in

Jenis-Jenis Pesawat Tempur Indonesia dan Sejarahnya

Pesawat tempur Indonesia – Pesawat tempur adalah pesawat militer berukuran kecil, lincah, dan cepat yang sering digunakan untuk menyerang pesawat lain di udara. Artinya, pesawat ini hanya dipakai di medan pertempuran. Karena itu, kita jarang melihatnya secara langsung.

Ketika Perang Dunia I, pesawat tempur dikembangkan untuk menghadapi pesawat pengebom dan balon udara yang kerap dipakai untuk melakukan agresi darat dan pengintaian.

Seperti namanya, pesawat ini dilengkapi dengan kemampuan bertempur di udara seperti senapan mesin, rudal, bom, dan radar pendeteksi musuh dari jarak jauh yang bisa mengunci sasaran secara otomatis.

Semua negara di dunia mempunyai pesawat tempur untuk melindungi diri maupun menghadapi berbagai ancaman. Begitu juga negara kita, Indonesia. Dalam artikel ini kamu akan diajak mengenal lebih jauh pesawat tempur Indonesia, mulai dari sejarah hingga jenis-jenisnya.

Sejarah Pesawat Tempur Indonesia

solopos.com

Saat itu, ada sekitar 50 buah Pesawat Cureng milik Indonesia yang disimpan di Pangkalan Udara Maguwoharjo, Yogyakarta. Suryadi Suryadarma, Kepala Staf TNI AU yang menjabat kala itu, mendatangkan dua teknisi ahli dari Jepang untuk memastikan kondisi Pesawat Cureng.

Setelah dinyatakan siap, Pesawat Cureng diuji terbangkan pada tanggal 27 Oktober 195 di Pangkalan Udara Maguwoharjo. Pilot yang menerbangkan pesawat tersebut bernama Agustinus Adisutjipto.

Uji coba pertama itu berjalan sukses dan menjadi penerbangan pesawat berbendera merah putih yang pertama sejak kemerdekaan. Sayangnya, hasil uji coba tersebut tidak bertahan lama karena pada 14 Januari 1946, Pesawat Cureng yang diterbangkan oleh Iswahyudi mengalami kecelakaan.

Cek di Balik Pena : Beby Chaesara

Selain Pesawat Cureng, TNI AU juga memiliki pesawat tempur lain hasil rampasan dari tentara Jepang. Beberapa diantaranya seperti Hayabusha dan Nishikoren. Melalui keputusan Konferensi Meja Bundar di tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset milik

Model awal pesawat tempur yang dimiliki TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Hayabusha, Nishikoren termasuk juga pesawat Cureng.

Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, TNI AU menerima cukup banyak aset milik Angkatan Udara Belanda. Mulai dari pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan dan logistik.

Sejak itu, jenis pesawat tempur milik Indonesia semakin beragam dengan tambahan jenis B-25 Mitchell, AT-6 Harvard, C-47 Dakota, Lockheed L-12, P-51 Mustang, dan PBY-5 Catalina dari aset milik Belanda.

Ketika Marsekal Madya Omar Dhani menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara pada tahun 1960-an, pesawat tempur jenis MiG-15 UTI, MiG-19S, MiG-21F-13, Ilyushin-28, Mil Mi-6, Antonov An-12 dan Avia 14 buatan Soviet didatangkan.

Semua pesawat ini, dioperasikan secara bersamaan dengan sisa pesawat Amerika seperti American B-25 Mitchell, North American P-51 dan lainnya. Selain itu, Angkatan Udara Indonesia juga membeli pesawat tempur jenis Tupolev Tu-16 yang dilengkapi dengan kemampuan pengeboman strategis.

Pada tahun 1980-an, TNI AU memulai Operasi Alpha untuk mengakuisisi pesawat A-4 Skyhawk dari AU Israel secara terselubung. Operasi ini dimulai karena saat itu, TNI AU sedang memerlukan pesawat tempur yang modern.

Setelah melakukan berbagai metode kesepakatan, akhirnya Indonesia berhasil menerima 32 buah pesawat tempur yang terdiri dari A-4 Skyhawk, OV-10 Bronco, F-16 Fighting Falcon, dan juga Hawk 100/200.

Dua tahun kemudian, melalui kesepakatan Peace Komodo I dan II, 16 unit pesawat tempur F-5E/F Tiger II didatangkan dari Amerika Serikat untuk menggantikan pesawat sebelumnya. Kemudian, sejak tahun 1986 – 1988, Indonesia membeli 12 unit pesawat tempur F-16 yang dijadikan armada tempur terbaru TNI AU.

Setelah itu, Indonesia mendapatkan tawaran pembelian 24 pesawat tempur F-16 Block 25 dari USAF dalam kesepakatan Peace Bima-Sena II saat kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pada tanggal 9-10 November 2010.

Satu tahun berselang, DPR RI kemudian menyetujui alokasi dana untuk tawaran tersebut dan Indonesia mendapatkan pesawat tempur jenis terbaru, yaitu Block 50/52. Kemudian Menteri Pertahanan saat itu, Purnomo Yusgiantoro secara bertahap mengakuisisi pesawat tempur SU-27 dan SU-30 untuk memenuhi kebutuhan skuadron TNI AU.

Lalu pada tanggal 10 Februari 2022 kemarin, Indonesia resmi menandatangani pemesanan 42 unit pesawat tempur Rafale F4 sekaligus mendapatkan persetujuan untuk mengakuisisi 36 pesawat tempur F-15 ID dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Di awal masa kemerdekaan, Indonesia memiliki beberapa jenis pesawat tempur, salah satunya adalah Pesawat Yokosuka K5Y alias pesawat Cureng. Pesawat tempur ini diproduksi di Jepang pada tahun 1933 oleh Nippon Hikoki KK. Seperti yang dijelaskan oleh David West dalam bukunya yang berjudul Kendaraan Dan Senjata Tempur : Pesawat Tempur.

 

Jumlah Pesawat Tempur Indonesia

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) saat ini memiliki 280 pesawat tempur yang aktif. 120 unit diantaranya merupakan pesawat latihan (trainer), dengan rincian 43 unit pesawat latih dasar, 40 unit pesawat latih lanjut, 10 unit helikopter latih, dan 7 unit pesawat tempur latih. 65 unit sisanya merupakan pesawat tempur serbaguna dan pesawat serang angin.

Pesawat tempur serbaguna ini menggunakan tipe pesawat F-16 Fighting Falcon, Sukhoi Su-27 dan Sukhoi Su-30. Sedangkan untuk pesawat tempur ringan lainnya berjenis Hawk 209 asal Inggris.

Kini, kekuatan pesawat tempur Indonesia ada 110 unit termasuk lima SU-27 dan sebelas SU-30 sebagai pesawat tempur utama dari Rusia, 33 F-15 Fighting Falcons, Hawk 200, KAI T-50 dan Embraer EMB 314.

Ngomong-ngomong soal pesawat tempur, Grameds bisa lho memperkenalkan pesawat tempur pada si kecil dengan bantuan buku Lihat & Ketahui: Pesawat Tempur Modern yang ditulis oleh Aaron R. Murray. Buku ini membahas tentang bagian dalam pesawat tempur, kemampuannya, jenis-jenisnya, cara kerja, hingga kegunaannya.

 

Jenis-Jenis Pesawat Tempur Indonesia Sejak Tahun 1946 – 2022

Pixabay.com

1. Nakajima Ki-27 dan Nakajima Ki-43

Nakajima Ki-27 atau Pesawat tempur 97 merupakan pesawat tempur utama yang digunakan oleh Angkatan Udara Jepang. Pesawat yang dikenal dengan kode “Nate” ini kemudian diambil alih oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di beberapa lapangan terbang seperti di Pangkalan Udara Bugis, Malang.

Sedangkan pesawat tempur Nakajima Ki-43 (Hayabusha) adalah pesawat berwarna hijau lumut dengan warna abu-abu di bagian bawahnya. Bagian propeller-nya berwarna aluminium dengan ujung berwarna hitam, serta terdapat lambang merah putih pada bagian sayap atas.

2. Kawasaki Ki-61

Pesawat tempur Kawasaki Ki-61 (Tony) merupakan salah satu pesawat tempur kursi tunggal yang menjadi unggulan di kawasan Asia Pasifik. Nama “Tony” yang melekat pada pesawat ini mempunyai arti “Hien” atau burung layang-layang.

Tony memiliki karakter yang lincah di udara berkat dukungan mesin piston bertenaga 1.180 hp buatan jerman dan bisa melaju dengan kecepatan maksimum 590 km/jam serta mampu terbang hingga ketinggian 33.000 kaki. Pesawat tempur Tony ini digunakan oleh para penerbang Jepang dalam melaksanakan aksi pengeboman bunuh diri atau kamikaze.

3. MiG-15

Pada tahun 1960-an, Indonesia memiliki puluhan jet tempur lengkap dan paling canggih pada masanya. Mulai dari seri MiG-15, MiG-17, MiG-19 hingga MiG-21. Pesawat tempur dengan 2 tempat duduk ini dipakai sebagai pesawat jet latih lanjut Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Dibekali dengan mesin Turbojet Klimov RD 45 FA, pesawat ini mampu mencapai kecepatan 670 mil/jam dan dipersenjatai dengan 2 buah canon yang terletak di bawah hidung pesawat. Alhasil, pesawat tempur MiG-15 menjadi sorotan pihak AS dan NATO yang khawatir kemampuan MiG-15 berada jauh di atas jet tempur Blok Barat. Sehingga pada saat itu TNI AU menjadi “Macan Asia” yang sangat ditakuti.

4. De Havilland Vampire DH-100

wikipedia

De Havilland Vampire adalah pesawat tempur bermesin jet yang dikembangkan oleh Angkatan Bersenjata Inggris, Royal Air Force, selama Perang Dunia II. Vampire DH-100 digunakan oleh TNI AU sebagai pesawat latih lanjut untuk mencetak calon penerbang tempur terbaik.

Pesawat yang dilengkapi senjata canon di bawah body-nya ini dapat membawa bom seberat 900 kg dan mampu mencapai kecepatan maksimum 882 km/jam. Pesawat yang dulu ditempatkan di Kesatuan Pancar Gas (KPG), saat ini berada di museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

5. CAC Sabre

wikipedia

Pada tahun 1973, Indonesia menerima hibah pesawat tempur dari Australia CAC (Commonwealth Aircraft Corporation) CA-21 atau dikenal dengan nama Avon Sabre, hanya saja pesawat ini dalam kondisi tidak bersenjata.

Pesawat tempur ini hanya memiliki kecepatan maksimal 700 mph yang tidak memungkinkan untuk menjadi pesawat penyergap. Bahkan dengan kecepatan yang minim, pesawat jet penumpang milik Garuda Indonesia Airways (GIA) masih jauh lebih cepat dari pesawat ini. Sehingga saat itu banyak lelucon yang menyebutkan pesawat Garuda lebih cepat daripada pesawat TNI AU.

Ketika Marsekal Saleh Basarah menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), CAC Sabre kembali dipersenjatai dengan sepasang meriam Aden berukuran 30 mm dan roket tipe Oerlikon SURA berukuran 80 mm sebanyak 24 unit. Alhasil, pesawat tempur ini berhasil mendapatkan kemampuan yang memuaskan dalam latihan tempur dengan negara-negara tetangga pada tahun 1977.

6. A-4 Skyhawk

Pada tahun 1980 hingga 2004 TNI AU pernah memiliki 34 pesawat tempur A-4E Skyhawk sebagai pesawat taktis udara ke darat. Dalam lingkup operasi TNI AU, pesawat ini masuk ke dalam pesawat Tempur Taktis (TT) yang bisa disamakan dengan pesawat jet Hawk 109/209.

A-4 Skyhawk yang menyandang gelar “Battle Proven” ini dibuat untuk membawa persenjataan seperti rudal dan bom. Sayangnya, pesawat ini tidak disetting untuk meluncurkan rudal.

Pada tanggal 5 Agustus 2004 pesawat A-4 Skyhawk mengudara untuk terakhir kalinya dan mengakhiri pengabdiannya di Indonesia. Saat ini pesawat tersebut menjadi salah satu koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta dan Museum Satria Mandala, Jakarta.

7. P-51 Mustang

North American Aviation Mustang P-51 merupakan pesawat tempur petarung jarak jauh buatan Amerika Serikat. Pesawat Mustang ini menjadi salah satu pesawat tempur terbaik pada perang dunia II.

Mustang diproduksi ribuan unit untuk digunakan oleh banyak angkatan udara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. P-51 Mustang dipasangi mesin Rolls Royce dan turbocharger untuk menambah kelincahan pada ketinggian yang maksimum.

Indonesia menerima pesawat P-51 Mustang sebagai hibah dari Belanda dan diterima oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Pesawat yang dijuluki “Si Cocor Merah” ini mampu mengemban tugas di berbagai operasi, seperti Operasi Tegas di Sumatera, Operasi Sapta Marga, Operasi 17 Agustus di Pekanbaru dan Padang serta beberapa operasi lainnya.

Setelah suku cadang nya mulai langka dan usianya sudah terlalu tua, Si Cocor Merah akhirnya dimuseumkan dan dipajang di Museum Satria Mandala, Jakarta.

 

8. Ilyushin IL-10

wikipedia

Ilyushin IL-10 adalah pesawat serangan darat Soviet yang dikembangkan pada akhir Perang Dunia II. Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) sempat mempunyai pesawat ini sekitar 14 unit yang didatangkan langsung dari Polandia sekitar tahun 1957-1958.

Ilyushin IL-10 yang dipakai oleh AURI bernomor seri B-33 dengan modifikasi pada bagian tangki bahan bakar agar bisa bertahan lama saat terbang. Di Indonesia Ilyushin IL-10 tidak dipakai terlalu lama karena performa pesawat tidak terlalu bagus, sehingga semua pesawat Ilyushin IL-10 AURI dikembalikan ke Polandia.

9. Bae Hawk

wikipedia

Bae Hawk merupakan pesawat tempur latih lanjut yang berfungsi sebagai pesawat tempur ringan. Pesawat buatan Inggris ini diproduksi oleh British Aerospace pada tahun 1977. Bae Hawk memiliki kecepatan maksimal 1.028 km/jam dengan ketinggian maksimal 13,5 km.

Indonesia menggunakan 3 seri pesawat tempur Bae Hawk, yaitu seri 50, seri 100, dan seri 200. Pada tahun 1980 hingga 1984, TNI AU memiliki 20 unit pesawat Bae Hawk seri 50. 13 tahun kemudian, Indonesia kembali mendatangkan pesawat Bae Hawk seri 100 dan 200 yang telah dipersenjatai dengan rudal dan berbagai jenis bom.

Pada tahun 2015, Bae Hawk sudah tidak lagi digunakan dan saat ini berhanggar di Skuadron Udara 1 Pontianak dan Skuadron Udara 12 Pekanbaru.

10. F-16 Fighting Falcon

wikipedia

F-16 Fighting Falcon adalah pesawat buatan Amerika berjenis multi peran, baik untuk serangan dari udara ke udara maupun serangan dari udara ke darat.  F-16 Fighting Falcon ini mampu mencapai kecepatan 2.120 km/jam dengan ketinggian maksimal 15 km.

Di tahun 2012 Indonesia mendapat hibah pesawat F-16 Fighting Falcon dari Angkatan Udara Amerika sebanyak 24 unit. Namun, Indonesia harus mengeluarkan biaya sekitar 750.000.000 USD untuk biaya pembaharuan.

Pesawat ini berada di Skuadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Magetan Jawa Timur dan Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

11. T-50I Golden Eagle

wikipedia

T-50I Golden Eagle merupakan pesawat tempur latih lanjut yang digunakan sebagai pesawat tempur ringan. Pesawat ini dirancang oleh Korean Aerospace Industry bersama Lockheed Martin pada tahun 1990-an.

Pesawat dengan kecepatan maksimal 2.640 km/jam dan ketinggian maksimal 14.6 km ini mampu mengangkut roket rudal dan bom dengan berat total mencapai 3,7 ton.

Pada tahun 2011, Indonesia membeli T-501 Golden Eagle untuk menggantikan Hawk MK-53. Pesawat tempur T-50I milik TNI AU resmi tidak digunakan lagi pada tahun 2015 dan ditempatkan di Skuadron 15 Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

12. EMB-314/A 29 Super Tucano

EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat tempur milik TNI AU yang diproduksi secara masal di Brasil pada tahun 2003. Pesawat ini menggunakan alat penggerak berupa baling-baling yang memiliki kecepatan maksimal 590 km/jam dan ketinggian maksimal 10 km.

EMB-314 digunakan untuk melakukan pengintaian karena pesawat ini tidak dapat melakukan serangan dari udara ke udara. Bisa dikatakan pesawat ini berfungsi sebagai misi serangan darat (anti gerilya).

Super Tucano dapat mengangkut berbagai jenis persenjataan seperti rudal, roket pod FFAR bahkan bom Cluster dengan maksimal berat mencapai 1,5 ton. Pesawat tempur EMB-314 Super Tucano saat ini berada di Skuadron Udara 1 Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

13. Sukhoi

kompas.tv

Sukhoi merupakan pesawat tempur buatan Rusia yang memiliki keunggulan di udara dan dapat difungsikan sebagai misi serangan darat. Pesawat ini sudah lama ditaksir oleh Indonesia.

Pada tahun 2003, Indonesia berhasil mendatangkan 4 unit pesawat Sukhoi berjenis SU 27 SK dan SU 30 MK. Selanjutnya, pada tahun 2014 kembali menambah 6 unit pesawat Sukhoi SU 27 Sk dan SU 30 mk. Sehingga total semua pesawat Sukhoi yang dimiliki Indonesia berjumlah 16 unit.

Pesawat tempur Sukhoi dilengkapi dengan berbagai persenjataan, seperti bom dan rudal yang berada di sisi kanan dan kiri badan pesawat. Saat ini, Sukhoi ditempatkan di Suakdron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar.

Demikian pembahasan tentang pesawat tempur Indonesia. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kamu, Grameds.

Jika ingin mencari buku tentang pesawat tempur, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gilang Oktaviana Putra

 

Sumber:

  • https://p2k.utn.ac.id/ind/2-3077-2966/Pesawat-Tempur_25309_utn_p2k-utn.html#:~:text=Pesawat%20tempur%20awal%20mulanya%20dikembangkan,yang%20diberi%20senapan%20mesin%20ringan.
  • https://data.tempo.co/data/1345/tni-au-punya-280-pesawat-apa-saja-jenisnya
  • https://katadata.co.id/yuliawati/berita/620649e11adc3/barisan-jet-tempur-milik-indonesia-dari-rafale-hingga-sukhoi
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_alutsista_Tentara_Nasional_Indonesia_Angkatan_Udara
  • https://bangka.tribunnews.com/2020/05/21/jenis-jenis-pesawat-tempur-tni-au-sejak-1946-hingga-saat-ini?page=2.
  • https://www.airspace-review.com/2020/05/04/ki-61-hien-tony-amerika-bilang-ini-bf-109-dari-jepang/
  • https://tni-au.mil.id/portfolio/p-51-mustang-perintis-tim-aerobatik-tni-angkatan-udara/#:~:text=P%2D51%20Mustang%20adalah%20pesawat,tugas%20pengawalan%20terhadap%20pesawat%20pengebom.
  • https://www.viva.co.id/militer/militer-indonesia/1217518-si-cocor-merah-pesawat-tempur-ri-yang-bikin-belanda-kocar-kacir?page=2


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.