in

Pengertian Fixed Mindset & Mengapa Kamu Harus Mengubahnya

unsplash

Fixed Mindset – “Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?” Gurauan ini kerap dilontarkan oleh warganet di media sosial. Jika dibedah lebih jauh lagi, di balik gurauan tersebut ada kepercayaan yang membatasi diri untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan.

Ya, dibanding memotivasi diri untuk terus maju, lebih baik diam saja menyaksikan kesuksesan orang lain. Dengan kata lain, menyerah sebelum bertanding karena takut mengalami kegagalan. Orang yang berpikir seperti ini biasanya punya fixed mindset. Seperti yang tertuang dalam buku Mindset dari Carol S. Dweck.

beli sekarang

Apa yang dimaksud dengan fixed mindset, ya? Mengapa mindset ini sangat mempengaruhi kehidupan seorang manusia? Baik atau buruk, sih? Apakah pola pikir ini bisa diubah? Mari kita bahas semuanya secara lengkap di artikel ini!

Apa yang dimaksud dengan fixed mindset?

Fixed mindset merupakan cara berpikir tentang kecerdasan dan kemampuan diri sendiri sebagai sesuatu yang pasti. Artinya tidak bisa diubah dari lahir sampai tutup usia. Mindset ini sangat fokus kepada hasil daripada proses.

Jadi sebuah usaha yang tidak mendatangkan hasil yang sesuai harapan, dianggap sia-sia bahkan merupakan sebuah kegagalan.

Sebagai contoh, orang yang memiliki mindset ini melihat kehidupan atlet esports lalu berpikir “enak ya bisa menghasilkan uang sambil main game seharian. Mudah, asyik, sesuai hobi.” Kemudian dia mencoba menekuni bidang yang sama, namun setelah beberapa bulan ternyata hasil yang dia dapatkan jauh dari harapan. Dia menganggap dirinya tidak memiliki bakat dan esports bukan bidang yang tepat untuknya.

Pada kenyataannya atlet esports yang dia kagumi bahkan mungkin telah menghabiskan waktu 3 tahun untuk menekuni bidangnya. Mengalami berbagai kegagalan dan mengorbankan banyak hal. Fixed mindset tidak menganggap proses ini sebagai hal yang penting dan melupakannya begitu saja.

Karakteristik orang dengan fixed mindset

Setidaknya ada 10 karakteristik yang bisa ditemukan dari orang yang fixed mindset. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Percaya dengan konsep “bakat bawaan lahir”

Orang dengan fixed mindset sangat percaya dan yakin dengan konsep “bakat merupakan bawaan dari lahir:” Karena itu tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubahnya.

Daripada berusaha keras melakukan sesuatu tanpa bakat, dia lebih memilih tidak melakukannya sama sekali.

2. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing

Fixed mindset percaya bahwa setiap orang sudah memiliki tugasnya masing-masing. Tidak ada yang bisa menggantinya. Misalnya, kamu bekerja sebagai pekerja kantoran. Kamu percaya bahwa ini memang tugasmu yang sudah ditetapkan sejak dulu dan tidak bisa diubah lagi.

Bahkan jika orang lain melakukan tugasmu, kamu yakin mereka tidak akan bisa melakukannya dengan baik.

3. Menjauhi tantangan

Umumnya orang dengan fixed mindset selalu menjauh dari tantangan karena jika gagal menyelesaikannya, hanya akan mengkonfirmasi apa yang dia percaya–bahwa tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama.

Dia juga tidak suka diberi kritikan saat mengerjakan sesuatu. Toleransi rendah pada kegagalan secara tidak langsung menolak kemungkinan untuk gagal.

4. Fokus pada hasil

Seperti yang disebutkan sebelumnya, orang yang memiliki fixed mindset lebih mementingkan hasil daripada proses. Artinya hasil yang bagus jauh lebih baik daripada usaha yang keras untuk mendapatkan hasilnya.

Pada kenyataannya, hasil sangat tergantung dari upaya yang dilakukan ketika berproses.

5. Tidak berusaha maksimal

Ketika orang dengan fixed mindset sudah percaya bahwa dia tidak bisa melakukan sesuatu, biasanya dia tidak akan berusaha dengan maksimal. Akibatnya pekerjaannya tidak sebaik apa yang diharapkan.

6. Menyalahkan kepribadian

Saat gagal mengerjakan sesuatu, orang yang memiliki fixed mindset biasanya menyalahkan kepribadiannya sendiri daripada faktor eksternal. Dia berpikir bahwa dirinya sendiri memang tidak pandai dalam bidang tersebut.

Meski kenyataannya bidang tersebut memang lebih sulit dari yang dipikirkan sebelumnya dan saat gagal pun masih bisa dimaklumi.

7. Tidak tertarik untuk mengembangkan kemampuan

Fixed mindset tidak memiliki ketertarikan untuk mengembangkan kemampuannya. Meskipun ini sangat penting untuk dirinya sendiri. Dia tidak akan tiba-tiba membuat target yang harus dicapai untuk meningkatkan kompetensinya.

8. Tidak belajar dari kesalahan

Karakteristik berikutnya dari orang dengan fixed mindset adalah dia tidak mau belajar dari kesalahan sendiri atau melakukan evaluasi. Daripada evaluasi, dia lebih senang menyalahkan orang lain atas kekurangan yang dia miliki.

9. Talent is important!

Bagi orang yang memiliki fixed mindset, bakat adalah segalanya dalam mencapai tujuan apa pun. Karena itu dia hanya fokus pada bakatnya sendiri tanpa memedulikan proses yang harus dilewati.

Contoh nyata fixed mindset

Nokia

Nokia adalah salah satu perusahaan teknologi yang sempat menjadi raja dan pemenang. Sejak awal tahun 2000 sampai 2010-an, produk handphone Nokia beredar di seluruh dunia serta dipakai jutaan orang.

Selama satu dekade, tidak banyak inovasi besar yang dilakukan oleh Nokia. Apple juga Google melihat ini sebagai peluang. Hasilnya pada tahun 2007, Steve Jobs mengenalkan iPhone generasi pertama sebagai “ponsel pintar” yang berbeda dari Nokia juga Blackberry.

Satu tahun berikutnya, giliran Google yang membuat terobosan dengan meluncurkan sistem operasi Android. Meski saat itu Android belum terlalu populer. Kemudian setelah 2010, Android perlahan-lahan muncul ke permukaan.

Perusahaan lain yang menjadi pesaing Nokia berlomba-lomba mengeluarkan smartphone android, sementara Nokia sendiri justru menolak menggunakan sistem operasi dari Google tersebut.

Meski saat itu trend smartphone sudah berkembang cukup pesat, Nokia masih percaya diri dengan kualitasnya. Siapa sangka, pola pikir ini justru membuat Nokia semakin tertinggal hingga akhirnya tutup pada tahun 2012.

FJB Kaskus

Kaskus The Largest Indonesian Community. Kamu pernah membaca atau menemukan slogan tersebut di internet? Yup, di dekade pertama abad ke-20 Kaskus pernah menjadi tempat bagi jutaan masyarakat Indonesia untuk berinteraksi.

Kaskus lalu menyediakan “Forum Jual Beli (FJB)” yang menjadi pasar online bagi membernya. Awalnya, FJB Kaskus sangat terkenal dan digunakan oleh banyak orang. Bahkan Tokopedia pernah melakukan ujicoba di FJB Kaskus.

Namun Kaskus tidak melakukan inovasi dalam sistem pembayaran yang mengandalkan rekening bersama “rekber” hingga akhirnya muncul kasus penipuan oleh salah satu rekber-nya.

Sejak saat itu pamor FJB terus menurun hingga kemudian digantikan oleh e-commerce lain seperti Tokopedia, Shopee, Blibli dan sebagainya.

Dampak dari Fixed Mindset

Fixed Mindset sangat membatasi diri sendiri. Kepercayaan tidak mampu mengerjakan sesuatu bisa berakibat pada jumlah usaha yang dikeluarkan untuk mencapai suatu tujuan. Alasannya sederhana saja, karena dalam pikiran sudah ada perasaan usaha itu sia-sia saja.

Pada akhirnya hasil yang didapatkan pun tidak sesuai dengan harapan–diri sendiri atau orang lain. Ini kemudian memperkuat anggapan bahwa tujuannya memang terlalu sulit dicapai.

Seperti lingkaran setan yang sulit diketahui mana awal dan akhirnya. Kesimpulan yang didapat kemudian adalah tidak ada kemampuan yang bisa ditingkatkan dan pemisah antara apa yang bisa dilakukan dengan yang tidak bisa dilakukan semakin jelas terlihat.

Orang dengan fixed mindset takut untuk mengambil risiko karena dia takut menghadapi kegagalan. Meskipun kegagalan dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga dan bahkan menjadi langkah penting menuju kesuksesan.

Fixed mindset juga menghambat kreativitas karena tidak ada keinginan untuk mencoba hal yang baru dalam memecahkan masalah. Jika dikaitkan dengan proses mempelajari sesuatu, fixed mindset merupakan musuh yang sulit ditaklukkan. Sebab mindset yang satu ini membuat belajar menjadi proses yang membosankan dan penuh tekanan.

Kami bisa belajar berpikir positif dari tokoh dunia melalui buku 101 Trik Berpikir Kreatif ala Jeff Bezos yang ditulis oleh Danish Pratama.

beli sekarang

Di sisi lain fixed mindset meningkatkan kekhawatiran terhadap pandangan orang lain. Orang dengan pola pikir ini berpikir bahwa orang lain hanya memedulikan pencapaian tanpa melihat prosesnya sama sekali.

Dengan demikian, tekanan untuk menjadi sempurna semakin besar demi menjaga reputasi diri. Ujung-ujungnya mempengaruhi kesehatan mental.

Kelebihan dan kekurangan fixed mindset

Fixed mindset, meski dikatakan tidak baik untuk perkembangan diri dan karier, tetap memiliki sisi baik dan buruk. Meskipun jika dibandingkan, sisi baiknya justru lebih sedikit.

Kelebihan

Sense of belonging (perasaan memiliki) 

Orang dengan fixed mindset dapat dengan mudah menemukan “zona” nya sendiri dalam berbagai situasi. Mungkin situasinya tidak menarik namun dia tetap akan melakukan peran yang sudah diberikan sebaik mungkin.

Berkat mindset ini dan juga adanya tekanan waktu, dia akan melakukan apa pun demi mencapai tujuan jangka pendeknya.

Pekerjaan menjadi lebih mudah

Mindset yang satu ini juga bisa membuat seseorang berhenti merasa khawatir tentang ide-ide kreatif dan hal lain di luar pekerjaannya. Artinya tidak perlu ada proses mengira-ngira sesuatu yang bisa memperlama proses mencapai tujuan.

Tidak ada membuang-buang waktu untuk melakukan berbagai macam percobaan demi menemukan jalan yang lebih efektif. Semuanya sudah jelas dan pekerjaan menjadi lebih mudah karena sudah ada alurnya sendiri.

Orang dengan mindset ini juga sangat berusaha untuk menghindari kesalahan. Terutama yang membuat mereka keluar dari alur–meski disebabkan oleh faktor eksternal sekalipun.

Mempunyai kambing hitam untuk disalahkan

Normalnya, jika seseorang melakukan kesalahan maka dia akan berintropeksi dan mencoba memperbaikinya. Orang dengan fixed mindset sedikit berbeda. Katakanlah dia sedang bekerja dan melakukan kesalahan, kesalahan tersebut–menurutnya–disebabkan karena pekerjaannya terlalu sulit.

Bahkan jika ada yang salah dengan hidupnya, dia akan menganggap orang lain sebagai penyebabnya.

Tidak mengambil risiko yang mungkin membuat gagal

Tidak ada kata gagal dalam kamus fixed mindset karena mereka selalu menghindarinya. Karena fixed mindset selalu menetapkan lebih dulu apa yang akan dilakukan dan bertahan dengan cara yang aman.

Untuk menemukan orang dengan fixed mindset di lingkungan masyarakat bisa dilakukan dengan sangat mudah. Pasalnya, dia cenderung merendahkan orang lain saat berkomunikasi.

Kekurangan

Di balik kelebihannya, ada bahaya yang siap menghampiri orang-orang dengan fixed mindset.

Tidak dapat beradaptasi bahkan ketika berada dalam situasi yang mengerikan

Karena mereka sudah menetapkan apa yang akan dilakukan, pola pikir mereka sudah tidak bisa diubah sama sekali. Ketika sesuatu yang di luar dugaan terjadi, mereka akan kesulitan untuk beradaptasi.

Tidak dapat mengubah tindakan, rencana, dan pandangan

Mereka tidak akan dapat mengubah rencana hanya karena akhir yang berbeda dari apa yang sudah mereka rencanakan. Karena sebelumnya mereka sudah memutuskan apa yang akan dikuasai dan ini tidak dapat diubah sama sekali.

Jika mereka harus mengubah tindakan, rencana, dan pandangan sama saja merusak semua upaya yang sudah dilakukan. Jadi lebih baik tetap berpegang pada rencana awal, bahkan jika rencana tersebut punya konsekuensi negatif.

Besar kemungkinan tidak ada mimpi yang bisa dicapai

Memiliki mimpi itu penting, namun bangun dan mencoba meraihnya jauh lebih penting. Di tengah perjalanan meraih mimpi tersebut, ada banyak sekali rintangan yang harus dilewati. Bagi orang dengan fixed mindset, ini adalah sesuatu yang sulit dilakukan.

Tanpa keinginan untuk berubah dan beradaptasi, hal yang akan didapatkan oleh mereka hanya kekecewaan tanpa henti karena banyak sekali yang tidak sejalan dengan harapan.

Sebagai contoh, kamu ingin membeli sebuah mobil dengan cara menabung setengah dari pendapatanmu. Tiba-tiba kamu harus berhenti bekerja dan pendapatan menjadi tidak stabil lagi. Lalu kamu menjadi tidak peduli dengan mimpi membeli mobil tadi karena sesuatu yang diluar harapan sudah terjadi.

Jika terus seperti ini, kira-kira kapan kamu akan mencapai mimpimu?

Tidak dapat mengetahui potensi maksimal

Jika memiliki fixed mindset, kamu mungkin tidak dapat mengetahui potensi maksimal dirimu sendiri. Karena begitu kamu terjebak dengan keyakinan yang membatasi diri, kamu mulai percaya bahwa tidak ada lagi yang dapat kamu kerjakan.

Cara mengubah fixed mindset menjadi growth mindset

Jika kamu tidak belajar mengendarai sepeda saat kecil, apakah mungkin bagimu belajar di usia 30 tahun? Tentu saja mungkin. Jika kamu selalu merasa tidak percaya diri di sekolah, apakah di kuliah kamu akan terus seperti itu? Tentu saja tidak.

Perubahan bisa terjadi dalam hal apa saja, termasuk mengubah fixed mindset menjadi growth mindset. Untuk mewujudkannya pasti butuh waktu yang lama karena pola pikir ini sudah mengakar di dalam dirimu.

Nah jika kamu ingin memahami lebih jauh bagaimana mindset dapat menguasai seseorang, kamu bisa membaca buku Memahami Lebih Jauh Bagaimana Persepsi Dan Mindset Menguasai Diri Kita Dalam 2 Jam karya Kinanti Linda R. & Dzul Fahmi.

beli sekarang

Bukan masalah, kan? Yang jelas kamu sudah mempunyai keinginan untuk berubah dan memulai langkah pertamanya. Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengubahnya:

Gunakan kekuatan sugesti

Sugesti bisa menjadi awal untuk mengubah fixed mindset menjadi growth mindset. Bagamana pun juga, hambatan terbesar fixed mindset adalah kepercayaan bahwa bakat dan kompetensi merupakan bawaan lahir. Tanpa sugesti yang kuat, kepercayaan ini tidak akan bisa dihilangkan.

Jadi jika kamu ingin mulai berubah, biasakan dari sekarang untuk memberikan sugesti pada diri sendiri bahwa tidak apa mencoba hal yang baru, gagal pun bukan sebuah kesalahan, atau hasil tidak selalu sesuai dengan harapan.

Buat tujuan saat mempelajari sesuatu

Ketika seseorang fokus mempelajari sesuatu, biasanya akan lebih fokus kepada proses belajar bukan performa. Maka dari itu penting untuk selalu mengevaluasi diri saat belajar agar kamu jadi tahu sejauh mana perkembangan yang sudah kamu lakukan.

Belajar dari kegagalan

Selalu ingat bahwa kamu bisa belajar dari sebuah kegagalan karena di baliknya selalu ada kesempatan untuk berkembang. Pelajari apa yang membuatmu gagal, apa yang kurang, apa yang tidak kamu lakukan sebelumnya, lalu buat rencana untuk menyelesaikannya.

Konsisten dan fleksibel

Proses mengubah mindset yang panjang menuntut kegigihan dan kesabaran yang besar. Konsisten dengan tujuan awal sambil terus berusaha beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi di sekitarmu.

Nah jadi sudah jelas ya sekarang mengapa kamu harus mengubah fixed mindset menjadi growth mindset. Terima kasih sudah membaca artikel ini, sampai jumpa di artikel selanjutnya, ya!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ricky Atthariq