in

Obsesi: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya

unsplash.com

Jatuh cinta memang serasa dunia milik berdua. Indah rasanya bagaikan mandi susu. Ketika kita jatuh cinta pada seseorang, hal itu akan membuat kita merasa berbunga bunga hingga terobsesi padanya.

Pengertian Obsesi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, obsesi adalah ide atau perasaan yang sangat merasuki pikiran.

Seandainya obsesi itu biasa biasa saja tidak apa apa, tapi kalau seandainya obsesi itu keterlaluan akan menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Namun, ada garis yang sangat tipis antara ketertarikan dan obsesi. Ketika obsesi mulai memaksa kita untuk mengalihkan semua energi terfokus padanya, saat itulah obsesi mulai menjadi tidak sehat. Kita akan memikirkannya sepanjang waktu dan ini akan membatasi kita dari melakukan aktivitas biasa karena itu adalah dunia kita.

Obsesi

Tanda-Tanda Obsesi

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah beberapa tanda yang dapat diidentifikasi untuk mengetahui apakah kita memiliki obsesi yang tidak sehat dengan seseorang:

1. Menyembunyikan Rasa Tidak Aman

Jika kita memiliki masalah harga diri yang rendah dan mencoba menyembunyikan rasa tidak aman dengan menindas seseorang secara keras, itu pasti tidak sehat. Kita akan kehilangan rasa individualisme dan juga akan mencoba untuk memvalidasi diri alias membutuhkan orang tersebut untuk merasa lebih baik. Kita juga akan cenderung menggunakan keberadaan orang itu untuk merasa nyaman dengan diri sendiri, padahal pada kenyataannya kita membenci rasa tidak aman yang hadir.

2. Hanya Peduli dengan Kualitas Luar

Kita akan menemukan diri kita terbenam dalam kualitas luar orang itu karena itulah yang membuat kita tergila gila padanya. Ketika periode berbunga bunga berakhir dan kekurangan serta pertengkaran kecil muncul, kita tidak dapat menghadapi kepribadian asli orang itu karena kita benar-benar hanya terobsesi dengan kepribadian luarnya saja.

Karenanya ini menjadi sangat merepotkan sehingga menyebabkan kita kehilangan kendali dan fokus atas hidup kita sendiri. Jadi ada baiknya kita mengenal pasangan kita dari luar maupun dari dalam. Dari luar biasanya yang tampak oleh mata, tangan dan sentuhan sentuhan kecil lainnya sedangkan dari dalam biasanya dari hati pasangan anda tersebut. Terlihat dari cara dia memperlakukan kita atau dari perlakuan perlakuan pasangan kepada kita.

3. Menghindari Teman-Teman

Ketika kita sudah mulai terobsesi dengan seseorang, kita tidak akan ragu untuk menghindari teman-teman atau orang terdekat. Kita akan memprioritaskan orang itu lebih dari siapapun, yang menyebabkan kita menjauh dari lingkaran pertemanan. Bagaimana tidak, kita memilih menghabiskan sepanjang hari dengan seseorang yang membuat kita terobsesi meskipun dia mungkin tidak melakukan hal yang sama. Kita juga dapat membatalkan acara hangout bersama teman dengan harapan orang itu akan menelepon atau mengajak kita pergi.

4. Menerima Semua Rencana di Menit-Menit Terakhir

Rencana implisit dan spontan adalah yang terbaik, tetapi tidak dengan mengorbankan rencana kita sebelumnya hanya untuk orang itu. Jika kita mendapat diri kita selalu menerima ajakan pada saat saat terakhir dengan meninggalkan teman teman atau membatalkan acara lainnya, ini jelas tanda obsesi yang tidak sehat pada seseorang.

5. Tidak Pernah Marah Padanya

Kita tidak akan marah pada orang itu karena takut dia akan sangat kesal dan meninggalkan kita. Obsesi berlebihan yang tidak sehat juga akan membuat kita lebih suka menyembunyikan emosi, meskipun rasa kekhawatiran itu sebenarnya perlu ditangani. Hal ini tidak pernah disarankan karena memendam perasaan hanya akan menyebabkan kebencian yang parah di kemudian hari.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Obsesi Romantis

Obsesi berhubungan dengan ketertarikan yang bersifat romantis terhadap orang lain, baik itu secara fisik maupun emosional dikendalikan oleh bagian otak kita. Dan ada banyak hal yang dapat memicu otak untuk menciptakan hasrat ketertarikan kepada orang lain ini. Anda mungkin tidak percaya kalau hal-hal yang tak terduga berikut menurut sains bisa mempengaruhi ketertarikan manusia terhadap lawan jenis. Mulai dari internet, aroma pai labu hingga rasa lapar dan lain sebagainya.

Keberadaan internet memang telah merubah kehidupan manusia modern dan dalam banyak hal merubah nilai-nilai serta cara kita berinteraksi. Tetapi internet juga bisa memanipulasi pemikiran kita mengenai hal hal yang dianggap menarik. Bahkan bisa membuat ketertarikan kita terhadap lawan jenis menjadi biasa. Sebuah studi yang dilakukan di St. Andrews University menemukan bukti bahwa wanita yang menghabiskan banyak waktu dengan menggunakan internet menganggap pria yang secara fisik maskulin lebih menarik daripada pria yang secara fisik tampak kurang maskulin (atau dengan kata lain kurang macho).

The Architecture of Love | Di balik Pena

Sementara menurut hasil studi yang sama laki-laki yang hobi menjelajahi dunia yang menganggap wanita dengan karakteristik fisik feminim dan ramping lebih menarik. Sebaliknya orang orang yang tidak memiliki akses internet ternyata berpikiran sebaliknya. Kaum prianya lebih memilih wanita yang dari segi fisik tidak benar benar memenuhi standar umum feminim di mata masyarakat. Dan kaum wanitanya juga sama, mereka tidak keberatan dengan pria yang tidak berotot atau berdada bidang.

Meskipun terdengar tak masuk akal, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan kesimpulan bahwa ketika laki-laki merasa lapar, maka selera mereka terhadap wanita pun berubah. Ketika sejumlah pria yang menjadi objek dalam penelitian ini lebih memilih wanita dengan fisik berisi daripada wanita-wanita yang ramping, ternyata mereka baru melewatkan makan siang.

1. Melewatkan makan siang

Dengan hasil seperti ini ditengarai perut kosong cenderung membuat pria berpikir bahwa perempuan yang berisi lebih menarik. Mungkin hal ini juga yang menyebabkan budaya tradisional di negara negara berkembang menuntut wanita untuk memiliki tubuh subur.

2. Pil Kontrasepsi

Sebagian dari ketertarikan wanita terhadap lawan jenis dipengaruhi oleh hormon. Dan biasanya hormon ini akan menguat seiring datangnya masa subur. Tetapi ketika mengkonsumsi pil kontrasepsi, hormon tersebut jadi mengalami keabnormalan. Barangkali karena pil kontrasepsi bersifat memanipulasi hormon wanita, akibatnya sudut pandang dan preferensi wanita yang mengkonsumsinya terhadap lawan jenis juga jadi berpengaruh. Sebuah studi bahkan menemukan bukti bahwa beberapa wanita yang terbiasa meminum pil KB kehilangan hasrat dan ketertarikan kepada pasangan mereka begitu berhenti meminumnya.

3. Aroma-Aroma Tertentu

Anda mungkin sudah pernah mendengar kalau beberapa jenis tumbuhan beraroma bisa dimanfaatkan untuk aromaterapi pembangkit gairah seksual. Dan aroma bunga ylang-ylang, melati serta lavender dikatakan bisa membangkitkan efek ini. Tetapi bunga lavender dan aroma pai labu jika dihirup bersamaan akan menjadi obat pembangkit gairah seksual yang ampuh.

4. Hubungan Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Sebuah studi menemukan bahwa ketika orang mencari selingan atau hubungan jangka pendek, mereka cenderung lebih tertarik kepada wanita dengan karakteristik wajah yang feminim (menurut standar umum). Contohnya wanita yang cantik, tinggi, putih, semampai dan lain sebagainya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dorongan seksual yang lebih dominan daripada ketika seseorang sedang menginginkan hubungan yang serius atau hubungan untuk jangka panjang. Contohnya wanita yang bersifat keibuan, setia, kalem dan lain sebagainya.

5. Takut Kesepian

Manusia cenderung takut jadi kesepian dan hal ini rupanya bisa mengaburkan nilai nilai yang menjadi faktor pemicu ketertarikan kepada lawan jenis. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Toronto menemukan bahwa ketika dihadapkan resiko hidup kesepian untuk selamanya, orang cenderung menurunkan standar ketertarikan terhadap lawan jenis. Biasanya pada saat muda, standar pada lawan jenis masih tinggi, tapi pada saat kita sudah berkecamuk dalam hati karena takut kesepian maka standar itu diturunkan.

Alasannya biar gampang mendapat pasangan. Hal ini menjelaskan kenapa di masa muda, ketika orang orang cenderung lebih sering bergaul dan memiliki rekan senasib (dalam artian sesama lajang) biasanya mereka jadi memiliki standar yang lebih tinggi pula dalam menilai lawan jenis.

6. Kebiasaan

Ada peribahasa Jawa yang mengatakan witing tresno jalaran saka kulina memang benar adanya. Yang berarti senang karena dari kebiasaan. Sebuah studi menemukan menemukan bukti bahwa orang cenderung lebih mudah tertarik kepada seseorang yang berada dalam lingkungannya setiap waktu.

Ketika seseorang berada dalam sebuah lingkaran sosial dimana ia berinteraksi dengan orang yang sama secara intens dari waktu ke waktu, maka ia akan lebih mudah untuk tertarik kepada orang tersebut bahkan meskipun pada dasarnya orang itu tidak memenuhi kriteria. Jadi jangan heran kalau para selebritis sering sekali terlibat hubungan yang dimulai dari cinta lokasi. Karena dari kebiasaannya kumpul setiap hari di lokasi syuting.

Obsesi

Gangguan Cinta Obsesif

Seperti namanya, gangguan cinta Obsesif atau obsessive love disorder, terjadi ketika seseorang terobsesi dengan satu orang yang dicintai. Obsesi yang dimaksud membuatnya merasa perlu melindungi orang yang dicintai secara Obsesif, bahkan cenderung mengendalikan. Meski hingga ini belum ada klasifikasi medis atau psikologis terpisah untuk gangguan cinta Obsesif, kondisi ini sering kali menyertai jenis penyakit mental lainnya.

1. Gejala Gangguan Obsesif

Ada beberapa tanda atau gejala yang terlihat ketika seseorang mengalami gangguan cinta Obsesif adalah sebagai berikut:

  • Merasa tertarik luar biasa pada orang yang dicintai.
  • Memiliki pikiran Obsesif tentang orang tersebut.
  • Merasakan kebutuhan untuk melindungi orang yang dicintai.
  • Memiliki pikiran dan sering melakukan tindakan posesif.
  • Kecemburuan ekstrem saat orang yang dicintai berinteraksi dengan orang lain.
  • Tingkat percaya diri yang rendah.
  • Mengirim pesan, email dan panggilan telepon berulang kali ke orang yang mereka minati.
  • Kebutuhan konstan untuk di yakinkan.
  • Kesulitan menjalin pertemanan atau mempertahankan kontak dengan anggota keluarga karena obsesi terhadap satu orang.
  • Memantau tindakan orang yang disukai.
  • Mengendalikan kemana orang yang dicintai pergi dan aktivitas yang mereka lakukan.

Pada beberapa kasus, gejalanya bisa memburuk di akhir hubungan atau jika orang menolak pengidap.

2. Gangguan Cinta Obsesif Terkait Dengan Penyakit Mental Lain

Penyebab dari gangguan cinta Obsesif masih belum jelas hingga kini. Nun, gangguan ini kemungkinan besar terkait dengan penyakit mental lain, seperti:

a. Gangguan Keterkaitan

Gangguan ini merujuk pada orang orang yang memiliki masalah keterkaitan emosional, seperti kurangnya empati atau obsesi dengan orang lain. Gangguan ini umumnya berkembang selama masa kanak kanak dari pengalaman negatif dengan orang tua atau pengasuhnya.

b. Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan ini ditandai dengan masalah pada citra diri, ditambah dengan perubahan suasana hati yang parah. Gangguan kepribadian ambang dapat membuat pengidapnya menjadi sangat marah hingga sangat bahagia dalam hitungan menit atau jam.

Episode cemas dan depresi juga terjadi. Saat mempertimbangkan gangguan cinta Obsesif, gangguan kepribadian dapat menyebabkan peralihan antara cinta yang ekstrim untuk seseorang, menjadi sangat meremehkan.

c. Kecemburuan Delusi

Berdasarkan delusi (peristiwa atau fakta yang diyakini benar). Gangguan ini ditunjukkan oleh desakan pada hal hal yang telah terbukti palsu. Dalam hal gangguan cinta Obsesif, kecemburuan delusi membuat pengidapnya percaya bahwa orang lain telah membalas perasaannya, bahkan jika mereka telah menjelaskan bahwa itu tidak benar.

d. Erotomania

Gangguan ini merupakan persimpangan antara gangguan cinta delusi dan Obsesif. Pada erotomania seseorang yakin bahwa orang yang terkenal atau memiliki status sosial yang lebih tinggi jatuh cinta padanya. Penderita erotomania seringkali sulit bergaul dengan orang lain dan cenderung suka menyendiri.

e. Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)

Gangguan obsesi-kompulsif (OCD) adalah kombinasi dari pikiran Obsesif dan ritual kompulsif. Gangguan ini dapat mengganggu kehidupan sehari hari.OCD juga membuat pengidapnya membutuhkan kepastian terus menerus, yang akhirnya mempengaruhi hubungan.

Obsesi

Tips Berhenti Terobsesi Pada Seseorang

Cinta dan obsesi sama sekali berbeda. Hanya saja, sebagian orang menilai bahwa obsesi yang mereka rasakan pada seseorang adalah cinta. Dan obsesi bisa berakibat fatal bagi kehidupan seseorang. Sebab, dia kemungkinan akan susah move on dari obsesi itu. Jika Anda sedang terjebak dalam situasi semacam ini, cobalah 6 tips berikut diterapkan:

1. Menyatakan Perasaan Anda kepadanya

Berhentilah untuk hanya memikirkan perasaan cinta Anda, tanpa berusaha untuk mengatakannya. Dia bisa saja menolak cinta Anda, namun setidaknya Anda sudah mencoba. Tanamkan dalam hati untuk beranikan diri. Mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.

2. Menghargai Waktu yang Telah Anda Sia-Siakan Untuknya

Sudah berapa lama Anda bermimpi untuk mendapatkannya. Sudah berapa banyak orang yang Anda acuhkan untuk bisa mendapatkan perhatiannya. Berhenti terobsesi padanya, karena itu tidak akan membuat hidup Anda tenang. Anda pun harus mencoba untuk mulai menghargai waktu Anda. Isi kegiatan dengan sedikit demi sedikit melupakannya.

3. Menghargai Cinta Orang yang Benar-Benar Peduli Pada Anda.

Selama ini, mata Anda mungkin hanya tertuju padanya dan Anda tidak sadar bahwa ada orang yang lain sebetulnya sangat mencintai Anda. Dia selalu ada untuk Anda setiap kali Anda kesusahan, dan dia adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya untuk Anda. Daripada menyia nyiakan waktu untuk orang yang tak membalas cinta Anda, lebih baik Anda menghargai cinta orang yang benar benar peduli pada Anda.

4. Menyibukkan Diri

Nikmati kegiatan apapun yang bisa membuat Anda merasa nyaman dan santai. Setidaknya, Anda bisa mengalihkan pikiran darinya dan merasa lebih tenang. Kegiatan di rumah juga bisa menyibukkan Anda, misalnya memasak, main game, pergi belanja atau membersihkan rumah dan lain sebagainya.

5. Berkumpul dengan Teman

Selama ini, Anda mungkin telah menghindari teman teman Anda karena Anda terobsesi pada cinta seseorang dan Anda tahu bahwa mereka menentangnya. Tetapi sudah saatnya bagi Anda untuk keluar dan bersenang senang dengan mereka. Jangan biarkan orang terdekat Anda pergi dari Anda, hanya karena Anda sedang diperdaya cinta tak berbalas. Menikmati indahnya berteman setelah sekian lama jauh dari teman teman Anda.

6. Melihat Sisi Buruk Darinya

Ketika kita terlalu memuji seseorang, kita akan mulai menumbuhkan obsesi di dalam hati kita. Sekali lagi, itu bukan cinta, melainkan obsesi. Tanpa sadar, kita pun selalu menganggap orang itu sempurna. Tidak memiliki kekurangan sama sekali. Namun, jika Anda ingin berhenti terobsesi padanya, cobalah untuk melihat sisi buruk dari dirinya. Semua orang tentu memiliki kekurangan. Dengan begitu, Anda bisa mengikis obsesi Anda padanya. Contohnya sedikit saja kita mengingat kejelekannya, seandainya dia suka marah. Ingat ingat saja tentang tabiat dia yang itu.

Akan tetapi obsesi bisa diubah menjadi positif loh Grameds, bagaimana caranya? Grameds bisa membaca buku dan dapatkan bukunya yang tersedia di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik!

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by R Adinda

Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.