in

Pengertian Produktif dan Tips Tetap Produktif

Pengertian Produktif dan Tips Tetap Produktif – Kamu pasti mempunyai teman, atau anggota keluarga yang sangat produktif. Mereka selalu mengerjakan sesuatu secara efisien dan tepat waktu. Mungkin tidak sedikit orang menganggap bahwa mereka yang bisa mengerjakan sesuatu dengan cepat atau tepat waktu merupakan sebuah robot atau mesin.

 

Mereka biasanya memiliki jadwal yang teratur. Apa yang dimaksud dengan produktif? Produktivitas merupakan suatu cara untuk mengukur apakah hal tersebut bisa dikerjakan dengan efisien. Lalu bagaimana cara mengetahui apakah kita merupakan orang yang produktif? Apakah kita bisa menghitung seberapa produktif kita dalam sehari?. Untuk mengetahui tentang produktivitas lebih lanjut, simak tulisan di bawah berikut ini.

 

Pengertian produktif

6 Rahasia Menjadi Pribadi Produktif Tanpa Rasa Malas
6 Rahasia Menjadi Pribadi Produktif Tanpa Rasa Malas

tombol beli buku

produktif adalah sebuah cara untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan sedikit waktu dan sedikit usaha. Ketika kamu mencoba ingin produktif, itu artinya kamu mencoba untuk mencapai tujuan dan bisa meluangkan waktu untuk hal-hal penting lainnya.

 

Kamu mungkin membayangkan, orang-orang yang produktif adalah orang selalu sibuk setiap harinya. Orang tersebut akan berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

 

Definisi sibuk dan produktif mungkin saling tumpang tindih. Padahal sibuk dan produktif bukanlah hal yang sama. Ketika kamu sudah menemukan seperti apa produktif itu,kamu tidak akan merasa tercekik oleh deadline setiap harinya.

 

Orang yang produktif bisa mengerjakan sesuatu lebih awal waktu, bukan mengumpulkan pekerjaan ketika satu jam menuju deadline.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas

Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa
Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa

tombol beli buku

 



Menurut Gomes, di dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 20003, mengatakan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut adalah faktor-faktor yang bisa mempengaruhi produktivitas.

 

1. Pengetahuan

Pengetahuan adalah sebuah akumulasi dari hasil pendidikan, baik pendidikan yang diperoleh secara formal dan juga non-formal. pengetahuan itu bisa memberikan kontribusi pada seseorang untuk memecahkan suatu masalah.

 

Selain itu pengetahuan tersebut juga bisa melakukan atau membantu menyelesaikan sebuah pekerjaan. Dengan berbekal pengetahuan yang luas, seseorang diharapkan bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik dan secara efisien sehingga pengetahuan sangat mempengaruhi apakah seseorang tersebut bisa menjadi produktif atau tidak.

 

2. Keterampilan

Keterampilan adalah sebuah kemampuan atau sebuah penguasaan dalam bidang tertentu atau bersifat kekaryaan. Keterampilan bisa diperoleh dalam proses belajar atau berlatih. Keterampilan merupakan suatu hal yang memiliki keterkaitan dengan seseorang yang mampu bisa melakukan atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan secara teknis.

 

Dengan keterampilan yang dimiliki, seseorang bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan efisien, sehingga orang tersebut bisa termasuk dalam kategori orang yang produktif. Dengan keterampilan yang dimiliki maka akan semakin baik pula tingkat produktivitasnya.

 

3. Kemampuan

kemampuan merupakan suatu hal yang terbentuk dari beberapa kompetensi yang dimiliki oleh seseorang. Konsep kemampuan merupakan konsep yang luas. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki merupakan sebuah faktor pembentuk kemampuan.

 

Apabila seseorang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bagus, maka seseorang tersebut memiliki kemampuan yang bagus juga. Dengan begitu seseorang tersebut bisa mengerjakan suatu pekerjaan dengan cepat dan secara efisien.

 

4. Sikap

Sikap adalah sebuah pernyataan baik yang menyenangkan orang lain atau tidak menyenangkan bagi objek, individu atau sebuah peristiwa. Sikap yang dimiliki seseorang merupakan sebuah kebiasaan yang sudah terpola dalam diri seseorang.

 

Jika kebiasaan yang sudah terpola tersebut memiliki dampak yang baik untuk orang lain, maka tentunya bisa menguntungkan bagi dirinya sendiri dan orang lain juga dalam melakukan pekerjaan.

 

5. Perilaku

Perilaku merupakan sikap dari seseorang dalam menghadapi segala suatu kondisi dan situasi baik di lingkungan masyarakat, alam dan lainnya. Perilaku manusia ini juga ditentukan oleh kebiasaan yang sudah ditanam sejak dulu pada diri seseorang.

 



Sehingga, perilaku yang dimiliki seseorang juga menentukan apakah seseorang tersebut bisa bekerja sama dengan orang lain atau bahkan menyelesaikan pekerjaan secara baik dan efisien.

 

6. Usia produktif

Berdasarkan Sensus Penduduk Antar Sensus tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 270 juta jiwa. Hal tersebut dikelompokkan menjadi usia belum produktif dari umur 0 – 14 tahun sebanyak 66,07 juta orang. Untuk usia produktif pada 15 – 64 tahun sebanyak 185,34 juta orang. Sedangkan usia sudah tidak produktif 65 tahun ke atas sebanyak 18.2 juta orang. Sensus Penduduk memproyeksikan bahwa penduduk Indonesia akan terus bertambah 48 juta orang sampai tahun 2045.

 

Berdasarkan data di atas, Indonesia mengalami di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif, baik usia belum produktif dan usia sudah tidak produktif.

 

Buku Terkait Motivasi Produktif

 

Obat Malas Dosis Tinggi untuk Totalitas Mandiri

Obat Malas Dosis Tinggi untuk Totalitas Mandiri

tombol beli buku

Obat Malas Dosis Tinggi – Totalitas Mandiri merupakan sekuel buku Obat Malas Dosis Tinggi sebelumnya. Sudah terbit juga buku Obat Malas Dosis Tinggi for Millenial Edition dan Obat Malas Dosis Tinggi for Worker and Employee. Buku ini akan mengobrak-abrik kebiasaan lama para pemuda kita yang pasif, malas gerak, rebahan melulu, sehingga berubah menjadi pemuda yang fokus, aktif, kreatif, sanggup berinovasi sehingga endingnya bisa totalitas mandiri.

Dengan mengambil keteladanan dari orang-orang sukses, penulis ingin para pemuda bisa berjuang setiap hari berkesinambungan untuk bisa berhasil menggapai cita-citanya. “Anak-anak Indonesia hari ini merupakan pemimpin masa depan. Generasi yang hidup di era milenial ini membutuhkan sentuhan motivasi intrinsik yg kreatif. Buku ini mampu memberikan satu warna baru cara membangun kesadaran afeksi dan spiritual intrinsik bagi generasi. Kesadaran intrinsik ini akan membentuk karakter mandiri sebagai bekal anak bangsa berjuang di masa depan.” Dr. Ahmad Yasser Mansyur, S.AG., S.PSI., M.SI – Praktisi & dosen Psikologi Islam- Fakultas Psikologi UNM Makassar

 

Bagaimana Hidup 24 Jam Sehari

Bagaimana Hidup 24 Jam Sehari

tombol beli buku



Anda hidup 24 jam sehari atau 168 jam per minggu, dan bekerja hanya sekitar 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Hanya sekitar satu per empat saja waktu yang Anda miliki digunakan untuk bekerja, tetapi sepertinya waktu Anda habis hanya untuk bekerja. Hal Ini karena aktivitas Anda sehari-hari hanya terdlri dari bangun, bersiap-siap untuk bekerja, bekerja, pulang ke rumah, bersantai, tidur lebih cepat supaya bisa bangun pF.gi untuk bekerja.

Hal ini tidak hanya merusak diri Anda, karena setiap menit pikiran Anda hanya terpusat pada kerja, namun juga menjadikan Anda tidak produktif. Buku klasik manajemen waktu, terbit pertama kali pada 1908, ini mengajarkan kepada Anda bagaimana memanfaatkan waktu agar hidup lebih bermakna. Menantang Anda untuk meninggalkan urusan sehari-hari yang biasa-biasa saja dan fokus pada mengejar keinginan sejati.

Dengan memanfaatkan waktu ekstra—yang dapat ditemukan di awal hari, dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja, di malam hari, dan terutama selama akhir pekan—Anda bisa menetapkan langkah-langkah perbaikan seperti membaca, menikmati seni, merenungkan kehidupan, dan mempelajari disiplin diri. Melalui kata-kata yang padat dan kaya motivasi, Arnold Bennett memberikan kepada para pekerja dan orang-orang yang bekerja setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 sebuah nasihat praktis tentang bagaimana menjalani hidup dengan potensi penuh dari-pada hanya sekadar eksis.

 

Tips agar tetap  produktif

Chicken Soup for The Soul: Keluar dari Zona Nyaman (GM baru ISBN Lama)
Chicken Soup for The Soul: Keluar dari Zona Nyaman (GM baru ISBN Lama)

tombol beli buku

 

Berikut adalah kebiasaan yang bisa membuatmu menjadi orang yang lebih produktif:

 

1. Fokus pada pekerjaan yang paling penting

Teori ini mungkin sudah banyak sekali dikemukakan. Namun mengerjakan pekerjaan yang paling penting lebih dahulu merupakan langkah yang tepat untuk menjadi seseorang yang produktif.

 

Hal pertama yang harus lakukan adalah membuat daftar pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Semua pekerjaan tentunya memiliki taraf seberapa penting pekerjaan tersebut dan pekerjaan yang tidak lebih penting dari pekerjaan lain.

 

Jika kamu hanya membuat daftar pekerjaan secara acak, bisa-bisa kamu akan berakhir dengan campuran pekerjaan yang penting dan tidak terlalu penting yang harus diselesaikan. Luangkan waktu ketika bangun tidur untuk menyusun pekerjaan yang paling penting dan kurang penting yang harus dikerjakan pada hari itu.

 

2. Menumbuhkan sikap kerja yang mendalam

Ketika kamu sudah membuat daftar pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, kamu mungkin menemukan ada pekerjaan yang sulit untuk dilakukan. Setiap orang tentunya memiliki tugas yang sulit dan tugas yang mudah, bahkan bisa dilakukan saat tidur.

 

Ada banyak sekali faktor mengapa sebuah pekerjaan sulit untuk dikerjakan, mungkin memakan waktu banyak, atau membutuhkan bantuan orang lain, atau bahkan kamu menganggap pekerjaan itu tidak terlalu menarik bagimu.

 

Mungkin ada sebagian orang yang bisa mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu, ada juga yang tidak. Namun tidak jarang juga pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan dalam satu waktu tidak selesai dengan baik.

 

Untuk melakukan pekerjaan yang berat, kamu bisa merencanakan untuk melakukan pekerjaan itu dalam waktu yang sama setiap harinya, sehingga hal itu akan menjadi sebuah kebiasaan, bukan sebuah beban.

 

3. Buat daftar tentang hal-hal yang bisa mengganggu kamu untuk melakukan pekerjaan

Banyak sekali hal-hal yang bisa mengganggu kamu dalam melakukan suatu pekerjaan. Media sosial adalah salah satunya. Kamu mungkin tidak pernah sadar, ketika kamu lelah atau bosan pada saat bekerja, kamu cenderung akan membuka ponsel pintarmu dan membuka media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Tiktok.  Tanpa sadar, kamu akan menghabiskan waktu selama 10 menit, 15 menit, dan bahkan 30 menit.

 

Padahal, kamu bisa melakukan pekerjaan lain dari 30 menit yang terbuang. Jika kamu lelah kamu bisa istirahat sebentar atau melakukan ‘power nap’. Selain Itu, cobalah membuat daftar tentang hal-hal yang bisa mengganggu pekerjaan kamu. Misalnya, ketika sedang asik bekerja kamu teringat tiba-tiba harus mengambil laundry. Hal itu memang penting, namun bisa dilakukan ketika kamu beristirahat.

 

4. Identifikasi Prioritas Jangka Panjang

Salah satu bahaya dalam produktivitas adalah fokus pada jangka pendek saja. !Sebetulnya tidak ada hal yang tidak berguna. Semua pekerjaan memiliki tingkatannya tersendiri.

 

Ketika bekerja, mungkin banyak dari kita yang terjebak pada hal-hal yang tampaknya sangat penting dan harus dilakukan. Hal yang bisa kamu lakukan adalah memetakan pekerjaan kamu, mana yang penting dan harus segera diselesaikan, mana yang kurang penting dan bisa dilakukan nanti.

 

Buatlah daftar pekerjaan yang harus kamu kerjakan. Tentukan mana yang paling penting dan yang harus diselesaikan segera mungkin. Yang kedua, tentukan mana yang penting dan bisa dikerjakan setelahnya. Yang ketiga, mana yang tidak terlalu penting tapi harus dikerjakan, dan yang terakhir mana yang tidak terlalu penting dan tidak harus segera dikerjakan.

 

Dengan membuat peta pekerjaan tersebut bisa membantu kamu untuk mengidentifikasi waktu yang terbuang percuma.

 

5. Gunakan Aturan 80/20

Selain beberapa cara di atas, kamu juga bisa gunakan peraturan 80/20. Aturan ini ditemukan oleh seorang ahli ekonomi dari Italia, yaitu Vilfredo Pareto. Pada aturan ini dikemukakan bahwa 80% hasil akan datang dari 20%  upaya.

 

Untuk mendapatkan efisiensi secara maksimal, orang-orang produktif akan mengidentifikasi 20% hal yang paling penting dari pekerjaan mereka. Kemudian mereka akan mencari cara untuk mengurangi 80% dari jadwal mereka untuk menemukan waktu yang lebih banyak yang bisa digunakan pada hal lainnya.

 

6. Bagi tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil

Kenapa banyak orang yang sering menunda-nunda? Apakah kamu salah satunya?. Ada banyak sekali alasan mengapa orang menunda-nunda. Salah satu hal yang bisa membuat seseorang menunda pekerjaannya adalah, mereka menganggap tugas tersebut sulit untuk dilakukan.

 

Jika kamu memiliki daftar tugas yang cakupannya besar dan tidak terlalu spesifik, maka kamu bisa kesulitan mengerjakan pekerjaan itu. Kamu pasti berpikir, aku tidak tahu harus mulai dari mana.

 

Kamu bisa memecah tugas tersebut menjadi tugas-tugas kecil. Tetapkan tujuan kecil untuk setiap tugas tersebut. Misalnya, kamu punya tugas membereskan barang-barang di rumah. Kamu bisa bagi pekerjaan tersebut menjadi, menyediakan kardus yang banyak untuk memisahkan barang.

 

Membereskan barang-barang di kamar pribadi, membereskan barang-barang di kamar mandi pribadi dan seterusnya. Tugas yang besar jadi terlihat kecil dan jadi lebih mudah untuk dilakukan.

 

7. Istirahat

Semua orang tentunya membutuhkan istirahat. Bahkan robot sekalipun mungkin harus mengambil beberapa jam untuk mengisi daya kembali. Begitu juga manusia, tidak ada orang yang bisa fokus selama 7 jam berturut-turut.

 

Tidak peduli seberapa banyak kebiasaan yang kamu lakukan untuk menjadi orang yang efisien. Kamu tidak akan bisa fokus selama berjam-jam. Itulah kenapa beristirahat merupakan salah satu hal yang penting.

 

Banyak sekali penelitian yang menyatakan bahwa beristirahat justru membuat seseorang lebih produktif. Bahkan waktu istirahat hanya 10-15 menit bisa membuatmu lebih rileks dan memunculkan ide-ide baru.

 

Hal yang harus diperhatikan saat beristirahat adalah buatlah secara terstruktur dan disengaja. Misalnya, ketika sudah satu jam bekerja, kamu tidak sengaja melihat handphone karena ada notifikasi yang muncul. Tidak sengaja kamu akan membuka handphone dan beralih ke media sosial.

 

Hal itu tidak bisa dianggap sebagai istirahat karena kamu tidak merencanakan hal itu. Dari contoh diatas hanya bisa dianggap sebagai gangguan. Kamu bisa menerapkan Teknik Pomodoro. Teknik Pomodoro menyarankan untuk bekerja selama 25 menit lamanya dan mengambil 5 menit untuk istirahat.

 

8. Buat lebih sedikit keputusan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.

Ada banyak sekali orang-orang sukses yang tidak peduli dengan pakaian yang dia pakai. Mantan Presiden Amerika, Barack Obama, pernah menceritakan pada majalah Vanity Fair bahwa ia tidak pernah mengambil keputusan untuk memilih baju yang ia kenakan. Selain Barack Obama ada juga Steve Jobs, Pendiri perusahaan Apple. Kamu mungkin sering melihat bahwa orang-orang tersebut hanya memakai pakaian yang itu-itu saja.

 

Barack Obama juga mengatakan bahwa ia tidak pernah mengambil pusing apa yang ia akan makan hari itu. Obama mengatakan, ada banyak sekali keputusan yang harus dibuat, sehingga ia tidak akan ambil pusing tentang keputusan-keputusan kecil yang tidak terlalu penting.

 

Beberapa keputusan bisa jadi penting, bisa jadi tidak. Pisahkan mana yang lebih penting dan mana yang tidak terlalu. Misalnya, kamu tertarik pada dua buku di toko buku, belilah keduanya, tidak perlu berpikir panjang. Atau beli yang menurutmu paling menarik, lalu beli yang satunya keesokan harinya.

 

9. Membuat Rencana ketika sesuatu kesalahan terjadi

Pasti ada saatnya ketika kamu memiliki rencana besar, dan kamu akan menjadi sibuk dalam satu hari itu, namun tiba-tiba ada satu kerikil yang muncul dan menyandung semua rencana yang ingin kamu lakukan.

 

Misalnya ketika tiba-tiba AC di kamar rusak dan kamu harus memanggil seseorang untuk membetulkannya. Atau kamu lupa membeli bahan-bahan untuk makan malam.

 

Banyak sekali orang yang sering meremehkan berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kesalahan perencanaan ini menunjukkan banyak sekali alasan sehingga kita lupa untuk memperhitungkan tugas dan tanggung jawab kita. Orang yang sangat produktif tidak pernah merencanakan sesuatu untuk menunda pekerjaan.

 

Misalnya, kamu mencoba untuk bertemu teman minggu ini, namun kamu merasa minggu ini terlalu sibuk dan akhirnya kamu mengalihkan pertemuan pada minggu depan. Ternyata minggu depan sama sibuknya dengan minggu sebelumnya. Padahal sebetulnya kamu bisa langsung membuat rencana darurat sehingga kamu bisa beradaptasi dengan cepat ketika sebuah rencana tiba-tiba muncul begitu saja.

 

10. Melakukan pekerjaan sebelum merasa termotivasi atau terinspirasi

Banyak sekali orang yang melakukan pekerjaan ketika merasa terinspirasi atau termotivasi. Apakah kamu salah satunya? Apakah kamu membereskan rumah ketika kamu merasa termotivasi?

 

Apakah kamu berolahraga ketika melihat seseorang berolahraga di media sosial? orang yang produktif biasanya akan berfokus pada mulai saja dulu, baik mereka termotivasi atau tidak.

 

ketika kamu merasa sulit mendapat motivasi, itu berarti kamu sering memproyeksikan pekerjaan dalam cakupan yang besar. Hal ini tentunya membuat kamu sulit untuk memulai ketika kamu merasa pekerjaan tersebut sulit untuk dilakukan.

 

Dalam bukunya, Anne Lamott memberitahukan bahwa tulis saja apa yang ada dipikiranmu, jangan menunggu inspirasi atau motivasi. Bahkan tulislah kata-kata yang kamu lihat di sekitarmu.

 

langkah awal merupakan hal yang penting. Hal ini bisa diaplikasikan pada pekerjaan lainnya, tidak hanya menulis saja. Mulailah sesuatu dari hal yang paling kecil. Memulai aksi kecil akan mendorong kamu untuk termotivasi. Orang yang produktif tidak akan menunggu sebuah motivasi untuk datang, mereka akan memulai bekerja sehingga motivasi akan mengikuti mereka.

 

Artikel Lain Terkait Psikologi

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy