in

Firasat Orang Akan Meninggal Dunia, Benar atau Tidak, Ya?

unsplash.com

Firasat Orang Akan Meninggal Dunia – Grameds, pernahkah kamu mendengar atau melihat langsung cerita tentang seseorang yang merasakan firasat jelang meninggal dunia? Atau bahkan, pernahkah kamu mengalaminya sendiri meski firasat tersebut tak selalu benar?

Dalam artikel ini, Gramedia akan menemanimu menjelajah konsep firasat orang yang akan meninggal dunia. Khususnya, kami ingin memberi tahu bahwa Grameds tak perlu merasa khawatir dengan berlebihan terkait firasat tersebut karena itu bukan pula berarti kita tak sehat atau gila.

Seringkali dianggap benar oleh sebagian orang dan omong kosong bagi sebagian orang lainnya, apa sebenarnya firasat kematian itu dan seperti apa kebenarannya? Berikut kami sajikan penjelasannya dari berbagai sumber, termasuk kebenaran sampai cerita-cerita dan kasus terkait. Mari cari tahu, Grameds!

Kebenaran Firasat Kematian

Firasat Orang akan Meninggal Dunia
pixabay.com

Pada kasus pasien-pasien lansia, firasat bahwa mereka akan mengalami kematian dianggap AGS Journals sebagai kejadian klinis yang merugikan dan dapat dialami oleh pasien, kerabat, atau pengasuh pasien. Seperti dikutip, fenomena firasat kematian atau premonition of death (POD) dilaporkan terjadi pada beberapa pasien berdasarkan pengalaman klinisnya pada 1945.

Sedangkan pada 1961, Exton-Smith mengamati bahwa 7 dari 220 pasien yang sekarat (3 persennya) mengalami firasat akan meninggal dunia dalam beberapa jam sebelum kejadian. Sebaliknya, pasien yang mengucapkan atau mengekspresikan bahwa dirinya mengalami POD tidak dalam kondisi sekarat.

Ini menunjukkan bahwa kasus-kasus di mana orang mengalami firasat kematian ialah benar adanya. Meski begitu, fenomena POD ini harus dibedakan dari fenomena Tiongkok kuno, Hui Guang Fan Zhao (HGFZ). Pasalnya, HGFZ diamati secara klinis dan ditandai dengan pasien sekarat yang sesaat pulih kembali sebelum kematiannya.

Sementara itu, pasien sekarat yang mengekspresikan adanya firasat akan meninggal dunia tak selalu mengalami HGFZ, Jadi, kedua fenomena tersebut berbeda, tetapi berkaitan dengan hidup seorang pasien.

Terdapat beberapa teori terkait firasat orang akan meninggal dunia. Beberapa hipotesis mengacu pada fakta bahwa beberapa kejadian yang tak mungkin kadang-kadang bisa terjadi hanya karena kebetulan.

Terjadinya fenomena POD mungkin memiliki dasar yang tidak mudah dipahami. Dalam hal klinis, sulit untuk menentukan sensitivitas dan spesifisitas ekspresi POD pasien yang lebih tua, karena sejumlah besar pasien yang lebih tua akan meninggal selama masuk rumah sakit.

Namun demikian, firasat telah dianggap sebagai perkembangan evolusioner yang mungkin memberikan peringatan dini secara fungsional tentang bencana. Serta, firasat yang dialami oleh staf perawat terbukti menyelamatkan nyawa pasien jika ditindaklanjuti.

Dengan demikian pula, penjaga dan profesional kesehatan harus menangani POD pasien dengan serius karena kematian dapat terjadi secara tiba-tiba atau dalam waktu dekat. Jika pasien tersebut tidak sakit parah atau sekarat, perawatan medis yang lebih waspada dapat mencegah turunnya kondisi pasien dan kematian mendadak.

Harus ada kesempatan yang diberitahukan secara bijaksana kepada pasien dan kerabat mereka untuk mendiskusikan CPR jika terjadi henti jantung, untuk mengeksplorasi, dan menyelesaikan masalah sosial, psikologis, dan spiritual. Jika pasien yang bersangkutan sakit parah dan sekarat, perawatan berkualitas tinggi seharusnya dapat dijamin.

Grameds, meski terkadang penanganan terhadap seseorang yang merasakan firasat akan meninggal dunia harus dilakukan dengan serius, bukan berarti firasat tersebut selalu berarti kita akan menghadapi kematian. Pada dasarnya, suatu firasat hanyalah menjadi peringatan yang dirancang agar kita mengupayakan pencegahan kematian sebelum waktunya, seperti penyakit yang tak ditindaklanjuti.

Firasat Orang akan Meninggal Dunia

1. Teori prekognisi

Bicara tentang firasat orang akan meninggal dunia, terdapat pula teori prekognisi yang dapat dipelajari. Prekognisi sendiri, secara bahasa, memiliki arti persepsi tak logis terkait seseorang yang punya pengetahuan tentang sesuatu di masa depan.

Prekognisi kebanyakan muncul sebagai akibat dari faktor ikatan emosional atau keintiman yang erat. Menurut hasil riset seperti disebut Kompas, prekognisi yang melibatkan teman, pasangan, atau kerabat mencapai 80-85 persen.

Sisanya, prekognisi ini melibatkan orang asing atau kenalan biasa. Umumnya pun, prekognisi ini terkait dengan hal buruk, seperti kecelakaan, penyakit, bencana alam, sampai kematian.

Yang unik dari orang yang mengaku punya kemampuan prekognisi ialah bahwa seseorang justru jarang merasakan firasat kematiannya sendiri. Ini dapat berkaitan dengan besarnya efek trauma yang diterima ego seseorang tersebut.

Sebagai salah satu dari berbagai fenomena paranormal, tak ada bukti ilmiah yang menunjukkan dengan benar dan pasti bahwa prekognisi adalah fenomena nyata. Jadi, ini dianggap sebagai fenomena yang bertentangan dengan literatur ilmu saraf dan psikologi, yakni pseudosains.

Psikiatri arus utama pun bahkan memandang prekognisi sebagai manifestasi delusi. Kemampuan ini juga dinilai sangat melanggar prinsip keilmuan fisika dan prinsip kausalitas terkait suatu akibat harus terjadi setelah penyebabnya.

Prekognisi sendiri disebut lebih dekat pada asumsi atau prediksi daripada ramalan. Pasalnya, kemampuan ini didapatkan melalui informasi yang beredar atau kondisi terkini yang ada.

Prediksi ini tanpa sadar bermain-main dalam pikiran seseorang dan menciptakan kesan bahwa ia datang dari luar pikiran, hal ini pun menyebabkan pengalaman prekognisi. Meski begitu, beberapa dari sekian banyak ide yang muncul di pikiran kita terkadang benar-benar menjadi kenyataan, bukan?

Sepanjang sejarah, prekognisi telah dipercaya secara masif meski buktinya kurang ilmiah. Orang-orang pun percaya bahwa kemampuan tersebut betul nyatanya. Sayangnya, topik prekognisi masih sulit didiskusikan dan diteliti dalam komunitas psikologi sampai detik ini.

Di sekitar kita pun, banyak sekali orang yang mengaku punya kemampuan prekognisi atau meramal seusai berhasil menebak sejumlah kecil hal yang akhirnya benar-benar terjadi secara tepat di masa depan.

Sebaliknya, akan ada alasan untuk mengelak jika ramalan tersebut tak terbukti. Pasalnya, banyak pula ramalan dari ahli nujum, orang “pintar”, atau peramal yang akhirnya dipaksakan agar cocok dengan realitas yang ada.

Selain itu, banyak pula peramal yang menyebutkan hasil prekognisi yang termasuk sangat umum seperti meninggalnya seorang selebritis atau bencana dahsyat pada tahun tertentu di masa depan. Karena sifatnya yang fleksibel, ramalan semacam itu lebih mudah dimanipulasi jika tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Pada dasarnya, kemampuan prekognisi dimiliki oleh semua orang dengan cara mengolah berbagai macam informasi. Perlu diketahui, kita dapat mengolah informasi dan menerawang hal yang akan terjadi, termasuk kematian, dengan bantuan otak.

Sejatinya, jika Tuhan belum berkehendak meski sudah berbagai terminologi yang dipakai untuk mengetahui kematian seseorang, hal tersebut hanya sekadar prediksi saja. Memang, hal yang memungkinkan manusia seolah bisa melihat masa depan adalah kemampuan otak yang sangat luar biasa.

Perlu diingat, hanya Tuhan yang tahu persis kronologi kematian yang akan menjemput, seperti apa pun prediksi manusia tentang datangnya kematian.

2. Pandangan Islam

Dalam pandangan agama Islam seperti dikutip dari People Daily, seorang guru agama, yakni Ustadz Fatma Ahmed berpendapat, firasat hanyalah halusinasi karena hidup dan mati hanyalah ada di tangan Tuhan. Jadi, kita tak akan pernah tahu giliran kita.

