in

Penyebab Jerawat di Hidung dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Penyebab jerawat di hidung – Jerawat adalah masalah umum pada kulit yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk jerawat yang muncul di hidung. Selain muncul di wajah, jerawat juga dapat muncul di bagian tubuh lain seperti punggung, pantat atau bahkan telinga.

Mungkin Grameds sedang mengalami jerawat yang muncul pada area hidung, hal ini cukup umum terjadi karena pori-pori di hidung lebih besar dan lebih mudah tersumbat. Untuk mencegah jerawat di hidung, penting untuk mengetahui penyebabnya. Lalu, apa saja penyebab jerawat hidung?

Berikut beberapa penyebab jerawat muncul di hidung yang perlu Grameds ketahui untuk dapat mencegah kemunculan jerawat di area yang sama. Simak hingga akhir penjelasannya.

Penyebab Jerawat di Hidung

Penyebab Jerawat di Hidung

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), jerawat dapat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat dan dengan sel kulit mati. Biasanya, sel-sel kulit mati ini akan naik ke permukaan pori-pori kulit.

Namun, ketika tubuh mulai memproduksi banyak sebum, sel-sel kulit mati tersebut akan terperangkap di dalam pori-pori. Hal inilah yang menjadi penyebab munculnya jerawat pada kulit.

Selain itu, bakteri P. acnes juga menjadi salah satu penyebab jerawat. Bakteri ini dapat masuk ke pori-pori yang tersumbat dan berkembang biak dengan cepat. Akibatnya, pori-pori menjadi meradang dan terbentuklah jerawat pada kulit.

Jika Grameds memiliki kulit berminyak, kemungkinan munculnya komedo atau jerawat di hidung akan lebih besar. Kelenjar sebaceous yang ada di sekitar hidung cenderung lebih banyak daripada di area wajah lainnya, sehingga membuat komedo atau jerawat lebih mudah muncul.

Namun, penting untuk menghindari keinginan untuk memencet komedo dengan tangan. Menurut Dr. Mara C. Weinstein Velez, seorang dokter kulit di University of Rochester Medical Center, kebiasaan ini hanya akan membuat pori-pori di hidung semakin kotor dan dapat menumpuk lebih banyak minyak, bakteri, dan bahkan membuat jerawat dapat meradang.

Selain penyebab di atas, ada pula beberapa penyebab lain yang menjadi pemicu munculnya jerawat pada hidung, apa saja? Berikut penjelasannya:

1. Penyebab Umum

Umumnya, penyebab jerawat di hidung sama dengan jerawat di area wajah atau tubuh lainnya. Telah dijelaskan di awal, bahwa penyumbatan pori-pori yang disebabkan oleh sel-sel kulit mati, produksi minyak berlebihan dari kelenjar sebasea, kotoran yang menempel di kulit, dan penggunaan produk skincare atau makeup yang mengandung bahan comedogenic menjadi penyebab umum munculnya jerawat.

Ketika pori-pori tersumbat, jerawat akan terbentuk dalam bentuk komedo, yang dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu komedo putih atau tertutup (whitehead) yang ditandai dengan bagian atasnya berwarna putih.

Jenis kedua adalah komedo hitam atau terbuka (blackhead) dengan bagian atas yang memiliki warna gelap karena terjadi oksidasi minyak. Komedo putih maupun komedo hitam, sering ditemukan di bagian hidung karena terdapat banyak pori-pori di daerah tersebut.

Jumlah kelenjar sebasea yang tinggi di hidung menyebabkan produksi minyak yang berlebih dan dapat menyumbat pori-pori. Pori-pori di hidung juga lebih besar dan terbuka, sehingga mudah tersumbat dan membentuk komedo. Lalu, komedo dapat terinfeksi bakteri penyebab jerawat jika bakteri ikut masuk dan terjebak di dalam pori-pori dan hal ini dapat menyebabkan jerawat meradang pada bagian hidung.

Jerawat meradang jarang terbentuk di hidung, tetapi mungkin terjadi. Jenis jerawat meradang meliputi jerawat papula, yaitu bentol kecil merah yang mungkin berisi nanah, dan jerawat pustula. Kondisi jerawat meradang parah muncul di dalam lapisan kulit dan dapat berupa nodul besar dan keras berwarna merah atau sistik, yang berisi nanah dan terasa lebih lunak ketika disentuh.

2. Penyebab Khusus

Tidak hanya penyebab umum, jerawat di hidung juga muncul disebabkan oleh beberapa kondisi khusus. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan jerawat di hidung antara lain:

1. Masalah kesehatan

Munculnya jerawat di hidung bisa menjadi indikasi masalah kesehatan. Jerawat di ujung hidung bisa menunjukkan masalah pada saluran pencernaan, sedangkan jerawat di samping hidung kemungkinan terkait dengan fluktuasi hormon.

2. Rosacea

Rosacea adalah salah satu jenis jerawat pada hidung, beberapa mengatakan bahwa rosacea adalah bentuk papulopustular rosacea atau acne rosacea dan bukan termasuk jerawat.

Rosacea ini ditandai dengan ruam merah intens dan pembengkakan hidung, dan ruam ini dapat menyebar ke area wajah di sekitar hidung. Peradangan kulit ini dapat menyebabkan munculnya benjolan kecil yang menyerupai jerawat.

3. Infeksi Bakteri ataupun Virus

Jerawat yang ada pada hidung bagian dalam bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mencabut bulu hidung, rambut tumbuh ke dalam, dan infeksi bakteri atau virus di kulit dalam hidung.

Selain itu, jerawat pada hidung bagian dalam juga dapat terjadi ketika lendir di dalam hidung dikeluarkan dengan terlalu kuat atau kasar saat membersihkannya, kulit dalam hidung dapat menjadi lecet.

Jika terinfeksi oleh bakteri ataupun virus, maka bisa timbul benjolan yang meradang dan mirip seperti jerawat.

3. Makanan Penyebab Jerawat

Mengkonsumsi makanan tertentu juga dapat menyebabkan minyak dan sebum pada kulit berlebihan yang mengakibatkan jerawat timbul lebih mudah. Ada beberapa makanan penyebab jerawat yang perlu dikontrol jumlah konsumsinya, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Makanan olahan susu

Salah satu faktor penyebab jerawat adalah mengkonsumsi produk olahan susu seperti keju dan es krim. Kandungan asam amino tinggi pada produk olahan susu dapat merangsang hati untuk memproduksi hormon mirip insulin yang disebut IGF-1. Hormon ini diperkirakan memicu timbulnya jerawat.

2.  Makanan tinggi gula

Asupan gula yang tinggi juga dapat memicu munculnya jerawat. Jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi akan memicu tubuh untuk menghasilkan banyak hormon insulin.

Hormon ini dapat merangsang produksi hormon androgen yang aktif dan meningkatkan produksi sebum di kulit, sehingga meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Beberapa jenis makanan dengan asupan gula tinggi yang perlu dibatasi konsumsinya adalah permen, minuman berkarbonasi, dan kue.

3. Makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi

Makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi juga dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat, karena mengonsumsi karbohidrat yang tinggi dapat memicu produksi hormon insulin yang berlebihan.

4. Coklat

Jerawat yang muncul di area dagu, hidung, dan wajah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi cokelat.

Penelitian pada tahun 2013 menunjukkan bahwa cokelat dapat mempengaruhi keseimbangan senyawa dalam tubuh yang disebut sitokin, yang berperan dalam meningkatkan peradangan pada jerawat.

Jerawat semakin memburuk bila disertai infeksi Propionibacterium acne atau Staphylococcus aureus, yang merupakan bakteri penyebab jerawat. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan peran coklat sebagai pemicu jerawat.

5. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji adalah jenis makanan yang harus diwaspadai sebagai penyebab jerawat lainnya.

Biasanya, makanan cepat saji mengandung lemak trans dan kalori tinggi yang dapat menyebabkan peradangan dan jerawat pada kulit. Selain itu, makanan cepat saji tidak disarankan untuk orang dengan kolesterol tinggi dan obesitas.

6. Whey (Laktoserum):

Whey protein adalah makanan yang berasal dari sisa-sisa susu dalam produksi keju. Whey protein mengandung banyak protein sehingga sering dikonsumsi untuk menambah massa otot.

Namun, konsumsi whey protein yang berlebihan bisa meningkatkan risiko munculnya jerawat pada kulit. Hal ini disebabkan oleh kandungan asam amino dan glutamin yang tinggi dalam whey protein yang memicu tubuh untuk melepaskan hormon IGF-1 lebih banyak. Hormon IGF-1 yang tinggi di dalam tubuh bisa memicu produksi sebum berlebih, sehingga dapat menyebabkan munculnya jerawat.

Meskipun ada banyak makanan dan faktor lain yang menjadi pemicu munculnya jerawat pada kulit, akan tetapi ada pula makanan yang dapat menyembuhkan atau meredakan jerawat, seperti kulit manggis.

Dalam buku berjudul “Atasi Jerawat dengan Ekstrak Kulit Manggis” dijelaskan mengenai peran dari kulit manggis yang dapat menjadi obat untuk mengatasi jerawat pada kulit termasuk di hidung.

Jika tertarik untuk mengetahui cara menggunakan dan cara kerja kulit manggis sebagai obat jerawat, Grameds bisa langsung membeli bukunya di gramedia.com atau klik gambar buku di bawah ini, ya.

Penyebab Jerawat di Hidung

Cara Mengatasi Jerawat di Hidung dengan Aman

Jerawat pada hidung tidak hanya mengganggu penampilan saja, tetapi juga akan mengganggu proses bernapas terutama apabila jerawat tersebut muncul di dalam hidung.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan apabila ingin mengatasi dan menghilangkan jerawat di hidung, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memberikan salep atau krim

Salah satu metode untuk menghilangkan jerawat di hidung atau bagian lainnya adalah dengan memberikan krim jerawat atau salep. Krim yang digunakan adalah krim yang berisi antiseptik atau retinoid.

Grameds juga bisa memakai krim jerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida untuk menghilangkan kotoran di pori-pori dan mengurangi tampilan jerawat. Agar sesuai dengan jenis jerawat yang muncul di hidung Grameds, lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh obat jerawat topikal yang tepat.

Pemilihan krim untuk jerawat tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, Grameds harus mengetahui jenis jerawat dan jenis kulit Grameds, sehingga dapat memilih krim yang sesuai dengan kondisi kulit.

Rahasia sukses membuat jerawat sembuh adalah memilih skincare dengan kandungan yang cocok. Tips tersebut terangkum dalam buku “The Little Book of Skin Care – Rahasia Kecantikan Korea untuk Kulit Sehat dan Bercahaya” yang berisi rahasia memiliki kulit cantik dengan skincare. Grameds bisa membeli buku tersebut di gramedia.com atau klik gambar buku di bawah ini, ya.

Penyebab Jerawat di Hidung


2. Mengonsumsi obat

Selain itu, cara menghilangkan jerawat pada hidung adalah dengan mengonsumsi obat-obatan. Sebab, dalam beberapa kasus, krim topikal saja tidak cukup untuk mengatasi jerawat, terutama jika kondisinya sedang atau parah.

Kadang-kadang, Grameds perlu minum obat-obatan untuk mempercepat proses penyembuhan. Metode ini juga berguna untuk mencegah jerawat muncul lagi di area hidung.

3. Terapi kompres dengan air hangat

Merasa terganggu dengan adanya jerawat di bawah hidung? Coba redakan dengan melakukan terapi kompres dengan air hangat!

Menerapkan kompres pada jerawat yang ada di sekitar hidung diyakini dapat membantu menghilangkannya. Selain itu, cara ini juga dapat meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh jerawat.

Cukup basahi kain, kapas, atau handuk yang bersih dengan air hangat, kemudian tempelkan pada kulit yang terkena jerawat selama 15-20 menit, sebanyak 3 kali sehari.

4. Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit

Jerawat batu di hidung dapat menyebabkan rasa sakit. Untuk mengatasi hal ini, Grameds dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan paracetamol.

Obat-obatan tersebut tersedia di apotek atau dapat diperoleh dengan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dari dokter.

5. Mengaplikasikan minyak esensial

Grameds dapat menggunakan minyak esensial untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh jerawat di hidung. Beberapa orang mungkin merasa lebih nyaman setelah mengoleskan atau menghirup aroma minyak esensial.

Meskipun dianggap memiliki manfaat, Grameds tetap harus memastikan apakah Grameds memiliki alergi terhadap minyak esensial yang akan digunakan.

Disarankan untuk memilih minyak esensial dengan kandungan yang tidak terlalu kuat, seperti tea tree oil, neem oil, cinnamon oil, atau rosemary oil. Sebelum mengoleskan ke bagian kulit yang berjerawat, Grameds bisa mencampurkan minyak esensial dengan minyak pelarut (carrier oil), seperti minyak kelapa atau minyak zaitun.

6. Menggunakan perasan air lemon

Lemon dikenal memiliki manfaat untuk dapat meredakan jerawat meradang. Grameds bisa mengoleskan sedikit perasan air lemon pada bagian kulit yang berjerawat dan mendiamkannya selama kurang lebih 15 menit.

Setelah dibiarkan beberapa saat, bilas air lemon dengan menggunakan air hingga bersih. Ketika ingin menghilangkan jerawat dengan air lemon, lebih baik menggunakan buah lemon yang masih segar.

Buah lemon memiliki sifat asam yang dapat membantu membersihkan serta mengeringkan jerawat, sehingga akan membuat jerawat lebih cepat sembuh dan mampu menyamarkan jerawat pada wajah.

Sebagai catatan tambahan, setelah menggunakan perasan air lemon sebagai obat jerawat, lebih baik hindari pergi ke luar ruangan dan hindari sinar matahari secara langsung, sebab terapi dengan lemon akan membuat kulit menjadi lebih sensitif. Sehingga dikhawatirkan akan membuat kulit teriritasi.

7. Mengoleskan cuka apel

Selain air lemon, cuka apel juga dapat membantu mengempeskan dan menyembuhkan jerawat. Grameds bisa meneteskan cuka apel sebanyak 1-2 tetes dan melarutkannya dengan air bersih.

Kemudian oleskan ramuan tersebut ke bagian yang berjerawat, lalu diamkan selama 15 menit dan bilang hingga bersih. Lakukan hal ini beberapa kali, namun apabila penggunaan pertama kali membuat kulit terasa gatal atau panas, lebih baik dihentikan.

Cuka apel dapat mengurangi peradangan di area kulit yang berjerawat serta membengkak, selain itu cuka apel juga mampu menyeimbangkan pH kulit.

8. Mengoleskan es batu

Grameds bisa meredakan jerawat yang sedang meradang dengan menggunakan es batu. Cara ini termasuk hemat dan mudah dilakukan untuk membuat jerawat lekas kering.

Caranya adalah dengan memasukan es batu ke dalam kain bersih, kemudian tempelkan es tersebut ke atas area kulit yang berjerawat selama kurang lebih 20 menit.

Ulangi terus cara ini selama beberapa waktu. Kompres es batu memiliki fungsi untuk dapat meredakan peradangan serta pembengkakan jerawat dan bahkan dapat menyamarkan jerawat.

Demikianlah 8 cara untuk mengatasi jerawat di hidung yang bisa Grameds praktekan. Selain kesembilan cara di atas, ada beberapa cara lain yang bisa dipraktekan agar jerawat meradang segera kempes dan kering.

Tips untuk merawat dan mengatasi kulit berjerawat ada dalam buku berjudul “Cara Jitu Mengatasi Jerawat”. Sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan buku-buku khusus perawatan kulit dan mengatasi jerawat yang berkualitas.

Grameds bisa membeli bukunya secara offline di outlet resmi Gramedia atau membelinya secara online di gramedia.com!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Rujukan:

Ada Jerawat di Hidung Bikin Nggak PD? Begini Cara Menghilangkannya

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/makanan-penyebab-jerawat

https://www.larocheposay.co.id/article/kenali-penyebab-jerawat-di-hidung-dan-5-cara-cepat-mengatasinya

https://www.orami.co.id/magazine/jerawat-di-hidung

https://www.sehatq.com/artikel/jerawat-di-hidung

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Adinda