in

Apa Itu Sikap Pesimis Yang Dapat Menganggu Kesehatan Mental

Sikap pesimis bisa digambarkan sebagai salah satu kecenderungan untuk berpikir secara negatif. Seseorang yang bersikap pesimis mungkin saja sering mengidentifikasi dan juga fokus kepada aspek yang negatif atau tidak menguntungkan dibandingkan dengan berkonsentrasi pada berbagai hal yang benar-benar terjadi. Pesimisme sendiri merupakan kebalikan dari optimisme. Pada kenyataannya, hal tersebut akan sangat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Orang-orang yang pesimis umumnya akan mengharapkan hasil yang negatif dan curiga saat semuanya berjalan dengan baik. Sedangkan orang yang optimis akan mengharapkan hal-hal baik bisa terjadi dan mencari silver lining saat hidup tidak berjalan dengan baik dan tidak sesuai dengan keinginannya.

Apa Itu Pesimis?

Menurut American Psychological Association, pesimis memiliki arti sebagai suatu sikap yang melihat segala sesuatunya akan berakhir buruk dan keinginan serta tujuan yang dimiliki tidak akan mungkin bisa terwujud. Orang yang memiliki kepribadian pesimis akan cenderung berpikir ke arah yang negatif, yang mana menurut mereka hal itu realistis untuk diharapkan.

Mungkin saja, sebenarnya kamu tidak ingin menjadi seseorang yang memiliki sikap pesimis. Namun pengalaman hidup yang selama kamu terima, tanpa disadari dapat membuatmu menjadi orang yang pesimis. Tidak bisa kita pungkiri bahwa ada orang-orang yang memang memiliki banyak hal-hal buruk di dalam hidupnya. Sehingga hal itu dapat merubah mereka menjadi seseorang yang pesimis seumur hidupnya, dan mungkin saja itu termasuk diri kamu sendiri.

Jika kamu berpikir bahwa menjadi seseorang yang bersikap pesimis hanya akan merugikan diri sendiri, karena kamu tidak merasa membuat orang lain ikut menjadi orang pesimis seperti kamu, itu salah besar. Pada kenyataannya, ketika kamu bersikap pesimis, maka orang lain akan cenderung malas untuk berhubungan dengan kamu. Sebab, kamu selalu melihat dari sisi negatif dari sebuah kemungkinan-kemungkinan yang bahkan belum terjadi. Terlebih lagi, pesimisme tidak hanya bisa mempengaruhi hubungan kamu dengan orang lain saja, tapi bisa juga berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Ciri-ciri Orang Pesimis

Apakah kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang pesimis? Untuk mengetahui apakah orang tersebut merupakan golongan orang pesimis atau tidak, kamu harus memahami ciri-cirinya terlebih dahulu. Berikut adalah ciri-ciri orang yang memiliki sikap pesimis.

a. Tidak memiliki semangat untuk mengejar sesuatu karena merasa pasti akan gagal.
b. Selalu berpikir bahwa akan ada hal yang salah di setiap situasi.
c. Merasa terkejut ketika sesuatu yang dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.
d. Selalu berpikir bahwa risiko yang akan dihadapi lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh.
e. Merasa lebih nyaman saat berada di kehidupan yang monoton daripada dengan kehidupan yang bersifat menantang diri sendiri untuk berubah agar bisa memperoleh sesuatu yang lebih baik lagi.
f. Terlalu fokus pada kekurangan daripada kelebihan diri sendiri.
g. Selalu merendahkan kemampuan diri sendiri dan sering mengalami imposter syndrome.
h. Merasa terganggu dengan sikap optimis yang dimiliki oleh orang lain.
i. Sering mensugesti hal-hal yang bersifat negatif pada diri sendiri.
j. Menilai bahwa segala sesuatu yang baik pasti akan berakhir. sehingga tidak akan bisa menikmati momen tersebut.