“Penting bagi orang-orang untuk bersiap ketika waktu kematian mereka tiba. Ini dapat Anda lakukan dengan bertobat dan menebus dosa-dosa Anda. Pada saat kematian, juga diyakini dalam Islam bahwa seseorang dapat melihat ke mana roh mereka pergi saat meninggalkan tubuh.

Apakah itu tempat yang baik atau tempat yang buruk, dan mereka bahkan dapat mengatakan apa yang mereka lihat. Tapi, itu saja,” katanya.

Seberapa Sering Kematian Setelah Firasat Terjadi?

Firasat Orang akan Meninggal Dunia
unsplash.com

Memiliki firasat orang akan meninggal dunia belum pasti berarti akan meninggal. Meski begitu, orang-orang berpotensi merasakan firasat kematian ini setelah melewati masa trauma atau kecelakaan tertentu.

Studi tentang POD

National Center for Biotechnology Information atau Pusat Informasi Bioteknologi Nasional AS melakukan survei terhadap 302 pasien trauma tentang firasat kematian pasien (POD). Dari survei tersebut, terdapat laporan yang mengungkapkan perasaan atau sensasi kematian.

Hasilnya mengungkap bahwa pasien ini kemungkinan besar meninggal. Sementara itu, hasil lainnya termasuk:

  • 95% menyatakan pasien trauma merasakan firasat kematian.
  • 44% pasien menyatakan dapat merasakan hasil dari situasi mereka.
  • 50% menyatakan firasat tersebut memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.
  • 57% percaya firasat ini dipengaruhi oleh kemauan/keinginan pasien untuk hidup.

Firasat Kematian Diri Sendiri

Firasat Orang akan Meninggal Dunia
pixabay.com

Tidak biasa bagi seseorang untuk memiliki firasat kematian mereka sendiri. Namun, banyak orang yang memang tahu bahwa mereka akan segera mati, dan ini bukan hanya dialami orang yang sudah tua atau tidak sehat.

Firasat mungkin datang dalam mimpi atau mungkin perasaan yang kita miliki, perasaan terus-menerus yang mengganggu bahwa ada sesuatu yang salah. Bagi orang tertentu, secara jelas dan lugas, mereka bisa tahu bahwa waktu mereka akan segera berakhir.

Ada pula pengalaman terkait orang terkasih mengatakan suatu hal sebelum dia meninggal, seperti bahwa dia akan mati pada akhir bulan. Meski masih muda, misalnya baru berusia 50-an, tetapi dia tahu dia akan mati pada akhir bulan.

Ketika seseorang memberi tahu kita, bisa jadi kita mengabaikannya sebab bagaimanapun juga, dia baru berusia akhir 50-an dan dalam kondisi yang baik. Namun, rupanya, dia benar meninggal sebelum akhir bulan itu.

Firasat ini bukanlah untuk mengatakan bahwa semua orang akan tahu kapan mereka akan meninggal. Pasalnya, beberapa orang bisa tahu dan beberapa orang lainnya tidak.

Cara seseorang meninggal dapat mempengaruhi oleh jika mereka tahu itu akan datang. Kemampuan seseorang untuk meramalkan kematian mereka sendiri atau orang yang dicintai juga tergantung pada bagaimana jiwa mereka berkembang. Terdapat kepercayaan bahwa ketika jiwa kembali ke alam baka dan memilih untuk dilahirkan kembali, mereka mengambil bentuk yang lebih tinggi.

Seseorang dengan jiwa yang lebih berkembang atau lebih tinggi lebih mungkin mengembangkan intuisi yang tajam ke dalam hal-hal seperti itu.

Firasat Orang akan Meninggal Dunia

Firasat Kematian Orang Lain/Orang Terkasih

Firasat Orang akan Meninggal Dunia
pixabay.com

Pernahkah Grameds mendapat firasat bahwa ada orang lain yang hampir mati? Mungkin, seseorang yang asing atau yang dekat atau terkasih? Meski bukanlah hal yang umum, kita mungkin bukan satu-satunya orang yang bisa merasakan hal demikian.

Mengutip Mediumjaylane, diyakini bahwa ketika beberapa jiwa bersama selama beberapa masa kehidupan, mereka membentuk ikatan yang luar biasa. Firasat tentang kematian seseorang yang dekat terjadi di antara jiwa-jiwa yang telah hidup bersama selama lebih dari satu kehidupan.

Kedua orang itu mungkin juga disebut api kembar. Api kembar adalah dua kehidupan manusia yang terpisah yang dijalani oleh satu jiwa tunggal. Dua orang memiliki satu jiwa. Karena mereka memiliki jiwa yang sama, tidak jarang mereka merasakan kematian separuh lainnya.

Firasat Kematian Simbolis

Penting untuk disadari bahwa tidak semua firasat kematian dimaksudkan untuk ditafsirkan sebagai kematian yang sebenarnya. Firasat ini bisa menjadi kematian simbolis, misalnya seperti kematian “cara hidup” kita saat ini.

Sebagai contoh, bisa jadi kematian karier atau bahkan hubungan. Jika Grameds berusaha untuk berkembang secara spiritual, mimpi itu bisa menjadi simbol kematian spiritual yang terlahir kembali ke tingkat spiritualitas yang lebih tinggi.

Jika Grameds memiliki mimpi tentang kematian atau firasat kematian yang sebenarnya, tarik napas dan tenang. Periksa berbagai bidang kehidupan untuk menentukan apakah sesuatu akan segera berakhir, seperti lulus dari perguruan tinggi, pernikahan yang akan datang, perubahan karier, atau pindah ke kota lain.

Ini semua adalah peristiwa yang mengubah hidup yang dapat dilambangkan sebagai jenis kematian.

Cerita dan Kasus

Firasat Orang akan Meninggal Dunia
pixabay.com

Grameds, berikut adalah beberapa cerita atau kasus terkait firasat orang akan meninggal dunia, seperti dikutip dari Medium:

1. Mimpi Terakhir, 15 Juni 2015

Ayah bangun pada jam biasanya 6:00 pagi. Minum secangkir teh dan berbagi mimpinya dengan saya. Dia berkata, “Bersiaplah, aku akan pergi.” Saya menepis anggapannya dengan mengatakan, “Tolong, jangan terlalu banyak berpikir.” Dia pun berkata bahwa dia bermimpi bahwa mendiang ibunya.

Menurutnya, nenek saya telah tiba dengan kereta api dan memohon padanya untuk naik kereta bersamanya. Menurutnya, dia akan mengakhiri perjalanan duniawinya dan memulai perjalanan baru di mana nenek saya menunggunya. Saya tidak percaya padanya dan mengabaikannya.

Ayah saya, jiwa yang sangat cenderung spiritual, meninggal beberapa jam kemudian pada hari yang sama. Kata-katanya tentang mimpi terakhirnya masih bergema di telinga.

2. Datang dalam dua hari

Ibu mertua saya meninggalkan fisiknya (meninggal) setelah sakit berkepanjangan. Dia meninggalkan seorang suami yang penuh kasih dan saat itu tidak dapat dihibur. Jika belahan jiwa dapat dipercaya, mereka adalah satu.

Suatu hari, ketika ayah mertua saya yang berduka pergi untuk mempersembahkan bunga ke makam ibu mertua saya, dia melihat ke penjaga dan berkata, “Buatlah ruang di dekatnya, saya akan ‘beristirahat’ dalam dua hari.”

Tepat setelah dua hari, ia meninggalkan tempat tinggalnya di dunia dan dibaringkan di dekat istri tercintanya.

Kesimpulan

Meski kerap dianggap mistis atau bersifat paranormal, rupanya telah banyak studi terkait dengan firasat orang yang akan meninggal dunia. Meski begitu, belum ada penelitian yang mendukung bahwa fenomena ini 100 persen benar dan menjadi “ramalan masa depan” bagi kehidupan kita atau orang lain.

Berbagai respon dan pandangan tertuju pada kebenaran firasat kematian ini. Apapun penilaian orang lain, tentunya menyenangkan untuk mengetahui hal-hal dan perspektif baru, apalagi terkait dengan cara orang lain merasakan kehidupan dan kematiannya.

Tak perlu dipercaya jika tak ingin, kita hanya perlu memahami bahwa wajar tentunya bagi orang lain merasakan hal-hal tertentu yang belum tentu pernah kita rasakan, terlepas dari benar atau tidaknya firasat tersebut.

Firasat Orang akan Meninggal Dunia

Gramedia telah banyak jadi pilihan #SahabatTanpaBatas untuk menemukan berbagai buku yang membahas berbagai topik, mulai dari fakta, fiksi, buku bergambar, dan lain sebagainya. Kamu bisa memanfaatkan layanan kami untuk menambah ilmu dengan mudah dengan belanja lewat situs. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sevilla Nouval Evanda

BACA JUGA:

  1. 12 Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal, Baik atau Buruk? 
  2. Ketahui 9 Arti Mimpi Membunuh Orang Menurut Primbon dan Psikologi 
  3. Daftar Doa untuk Orang yang Meninggal Dunia dan Manfaatnya
  4. 5 Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal
  5. Review Buku Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti 

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda