in

Kenali 7 Jalan Tol Terpanjang Di Indonesia

Tol terpanjang di Indonesia  – Selama sepuluh tahun terakhir, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur dalam negeri, termasuk jalan tol. Ini dilakukan guna meningkatkan pertumbuhan industri di indonesia dengan cara meningkatkan konektivitas antara wilayah.

Beberapa jalan tol dibangun untuk menghubungkan lima kota dan dua provinsi dengan panjang lebih dari 90 kilometer. Bahkan, saat ini sedang dilakukan proyek pembangunan jalan tol sepanjang 2.704 kilometer di Pulau Sumatera, yaitu Tol Trans Sumatera.

Rencananya tol terpanjang di Indonesia ini akan menghubungkan wilayah Lampung dengan Aceh melalui 24 ruas jalan yang berbeda. Pemerintah memperkirakan Tol Trans Sumatera dapat beroperasi penuh pada tahun 2024 nanti.

Selain Tol Trans Sumatera, masih ada 7 jalan tol terpanjang di Indonesia yang sudah berfungsi dan terbukti mampu meningkatkan konektivitas antar-wilayah. Tol apa sajakah itu? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Jalan Tol Terpanjang yang Sudah Beroperasi di Indonesia

1. Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (189 km)

wikipedia.org

Di urutan pertama ada Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung yang berada di Pulau Sumatera dengan panjang sekitar 189 kilometer. Tol ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan November tahun 2019 lalu.

Jarak 189 kilometer kalau di pulau Jawa, sama seperti dari Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat ke daerah Citaman, Nagreg, Bandung, Jawa Barat. Saking panjangnya jalan tol ini, masyarakat dapat menghemat waktu lebih dari tujuh jam untuk perjalanan dari Palembang ke Lampung.

Karena itu, bagi masyarakat pulau Sumatera kehadiran tol terpanjang di Indonesia ini memiliki peran yang sangat penting.

Adapun yang lebih menarik lagi, berdasarkan keterangan resmi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pembangunan jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung menjadi yang tercepat, yaitu sekitar 2,5 tahun saja. Pencapaian ini berhasil memecahkan rekor MURI untuk pembangunan jalan tol tercepat di Indonesia.

Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung dibagi menjadi dua seksi, yaitu Terbanggi Besar -Pematang Panggang sepanjang 112 kilometer dan Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 77 kilometer.

Untuk akses keluar masuknya, dibagi menjadi enam gerbang tol yang berada di Gunung Batin, Lambu Kibang, Menggala, Simpang Pematang, Way Kenangan, Serta Kayu Agung. Sementara itu, untuk tempat istirahatnya dibagi menjadi 9 titik. 5 titik di arah Kayu Agung dan 4 titik lainnya ada di arah yang menuju ke Bakauheni.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Ada satu rest area yang populer di tol ini, yaitu rest area KM 215. Di sini, ada sekitar 58 UMKM yang siap menyambut pengendara, beberapa diantaranya ada yang menyediakan oleh-oleh khas dari Lampung.

Di samping itu, Tol Terpeka sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain. Seperti gardu tol otomatis, layanan ambulans dan mobil derek, pelayanan lalu lintas Patroli Jalan Raya (PJR), serta layanan informasi Variable Message Sign (VMS).

Pemerintah, pada tanggal 6 Januari 2020 menetapkan tarif yang berlaku di ruas Tol Terpeka  melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1194/KPTS/2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

Berdasarkan keputusan ini, tarif paling jauh untuk perjalanan dari SS Terbanggi Besar ke SS Kayu Agung adalah sebesar Rp170.000 untuk Golongan I, Rp255.500 untuk Golongan II dan III, serta Rp341.000 untuk Golongan IV dan V.

Rencananya, tol Terpeka ini akan menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan wilayah Lampung sampai ke Aceh.

 

2. Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140,94 km)

Di urutan kedua ada Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dengan panjang sekitar 140,94 kilometer dan melewati wilayah Bakauheni dengan Kabupaten Lampung Tengah. Pembangunannya menghabiskan dana lebih dari Rp16,7 triliun dan telah diresmikan oleh pemerintah pada tahun 2019 lalu.

Dari fasilitas, tol Bakauheni-Terbanggi Besar sudah dilengkapi dengan 6 rest area yang masing-masing berada di jalur A KM 33, KM 87, dan KM 116 serta di jalur B KM 33, KM 87, dan KM 116. Lalu, ada juga sembilan Simpang Susun (SS) yang menyebar di berbagai lokasi. Selain itu, pengelola juga sudah menyiapkan fasilitas PJR, VMS, ambulans, serta mobil derek.

Di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar ada 1 akses keluar masuk yang terbesar di Kabupaten Lampung Selatan (7 gerbang), Kabupaten Pesawaran (2 gerbang), dan Kabupaten Lampung Tengah (2 gerbang) dengan rincian sebagai berikut:

Gerbang Tol KM Lokasi
  • Gerbang Tol Bakauheni Selatan
  • Gerbang Tol Bakauheni Utara
4+400 Bakauheni, Lampung Selatan
Gerbang Tol Kalianda 8+900 Bakauheni, Lampung Selatan
Gerbang Tol Sidomulyo 27+300 Kalianda, Lampung Selatan
Gerbang Tol Lematang 73+400 Lematang, Lampung Selatan
Gerbang Tol Kota Baru 78+600 Sabah Balau, Lampung Selatan
Gerbang Tol Natar 96+000 Natar, Lampung Selatan
  • Gerbang Tol Tegineneng Barat
  • Gerbang Tol Tegineneng Timur
106+000 Tegineneng, Pesawaran
Gerbang Tol Gunung Sugih 130+000 Gunung Sugih, Lampung Tengah
Gerbang Tol Terbanggi Besar 140+410 Terbanggi Besar, Lampung Tengah

3. Tol Pekanbaru-Dumai (131 km)

hutamakarya.com

Di urutan ketiga ada Tol Pekanbaru-Dumai yang membentang sepanjang 131 kilometer dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Bengkalis, sampai ke Kota Dumai. Ruas tol ini sudah resmi beroperasi sejak bulan September tahun 2020 lalu dan menjadi pusat perekonomian masyarakat Riau.

Dibanding dengan tol Terpeka, tol Pekanbaru-Dumai membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa beroperasi sebab pembangunannya dimulai pada akhir tahun 2016 dan baru selesai pada tahun 2020. Jadi butuh hampir empat tahun untuk menyelesaikan pembangunannya.

Meski begitu, Tol Permai terkenal unik karena mempunyai 6 perlintasan yang dibangun khusus untuk Gajah Sumatera. Perlintasan ini memberikan memberikan kebebasan pada hewan-hewan untuk berkeliaran di tempat satwa yang dilindungi.

Untuk aksesnya, Tol Permai menyediakan tujuh gerbang tol yang tersebar di empat Kota/Kabupaten, yaitu Gerbang Tol Pekanbaru di Kota Pekanbaru; Gerbang Tol Minas di daerah Minas Kabupaten Siak; Gerbang Tol Kandis Selatan dan Kandis Utara di daerah Kandis, Kabupaten Siak.

Sementara di Kabupaten Bengkalis ada Gerbang Tol Pinggir yang terletak di daerah Pinggir; Gerbang Tol Bathin Solapan di daerah Bathin Solapan. Gerbang Tol yang terakhir, Dumai, ada di Kota Dumai.

Untuk fasilitas ada layanan mobil derek, ambulans, VMS, PJR, dan 5 rest area yang masing-masing berada di KM 13, KM 14,5, KM 45, KM 64, dan KM, 82.

 

4. Tol Cikampek-Palimanan (116 km)

lintasmarga.com

Tol Cikampek-Palimanan atau lebih akrab disebut Tol Cipali ada di urutan keempat dengan panjang sekitar 116 kilometer. Sampai tahun 2018, ruas tol ini masih menjadi jalan tol terpanjang yang ada di Indonesia, tetapi posisinya bergeser setelah tiga ruas tol di Sumatera resmi beroperasi. Meski demikian, Tol Cipali masih menjadi ruas tol terpanjang yang ada di Pulau Jawa.

Saat ini, Tol Cipali masuk ke dalam bagian dari proyek Tol Trans Jawa yang menghubungkan Ujuang Provinsi Jawa Barat sampai ke ujung Provinsi Jawa Timur. Tol ini sekarang dimiliki oleh PT. Baskhara Utama Sedaya, namun sebelumnya sempat beberapa kali terjadi pergantian kepemilikan. Mulanya, tol ini dimiliki oleh Saratoga, lalu dijual ke UEM Group Berhad, sebelum akhirnya dijual lagi ke PT. Baskhara Utama Sedaya (BUS).

Di tol Cipali ada 10 akses keluar masuk yang tersebar di:

  • Kabupaten Purwakarta: Gerbang Tol Cikampek
  • Kabupaten Subang: Gerbang Tol Kalijati dan Gerbang Tol Subang
  • Kabupaten Indramayu: Gerbang Tol Cikedung
  • Kabupaten Majalengka: Gerbang Tol Ujung Jaya Utama, Kertajati, Kertajati Utama, dan Sumberjaya
  • Kabupaten Cirebon: Gerbang Tol Palimanan dan Gerbang Tol Palimanan 1-4

Sementara itu, untuk rest areanya, Tol Cipali memiliki 8 rest area yang tersebar di KM 86 arah Jakarta, KM 86 arah Cirebon, KM 101, KM 101 arah Jakarta, KM 102 arah Cirebon, KM 130 arah Jakarta, KM 130 arah Cirebon, KM 164 arah Jakarta, dan KM 166 arah Cirebon.

5. Tol Balikpapan-Samarinda (99 km)

Di urutan kelima ada jalan tol yang pertama kali beroperasi di Pulau Kalimantan, yaitu Tol Balikpapan-Samarinda dengan panjang 99 kilometer. Jalan tol ini resmi beroperasi pada pertengahan tahun 2020 kemarin. Kehadiran ruas tol Balikpapan-Samarinda membantu masyarakat memangkas waktu perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda hingga dua jam perjalanan.

Tol pertama di pulau Kalimantan ini mempunyai 5 seksi, yaitu Seksi I Samboja (21,96 kilometer), Seksi II Samboja-Muara Jawa (30,05 kilometer), Seksi III Muara Jawa-Palaran (18,20 kilometer), Seksi IV Palaran-Samarinda (17,15 kilometer), serta Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan (11,09 kilometer).

Di sini ada empat buah gerbang tol yang terdiri dari Gerbang Tol Manggar, Karang Joang, Samboja, dan Palaran. Untuk fasilitasnya, masyarakat dapat menggunakan dua rest area tipe A yang ada di KM 37 arah Balikpapan serta KM 36 arah Samarinda. Keduanya, sudah dilengkapi dengan klinik kesehatan, minimarket, gerai UMKM, SPBU, fasilitas isi ulang kartu tol, bengkel, hingga restoran ruang terbuka hijau.

 

 

6. Tol Jakarta-Merak (98 km)

Jalan tol Jakarta-Merak dengan panjang 98 kilometer menempati urutan keenam dan membentang dari bagian barat Jakarta, Serang, Tangerang, sampai ke Kota Cilegon. Ruas tol ini sudah beroperasi sejak tahun 1984.

Di antara jalan tol yang lainnya, tol Jakarta-Merak menjadi salah satu yang paling sibuk karena lokasinya yang menghubungkan beberapa kawasan industri di Tangerang sampai ke Cilegon. Maka dari itu, di sini Grameds pasti akan melihat truk atau kontainer besar lalu lalang setiap saat.

Seperti jalan bebas hambatan lainnya, tol Jakarta-Merak sudah dilengkapi dengan fasilitas mobil derek, ambulan, PJR, Sky lift, VMS, dan juga crane. Selain itu, di tol ini ada 5 buah simpang susun yang terdiri dari SS Toman, Kunciran, Walantaka, Kembangan, serta Balaraja Barat.

Dibanding 5 ruas tol sebelumnya, jalan bebas hambatan yang membentang sepanjang 98 kilometer ini memiliki 21 gerbang tol yang tersebar di beberapa daerah, diantaranya:

Gerbang Tol KM Lokasi
Gerbang Tol Tomang 0 Tomang, Jakarta Barat
Gerbang Tol Kebon Jeruk 1-2 4 Kedoya Selatan (sisi utara), Kebon Jeruk (sisi selatan), Jakarta Barat
Gerbang Tol Meruya 1-2 8 Kembangan Selatan (sisi utara), Meruya Utara (sisi selatan), Jakarta Barat
  • Gerbang Tol Meruya Utara 1-4
  • Gerbang Tol Kembangan Selatan
10 Kembangan Selatan (sisi utara), Meruya Utara (sisi selatan), Jakarta Barat
Gerbang Tol Karang Tengah Barat 1-2 11 Parung Jaya (sisi utara), Pondok Pucung (sisi selatan), Kota Tangerang
  • Gerbang Tol Kunciran 3-7
  • Gerbang Tol Kunciran 1-2
15 Kunciran, Kota Tangerang
Gerbang Tol Tangerang 1-2 18 Panunggangan Utara
Gerbang Tol Karawaci 1-4 21 Panunggangan Barat (sisi utara), Kelapa Dua (sisi selatan), Kota Tangerang
Gerbang Tol Bitung 1-2 26 Kadu (sisi utara), Bitung Jaya (sisi selatan), Kabupaten Tangerang
Gerbang Tol Cikupa 31 Pasir Gadung, Kabupaten Tangerang
Gerbang Tol Balaraja Timur 35 Balaraja Timur, Kabupaten Tangerang
Gerbang Tol Balaraja Barat 37 Balaraja, Kabupaten Tangerang
Gerbang Tol Cikande 52 Cikande, Kabupaten Serang
Gerbang Tol Ciujung 60 Kragilan, Kabupaten Serang
Gerbang Tol Cilegon Timur 87 Kramatwatu, Kabupaten Serang
Gerbang Tol Serang Timur 72 Cipocok Jaya, Kota Serang
Gerbang Tol Serang Barat 77 Taktakan, Kota Serang
Gerbang Tol Cilegon Barat 1-2 94 Purwakarta, Kota Cilegon
Gerbang Tol Merak 98 Gerogol, Kota Cilegon

7. Tol Solo-Ngawi (91 km)

wikipedia.org

Urutan terakhir ditempati oleh Tol Solo-Ngawi yang termasuk ke dalam Tol Trans Jawa. Tol ini membentang sepanjang 91 kilometer dan menghubungkan Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Sragen, serta Ngawi. Di samping itu, jalan tol ini terhubung juga dengan ruas tol Semarang-Solo dan ruas tol Ngawi-Kertosono.

Tol yang beroperasi sejak November 2018 ini memiliki 2 tipe rest area yang ada di 6 titik. Setiap rest area tipe A sudah dilengkapi dengan fasilitas SPBU, gerai UMKM, Pujasera, Masjid, hingga ritel. Sedangkan rest area tipe B dilengkapi dengan mushola, ritel, dan juga gerai UMKM.

Selain itu, ada juga 8 gerbang tol yang tersebar di sepanjang jalan bebas hambatan ini, diantaranya:

  1. Gerbang Tol Colomadu (KM 493)
  2. Gerbang Tol Bandara Adi Soemarmo (KM 498)
  3. Gerbang Tol Ngemplak (KM 504)
  4. Gerbang Tol Gondangrejo (KM 506)
  5. Gerbang Tol Karanganyar (KM 513)
  6. Gerbang Tol Sragen (KM 527)
  7. Gerbang Tol Sragen Timur (KM 544)
  8. Gerbang Tol Ngawi (KM 579).

 

 

Cara Menghitung Tarif Tol Terpanjang di Indonesia

Menu “Cek Tarif Tol” di laman resmi BPJT

Kalau kamu berencana bepergian dalam waktu dekat dan hendak menggunakan salah satu jalan tol terpanjang yang ada di Indonesia, tentunya Grameds perlu menyiapkan uang untuk membayar tarif tol. Nah, saat ini Grameds bisa menghitung tarif tol dengan mudah melalui laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di https://bpjt.pu.go.id caranya:

Pertama, buka dulu website resmi BPJT di website tersebut. Setelah itu, klik pada bagian “Tarif Tol” yang ada di sebelah kanan atas website, kemudian pilih menu “Cek Tarif Tol”. Atau kalau mau lebih mudah, silakan menuju link ini: https://bpjt.pu.go.id/cek-tarif-tol.

Jika sudah masuk ke menu Cek Tarif Tol, kamu bisa melihat beberapa pilihan yang terdiri dari Ruas Jalan Tol, Gerbang Masuk, Gerbang Keluar, Golongan Kendaraan, dan Tarif Tol. Nah, masing-masing bagian ini harus diisi sesuai dengan tujuan perjalanan Grameds nanti.

Jika sudah diisi, daftar tarif yang kamu cari akan muncul di bagian “Tarif Tol” secara lengkap. Mulai dari Golongan I sampai dengan Golongan V.

Demikian pembahasan tentang tol terpanjang di Indonesia.Semoga semua pembahasan di atas bisa menambah wawasan kamu. Jadi, tol terpanjang Indonesia mana yang pernah kamu lewati?

Jika ingin mencari buku tentang transportasi, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gilang Oktaviana Putra



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.