Kamu tidak perlu mempunyai semua ciri-ciri di atas untuk dapat disebut sebagai orang yang bersikap pesimis. Akan tetapi bila sebagian besar waktu kamu dihabiskan untuk melakukan hal-hal di atas, maka kemungkinan besar kamu mempunyai sifat pesimis.

Apakah Benar Sifat Pesimis Dapat Mengganggu Kesehatan Mental?

Pesimisme bukan suatu sifat yang diinginkan oleh mayoritas orang. Hal itu karena sifat pesimisme seringkali dihubungkan dengan hal-hal yang negatif, sikap setengah penuh, depresi, dan juga gangguan suasana hati lainnya. Akan tetapi, pikiran negatif yang ada dalam dosis yang sehat, tidak akan berdampak buruk bagi diri sendiri.

Walaupun banyak dari kita yang sering diminta untuk tetap bahagia dan memikirkan sisi baik, meski itu semua tidak selalu disarankan atau sehat. Apabila optimisme selalu dipaksakan, maka ditakutkan akan menjadi sebuah “toxic positivity”. Pada faktanya, pesimisme juga terkadang menjadi sesuatu hal yang baik untuk diri sendiri.

Menurut psychology today, para psikolog melihat pesimisme dan juga optimisme sebagai spektrum yang memiliki masing-masing sudut pandang dan kepribadian kau berada di suatu tempat di sepanjang garis tersebut. Dimana di kedua ujung spektrum, orang-orang yang selalu bersikap pesimis mungkin saja akan merasa lebih sengsara dan orang-orang yang selalu bersikap optimis juga terlihat terlepas jauh dari kenyataan sebenarnya.

Akan tetapi, sepertinya menjadi seseorang yang optimis bisa memberi sedikit manfaat. Sebab, menurut sebuah penelitian dari BMC public health menemukan bahwa sikap pesimisme dihubungkan dengan peningkatan risiko kematian karena penyakit jantung koroner.

Walaupun tidak ada bukti yang pasti bahwa menjadi seorang yang optimis akan melindungi kesehatan tubuh dari berbagai penyakit, tapi orang yang optimis biasanya akan cenderung menjaga diri lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang pesimis. Jadi, mereka mungkin saja mempunyai pola makan yang lebih teratur, lebih banyak melakukan olahraga. Sehingga hal itu akan memberikan efek positif untuk kesehatan fisik dan juga mental.

Manfaat dari Pesimis

Grameds, tentunya kita juga akan melihat bahwa ternyata memang ada beberapa suatu hal baik, terdapat dalam sikap pesimis, sebagai berikut:

1. Cenderung memiliki jaring pengaman

Tidak semua orang yang pesimis itu memiliki jaring pengaman, tetapi kecenderungan itu ada. Kerana dia memandang dunia ini dengan kacamata yang negatif, dia berharap pada suatu skenario yang buruk, maka untuk menantisipasi terjadinya skenario buruk itu, dia akan menyiapkan jaring pengaman. Meskipun sebenarnya pada kenyataannya mungkin hanya kecil, sebenarnya apapun yang kita lakukan itu akan berakhir pada skenario yang terburuk. Namun orang pesimis tadi karena di awal, sudah lamgsung berasumsi bahwa semuanya akan berakhir denga buruk maka terdapat kemungkinan beberapa di antara mereka kemudian berusaha untuk menyiapkan jaring pengaman.

2. Lebih siap ketika terjadi hal buruk

Orang pesimis memang sudah selalu mengharapkan sesuatu hal itu akan berakhir tidak baik, maka ketika hal itu benar-benar terjadi, sehingga dia relatif akan lebih siap. Meskipun kita juga harus akui bahwa kenyataan biasanya hal-hal yang sangat buruk itu dari tingkat presentase tidak akan terlalu banyak. Sebuah riset menyatakan bahwa 15% suatu hal itu akan berakhir buruk, artinya 85% yang lainnya akan berakhir netral atau berakhir baik. Kita memfokuskan diri kepada halbyang buruk sebenarnya kita hanya memfokuskan diri ini pada 15% padahal 85% itu merupakan satu hal yang akan berakhir relatif dengan baik. Karena orang yang pesimis tadi berfokus pada 15%, maka dikatakan bahwa mereka akan ralatif lebih siap ketika hal buruk terjadi.

3. Tidak merasa dalam krisis ketika hal buruk terjadi

Pandangan seorang pesimis memang hidupnya itu sudah berada dalam krisis secara terus-mnerus, dengan lensa yang memiliki nuansa negatif, maka ketika hal yang negatif itu benar-benar terjadi, dia tidak akan memandangnya sebagai suatu hal yang baru, karena memang dia sudah memposisikan dirinya atau mengasumsukan bahwa memang dunia ini sedang dalam krisis.

Ini memang beda dengan orang yang lebih positif, karena orang yang positif tentunya akan mengaharpkan hidup itu lebih dinamis, bervariasi dan akan berakhir baik. Jadi orang yang optimis mungkin sulit akan merasa kesulitan atau akan merasa terpukul kondisi memang benar-benar berubah menjadi krisis.

Kerugian Memiliki Sifat Pesimis

Bersikap pesimis sesekali memang merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Hal itu disebabkan karena semua manusia memiliki masa yang dapat membuat dirinya merasa sulit untuk melihat hal yang baik di kehidupan. Namun, apabila terus ternaman di dalam diri, maka akan ada beberapa kerugian yang dapat kita peroleh, antara lain:

1. Hidup Terasa Lebih Suram

Menjadi seseorang yang memiliki sifat pesimis hanya akan membuat hidup menjadi lebih sulit. Orang-orang yang bersikap pesimis akan memberikan banyak sugesti negatif kepada dirinya sendiri. Pada akhirnya, orang pesimis akan merasa sangat sulit untuk bahagia ataupun senang dan selalu berusaha untuk mencari kesalahannya sendiri.

2. Lebih Mudah Merasa Depresi

Orang-orang yang pesimis umumnya akan sering merasa cemas secara berlebihan, sering berkata hal-hal buruk kepada diri sendiri, dan selalu memikirkan kemungkinan terburuk dari suatu hal yang bisa memicu depresi.

3. Menurunkan Kesehatan Fisik

Orang yang memiliki sikap pesimis umumnya berisiko terkena berbagai macam penyakit termasuk juga penyakit jantung. Tak hanya itu saja, orang-orang yang memiliki sikap pesimis umumnya akan mempunyai usia harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang optimis.

4. Rentang Merasa Stres

Dengan memiliki pikiran yang cenderung negatif, orang-orang pesimis akan semakin rentan merasa stres. Mereka tidak akan bisa melihat hal-hal baik dan indah yang pernah ada di dalam hidup dan yang pernah mereka dapatkan. Orang-orang dengan sikap pesimis biasanya akan merasa selalu tidak puas dengan hidup, karena mereka lebih memandang segala sesuatunya dari sisi negatif.

Keuntungan Sifat Pesimis

Walaupun pada umumnya sifat pesimis cukup merugikan diri sendiri, tapi ternyata sikap tersebut juga mempunyai beberapa kelebihannya, antara lain:

1. Membuat Seseorang Menjadi Pemimpin yang Baik

Di dalam kadar tertentu, seseorang yang memiliki sifat pesimis dapat menjadi seorang pemimpin yang baik. Hal itu disebabkan karena sifat pesimis tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih skeptis. Sehingga dapat lebih mudah mengenali berbagai propaganda dan juga kebohongan yang dapat menghancurkan timnya.

2. Membuat Seseorang Menjadi Lebih Siap Dalam Menerima Hasil

Seseorang yang memiliki sikap pesimis biasanya tidak akan terlalu banyak berharap pada hasil yang akan diperoleh saat melakukan sesuatu. Sementara disisi lain, orang-orang yang pesimis akan total dalam bekerja karena mereka menganggap bahwa hal yang negatif akan lebih mudah terjadi jika mereka tidak memaksimalkan kinerjanya.

3. Meningkatkan Kewaspadaan

Mempunyai sifat yang sedikit pesimis juga dapat meningkatkan kewaspadaan. Hal itu disebabkan karena dengan adanya sifat pesimis dapat membuat seseorang bersikap lebih realistis dalam melihat kehidupan.

4. Lebih Panjang Umur

Menurut sebuah studi disebutkan bahwa orang dewasa yang mempunyai harapan rendah di masa mendatang dapat berpotensi menikmati hidup yang lebih bahagia dan juga lebih lama. Bahkan, ada yang mengungkapkan bahwa sifat yang terlalu optimis ketika mengharapkan sesuatu di masa depan dapat meningkatkan risiko sakit hati jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Walaupun belum bisa dipastikan sebab akibat yang jelas, tapi dalam penelitiannya diperkirakan bila sikap pesimis bisa membuat seseorang akan hidup lebih waspada dan hati-hati. Hal itu juga termasuk ke dalam usaha mereka mengambil tindak pencegahan dan keselamatan yang berkaitan dengan hidup mereka sendiri.

5. Memperpanjang Hubungan Asmara

Di beberapa tahun belakangan, ada beberapa penelitian yang memberi saran bahwa negative thinking juga terkadang diperlukan. Terlebih saat sedang menjalani sebuah hubungan dalam waktu yang panjang. Menurut penelitian yang ada di Journal and Social Psychology dijelaskan bahwa apabila sikap optimis yang dilakukan secara berlebihan dapat berdampak buruk untuk sebuah hubungan, terlebih untuk hubungan pernikahan.

Hal tersebut bisa terjadi karena sikap optimis yang dimiliki pasangan lebih acuh untuk mencari solusi dari permasalahan rumah tangga. Optimis yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan kedua pasangan berpikir, apabila semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu.

Seorang pembuat riset juga menemukan apabila pasangan yang mencoba untuk memaksakan diri tetap bersikap dan juga berpikir positif ketika berhadapan dengan sebuah masalah, maka hal itu bisa menyebabkan adanya sakit hati yang terlalu berlebihan antara satu dengan yang lainnya. Begitupun sebaliknya, para peneliti juga mengatakan bahwa apabila pasangan memiliki sikap pesimis, maka besar kemungkinan bahwa mereka bisa hidup secara harmonis. Sebab, mereka tidak memiliki ekspektasi dan juga harapan yang terlalu tinggi untuk hubungan mereka.

6. Membantu Kesuksesan

Kebanyakan para motivator memang mengungkapkan untuk terus berpikir positif atau optimis dengan kehidupan. Namun, perlu dipahami bahwa sukses tidak selalu ada di dalam orang-orang yang optimis, tapi juga bisa dimiliki oleh orang-orang pesimis. Seseorang yang memiliki sikap pesimis umumnya sudah memiliki pandangan buruk mengenai suatu hal yang baru saja akan dimulai. Itulah yang membuat orang-orang yang bersikap pesimis lebih termotivasi untuk berusaha dengan keras daripada usaha yang dilakukan oleh orang-orang optimis. Oleh karena itu, akan ada banyak sekali hal dan juga ide yang bisa memicu kesuksesan orang-orang pesimis.

7. Tidak Mudah Cemas

Seorang profesor psikologi yang bernama Julie Norem mengungkapkan bahwa manfaat orang yang memiliki sifat pesimis yaitu membuat mereka menjadi tidak mudah merasa cemas. Sikap itu menunjukkan bahwa hasil buruk dari apa yang kita pikirkan dapat melindungi diri sendiri dari rasa cemas. Misalnya saja, apabila seseorang berpikiran buruk bahwa dia akan tersandung di depan umum, maka orang pesimis akan memikirkan hal itu agar hal buruk yang dia pikirkan tidak akan terjadi. Sikap dari orang-orang pesimis dapat mengalihkan rasa khawatir dan cemas yang terlalu berlebihan. Sehingga, orang-orang yang pesimis akan tetap baik-baik saja pada akhirnya, apapun yang terjadi.

Cara Menghilangkan Sikap Pesimis yang Berlebihan

Apabila sikap pesimis memang sudah mulai berpengaruh buruk pada kehidupan kamu, maka alangkah lebih baik jika kamu harus mencoba mengurangi sifat tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan sikap pesimis yang berlebihan.

1. Ubah Perspektif

Umumnya, seseorang yang memiliki sikap pesimis lebih cenderung realistis. Namun, apabila berlebihan, maka dapat menyebabkan seseorang menjadi jauh dari kenyataan. Misalnya saja seperti beranggapan bahwa tidak ada orang yang dapat mengerti walaupun sebenarnya ada seseorang yang selalu menemani.

2. Membuat Daftar Kelebihan dan juga Kekurangan

Hampir semua hal yang ada di dalam hidup memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terkadang, manusia merasa kesulitan untuk melihat kelebihan dirinya sendiri dibandingkan dengan kekurangannya. Dengan mencatat daftar kelebihan dan juga kekurangan diri sendiri, maka nantinya kita akan lebih mudah membandingkan dan juga merubah pola pikir bahwa semua hal tidak harus selalu berakhir negatif.

3. Belajar dari Pengalaman

Sebaiknya, sesekali kamu harus melihat dan mengingat masa lalu. Sebab segala sesuatu yang sudah pernah kita lakukan di masa lalu tentu ada yang pernah memberikan hasil yang positif atau menyenangkan. Hal itu berarti pemikiran pesimis yang kamu punya sudah jelas tidak selalu menjadi kenyataan. Dengan mencoba belajar dari kehidupan masa lalu dan menyadari bahwa suatu hal bisa berakhir dengan baik. Maka sifat negatif yang ada di dalam diri akan mulai berkurang.

4. Jangan Selalu Mencela Diri Sendiri

Pandangan negatif yang berasal dari orang-orang pesimis tidak hanya melulu tentang kehidupan. Namun mereka juga sering berpandangan negatif terhadap diri sendiri. Mencela diri sendiri secara terus menerus merupakan tanda dari orang yang pesimis. Mulai dari mengkritik penampilan diri sendiri sampai meremehkan pencapaian yang telah berhasil dilakukan. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan sehari-hari orang pesimis.

Apakah kamu termasuk orang yang sulit untuk menerima pujian dari orang lain dan justru sering mengkritik diri sendiri sebelum dikritik orang lain, supaya tidak merasa terlalu sedih dan terpukul? Apakah itu termasuk ke dalam golongan orang-orang pesimis? Jawabannya adalah Ya. Sulit untuk menerima pujian orang lain dan lebih suka mengkritik diri sendiri adalah termasuk sikap yang pesimis.

5. Impostor Syndrome Merupakan Kepribadian Pesimis

Sindrom tersebut terjadi ketika seseorang mulai meragukan kemampuan dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan. Padahal pada kenyataannya mereka mampu untuk melakukannya. Menurut penelitian yang telah diterbitkan di dalam Journal of general Internal Medicine tahun 2019, mengungkapkan bahwa impostor syndrome memiliki kaitan dengan orang-orang yang memiliki sifat pesimis. Supaya terhindar dari sifat tersebut, maka sebaiknya kamu harus menerima jika tidak ada yang sempurna di dalam hidup ini. Sehingga tidak akan masalah bila berada di titik tertentu kamu mungkin akan menemui kegagalan. Percayalah dengan bakat diri sendiri. Apabila kamu sulit untuk melakukan hal itu, maka cobalah untuk membicarakannya dengan orang terdekat untuk membantu kamu lebih percaya diri.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah