in

Isekai Adalah: Memahami Genre Anime & Manga Paling Populer

Isekai Adalah: Memahami Genre Anime & Manga Paling Populer

Isekai adalah – Bagi penggemar anime dan manga, istilah “isekai” bukanlah hal yang baru. Pasalnya, isekai adalah salah satu genre anime dan manga paling populer di seluruh dunia. Namun, tentunya tidak semua orang paham tentang genre yang satu ini.

Oleh karena itu, buat kamu yang penasaran dan ingin mengetahui genre isekai lebih dalam lagi, sebaiknya simak informasi dalam artikel ini. Sebab, kita akan menjelaskan berbagai hal menarik seputar isekai yang mungkin belum kamu tahu.

Isekai Adalah

Coba bayangkan kamu sedang berada di perjalanan pulang dari kantor menuju rumah setelah bekerja seharian penuh. Saat melihat orang-orang di sekitarmu, kamu sadar bahwa mereka sama sepertimu: menggendong atau menjinjing tas berisi dokumen dari kantor di tangan kanan dan membawa bungkus makanan favorit di tangan kiri.

Sesampainya di rumah atau kosan, kamu sadar bahwa tidak ada yang menyambutmu, mandi, makan, dan beristirahat sambil menunggu ngantuk. Rutinitas ini terus kamu lakukan setiap hari hingga akhirnya kamu mempertanyakan “kapan rutinitas membosankan ini akan berakhir?”

Suatu hari, di tengah perjalanan pulang tiba-tiba ada kendaraan melaju dengan cepat kearahmu dan hal berikutnya yang kamu tahu adalah kamu berada di sebuah tempat asing sambil dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.

Kurang lebih beginilah gambaran pembuka cerita genre isekai dalam anime dan manga. Dengan kata lain, isekai adalah dunia lain yang berbeda jauh dengan bumi ini. Umumnya protagonis serial ini merupakan orang biasa yang dilahirkan kembali (reinkarnasi), dipanggil, atau ditarik ke dalam sebuah gerbang maupun portal yang berasal dari dunia lain.

Setelah pindah ke dunia lain, protagonis yang biasa saja ini kemudian diberikan kekuatan sihir atau kemampuan luar biasa untuk menyelesaikan misi khusus yang ditugaskan kepadanya oleh “tuhan” di dunia lain tersebut.

Subgenre Isekai

Kalau dilihat sekilas, semua serial dalam genre isekai terlihat sama antara satu dan yang lainnya. Namun, jika ditelaah lebih jauh lagi, isekai bisa dibagi lagi ke dalam lima subgenre, yaitu standar, romantis, slow life, outlier, dan reverse isekai.

1. “Standard” Isekai

Seperti namanya, subgenre ini merupakan format yang paling banyak diadopsi oleh penulis manga atau light novel di Jepang. Oleh karena itu, tak heran jika jenis ini menjadi yang paling populer dan memiliki banyak variasi. Meski begitu, secara umum ada 3 karakteristik utama yang menjadi ciri dari sub genre standar isekai, diantaranya:

a. Setting yang mirip dengan video games

Pertama, standar isekai sering kali memiliki setting yang mirip dengan video games. Pada akhirnya, ada banyak hal yang mirip atau diadaptasi dari video games seperti, karakter, item, hingga mekanisme dunianya.

Namun, ciri ini membuat penikmatnya lebih mudah memahami setting cerita. Apalagi dalam standar isekai, protagonis-nya dapat mengakses “menu” untuk melihat statistik kekuatan mereka sendiri. Mulai dari kekuatan, kepintaran, hingga keberuntungan.

Di sisi lain, cara seperti ini akan membuat penikmatnya mengetahui secara langsung kekuatan protagonis sekaligus membedakan antara satu karakter dengan karakter yang lainnya.

b. Tujuan yang spesifik

Ciri yang kedua adalah protagonis utamanya memiliki tujuan yang spesifik setelah “ditransfer” ke dunia lain. Tujuan ini bisa bermacam-macam, termasuk mengalahkan raja iblis atau menyelamatkan dunia dari kehancuran.

c. Protagonis memiliki kemampuan dan keahlian yang luar biasa

Ciri yang ketiga adalah protagonis utamanya pasti memiliki kemampuan dan keahlian luar biasa. Berkat hal ini, si protagonis kemudian menjadi karakter “overpower” dibandingkan dengan penduduk asli dunia baru yang dia kunjungi.

Biasanya, kekuatan ini diberikan oleh tuhan atau pihak yang mengirim si protagonis ke dunia baru sebagai hadiah atau kompensasi karena dia telah kehilangan kehidupan utamanya di bumi.

Menariknya, genre isekai menjadi mirip seperti video games setelah Sword Art Online karya Kawahara mendapatkan popularitas dan dianggap sebagai salah satu light novel serta anime isekai yang paling berpengaruh.

 

2. Romance Isekai

Romance isekai bisa dibilang sebagai isekai yang fokus pada sisi romantis dibanding action atau adventure. Dalam romance isekai, protagonis utama biasanya memiliki kemampuan yang membuatnya terlihat lebih menarik bagi lawan jenisnya.

Premis utama isekai jenis ini adalah seorang protagonis laki-laki yang “ditransfer” ke dunia lain secara tiba-tiba dan mendapatkan sebuah kekuatan baru. di dunia barunya, si protagonis akan bertemu dengan banyak perempuan cantik dan berujung pada harem situasi di mana si protagonis dikelilingi oleh tiga orang wanita atau lebih.

Salah satu contoh dari romance isekai yang cukup populer adalah Isekai Meikyuu de Harem wo atau Harem in the Labyrinth of Another World karya Shachi Sogano. Serial ini mengisahkan seorang protagonis yang terbangun di dunia baru setelah mengakhiri hidupnya sendiri di bumi.

Di dunia baru yang dipenuhi oleh monster dan kekuatan sihir ini, dia mendapatkan kemampuan baru yang biasa saja. Namun, berbekal pengetahuannya dari video games, si protagonis memanfaatkan kemampuannya ini untuk membangun harem-nya sendiri.

3. Slow Life Isekai

Berbanding terbalik dengan standar isekai yang fokus pada action dan pertarungan antara protagonis melawan musuh yang kuat, Slow Life Isekai justru fokus pada kehidupan sehari-hari si protagonis.

Mirip seperti genre Slice of Life, biasanya penikmat Slow Life Isekai adalah orang-orang yang ingin rehat sejenak dari kesibukan sehari-hari.

Salah satu perbedaan utama antara standar isekai dan slow life isekai ada pada karakter protagonis utama yang tidak tertarik untuk menjadi hero atau adventurer atau penyelamat dunia barunya.

Selain itu, kemampuan yang didapatkan oleh si protagonis seringkali memang tidak berguna dalam pertarungan melawan musuh-musuhnya. Karena itu, mereka lebih memilih hidup santai sambil menikmati kegiatan sehari-harinya.

Seperti Isekai Nonbiri Nouka a.k.a Farming Life In Another World karangan Kinosuke Naito yang menceritakan seorang pekerja yang meninggal akibat terlalu banyak bekerja pada usia 39 tahun.

Sebelum bereinkarnasi ke dunia baru, dia mengatakan pada tuhan yang akan mengirimnya bahwa dirinya ingin menjadi seorang petani dengan tubuh yang tidak pernah sakit. Setelah hidup kembali di dunia yang baru, dia menerima sebuah alat sakti yang bisa berubah bentuk menjadi apa saja sesuai keinginannya, mulai dari kapak, cangkul, hingga tombak.

Dengan ilmu pertanian dari bumi dan satu alat sakti tersebut, dia menjalani kehidupan santainya sebagai seorang petani.

4. Outlier Isekai

Outlier isekai bisa dianggap sebagai isekai yang mengadopsi cerita dari berbagai genre lain dengan format yang berbeda 180 derajat dengan isekai pada umumnya. Karena itu, umumnya isekai jenis ini dipenuhi dengan banyak sekali inovasi dan plot twist.

Bagi penggemarnya, outlier isekai terasa lebih “segar” karena keluar dari plot utama isekai standar yang sudah terlalu banyak digunakan. Sementara bagi penulisnya, outlier isekai merupakan medium yang memungkinkannya untuk menuangkan “imajinasi liar” agar bisa menciptakan cerita baru.

Kesimpulannya, outlier isekai adalah next level isekai yang dipenuhi oleh kreativitas penulisnya. Seperti Fukushuu wo Koinegau Saikyou Yuusha wa, Yami no Chikara de Senmetsu Musou suru alias The Strongest Brave Who Craves Revenge, Extinguish With the Power of Darkness karya Ononata Manimani.

Cerita ini fokus pada protagonis yang sudah berhasil menyelamatkan dunia dengan mengalahkan raja iblis dan seharusnya bisa kembali ke bumi. Namun pada akhirnya, si protagonis dikhianati oleh semua orang yang dia percaya.

Tuhan di dunia baru atau sesuatu yang membawa si protagonis ke dunia baru kemudian memberikan kesempatan kedua dengan mengirimkan si protagonis ke waktu di mana dia pertama kali tiba di dunia yang baru.

Dengan kesempatan kedua dan kekuatan yang dia miliki, protagonis membalaskan dendam atas pengkhianatan yang dia dapatkan dari teman-temannya.

 

5. Reverse isekai

Terakhir ada reverse isekai yang seperti namanya menceritakan seorang protagonis yang datang ke Jepang. Jadi, reverse isekai fokus pada perjuangan makhluk dari dunia lain untuk beradaptasi dan bertahan hidup di Jepang.

Misalnya seperti Hataraku Maou-sama! atau The Devil is a Part-Timer! karya Satoshi Wagahara yang menceritakan tentang raja iblis dan anak buahnya yang pindah ke Jepang setelah melewati portal dari dunia asalnya.

Demi bertahan hidup dan mengumpulkan kekuatan untuk kembali ke dunia asalnya, si raja iblis bekerja sebagai pekerja paruh waktu di sebuah restoran cepat saji. Suatu hari, dia bertemu dengan hero yang menjadi musuh bebuyutannya.

Asal Usul Dan Perkembangan Genre Isekai

wall.alphacoders.com

Genre isekai sebenarnya telah ada jauh sebelum Astro Boy mempopulerkan anime. Tepatnya pada periode Meiji, ada sebuah dongeng tentang seorang nelayan yang dikirim ke kerajaan bawah laut setelah menyelamatkan seekor penyu.

Di kerajaan tersebut, si nelayan menghabiskan waktu selama tujuh hari bersama dengan putri bernama Otohime sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Sebelum kepulangan si nelayan, Otohime memberikan kotak perhiasan (tamatebako) dan melarang si nelayan untuk membukanya.

Setelah tiba di daratan, si nelayan menyadari bahwa dia sebenarnya telah menghabiskan waktu ratusan tahun di dalam air. Dan karena penasaran, dia membuka kotak perhiasan dari putri Otohime.

Siapa sangka, dari dalam kotak perhiasan tersebut muncul asap yang kemudian membuat si nelayan menjadi lansia. Cerita “Urashima Tarou” yang ditulis oleh Iwaya Sazanami sangat populer dan sempat diadaptasi menjadi anime pada tahun 1918.

65 tahun setelah Urashima Tarou diadaptasi menjadi anime, Seisenshi Dunbine alias Aura Battler Dunbine karya Yoshiyuki Tomino tayang di televisi untuk pertama kali pada tahun 1983.

Dari situ, isekai mulai banyak bermunculan. Namun pada tahun 90-an, anime isekai yang tayang di televisi seperti Inuyasha, The Twelve Kingdoms, dan The Vision of Escaflowne fokus pada cerita tentang protagonis wanita yang memiliki hubungan dengan dunia fantasi.

Baru pada awal tahun 2000-an, konsep virtual reality mulai diadaptasi oleh genre isekai, salah satu judul light novel populer dengan konsep ini adalah Sword Art Online. Setelah itu, baik manga, light novel, maupun anime mulai meniru mengikuti popularitas Sword Art Online dengan konsep yang sama.

Sayangnya, di akhir tahun 2010-an, genre isekai mencapai titik jenuhnya. Hingga pada tahun 2016, sebuah kontes yang digelar oleh Bungaku Flea Market dan Shousetsuka ni Narou salah satu website fiksi terbesar di Jepang melarang semua cerita yang berbau isekai.

Meski demikian, sampai saat ini isekai masih menjadi genre yang dinikmati oleh banyak penggemar manga, light novel, maupun anime di seluruh dunia. Beberapa judul yang populer belakangan ini seperti Tensei shitara Slime Datta Ken, Mushoku Tensei: Isekai Ittara Honki Dasu, Kumo desu ga, Nani ka? menjadi buktinya.

 

Mengapa Banyak Orang Menyukai Isekai?

Salah satu hal menarik dari genre isekai adalah meskipun plot ceritanya monoton, namun isekai tetap bertahan sebagai salah satu genre paling populer di seluruh dunia. Tentu saja ini tidak terjadi begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Jika diperhatikan lebih jauh lagi, isekai sebenarnya merupakan simulasi dari kesempatan kedua karena tokoh utamanya memulai semuanya dari nol namun dengan ingatan masa lalunya.

Faktanya, manusia hanya bisa hidup satu kali saja dan tidak akan pernah bisa mengulang waktu yang telah terlewati. Jadi, bisa dipastikan kalau semua orang ingin bisa memulai semuanya dari awal lagi jika memungkinkan.

Isekai secara tidak langsung menawarkan hal ini. Meskipun mustahil menjadi kenyataan, namun bagi penikmatnya, cerita memulai kembali dari awal ini merupakan hiburan di tengah kenyataan hidup yang berat.

Di sisi lain, isekai juga memberikan gambaran dunia indah yang menarik dan sangat berbeda dengan realita. Di dunia lain ini, penikmatnya bisa menemukan hal-hal yang tidak ada pada kehidupan nyata seperti kekuatan sihir, toleransi, dan lain sebagainya. Hal seperti ini meskipun hanya gambaran semata terasa sayang untuk dilewatkan.

Tak hanya itu, isekai dengan semua hal menarik didalamnya menyajikan fantasi kehidupan yang dapat mengalihkan perhatian penikmatnya dari kepenatan hidup di dunia nyata, meskipun hanya sementara saja. Ya paling tidak, isekai adalah hiburan yang cocok untuk dinikmati di saat libur oleh penggemarnya.

Sisi Gelap Genre Isekai

Tak ada hal yang sempurna di dunia ini, termasuk isekai. Walaupun memiliki beberapa kelebihan yang membuat genre ini diminati banyak orang, namun di balik itu semua ternyata ada beberapa “sisi gelap” yang berpotensi membahayakan penggemarnya.

Isekai sebagai escapism

Masalah yang pertama berhubungan dengan karakter yang pindah ke dunia lain. Hampir semua protagonis dalam genre isekai digambarkan sebagai hikikomori atau pengangguran yang anti-sosial dan kerap dipandang sebagai “sampah masyarakat”, orang yang depresi, maupun pekerja yang terlalu banyak bekerja.

Setiap karakter ini memiliki satu kesamaan, yaitu merasa tidak puas dengan kehidupan yang dimiliki. Artinya, bagi penggemar yang merasa relate dengan protagonis utamanya, isekai menjadi jalan keluar paling sempurna untuk menghindar dari kenyataan.

Pada titik yang paling ekstrim, isekai bahkan dapat menjadi tujuan utama dari orang-orang tersebut sehingga mereka berharap mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup dengan kehidupan yang lebih baik.

Titik masalahnya di sini adalah ketika mereka orang-orang yang dianggap “sampah masyarakat” menjadi ketergantungan pada pola pikir seperti itu. Pada akhirnya, mereka tidak akan berusaha memperbaiki kondisi hidupnya dan lebih memilih menjalani kehidupan sebagai “sampah masyarakat” sambil berharap mendapatkan kesempatan kedua.

 

Isekai dan ketidakpuasan diri

Masalah yang kedua terletak pada penggambaran protagonis sebelum dan setelah mereka tiba di dunia yang baru. Memang benar, beberapa serial memilih untuk tidak mengubah penampilan si protagonis setelah tiba di dunia baru.

Akan tetapi, ada juga beberapa judul yang memberikan penampilan berbeda pada protagonis, seperti wajah yang lebih tampan dan tubuh sempurna, di dunia barunya. Bagi penggemar isekai yang merasa tidak puas dengan dirinya sendiri, perubahan penampilan protagonis ini dapat membuat perasaan tidak puas tersebut menjadi lebih kuat lagi.

Dalam titik yang paling parah, mungkin saja mereka yang merasa tidak puas akan mengambil langkah ekstrim seperti melakukan operasi plastik untuk memperbaiki penampilannya seperti protagonis dalam anime atau manga isekai.

Dari pembahasan di atas, dapat dikatakan bahwa isekai adalah dunia lain yang berbeda jauh dengan bumi ini. Demikian pembahasan tentang isekai. Semoga setelah membaca artikel ini sampai habis, kamu jadi lebih mudah dalam menentukan anime genre isekai.

Jika kamu ingin mencari berbagai komik Jepang, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Referensi:

Lu, Curtis (2020), The Darker Sides of the Isekai Genre: An Examination of the Power of Anime and Manga.

Penulis: Gilang Oktaviana Putra



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy