in

Mengenal Sifat Manipulatif dan Hal yang Harus Kamu Waspadai

unsplash.com

Sifat Manipulatif – Sering kali kita saat menjalani hubungan dalam kehidupan sehari-hari, entah dari pacar, teman, keluarga pasti akan mengalami masalah, hubungan yang tidak sehat dapat mempengaruhi pada fisik dan bahkan psikis seseorang. Salah satu penyebabnya adalah kita terjebak pada hubungan yang tidak sehat, terkadang masalah tersebut dapat berasal dari emosi maupun keserakahan dalam menjalani hubungan. Biasanya salah satu jenis masalah yang biasa kita temui adalah sifat manipulatif. Lalu, apa sih manipulatif itu? Simak tulisan dibawah ini.

Pengertian

Manipulatif merupakan salah satu cara seseorang supaya hubungan tersebut bisa mengikuti sesuai dengan apa yang diinginkannya dan hal itu dapat mempengaruhi emosi bahkan mental orang lain. Manipulatif ini sering menggunakan kelemahan orang lain untuk menyerang seseorang supaya dapat memanfaatkan bahkan mengontrol korbannya supaya mengikuti keinginannya.

Orang yang suka melakukan manipulatif disebut manipulator. Manipulator ini mempunyai trik yang biasa digunakan supaya korbannya merasa cara yang dilakukannya menjadi tidak rasional dan menyerah. beberapa contoh yang dilakukan oleh manipulator adalah dengan cara merasa bersalah, mengeluh, suka berbohong, suka membanding-bandingkan, menyalahkan keadaan, serta yang paling parah adalah mempermainkan pikiran seseorang.

Ciri Seorang yang Melakukan Manipulatif

Sifat Manipulatif
unsplash.com

Jika grameds mempunyai empati dan simpati yang kuat saat dihadapan orang yang mempunyai sifat manipulatif hal tersebut membuat manipulator akan semakin senang, apalagi saat sudah ikut campur ke dalam urusannya, bisa-bisa grameds akan dimanfaatkan terus-terusan loh. Beberapa ciri-ciri yang biasa aku temui di kehidupan nyata saat bertemu manipulator, sebagai berikut:

1. Suka Menyangkal

Taktik menyangkal atau suka menghindari adalah salah satu taktik yang digunakan seorang manipulator dalam menjalankan misinya. Hal tersebut supaya orang yang dituju bisa membuat dan merasa bersimpati kepadanya.

Mungkin awalnya Grameds akan merasa bersalah namun jika Grameds ragu bahwa si manipulator salah, trik yang dilakukan oleh si manipulator akan membuat grameds terus memaafkan apa yang sudah dilakukannya.

2. Menghindar

Ternyata, yang dilakukannya bukan hanya dengan cara menyangkal saja grameds, seorang manipulator juga sudah terbiasa dengan cara terhindar dari topik yang tidak dia sukai. Biasanya, manipulator melakukan hal itu hanya untuk lari dari tanggung jawabnya.

Contoh yang paling sering ditemui adalah menolak untuk membicarakan masalah atau yang paling parah menghiraukan cerita saat grameds ingin bercerita atau berdiskusi bersamanya. Menyebalkan ya.

Hal itu dia lakukan supaya menghindari dari pertanyaan yang dia tidak sukai, lalu akan dijawab dengan jawaban yang tidak mengenakan seperti “Pertanyaannya sama mulu apa ga ada yang lain? ganggu banget deh. Jawaban tersebut akan membuat grameds bahwa yang sudah dilakukan oleh Grameds membuatnya terganggu dan mengganggu dan pada akhirnya Grameds tidak ingin membahasnya lagi.

3. Suka Berbohong

Salah satu ciri yang dipunyai oleh manipulator adalah suka berbohong. Cara berbohong ini adalah cara yang paling ampuh yang sering manipulator lakukan. Saat menghadapi situasi yang harusnya manipulator salah, eh malahan dia enggan untuk meminta maaf, dia akan terus menyembunyikan rasa bersalahnya dengan cara mempermainkan fakta yang sesungguhnya atau membawa masalah yang mungkin grameds sudah lupa, sehingga Grameds akan merasa sangat kebingungan dalam menjawabnya.

Seorang manipulator sangat pintar mencari celah supaya bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika memang berbohong diperlukan saat itu juga makan dia tidak segan-segan untuk melakukan hal tersebut. Serem ya grameds.

Selain itu si manipulator tidak takut untuk berbohong dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya atau malahan akan memutar balikan fakta supaya dia merasa dirinya benar.

Ada salah satu cara yang bisa dilakukan grames supaya tahu apakah si manipulator ini berbohong atau tidak adalah dengan cara mengulang-ngulang pertanyaan yang ada, biasanya mereka tidak akan memberikan jawaban yang konsisten dan lebih banyak ngawurnya.

4. Mengintimidasi dan Bertindak seakan-akan menjadi korban

Manipulator biasanya sering mengintimidasi lawannya dengan berbagai cara. Walaupun dengan tidak menggunakan ancaman kekerasan, manipulator akan melakukannya dengan membuat kata-kata yang halus dan menusuk hati.

Taktik tersebut dilakukannya supaya grameds merasa takut dan supaya menyerah saja. Jika cara tersebut tidak berhasil, manipulator biasanya akan memposisikan dirinya sebagai korban. Manipulator akan menunjukkan jika yang dilakukannya adalah orang paling menderita dan kesal akan apa yang sudah terjadi, Hal tersebut bisa dilakukannya supaya agar membangun rasa simpati lawan bicaranya. Jadi, jangan sampai lengah dengan apa yang dilakukannya ya grameds!

5. Egois

Manipulator cenderung lebih sering mementingkan dirinya sendiri atau bisa disebut egois. Manipulator tidak akan pernah peduli dengan kepentingan yang orang lain lakukan bahkan tidak segan-segan mereka akan mengganggu orang lain supaya apa yang diinginkannya tercapai. Walaupun orang lain merasa sudah dirugikan, dia tidak akan peduli dan akan tutup mata bahkan tutup telinga.

6. Mengambil Keuntungan dari orang lain

Orang yang mempunyai sifat manipulatif akan selalu melakukan berbagai macam cara supaya dapat menguntungkan dirinya sendiri. Tidak peduli apa yang sudah diperbuatnya dan berapa banyak yang sudah dirugikannya untuk orang lain. Manipulator akan terus dan terus melakukannya, bahkan mereka sudah tidak mempunyai rasa empati kepada orang lain.

Ciri-Ciri Pasangan yang Mempunyai Sifat Manipulatif

Selain ciri yang diatas ada juga ternyata di dalam hubungan pasangan tidak segan-segan melakukan manipulator kepada pasangannya supaya merasa terus diperhatikan dan dimanja. Namun, disatu sisi hal tersebut akan membuat pasangannya merasa sangat takut dan tertekan dengan tindakan dan perkataan yang dilakukannya.

Ternyata hal tersebut terjadi karena berbagai macam faktor, biasanya faktor yang pertama ialah rasa takut atau cemas, rasa bersalah, dan yang terakhir adalah kewajibannya. Berikut adalah ciri-ciri pasangan yang melakukan manipulatif.

1. Melakukan hal yang berlebihan pada pasangan maupun orang lain

Orang yang mempunyai sifat manipulatif biasanya akan bertindak secara berlebihan saat pasangannya didekati ataupun diganggu orang lain. Yang paling parah adalah orang tersebut akan sangat cemburu jika pasangannya menjawab pesan dari keluarganya maupun temannya. Dia akan terus-terusnya mengomel atau menyindir secara berlebihan hanya tidak dapat perhatian sejenak dari pasangannya.

Ada sesuatu ketakutan yang berlebihan saat grameds mungkin berpaling sejenak dan tidak menunjukan rasa perhatiannya pada pasangan yang mempunyai sifat manipulatif. Rasa takut tersebut akan terus berkembang menjadi seseorang yang amat sangat posesif kepada pasangannya.

Dan yang terjadi, grameds akan terus berusaha untuk terus mengawasinya secara berlebihan seperti penguntit.

2. Melakukan bullying baik secara mental maupun fisik

Bullying atau perundungan yang kerap terjadi merupakan salah satu trik pasangan manipulatif supaya pasangannya nurut.Bullying ini akan dilakukan dengan cara membuat candaan yang merendahkan atau bahkan mengkritik pasangannya secara berlebihan sehingga membuat pasangannya sangat sedih.

Jika menggunakan cara verbal tidak ampuh maka manipulator tidak segan-segan untuk berbuat kasar pada pasangannya. Kekerasan fisik yang sering terjadi di lingkungan masyarakat yaitu seperti menampar atau bahkan memukul pasangannya.

3. Menjauhi dari teman dan keluarganya

Pasangan yang mempunyai sifat manipulatif ini selalu ingin terlihat. Dia akan cemburu jika pasangannya menghabiskan waktunya dengan orang lain dan tidak bersamanya. Pasangan akan curhat dan mengeluhkan bahwa anda menghabiskan waktu dengan keluarga atau bahkan dengan sahabat Grameds. Seiring berkembangnya waktu pasangan tersebut akan menghasut supaya tidak lagi bergaul dengan sahabatnya dan bahkan tidak segan untuk menyuruhnya meninggalkan keluarganya.

4. Membuat pasangan merasa mempunyai hutang

Tidak jarang banyak cara yang dilakukan oleh manipulator, seperti contohnya adalah membuat pasangannya berhutang, tidak mesti dalam bentuk fisik bahkan dalam bentuk psikis juga dan akan selalu membutuhkan pasangan yang toxic. Hal tersebut akan menjadikannya cara supaya bisa mengontrol Grameds. Saat pasangannya ingin pergi dari pengaruh tersebut maka dia akan menggunakan cara ini untuk menahannya.

5. Memanfaatkan rasa kasihan

Rasa kasihan dan empati yang dijadikan senjata untuk memanipulasi pasangannya. Pasangan yang manipulatif akan membuat situasi dimana Grameds akan merasakan rasa iba dan kasihan kepada pasangannya. Dengan cara tersebut ternyata secara ga sadar Grameds akan mendukung atau membela pasangan dan memahami semua tindakan yang dilakukannya.

6. Tidak menghargai pendapat pasangannya

Pasangan yang mempunyai sifat manipulatif cenderung tidak suka mendengarkan pendapat pasangannya. Jika grameds ingin memberikan pendapat, pasangan akan memotong atau bahkan tidak peduli dengan semua perkataannya. Atau saat sedang bercengkrama berdua, pasangannya akan lebih mendominasi dalam percakapan nya. Saat grameds ingin menceritakan sesuatu yang ingin diceritakannya, pasangan grameds akan memotongnya dan membuat ceritanya lebih penting dan harus didengarkan.

Cara Menghadapi Seseorang yang Mempunyai Sifat Manipulatif

Salah satu cara yang baik dalam menghadapi manipulator ialah dengan cara masa bodoh. Manipulator akan sangat menyukai drama berlebih. Mereka dapat mengetahui orang yang mana saja mempunyai rasa empati yang tinggi supaya bisa dimanfaatkan terus menerus.Setelah itu manipulator akan menceritakan kisahnya hidupnya dengan cara berbohong dan melebih-lebihkannya.

Manipulator sangat tidak suka dengan orang yang bersikap cuek atau dingin. Mereka akan berpikir hal tersebut membuang-buang waktu saja dan sangat membosankan. Berikut adalah beberapa trik yang bisa dilakukan saat menghadapi manipulator.

  • Bersikap datar.
  • Katakan saja “nggak tahu”.
  • Kurangi interaksi dengan manipulator.
  • Jangan menjelaskan apapun, biarkan saja.

Grameds harus ingat bahwa tujuan manipulator adalah mencari dan mengeksploitasi kelemahan seseorang. Jika sudah terperangkap ke dalam dunianya maka grameds dapat merasakan rasa rendah diri dan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melakukannya. Ingat Grameds, jika tidak bisa melakukan hal tersebut bukan lah suatu kesalahan besar yang harus di sedihi. Jangan merasa bahwa grameds adalah seseorang yang paling buruk di dunia ini. Grameds hanya sedang terjebak dan sedang termanipulasi dengan manipulator. Tetap semangat ya grameds dalam menjalani hari-hari yang indah!

Buku Tentang Psikologi dan Sifat Manipulatif

1. Trust Me, Im Lying: Pengakuan Seorang Manipulator Media

Sifat Manipulatif

Ryan Holiday merupakan seorang ahli strategi media untuk kliennya yang terkenal karena mempunyai reputasi buruk. Tidak ada definisi yang lain untuk sistem media modern. Model bisnis utama yang berpijak pada pengeksploitasian perbedaan antara persepsi dengan realita menghasilkan sebuah berita yang berkualitas. Di dunia maya, blog harus menghasilkan begitu banyak berita dalam waktu yang sangat begitu cepat dan mempunyai keuntungan yang begitu kecil. Tidak ada saluran media yang dapat dengan cara begitu. Sudah terdengar seperti sebuah kecurangan bukan? untuk mengetahui isi buku lebih lengkapnya dapat membelinya di gramedia.com, pastinya dengan diskon yang menunggu untuk grameds dapatkan!

2. A Handbook for Toxic Relationship

Sifat Manipulatif

Dalam sebuah hubungan antara dua orang pasti selalu akan mengalami pasang surut, pahit manis dalam menjalani hubungan. Namun, hubungan yang sudah memasuki tahap Toxic akan sangat tidak menyenangkan dan bahkan bisa menguras energi. Hal itu akan terjadi secara terus-menerus sampai pada akhirnya momen negatif lebih sering terjadi dibandingkan momen yang positifnya.

Hubungan toxic akan membuat kedua pihak atau pasangannya merasakan rasa yang lelah secara mental, emosi, dan bahkan secara fisik. Buku ini menjelaskan berbagai jenis-jenis hubungan yang sudah mencapai tahap toxic yang sering terjadi disekitar. Di bagian akhir buku ini, tidak lupa membahas cara-cara berdamai dengan diri sendiri setelah keluar dari hubungan yang toxic.

Diharapkan grameds bisa meningkatkan rasa waspada dan membuka wawasan untuk dapat mengenali suatu bentuk hubungan yang menyakitkan yang mungkin sedang terjadi. Jangan lupa dapatkan di gramedia.com!

3. Berpura-Pura Bahagia Itu Melelahkan

Sifat Manipulatif

Jika grameds merasakan gelisah, panik, bingung, waswas, dan berbagai macam kata yang mempunyai makna sama dapat melanda siapapun. Lalu, apakah hal tersebut salah? Ternyata itu manusiawi. Kita sebagai manusia tidak dapat selalu untuk bisa terlihat menarik atau oke atau bahkan bahagia. Walaupun begitu, ada pendapat yang mengatakan bahwa kita harus terus berpura – pura untuk selalu bahagia supaya dapat meraih kebahagiaan. Namun, apakah hal tersebut benar? lalu apa enaknya sih dengan hidup yang penuh dengan kepura – puraan ? Apalagi dengan cara berpura-pura bahagia.

Yang benar adalah kita merasakan bahagia yang sesungguhnya. Berpura-pura bahagia ibarat memakai topeng ke manapun kita pergi. Jelas ini bukanlah diri kita yang sesungguhnya. Dan yang pasti, jika kita kemana-mana bertopeng apa tidak gerah? Lebih baik kita menampakan muka “sejuk” yang sesungguhnya.

Buku ini sangat cocok untuk grameds baca jika grameds sedang lelah dengan hidup yang penuh dengan kepura-puraan, yuk dapatkan segera di gramedia.com, supaya grameds tetap bahagia pastinya ada diskon menanti disana!

4. Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah: Sesungguhnya Berpura-Pura Bahagia

Sifat Manipulatif

Terkadang kita terlalu sibuk mencintai ini dan itu bahkan sampai kita lupa untuk mencintai diri sendiri, dan itu sungguh melelahkan. Mengapa manusia mulai lupa bagaimana cara untuk mencintai dirinya sendiri? Bukankah sangat melelahkan ketika kalian ditinggalkan seseorang? Jika diri kalian sendiri yang meninggalkan dirimu, betapa sunyinya?

Penelitian di Carnegie Mellon University mengatakan bahwa rasa cinta menghasilkan emosi yang positif, hal ini mendorong sistem kekebalan tubuh orang tersebut menjadi lebih sehat. Berawal dengan menerima dan menemukan perasaan cinta kita terhadap diri kita sendiri, tentunya akan membawa kita jauh lebih bersyukur dan meminimalkan risiko stress atau gangguan penyimpangan perasaan sehingga kita akan menemukan cinta dan memiliki cinta. Namun mencintai diri sendiri mempunyai ‘seni nya tersendiri, karena pada hakikatnya mencintai diri bukanlah mengagumi diri sendiri yang berlebihan dan menimbulkan sifat Narsistic. Yuk, segera dapatkan bukunya di Gramedia.com!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda