salah satu perumahan yang sudah tidak dihuni sejak lama. Perumahan tanpa penghuni tersebut terletak di daerah Jakarta Timur. Beberapa makhluk halus akan masuk ke tubuh Sara Wijayanto untuk meceritakan kisah hidupnya. Meskipun hanya diceritakan melalui sebuah novel, tetapi pembaca akan ikut merasakan suasana ketika Sara Wijayanto berada di perumahan tersebut.

Salah satu makhluk halus yang membagikan kisahnya melalui Sara Wijayanto bernama Siti. Kisah bercerita bahwa ia sangat ingin memiliki profesi yang seperti pada wanita-wanita pada umumnya, tetapi sayang semua keinginan itu harus sirna karena lingkungan Siti membawa dirinya ke dalam sisi gelap kehidupan.

Meskipun novel ini memiliki nuansa yang cukup horor, tetapi melalui kisah-kisah dari makhluk halus yang dibagikan lewat Sara Wijayanto, pembaca akan mendapatkan nilai-nilai kehidupan dan pelajaran hidup yang dapat diterapkan untuk kehidupan manusia agar tidak ada penyesalan seperti makhluk-makhluk halus yang ada di tempat tersebut.

Kamu penasaran dengan makhluk-makhluk halus yang ada di dalam novel Wingit? Penulis seperti memiliki kekuatan untuk mengajak pembaca agar ikut merasakan suasana horor melalui cerita-cerita sedih dan sadis dari para makhluk halus. Dengan membaca novel ini, pembaca akan dibuat percaya bahwa makhluk halus itu nyata adanya, sehingga kita harus bertingkah laku baik terhadap lingkungan yang baru.

5. Selamat Tinggal – Selamat Tinggal 

banner-promo-gramedia

Siapa yang tidak mengenal seorang penulis sekaligus pengarang novel Tere Liye, sepertinya hanya sedikit orang saja yang tak mengenal Tere Liye. Hamir setiap novel yang ditulis olehnya, selalu menjadi best seller, seperti novel tentang kamu, novel serial bumi, dan masih banyak lagi. Apakah kamu pernah membaca novel Tere Liye atau kamu memiliki salah satu dari novel Tere Liye? Pada pertengahan 2020, Tere Liye menerbitkan sebuah novel dengan judul Selamat Tinggal. Meskipun terbit pada tahun 2020, tetapi di pertengahan 2021, novel ini masih diminati oleh banyak orang.

Novel Selamat Tinggal mengisahkan tentang seorang tokoh laki-laki yang sudah lama duduk di bangku kuliah karena tak kunjung lulus. Laki-laki yang bernama Sintong Tinggal tak segera menyelesaikan skripsinya hingga masuk tahun ke tujuh, sehingga ia juga dikenal sebagai “mahasiswa abadi” di Fakultas Sastra. Dalam kesehariannya, selain kuliah Sintong juga menjaga toko buku bajakan miliki pamannya untuk menambahkan uang jajannya.

Pembaca akan tersadar bahwa dengan kehadiran toko buku bajakan, maka para penulis akan dirugikan, sehingga pendapatan dari penulis akan berkurang. Selain itu, pembaca akan ditunjukkan adanya sebuah ironi dari nama toko buku bajakan yang dijaga oleh Sintong, yaitu “Berkah”. Bagaimana ceritanya bisa dinamakan “Berkah”, padahal sudah memotong pendapatan penulis atau pengarang sebuah buku? Penulis membiarkan pembaca untuk menemukan jawaban dari sebuah ironi tersebut.

Sintong ingin sekali menyelesaikan kuliahnya, tetapi harus terkendala biaya dan kisah cinta. Padahal ia tergolong mahasiswa yang cukup cerdas. Kecerdasan yang dimiliki oleh Sintong dapat dilihat melalui masa lalunya yang pernah menjadi wakil pemimpin redaksi majalah di kampusnya, serta tulisannya pernah dimuat dalam salah satu koran nasional. Putus cinta yang dialami oleh Sintong, ternyata membuat dirinya lebih memilih untuk menjadi “mahasiswa abadi” di Fakultas Sastra. Namun, Sintong mempunyai prinsip bahwa semua cerita masa lalunya harus diberikan ucapan selamat tinggal agar mampu menghadapi masa depan yang lebih baik.

Hingga pada suatu waktu, Sintong bertemu dengan seorang gadis dari Fakultas Ekonomi. Gadis degan wajah bersih dan rambut panjang itu bernama Jess. Sintong seperti merasakan arti cinta kembali setelah melihat kedatangan Jess di toko buku bajakan yang ia jaga. Penulis bukan hanya menyajikan rasa cinta Sintong terhadap Jess, tetapi permasalahan penulisan skripsi Sintong juga diceritakan dalam novel ini.

Sintong yang sangat ingin menyelesaikan kuliahnya berusaha menyusun skripsi tentang penulis sastra ternama, yaitu Sutan Pane. Nama Sutan Pane perlahan-lahan mulai menghilang dari dunia sastra Indonesia, sehingga Sintong harus menggali informasi dengan cara bertemu dengan orang-orang terdekat dari Sutan Pane. Dengan pencarian yang dilakukan oleh Sintong akan membuat pembaca tersadar bahwa penulis ternama sekalipun namanya akan hilang, jika tidak ada literatur yang mencatat tentang kehidupan dari penulis ternama tersebut.

Apakah Sintong berhasil menyelesaikan skripsinya dan berhasil mendapatkan cintanya Jess?

Rekomendasi Novel Terbaru & Terbaik yang Bagus (Update November 2021)

1. Twenty Four Eyes – Sakae Tsuboi

Twenty Four Eyes
Twenty Four Eyes

tombol beli buku

Twenty Four Eyes terdiri dari sepuluh bab yang membuat cerita di dalamnya semakin menyentuh segi kemanusiaan. Novel karya Sakae Tsuboi ini diklaim sebagai novel antiperang yang tidak menunjukkan sisi gelap dari perang. Sakae hanya memperlihatkan pengaruh perang pada kehidupan orang-orang sesudahnya, bahkan walaupun perang telah berakhir, segala hal yang sudah terjadi selama perang pun mengubah banyak hal, khususnya persoalan pendidikan dan kesehatan.

Novel ini mengambil kisah melalui sudut pandang anak-anak yang lugu dan guru yang antiperang sehingga akan terasa gamblang bagaimana anak-anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan bahasa dan riang walaupun perang tengah berlangsung. Ke-12 anak mengilustrasikan anak-anak dengan berbagai latar belakang keluarga, seperti ada anak dari seorang nelayan, anak orang kaya raya, anak dari pengangkut barang, dan tukang kayu.

Anak-anak tersebut berkumpul dalam satu kelas. Penulis hendak menyuguhkan ilustrasi hidup pada masa-masa perang yang mana kehidupan di masa itu sangatlah tidak mudah. Dirinya berharap agar perang tidak berlangsung lagi di kehidupan baru kelak.

Sakae Tsuboi menuliskan kisah dalam novel ini pada tahun 1952, setelah dirinya pindah ke Tokyo. Sementara perang yang digambarkan di novel ini berakhir sesudah terjadinya bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang membuat Kaisar bertekuk lutut pada pihak asing, tepatnya tahun 1945. Adapun perang yang dimaksud di Jepang berpengaruh pula dengan negara Indonesia, tetapi penulis tidak menyinggung permasalahan tersebut. Ia hanya berfokus dengan kisah anak-anak di Desa Tanjung dan bu guru Oishi.

Menariknya, sebenarnya novel Twenty Four Eyes telah dialihwahanakan ke dalam bentuk film pada 1954. Kemudian, sebagai bentuk penghormatan pada karya Sakae Tsuboi, Prefektur Kagawa memutuskan Sakae Tsuboi Prize untuk anak-anak dari prefektur tersebut.

2. Di Tanah Lada –  Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie

Di Tanah Lada
Di Tanah Lada
banner-promo-gramedia

tombol beli buku

Di Tanah Lada merupakan novel keluaran tahun 2015 yang mengambil kisah melalui sudut pandang ‘aku’ alias Salva, anak perempuan berusia 6 tahun yang tergila-gila akan buku kamus. Novel ini menceritakan kehidupan keluarga yang tidak harmonis. Tokoh ayah dari Salva merupakan lelaki yang tidak tahu diri dan diuntung, senangnya membuang-buang uang dengan melakukan judi, tak jarang ia melakukan kekerasan pada anak dan istrinya.

Tokoh ‘aku’ mengilustrasikan karakter dari tokoh ayahnya melalui paragraf deskripsi sebagai sosok hantu yang kerap kali membuat suasana rumah semakin dingin dan mencekam. Walaupun demikian, di novel ini Salva tidak memperlihatkan gambaran kebenciannya akan sosok ayahnya, melainkan lebih merasa takut dan kecewa.

Menariknya, Ziggy selaku penulis acap kali mengubah emosi yang sifatnya negatif menjadi sebuah bahan yang berisi humor gelap atau dark jokes. Hal tersebut yang dapat membuat kalian–para pembaca–akan asyik membaca novel ini sebab melalui sudut pandang tokoh anak kecil.

Tema cerita dalam novel ini sebenarnya hal yang lazim kita dengar, yakni kekerasan dalam rumah tangga yang kerap membumbui proses tumbuh kembang seorang anak. Hal tersebut menjadi poin penting dan sangat bagus untuk mendampingi tokoh utama dalam bermain.

Hal menarik lainnya yang membuat cerita dalam novel Di Tanah Lada terkesan berbeda, yaitu perspektif dari tokoh Salva selaku anak berusia 6 tahun yang menceritakan kepahitan dan kesedihan hidupnya menggunakan gayanya yang khas.

Meskipun novel ini mengusung tema yang bisa dikatakan sangatlah sedih hingga menyentuh hati, tetapi tokoh Salva–dengan gaya lugunya–mampu membuat pembaca tetap dapat menikmati alur cerita yang bernas akan kemalangan dari para tokohnya.

Bagi yang gemar membaca novel dengan kisah pilu nan menyedihkan, novel ini adalah pilihan yang tepat.

3. Cantik itu Luka – Eka Kurniawan

Cantik itu Luka
Cantik itu Luka

tombol beli buku

Cantik itu Luka adalah suatu karya besar sastra yang luar biasa, terbit pada tahun 2002 dan berhasil diterjemahkan ke lebih dari 34 bahasa, serta pemenang World Readers Award pada tahun 2016. Novel ini ditulis oleh penulis asal Indonesia, Eka Kurniawan yang mana dirinya menyajikan dengan bahasa yang mampu membuat para pembacanya berpikir liar sebab alur ceritanya pun disuguhkan dengan terlalu rumit.

Maka jangan heran bilamana tidak sedikit dari pembacanya yang tidak berhasil memperkirakan kisah apa yang hendak terjadinya berikutnya, alur cerita yang sulit ditebak sebab digunakan alur maju mundur. Apabila bacaan pada umumnya, pembaca akan mengetahui secara langsung jika alurnya mengalami pergantian.

Hal tersebut hendak dirasakan saat suasana dari kisah yang diceritakan mengalami perbedaan dengan sebelumnya. Namun, lain halnya dengan novel setebal 508 halaman ini, pembaca seolah-olah dibuat ‘mati’ akan pergantian alur cerita di dalamnya sebab tampak tidak adanya pemisah antara kisah di alur pertama dengan kisah di alur berikutnya.

Lewat Cantik itu Luka, kita dapat melihat praktik Jugun Ianfu di dalamnya, yaitu para perempuan yang secara dipaksa agar menjadi budak seks oleh para tentara Jepang. Melalui praktik tersebut, kita pun dapat mengetahui bagaimana tokoh Dewi Ayu, sosok perempuan Indonesia yang mempunyai keberanian dalam menjalankan kehidupan di atas kepatihan sejarah yang nyata.

Praktik Jugun Ianfu dapat dikatakan sebagai bentuk penjajahan tentara Jepang terhadap para perempuan di Indonesia. Meskipun Eka menyuguhkan kisah ini dengan cukup vulgar yang sungguh ‘liar’, pembaca tetap dapat menikmati sajian cerita percintaan yang tidak ‘kampungan’.

Di tiap bagian cerita tidak terlepas dari sajian cerita cinta menggunakan berbagai bahasa vulgar juga liar. Namun, sebenarnya memang hal tersebut yang menjadikan karakteristik pokok dari bagian-bagian cerita dalam novel ini.

Dengan membaca novel Cantik itu Luka, kita dapat mengetahui dan memahami kenyataan sejarah pahit kolonialisme di Indonesia. Novel ini memberikan pengajaran kepada pembacanya bahwa definisi cantik di zaman itu sangatlah berbeda dengan definisi cantik di zaman sekarang.

Di zaman itu, para perempuan dipaksa untuk menjadi budak seks, yaitu budak penghibur dan pemuas birahi dari para tentara penjajah, sementara di zaman sekarang, kecantikan seolah-olah diperdagangkan dengan tanpa adanya unsur paksaan.

Cantik itu Luka menjadi novel yang sangat direkomendasikan bagi para penggiat sastra Indonesia, terlebih para pembaca yang sangat gemar dengan genre realisme magis dan tentunya sejarah. Novel ini pun dapat dijadikan sebagai bahasan pembelajaran sejarah bagi kalangan mahasiswa. Tidak hanya bagi mahasiswa sastra, mahasiswa sejarah pun dapat menjadikan novel ini sebagai referensi bacaan.

4. Yang Bertahan dan Binasa Perlahan – Okky Madasari

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan
Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

tombol beli buku

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan merupakan buku kumpulan cerita pendek karya Okky Madasari, seorang penulis yang pernah menggait sebuah penghargaan Khatulistiwa Literary Award. Berbagai karya dari Okky Madasari pun telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman.

Adapun tema dari berbagai cerpen dalam terbitan tahun 2017 ini pun mengenai kritik sosial dan politik yang memang khas dari sang penulis. Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan terdapat 19 judul cerpen atau cerita pendek yang cukup menyentik, seperti kisah Bandiman yang mencoba untuk keluar dari lingkungan kelahirannya.

Selain Bandiman, ada pula sosok Keumala, Hawa, Hanna, dan lainnya dengan cerita yang berbeda. Berbagai cerita yang ada sangat mewakilkan isu sosial yang ramai terjadi di masyarakat. Contohnya, pedofilia, pelecehan seksual, pergaulan bebas, dan provokator. Tidak hanya itu, tentu masih ada lagi isu yang diangkat dan dibalut rapi oleh sang penulis menjadi suatu cerita fiksi yang tidak diragukan lagi.

Yang Bertahan dan Binasa menjadi cerita yang terpanjang. Buku ini sarat akan pesan moral, baik itu yang tersirat maupun tersurat. Akan tetapi, cara si penulis membuat menyisipkan hal tersebut tidak terkesan menggurui. Semua kembali lagi kepada fitrah kita sebagai makhluk sosial dan kekuatan dalam menghadapi segala persoalan. Kemudian, penulis sengaja menyisipkan sindiran secara halus pada setiap ceritanya. Semuanya disuguhkan secara jelas dengan tanpa basa basi.

Buku setebal kurang lebih 200 halaman ini sangat direkomendasikan untuk dimiliki dan dibaca sebab kalian akan mengetahui serta memahami bagian lain dunia yang bernas dengan pertahanan manusia dan pergulatan.

5. Merahnya Merah – Iwan Simatupang

 

Merahnya Merah
Merahnya Merah

tombol beli buku

Novel Merahnya Merah merupakan karya pertama Iwan Simatupang yang diterbitkan pada tahun 1968. Novel ini mengambil latar pasca revolusi, mengilustrasikan kehidupan para gelandangan yang hidup di semaraknya kota metropolitan beserta permasalahan yang ada. Kisah dimulai ketika ‘Tokoh Kita’ hadir ke gubuk gelandangan.

Tokoh Kita adalah tokoh utama di novel ini. Sebelum masa revolusi, ia adalah seorang calon Rahib, kemudian selama revolusi ia menjadi seorang komandan kompi, dan pada akhir revolusi ia menjadi algojo yang berdarah dingin. Pasca revolusi, ia masuk ke dalam rumah sakit jiwa hingga akhirnya dinyatakan sembuh, lalu menjadi seorang gelandangan.

Saat menjadi gelandangan itu, sosok Tokoh Kita menjadi orang yang sangat difokuskan. Beriringan dengan Maria, seorang perempuan yang dulunya memiliki impian untuk menjadi seorang juru rawat, tetapi ia merupakan korban dari pelecehan dan penindasan. Maria  menjalani kehidupan menjadi gelandangan dengan cukup baik.

Inilah Merahnya Merah karya Iwan Simatupang yang termasyhur, unik, dan karyanya yang avant-garde. Karangan prosa baru yang pada tiap tokohnya mempunyai pikiran, perasaan, dan tindakan sebagai suatu filsafat yang dipersonifikasikan atau filsafat in action. 

Eksistensialisme di dalam novel ini pun sungguh menjadi bentuk aliran yang diikuti dalam filsafat kehidupan. Kebebasan, pilihan hidup, kesepian, dan kesadaran sosial kerap menjadi isu pokok dalam novel Iwan Simatupang.

6. The Age Between Us – Kincirmainan

The Age Between Us
The Age Between Us

tombol beli buku

Dilihat dari judulnya, barangkali bisa ditebak cerita apa yang hendak dimuat di dalamnya. Apabila kalian mencari novel dengan tema age gap, The Age Between Us bisa dijadikan pilihan yang tepat. Tidak tanggung-tanggung, perbedaan usia yang melewati 25 Tahun–yang mana sang heroin pun berusia 27 tahun.

Novel terbitan tahun 2020 lalu ini, mulanya ada di aplikasi Wattpad. Persoalan yang berpaku mengenai hubungan romansa antartokoh dalam perbedaan usianya. Lita, seorang wanita yang berusia 27 tahun, sementara Edward merupakan lelaki dewasa yang sudah sangat matang berusia 52 tahun. Keduanya saling menaruh hati satu sama lain sehingga menjalin hubungan layaknya pasangan pada umumnya–meskipun harus menerima risiko age gap yang sangat jauh.

Sebenarnya, kerumitan dalam kisah di novel ini terletak pada tokoh Lita yang menjalin hubungan dengan ayah dari sahabatnya sekaligus bosnya sendiri. Hal demikian yang justru menjadikan novel ini bisa dikatakan berbeda dengan novel yang mengambil tema serupa.

Karakter dari tokoh Lita diilustrasikan sebagai sosok wanita tegas, berani mengambil risiko demi mendapatkan kebahagiaannya, dan mandiri. Lita juga berterus terang dalam memperlihatkan perasaannya pada Edward. Akan tetapi, justru sebaliknya, Edward merupakan lelaki dewasa dengan sikap hati-hatinya dalam berlaku dan bertindak.

Kisah romansa keduanya diceritakan dengan cukup mengalis dan layak untuk diikuti meski setebal 500 halaman pun, tidaklah terasa. Melalui tokoh Lita dan Edward, pembaca diajak untuk memahami makna cinta bagi orang-orang yang sudah memiliki pengalamannya sendiri.

Dengan mengusung tema city lite, novel ini menampilkan bisingnya kehidupan di kota yang berkilauan dan pergaulan bebas. Hal itu yang menjadikan adanya adegan dewasa di antara tokohnya. Meski disampaikan secara implisit, adegan dewasanya terbilang cukup sensual. Oleh sebab itu, novel ini tampaknya hanya direkomendasikan bagi kalangan dewasa.

7. Little Men: Anak-Anak Plumfield – Louisa May Alcott

Classics: Anak-Anak Plumfield (Little Men)
Classics: Anak-Anak Plumfield (Little Men)

tombol beli buku

Little Men dikatakan sebagai novel literatur anak yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1871, mengisahkan kehidupan Jo di Sekolah Plumfield yang didirikannya dengan sang suami, Profesor Bhaer. Little Men termasuk ke dalam novel klasik yang ceritanya cukup mengalir dengan kegiatan dari berbagai karakter anak-anak di sekolah Plumfield.

Terdapat 21 bab yang dimuat di dalamnya. Kehadiran seorang anak baru bernama Nat yang disarankan oleh Paman Teddy. Anak bernama Dan yang merupakan kenalan dari Nat di sekolah tersebut menambah corak kehidupan dan aktivitas di sekolah tersebut.

Novel ini tema utamanya mengusung tentang pendidikan anak. Seluruh anak diperlakukan dengan sangat baik di sekolah Plumfield yang diurus oleh Jo dan Mr. Bhaer. Mereka (baca: anak-anak) diasuh dan diberikan kasih sayang dengan tanpa memandang bulu, latar belakang anak-anaknya, dan mereka diberikan kepercayaan, bahkan diberikan kesempatan kedua, ketiga untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukannya.

Dididik dengan penuh keuletan dan kesabaran, sesuai kemampuan dari sang anak, mereka bisa mengembangkan minat, keahlian, dan bakatnya. Uniknya, mereka dapat berwirausaha dengan memelihara binatang, seperti ayam yang mampu menghasilkan telur. Semua mendapatkan kesempatan yang sama, baik laki-laki maupun perempuan.

Meskipun novel ini ditulis pada tahun 1871, tetapi penulis dengan lihai dan luar biasanya dalam menceritakan penghargaan bagi pendidikan perempuan yang mana pada tahun tersebut, pendidikan perempuan tidaklah diberi kesempatan yang serupa dengan pendidikan bagi pria. Bukan hanya ilmu yang diberikan dan diajarkan, melainkan karakter baik yang ditanamkan pada setiap anak di sekolah Plumfield.

Novel ini sangat menarik untuk dibaca, terlebih bagi yang ingin menambah wawasan dan pengalamannya di dunia pendidikan anak. Membaca novel ini, kalian bisa memperoleh kesenangan akan alur ceritanya yang dekat dan bisa dikatakan relate dengan kehidupan sehari-hari, serta pengalaman dalam mendidik anak.

Rekomendasi Novel Terbaru & Terbaik yang Bagus November 2021

1. Pintu Harmonika (Clara Ng dan Icha Rahmanti)

tombol beli buku

Rekomendasi judul novel yang bagus ini salah satunya adalah Pintu Harmonika. Novel itu ditulis dengan dua orang yang bernama Clara Ng, dan juga Icha Rahmanti. Ketebalan pada buku ini berjumlah 407 halaman. Buku itu kemudian diterbitkan oleh PlotPoint Publishing pada tahun 2013.

Judul novel Pintu Harmonika tersebut menceritakan mengenai persahabatan yang terjadi pada tiga tokoh yang ada didalam cerita itu. Latar belakang dalam novel ini berlatar belakang di ruko yang berada di kota kecil, tanah lapang, dan juga tempat sekolah. Waktu yang terjadi pada cerita itu adalah pagi hari hingga malam hari. Denga suasana pada cerita sangat seru, menyenangkan, dan jega menegangkan.

Alur yang dipakai tersebut merupakan sebuah alur maju mundur. Dengan gaya bahasanya yang mudah untuk dipahaminya, ringan, dan juga memiliki makna penting yang bisa kamu aplikasikannya pada kehidupan.

Sinopsis pada novel berjudul Pintu Harmonika ini yakni Juni, David, dan Rizal mempunyai sejumlah kesamaan yang hampir serupa. Ketiganya bertempat tinggal di sebuah rumah toko atau ruko, dan hidup bertetangga. Pada lantai 1 (satu) ruko itu, dipakainya sebagai usaha orang tuanya.

Tanpa diduga-duga tersebut, David, Rizal, dan juga Juni merasa nyaman tinggal di sebuah ruko itu, kemudian mereka memanggil tempat tersebut dengan sebutan surga. Bagi ketiganya surga bukanlah sebuah tempat yang sangat mewah. Akan tetapi surga yang dimaksud ketiganya tersebut sangat sederhana, yakni sebuah lahan atau tanah kosong yang memiliki ketenangan, namun tetap bisa digunakan untuk menyimpan beberapa kenangan. Terdapat kisah yang telah terurai dari surga tersebut.

Amanat pada novel berjudul pintu harmonika, diantaranya adalah pertama, tak semua dari mimpi bisa kamu raih tanpa adanya sebuah pengorbanan. Bahkan kamu bisa menjadi sesuatu yang bukan berasal dari diri kamu sendiri. Kamu perlu untuk yakin terhadap apa yang kamu ingin lakukan nya. Kedewasaan tersebut, akan muncul dari seorang remaja yang sudah menghargai tentang arti sebuah kehidupan, dan persahabatan.

Buku bertajuk pintu harmonika ini memiliki keunggulan yang ditawarkan yakni menyenangkan, dan juga sangat seru sekali untuk dapat dibaca satu inti cerita yang berasal dari tiga sisi anak-anak yang berbeda-beda. Lalu, ditambah dengan akhir cerita yang tak disangka-sangka atau diduga-duga, kisahnya yang sangat hangat, dan dua cerita bagian terakhir David edogawa sangat mengharukan sekali, serta menambah daya tarik dari buku itu sendiri.

Meskipun memiliki keunggulan yang cukup banyak, buku ini juga tak luput dari kekurangannya, diantaranya adalah banyak dijumpainya kata maupun kalimat typo. Padahal jika dilihat kolasi pada novel berjudul Pintu Harmonika tersebut telah dilakukan proses penyuntingan, seperti penataan aksara, pemeriksaan aksara, dan lainnya. Namun tetap saja masih ada typo yang banyak sekali. Hal itu terkesan bahwa buku novel ini terlalu terburu-buru untuk diterbitkannya.

2. Harry Potter and The Philosopher’s Stone (JK Rowling)

tombol beli buku

Rekomendasi judul novel yang kedua ini bernama Harry Potter and the Philosopher’s Stone. Judul itu merupakan sebuah buku pertama dari JK Rowling yang sukses menjadi seorang penulis literatur di sepanjang masanya. Buku pertama dari 7 (tujuh) seri buku Harry Potter menjadi salah satu buku favorit bagi kalangan anak muda.

Buku ini menceritakan mengenai Harry Potter yang merupakan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang berhasil selamat dari sihir mematikan seorang penyihir yang sangat ditakuti di kerajaan bernama Britania Raya, atau yang tepatnya berada di wilayah Lord Voldemort.

Meskipun Harry berhasil selamat dari serangan sihir itu, akan tetapi kedua orang tuanya tidak berhasil selamat, dan meninggal dunia. Lalu, masa kecil dia diasuh oleh keluarga yang berasal dari bibinya, atau merupakan seorang kakak dari ibunya.

Semasa kecilnya Harry tak terlalu bersenang-senang, sebab baginya sebagai seorang anak yang menumpang, dirinya perlu untuk membantu mengurus keluarga bibinya. Bahkan untuk kamar tidur dirinya sendiri, ia sangatlah beruntung memperoleh kamar sempit yang berada dibawah tangga. Mendapatkan sebuah kasih sayang tulus, ketika itu baginya adalah suatu hal yang mahal.

Akan tetapi kondisi menjadi berubah saat datanglah sebuah surat dari Hogwart di ulang tahunnya yang menginjak usia 11 tahun. Harry memperoleh undangan untuk bersekolah di salah satu sekolah sihir Hogwart bersama dengan anak-anak bertalenta.

Di tempat tersebut, kemudian Harry menyadari mengapa selama ini dirinya memiliki kemampuan sihir, dan secara perlahan mulai tahu tentang ayah, dan ibunya yang telah meninggal. Dunia sihir yang penuh konflik itu, dihadapi Harry Potter bersama dengan kedua sahabatnya yang bernama Ron Weasley, dan juga Hermione Granger.

Pada buku pertamanya, Harry bersama dengan Ron Weasley, dan juga Hermione Granger menjumpai sebuah batu bertuah yang dijaga oleh fluffy, atau anjing yang mempunyai kepala tiga. Fluffy tersebut adalah milik dari seorang bernama Rubeus Hagrid yang merupakan seorang penjaga, dan juga pengawal Hogwart yang diyakini oleh beberapa sekolah, dengan salah satunya, sekolah yang berada di Hogwart yang diakui dan dipercaya dari seorang kepala sekolah Hogwart .

Terdapat karakter yang lainnya juga menarik perhatian yakni, Draco Malfot, atau seseorang yang selalu ingin memiliki satu tingkat diatas harry. Dengan menggunakan berbagai cara yang dipakainya. Professor snape atau guru ramuan sihir yang memiliki karakter cukup unik, dan juga misterius, serta sangat membekas di bagian kepala para pembaca lainnya.

Hogwart merupakan suatu tempat yang mempunyai semua keajaiban, sehingga manakala masuk kedalam Hogwart maka sangatlah luar biasa. Membaca sebuah novel lebih memberikan imajinasi dengan lebih baik. Buku ini merupakan salah satu rekomendasi judul novel yang bagus bagi kalangan anak muda.

3. Negeri 5 Menara (Ahmad Fuadi)

Buku novel bertajuk negeri 5 (lima) menara itu ditulis oleh seorang penulis yang bernama Ahmad Fuadi. Kemudian buku ini diterbitkan di kota Jakarta, dengan seorang penerbit yaitu PT Gramedia Pusat Utama pada tahun 2009. Buku tersebut memiliki ketebalan sejumlah 423 halaman.

Kisah pada novel ini berawal dari 5 (lima) orang sahabat yang menjadi santri di sebuah pondok pesantren. Ketika dewasanya kelima orang itu kembali dipertemukan kembali. Namun, uniknya setelah pertemuan tersebut, apa yang dibayangkan oleh kelimanya saat menunggu suara adzan Maghrib di bawah menara masjid pun terwujudnya.

Tokoh utama dalam novel negeri 5 (lima) menara ini yaitu Ahmad Fuadi yang berperan sebagai Alif. Pemuda yang berasal dari Desa Bayur, Maninjau Provinsi Sumatera Barat tersebut sangat diharapkan oleh orang tuanya menjadi seorang guru agama. Tentunya, harapan itu merupakan sebuah harapan baik, bagi seorang ibu yang menginginkan seorang anak menjadi orang terhormat di wilayah desanya.

Alif pun kembali mengenang keinginan dari ibunya, beliau berkata bahwa, ” memiliki seorang anak sholeh dan berbakti merupakan warisan yang tak bisa terhitung lagi nilainya.” Sebab suatu saat bisa mendoakan kedua orang tuanya yang telah wafat.

Akan tetapi, alif mempunyai cita-cita sendiru untuk merantau. Sebab dirinya tak ingin selamanya hidup di kampung halamannya. Ia ingin melihat bagaimana indahnya dunia luar, dan dapat sukses layaknya tokoh-tokoh pada buku yang dibacanya serta berbagai cerita yang dibagikan oleh temannya.

Faktanya, hal itu merupakan suatu hal yang tak mudah bagi alif guna mencapainya. Sebab kedua orangtuanya tetap menginginkan dirinya untuk tetap tinggal di wilayah desanya sebagai seorang guru agama. Berkat pamannya yang bernama mak Etek, alif kembali memutuskan untuk merantau ke sebuah Pondok Madani yang letaknya berada di Gontor, Provinsi Jawa Timur.

Hari pertama di pondok pesantren itu, ia sangat terkesima dengan sebuah kalimat yang berbunyi ” Man Jadda Wajada” yang memiliki arti bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka ia pasti bisa. Tak hanya itu saja, alif pun juga merasa terheran-heran ketika mendengar komentator sepakbola menggunakan bahasa arab, para santri mengigau memakai bahasa Inggris dan masih ada beberapa hal lainnya yang membuatnya merasa terkesan.

Alif memiliki teman yang bernama Raja atau Adnin Amas, Baso atau Ihlas Budiman, Atang atau Kuswandi, Dulmajid atau Monib, dan juga Said atau Abdul Qodir. Kebiasaan dari lima temannya itu sangatlah unik, tiap kali menjelang magrib di bawah menara masjid, kelimanya memandang sebuah langit, dan kemudian membayangkan impiannya masing-masing.

Alif menyebut awan tersebut dengan sebutan benua amerika yang ingin ia kunjunginya setelah lulus nanti. Hal itu sama juga terjadi pada temannya yang menyebut awan itu dengan nama negara mesir, arab saudi, dan benua eropa.

Setelah kelimanya melalui sebuah lika liku di pondok pesantren, akhirnya usai lulus mereka kembali dipertemukan di London. Kemudian mereka saling bernostalgia dan sudah membuktikan impian dan juga cita-cita yang dahulu dilukisnya ketika berdiri di bawah menara masjid.

Belajar di pondok pesantren ini memberikan warna bagi kehidupan alif. Dirinya sadar bahwa anggapan selama ini mengenai dunia pondok pesantren yang kampungan, konservatif, dan juga kuno itu adalah salah. Disana ia justru dituntut untuk bisa menjunjung tinggi kedisiplinan sehingga dapat membentuk seorang santriwan-santriwati yang memiliki komitmen dan tanggung jawab.

Selain itu santri disana juga dilatih supaya mempunyai mental yang baja, dan tak mudah menyerah. Rutinitas sebelum memasuki kelas yaitu menyanjungkan “Man Jadda Wajada” menjadi sebuah kata-kata ajaib.

Tak ada satu orang yang mengiranya bahwa alif yang notabennya adalah anak kampung dapat mewujudkan keinginan sekolah sekaligus kerjanya di negara Amerika Serikat. Oleh sebab itulah, beranilah untuk bermimpi setinggi-tingginya.

4. Moon atau Bulan (Tere Liye)

tombol beli buku

Rekomendasi judul novel yang bagus keempat ini adalah Moon atau Bulan. Buku ini ditulis oleh seorang penulis yang bernama Tere Liye. Kemudian buku itu dicetak dengan cetakan ke 17 (tujuh belas), lalu diterbitkan pada tahun 2015 dengan seorang penerbit yaitu PT Gramedia Pustaka Utama. Dengan ketebalan buku sejumlah 396 halaman. Kategori buku yang termasuk kedalam kategori fiksi.

Novel Bulan adalah salah satu novel yang banyak disukai oleh kalangan anak muda saat ini. Tere Liye dikenal sebagai seorang penulis novel yang lahir di daerah Sumatera Selatan dengan usia yaitu 40 tahun, dengan nama asli yakni Darwis. Beberapa dari karyanya pun telah diangkat pada layar lebar, seperti Hafalan Shalat Delisa, dan juga Moga Bunda Disayang Allah.

Novel bertajuk Bulan ini menceritakan mengenai persahabatan Rain, Selu, Alu, yang diajak oleh Miss Selena dan Av guna melakukan sebuah diplomasi dengan klan matahari. Hal itu bertujuan supaya mereka bisa membuka portal yang sudah ribuam tahun lalu lamanya tertutup secara rapat. Mereka juga waspada pada tamus dan juga pasukannya yang masih berusaha keluar dari sebuah penjara kegelapan.

Petualangan mereka dimulai saat mereka sampai di klan matahari yang ternyata saat itu bertepatan dengan festival bunga matahari. Festival itu diikuti oleh Raib beserta dengan kawan lainnya. Petualangan ini merupakan hal yang tak biasa sebab mereka harus melewati banyak sekali rintangan di tiap perjalanannya dalam mencari bunga matahari.

Setelah mereka memperoleh bunga matahari, kemudian terungkap bahwa mereka telah diperdaya oleh konsil klan matahari. Bunga matahari yang didapatkan tersebut memiliki satu permintaan yang dapat diwujudkan oleh bunga matahari. Konsil klan matahari lalu membuat satu permintaan yang cukup mengejutkan yakni dirinya menginginkan untuk bekerjasama dengan tamus guna menguasai klan bumi, klan bintang, dan juga klan bulan. Hingga akhirnya terjadil sebuah pertempuran yang sangat hebat antara konsil matahari dengan Seli, Raib, Ily, Miss Selena, Ali, dan Az.

Novel ini bertemakan sebuah persahabatan empat anak dan kesetiakawanan dalam festival. Tere Liye memberikan watak pada masing-masing tokohnya, misalnya Raib berumur 15 tahun dapat menghilang, menyerap cahaya, mengeluarkan salju, dan berbicara dengan alam. Seli sahabat dari Raib dapat mengeluarkan petik, menghasilkan cahaya, dan telekinetik. Ali sebagai anak jenis yang dapat merubah dirinya sendiri menjadi beruang. Ily berumur 17 tahun yang mahir memakai senjata, memiliki strategi perang yang cukup baik, dan juga memiliki ketahanan tubuh yang tinggi. Fala tara tana IV yang merupakan ketua konsil klan matahari, bersifat jahat, dan dapat mengeluarkan sebuah petir yang memiliki ukuran besar, dan juga mempunyai kekuatan telekinetik. Miss Selena seorang guru matematika dari Raib yang merupakan seorang anggota dari klan bulan yang hidup di klan bumi, dan menyatukan Raib beserta teman-temannya. Av merupakan kakek dari klan bulan yang mempunyai kekuatan yang diantaranya adalah memberikan rasa aman, mengobati, dan bertahan.

Novel Bulan karya dari Tere Liye hi memakai alur campuran sebab di awal cerita pada bagian yang menggambarkan mengenai asal usul sekawan yang berasal dari klan bulan datang ke klan bumi. Cerita berikutnya bercerita mengenai petualangan dari empat sekawan yang mencari bunga matahari baru pertama kalinya mekar. Sudut pandang yang dipakai pada novel ini adalah orang pertama sebagai pelaku sampingan dengan memakai kata sapaan berupa aku dengan tokohnya yaitu Raib. Cerita ini juga menceritakan mengenai kawan-kawan raib contohnya Ily, Ali, Av, Miss Selena, dan Seli.

Amanat yang disampaikan pada novel ini menanamkan sifatnya yaitu kesetiakawanan terhadap siapapun, harus berani menghadapi segala tantangan, dan perlu kompak dalam bekerja.

Demikian beberapa rekomendasi judul novel bagus yang disukai oleh kalangan anak muda. Semoga rekomendasi itu dapat memberikan kamu sebuah informasi yang bermanfaat.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah