in

Sinopsis & Review Novel Alster Lake Karya Auryn Vientania

Alster Lake merupakan novel karya Auryn Vientania, seorang penulis muda yang masih duduk di bangku sekolah. Cerita Alster Lake merupakan Alternative Universe (AU) yang pertama kali dipublikasikan di media sosial Twitter di akun @auriesa pada Juni 2021.

Hingga saat ini, kisah alternative universe Alster Lake telah berhasil mendapat lebih dari 47 ribu likes dan lebih dari 18 ribu retweet. Kisah alternative universe Alster Lake yang populer ini kemudian berhasil membawa Auryn menerbitkan cerita ini dalam bentuk novel pada Desember 2021.

Alster Lake mengisahkan tentang seorang wanita bernama Alea yang bukunya ketinggalan di perpustakaan. Seseorang menemukan buku yang ditinggalkan Alea itu.

Alea menceritakan tentang kekagumannya kepada sebuah karakter fiksi di sebuah buku yang berjudul Alster Lake yang ditulis oleh Dean Bjorn. Namun, ternyata orang yang menemukan dan mengembalikan buku Alea itu adalah penulis Alster Lake itu sendiri, yakni Dean Bjorn.

Oleh karena mereka memiliki ketertarikan yang sama, yaitu tertarik pada negara Jerman, Dean Bjorn langsung jatuh cinta pada pertemuan pertama dengan Alea. Dean Bjorn kemudian menyatakan rasa cintanya kepada Alea melalui sepucuk surat cinta, yang diberikannya ketika mereka sedang liburan bersama ke Hamburg, di tepi Alster Lake.

Tentu saja, Alea tidak menolak cinta Dean Bjorn itu. Sebab, sedari awal Alea telah jatuh cinta kepada karakter fiksi yang diciptakan oleh Dean Bjorn, yang lambat laun diketahui bahwa karakter tersebut adalah diri Dean Bjorn sendiri. Mereka pun akhirnya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Seiring dengan perjalanan kisah cinta mereka, timbul berbagai masalah yang menghalangi cinta keduanya, dan akhirnya mereka pun mengakhiri hubungan itu. Keduanya pada akhirnya kembali menjadi dua orang asing yang tak saling kenal.

Dean Bjorn seolah menghilang, karena ia sibuk mengurusi beasiswanya untuk studi di Jerman. Sedangkan, Alea juga tidak mengetahui kejadian sebenarnya yang mendasari hilangnya Dean Bjorn, dan terlanjur lelah terhadap hubungan mereka.

Sinopsis Novel Alster Lake

Dean Bjorn merupakan seorang mahasiswa jurusan Sastra Jerman. Selain menjadi seorang mahasiswa, Dean Bjorn juga merupakan penulis buku yang berjudul Alster Lake. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa terdapat sosok pria yang kesepian dan sangat merindukan sosok ayahnya yang telah tiada di balik cerita yang indah tersebut.

Alea Khiar merupakan seorang mahasiswi yang sangat mengagumi buku Alster Lake karya Dean Bjorn itu, terutama karakter lelaki yang menjadi pemeran utama dalam cerita Alster Lake tersebut. Alea juga memiliki ketertarikan pada negara Jerman dan memiliki keinginan untuk berkunjung ke Jerman.

Kisah mereka dimulai ketika buku Alster Lake milik Alea ketinggalan di perpustakaan. Namun, siapa sangka kejadian tersebut justru malah mendatangkan keuntungan bagi Alea. Buku Alster Lake milik Alea itu ditemukan oleh Dean Bjorn, sang penulis buku itu.

Mereka pun akhirnya bertemu untuk mengembalikan buku itu. Pertemuan mereka menjadi sebuah awal terciptanya hubungan di antara mereka. Mereka berdua semakin akrab, dengan adanya kesamaan di antara mereka, yang membuat percakapan di antara mereka dapat mengalir secara mudah.

Mereka sama-sama memiliki ketertarikan pada negara Jerman. Alea kerap kali mengutarakan keinginannya untuk berkunjung ke Jerman, Alea juga mengutarakan keinginannya bagi Dean Bjorn untuk dapat melanjutkan berkarya dengan menulis buku.

Alea selalu membahas tentang bagaimana ia sangat mengagumi karakter George yang menjadi pemeran utama dalam buku Alster Lake bersama Dean Bjorn. Lagi-lagi, siapa sangka bahwa karakter George itu ternyata merupakan karakter yang nyata, yakni diri Dean Bjorn sendiri yang selalu menemaninya.

Waktu demi waktu mereka lalui bersama. Mulai dari Dean Bjorn yang selalu menemani Alea, bahkan mengajarkan Alea Bahasa Jerman. Pada suatu hari, tiba pada saatnya Dean Bjorn harus pergi ke Jerman yang merupakan tempat kelahirannya, untuk pulang kampung sekaligus merayakan hari ulang tahunnya dengan mengunjungi makam ayahnya di Hamburg.

Dean Bjorn pada awalnya berencana untuk pergi ke Jerman seorang diri, tetapi rencana tersebut berubah dan pada akhirnya ia pergi bersama dengan Alea. Hubungan mereka menjadi lebih dekat, mereka semakin tidak canggung, tidak seperti seperti di awal pertemuan mereka.

Mereka terus berbincang-bincang, bepergian bersama, dan mengenal lebih dekat pribadi satu sama lain. Begitu banyak memori dan pengalaman yang mereka ukir bersama di negara yang mereka kagumi, Jerman. Seiring berjalannya waktu pun, mereka akhirnya memiliki rasa lain yang melebihi hubungan pertemanan mereka.

Mereka saling jatuh cinta. Dean Bjorn kemudian menyatakan rasa cintanya kepada Alea melalui sepucuk surat cinta, yang diberikannya ketika mereka sedang pergi bersama ke Hamburg, di tepi Alster Lake.

Tentu saja, Alea tidak menolak cinta Dean Bjorn itu. Sebab, sedari awal Alea telah jatuh cinta kepada karakter fiksi yang diciptakan oleh Dean Bjorn, yang lambat laun diketahui bahwa karakter tersebut adalah diri Dean Bjorn sendiri. Mereka pun akhirnya memulai perjalanan hubungan sebagai sepasang kekasih.

Setelah mereka pulang berlibur dari Jerman, keduanya kembali menjalani aktivitas seperti biasa, tetapi sedikit berbeda dengan kehadiran masing-masing sebagai seorang pasangan kekasih. Kisah cinta mereka begitu indah, hubungan mereka begitu hangat, mereka melalui hari demi hari dengan dipenuhi rasa cinta dan canda tawa.

Hingga, tiba saatnya untuk Dean Bjorn mengajukan beasiswa ke kampus impiannya, University of Hamburg. Mulai saat itu, mulai muncul berbagai konflik dalam hubungan merema. Ditambah, Alea juga disibukkan dengan tugas kuliahnya, dan Dean Bjorn disibukkan dengan urusan beasiswanya.

Kesibukan mereka masing-masing pada akhirnya membuat komunikasi di antara mereka berkurang. Ketika tiba saat hari pengumuman beasiswa Dean Bjorn, Alea begitu sulit dihubungi, hingga akhirnya Dean Bjorn membuka pengumuman itu seorang diri.

Hasil pengumuman itu menyatakan bahwa Dean Bjorn tidak diterima sebagai salah satu penerima beasiswa. Dean Bjorn sontak merasa sangat sedih, karena gagal meneruskan jejak ayahnya. Ia juga merasa telah mengecewakan sang ibunda dan juga Alea.

Berawal dari kejadian tersebut, Dean Bjorn menghilang. Ia tidak mengabari Alea selama hampir dua minggu lamanya. Hingga akhirnya ia muncul kembali saat menghadiri wisuda Alea.

Pertemuan mereka itu bukan menjadi tanda perdamaian antar keduanya, melainkan menjadi saat bagi mereka untuk memutuskan hubungan cinta antar keduanya. Dean Bjorn datang untuk mengucapkan salam perpisahan, Alea juga telah memutuskan bahwa perpisahan adalah jalan terbaik, agar mereka tak saling menyakiti.

Beberapa hari setelah wisuda Alea dan perpisahan mereka, Alea baru mengetahui bahwa Dean Bjorn tidak berhasil menerima beasiswa. Alea kemudian menyusul Dean Bjorn ke bandara. Meski gagal mendapatkan beasiswa, Dean Bjorn tetap memutuskan untuk pergi ke Jerman.

Alea yang kini telah mengetahui alasan Dean Bjorn menghilang kemudian dapat mengerti keadaan Dean Bjorn. Maka itu, Alea ingin memperbaiki hubungannya dengan Dean Bjorn. Namun, Alea tidak memiliki kuasa untuk memutuskan sendiri, karena Dean Bjorn juga telah memutuskan untuk berpisah dengan Alea.

Dua tahun kemudian, Alea dan Dean Bjorn kembali dipertemukan di tempat yang mengawali hubungan asmara mereka, yakni Hamburg. Keduanya bisa berada di tempat itu lagi, karena Alea mengetahui bahwa Dean Bjorn kembali berkarya dan menulis buku.

Dean Bjorn menulis buku yang berjudul Alster Lake 2. Berbeda dengan buku Alster Lake yang pertama, di mana Dean mengisahkan tentang kehidupannya bersama ayahnya, di buku Alster Lake 2 ini Dean Bjorn menuliskan kisah tentang kehidupannya yang berubah berkat kehadiran Alea.

Alea dan Dean Bjorn kemudian berbincang di tepi Danau Alster. Mereka membahas segala hal, termasuk tentang hubungan mereka. Mereka memang sekarang masih menjadi teman. Namun, setelah kepulangan mereka dari danau itu, mereka mulai membahas tentang hubungan yang lebih dari hubungan teman lagi.

Mereka sama-sama menyadari bahwa masih ada rasa yang tertinggal di dalam hati mereka. Hubungan asmara mereka tampak belum usai, hanya saja tertunda, karena masalah yang membuat mereka lelah dengan satu sama lain. Perpisahan tersebut adalah perpisahan sementara untuk memperbaiki diri mereka masing-masing, agar menjadi pribadi yang lebih baik bagi satu sama lain.

Kelebihan Novel Alster Lake

Auryn Vientania mampu menggambarkan lingkungan, keadaan, dan kesan Negara Jerman, terutama daerah Hamburg dan lingkungan sekitar Alster Lake dengan detail yang luar biasa. Hal ini membuat para pembaca dapat memvisualisasikan negara Jerman di imajinasi mereka sendiri secara jelas, serta merasa seperti sedang dibawa jalan-jalan ke Jerman dengan membaca buku ini.

Auryn Vientanis juga mampu membangun karakter tokoh yang jelas dan menarik. Selain itu, adegan-adegan dalam cerita novel Alster Lake ini dituliskan secara jelas dan detail, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengerti, dan buku ini menjadi ringan untuk dinikmati.

Cerita yang dituliskan Auryn Vientania dinilai relevan dan realistis, dengan mengisahkan lika-liku kisah percintaan yang kerap kali dialami di dunia nyata. Buku Alster Lake juga dapat menambah wawasan para pembacanya, karena terdapat beberapa kosakata dalam Bahasa jerman yang diselipkan Auryn pada setiap babnya.

Sampul buku Alster Lake ini juga dipuji, karena menarik dan estetrik. Auryn juga memberikan gambaran ilustrasi dengan gaya seni kuno yang sederhana dan unik, yang mendukung visualisasi cerita Alster Lake ini.

Kekurangan Novel Alster Lake

Alur cerita novel Alster Lake ini dinilai lambat. Maka itu, ada beberapa pembaca merasa bosan ketika membaca novel Alster Lake ini. Percakapan antara Alea dan Dean Bjorn juga dinilai repetitif, karena berulang dari awal hingga akhir begitu saja.

Bahasa yang digunakan dalam percakapan antar tokoh dinilai terlalu formal, sehingga memberikan kesan yang kaku. Oleh karena itu juga, kisah romantis antara Alea dan Dean Bjorn menjadi lebih hambar dan kesan romantisnya menjadi berkurang.

Beberapa bagian cerita Alster Lake dinilai menggantung dan menimbulkan sejumlah pertanyaan di benak pembaca. Seperti ketika adegan Dean Bjorn menghilang tidak dijelaskan apa yang terjadi kepada Dean Bjorn, bagaimana ia akhirnya bisa memulihkan dirinya sendiri.

Bagian pemecahan masalah tidak dijelaskan, sehingga dinilai bahwa ‘lompatan’ cerita terlalu jauh, yang mana tiba-tiba Alea wisuda. Selain itu, masih terdapat juga kesalahan penulisan dan tanda baca yang belum sesuai dengan kaidah penulisan.

Pesan Moral Novel Alster Lake

Seberapa besar masalah yang menghadang, seberapa jauh jarak yang memisahkan, jika sudah ditakdirkan bersama, maka cinta akan mempertemukan jodohmu kembali.

Jangan mengambil keputusan ketika dirimu dikuasai emosi. Emosi apa pun itu. Sebab, emosi membuat dirimu tidak dapat berpikir secara jernih.

Komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan. Maka itu, apa pun yang terjadi, baik itu baik atau buruk sekali pun, selalu coba untuk komunikasikan kepada pasangan atau orang yang berhubungan denganmu.

Bagi kalian yang penasaran akan kelanjutan kisah cinta Alea dan Dean Bjorn, kalian bisa mendapatkan novel Alster Lake karya Auryn Vientania ini di www.gramedia.com.

Written by Gabriel