in

13 Makanan Khas Papua yang Unik serta Penuh dengan Kelezatan!

Sumber: Kompas Regional

Makanan Khas Papua – Grameds tentu tahu provinsi Papua ini. Papua memiliki keanekaragaman budaya, kuliner yang beragam serta keindahan alam yang luar biasa. Papua merupakan provinsi yang letaknya di pesisir utara Tanah Papua, Indonesia yang berdiri sejak 1 Mei 1963.

Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang mencakup seluruh Tanah Papua bekas Nugini Belanda. Sejak 30 Juni 2022 provinsi ini dibagi menjadi lima provinsi. Provinsi pecahannya meliputi Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan. Sedangkan bagian baratnya terlebih dahulu dimekarkan menjadi Provinsi Papua Barat. Sebelumnya, Provinsi Papua memiliki luas 312.224,37 km² dan merupakan provinsi terbesar dan terluas pertama di Indonesia.

Potensi ekonomi di Papua juga sangat tinggi. Kekayaan alam Papua begitu kaya dan semua kekayaan tersebut belum digali. Meskipun Papua kaya akan sumber daya alam, tetapi Papua masih bergantung pada Freeport.

Papua bukan hanya kaya akan sumber daya alamnya saja, tetapi juga makanan khas yang tentu tidak boleh untuk dilewatkan. Nah, jika Grameds akan berkunjung ke Papua alangkah baiknya untuk tahu makanan khas Papua.

Makanan Khas Papua

Tanpa berlama-lama lagi, kita akan simak ulasan tentang makanan khas Papua di bawah ini. Jadi, simak artikel ini sampai habis, Grameds.

1. Makanan Khas Papua Tepung Sagu

makanan khas Papua
Sumber: Tokopedia

Sagu menjadi menjadi masakan tradisional beberapa daerah seperti Ambon dan Papua. Sagu bisa dibuat menjadi tepung yang dibuat dari teras batang rumbia atau pohon sagu. Tepung sagu hampir mirip tepung tapioka.

Manfaat sagu di antaranya adalah dapat mencegah penyakit lambung, aman dikonsumsi penderita diabetes, dapat membuat kenyang lebih tahan lama, dan baik untuk pertumbuhan anak.

Sagu bisa diolah menjadi papeda, sagu lempeng, sagu lempeng gula merah, sagu bakar kelapa, sagu bakar. Selain itu, bahan ini bisa kembangkan menjadi roti, biskuit, mie, soun, kerupuk, sagu mutiara, dan bahan sirup.

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa Papua sangat dikenal dengan sagunya. Bahkan, makanan khas yang terbuat dari sagu sudah tersebar hampir di setiap daerah Indonesia. Apabila kamu ingin mendalami tentang sagu Papua, maka kamu bisa mencarinya melalui buku Sagu Papua karya Ahmad Arif. Lewat buku ini, wawasan kamu tentang sagu Papua akan bertambah.

https://www.gramedia.com/products/sagu-papua-untuk-dunia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/sagu-papua-untuk-dunia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

2. Papeda

makanan khas Papua
Sumber: Tanah Airku

Papeda merupakan makanan khas Papua, Maluku, dan beberapa daerah di Sulawesi. Papeda menjadi makanan khas yang paling populer, bahkan masyarakat luar Papua pun juga banyak yang menyukai makanan satu ini. Bentuk makanan ini seperti pasta atau gel. Papeda mengandung karbohidrat pengganti nasi.

Papeda memiliki warna putih bening atau agak keruh dan tekstur lengket yang mirip dengan lem. Papeda dibuat dari proses pengolahan sagu. Makanan ini biasanya dihidangkan bersama ikan, daging, kelapa, sayuran dan lainnya. Papeda bisa dibungkus menggunakan daun pisang untuk dimakan nanti.

Makanan papeda ini bisa dibilang sudah dikenal hampir di semua daerah Indonesia. Bahkan, makanan yang satu ini terkadang sudah menjadi jajanan khas anak-anak SD. Lalu, apakah kamu pernah mencoba makanan khas Papua yang satu ini?

3. Sagu Lempeng

makanan khas Papua
Sumber: Tanah Airku

Sagu lempeng merupakan kue kering yang bisa dimakan langsung atau dicelupkan pada teh panas, kopi, dan kuah ikan. Bentuk dan ukuran kue ini bervariasi tergantung dari alat pencetak dan cara memasak. Sagu lempeng dikenal sebagai roti tawar khas Papua yang dibuat dari sagu, dicetak, dan dibakar. Selain dinikmati sendiri, sagu lempeng juga cocok dijadikan teman minum kopi atau teh saat sedang bersantai.

Pembuatan sagu lempeng terbilang mudah seperti pembuatan roti lain. Sagu diolah dengan cara dibakar dengan dicetak persegi panjang atau empat dengan besi. Rasa awalnya, tawar. Namun, setelah beberapa lama, rasanya sudah mulai bervariasi dengan gula untuk mendapatkan cita rasa manis. Teksturnya keras dan bisa dinikmati dengan dicampur atau dicelupkan ke air supaya lebih lunak.

Sagu lempeng kebanyakan berbentuk pipih dan persegi panjang. Rasa dari kue ini keras, tawas dan cepat mengembang di dalam air. Alat memasak kue ini disebut forna. Forna terdiri dari 4 sampai 6 lekukan yang terbuat dari tanah. Fungsi forna adalah penghantar panas ketika pemasakan sagu lempeng. Alat masak sagu lempeng ini juga menjadi penyimpan panas, sehingga suhu panas selama proses memasak dapat merata.

4. Kue Bagea Sagu

makanan khas Papua
Sumber: Cakefever.com

Kue bagea sagu merupakan salah satu kue khas Papua yang dibuat dari tepung sagu dan tepung kenari. Selain dikenal sebagai oleh-oleh khas Papua, kue bagea sagu juga banyak dibuat di Maluku, Sulawesi Utara.

Kue manis ini berbahan dasar tepung sagu yang memiliki tekstur sedikit keras ketika digigit. Biasanya, kue kering ini dicelupkan ke minuman terlebih dahulu agar tekstur kerasnya menjadi sedikit lembut. Makanan ini sangat pas dikonsumsi ketika sedang mengisi waktu luang atau saat hujan turun. Apakah kamu pernah mencobanya?

https://www.gramedia.com/products/resep-masakan-nusantara-favorit-dari-aceh-hingga-papua-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/resep-masakan-nusantara-favorit-dari-aceh-hingga-papua-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

5. Sagu Bungkus Ulat Sagu

makanan khas Papua
Merah Putih

Sagu Bungkus Ulat Sagu merupakan makanan tradisional khas Papua. Ulat sagu yang berada di dalam pohon ini bisa diolah dan dimasak bersama dengan sagu. Ulat sagu ini membutuhkan proses pembakaran di atas arang selama 15-25 menit. Sagu bungkus ulat sagu bisa dimakan ketika hangat bersama papeda.

Selain ulat sagu, isi makanan ini bisa diganti dengan pisang mengkal (setengah matang) atau kepala parut. Ulat sagu baik dikonsumsi karena mengandung protein. Makanan ini rendah serat, bisa dimakan secara langsung maupun dengan cara digoreng atau di sate.

Dalam budaya Papua, ulat sagu menjadi unsur penting dalam ritual perayaan oleh Suku Asmat. Sebuah ritual makanan disiapkan oleh Suku Kamoro dalam pemberian nama anak laki-laki mereka. Ritual makanan ini terdiri dari campuran tepung sagu dengan siput atau kerang jenis tertentu dan ulat sagu yang dibungkus dalam kemasan daun sagu berukuran panjang.

6. Udang Selingkuh

makanan khas Papua
Sumber: Inionline.id

Udang selingkuh merupakan makanan khas daerah Papua. Udang yang dipakai biasanya jenis udang air tawar. Tekstur dari udang ini mirip dengan lobster. Disebut udang selingkuh karena udang tersebut memiliki bentuk capit seperti kepiting. Warga lokal menganggap udang tersebut berselingkuh dengan kepiting.

Dalam proses penyajian, biasanya udang ini direbus, digoreng, dan juga dibakar. Selama dibakar biasanya ada yang menambahkan bumbu atau garam saja, dan ada juga yang tidak. Apapun teknik memasaknya, cita rasa khas dari makanan yang satu ini tetap akan terasa.

Dengan berjalannya waktu, bumbu untuk memasak udang selingkuh mulai beragam ada yang menggunakan saus tiram, lada hitam, saus padang, dan juga asam manis. Jangan lupa pelengkap udang selingkuh ini yaitu, sayur kangkung, dan juga bunga pepaya dijamin makin nikmat dan lezat. Terlebih lagi, tekstur masakan udang ini lembut dan manis.

7. Ikan Bakar Manokwari

makanan khas Papua
Sumber: Ksmtour.com

Ikan Bakar Manokwari merupakan makanan khas Papua Barat. Ikan Bakar Manokwari memiliki cita rasa bumbu yang berbeda karena menggunakan sambal khas yang hanya bisa ditemui di Papua. Sambal khas ini berasal dari bumbu-bumbu khusus yang digiling sampai mendapatkan tekstur yang sempurna dan biasanya disajikan mentah.

Sebelum dibakar, ikan dilumuri dengan jeruk nipis supaya lebih segar dan mengurangi bau. Ikan Bakar Manokwari memiliki nilai gizi seperti vitamin, zat besi, mineral, dan lemak. Masakan ini bisa disajikan bersama dengan nasi hangat, sambal, kemangi, dan es jeruk. Lalu, apakah kamu pernah mencoba makanan khas Papua yang satu ini?

8. Ikan Bungkus

makanan khas Papua
Sumber: Merah Putih

Makanan khas Papua ini hampir mirip seperti pepes ikan. Ikan bungkus khas Papua ini dibuat dari dua bahan yaitu ikan laut dan daun talas sebagai bahan untuk membungkusnya. Bumbu khasnya rempah yang digunakan pun hanya garam untuk memberikan rasa asin dan untuk menghilangkan getah pada daun talas yang digunakan.

Bahan dan bumbunya sedikit dan cara membuatnya pun sangat sederhana dan mudah. Dalam pembuatannya, pertama-tama bersihkan ikan kemudian dimasukkan ke dalam daun talas dan ditutup. Daun talas berfungsi menambah aroma lezat dari masakan. Langkah yang terakhir, ikan dibakar diatas api kecil hingga masak. Kalau sudah masak diangkat, dan langsung disajikan saat hangat. Ikan bungkus sangat cocok disajikan dengan nasi hangat.

9. Kue Lontar

makanan khas Papua
Sumber: Resep Koki

Kue lontar adalah kue pie susu khas dari Papua. Pada bagian tengah kue ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang manis. Sedangkan bagian pinggir pie cukup keras dan menyelimuti bagian tengah. Kue ini berbahan dasar margarin, tepung terigu, vanili dan susu.

Ukuran kue lontar lebih besar dari kue pie susu Bali. Hal ini karena cetakan kue lebih besar. Sehingga ukuran kue yang dihasilkan lebih besar. Biasanya, kue lontar tersedia dengan diameter yang bisa mencapai 20 cm dan memerlukan sebuah cetakan kue khusus.

Oleh sebab itu, kue yang dihasilkan pun juga cukup besar dan dapat disantap oleh 8 sampai 10 orang bersama-sama. Namun, ada juga kue lontar yang dibuat dengan diameter 8 cm dan biasanya diproduksi sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

10. Keripik Keladi

makanan khas Papua
Sumber: Endeus TV

Keripik keladi merupakan keripik yang bahan dasarnya dari dari ubi keladi. Biasanya keripik ini dijadikan sebagai cemilan dan oleh-oleh. Keripik ini menawarkan tiga varian rasa, yakni pedas, manis, dan gurih. Keripik keladi merupakan oleh-oleh khas yang paling populer di Kota Sorong, Papua, karena hampir tersedia di setiap toko di sana.

Dikarenakan rasanya yang lezat dan juga kriuk yang gurih, maka keripik ini bukan hanya cocok dijadikan camilan, tetapi bisa dijadikan untuk teman makan. Bahkan, tak sedikit orang yang menjadikan keripik keladi ini sebagai oleh-oleh ketika berkunjung ke Papua. Lalu, apakah kamu pernah makan keripik yang gurih ini?

11. Sambal Colo-colo

makanan khas Papua
Sumber: Cookpad.com

Sambal colo-colo merupakan sambal khas Papua. Sambal ini rasanya pedas dan asam. Rasa asam didapat dari perasan jeruk nipis. Sambal colo-colo cocok dimakan bersama ikan bakar dan nasi hangat. Bahan sambal colo-colo ini adalah potongan cabai, bawang, tomat, dan perasan jeruk nipis.

Selain di Papua, sambal ini juga menjadi makanan di Ambon Maluku. Sambal colo-colo seperti ini bisa saja digunakan untuk memasak sate juga, sehingga tidak hanya dipakai sebagai cocolan gorengan saja. Selain sebagai camilan, sambal colo-colo juga bisa untuk menemani makan ikan goreng dan juga ikan bakar.

Bahkan, saat ini, beberapa restoran di perkotaan biasanya sudah menyediakan menu sambal colo-colo. Dengan rasanya yang pedas dan asam, maka sambal ini bisa meningkatkan selera makan. Lalu, apakah kamu pernah mencoba sambal ini di rumah?

12. Aunu Senebre

makanan khas Papua
Sumber: Hops.ID

Aunu Senebre terdiri dari bahan nasi dan ikan teri yang digoreng. Setelah itu dicampur daun talas dan kelapa kemudian dikukus. Makanan ini mudah ditemukan di Papua. Rasa masakan ini gurih, lezat, dan teksturnya kering.

Kuliner ini biasanya disantap dengan papeda atau jenis umbi-umbian yang lain. Yang jelas ikan teri yang banyak mengandung lemak baik omega 3 sehingga bagus untuk otak, mengurangi resiko depresi dan stroke. Aunu Senebre cocok dimakan bersama papeda.

Resep dan cara membuatnya cukup mudah, Anda perlu menyiapkan 1 kg ikan kecil-kecil dan bersihkan, 15 batang daun talas, potong kecil-kecil, 1/2 butir kelapa setengah tua dan parut, 1 sdm garam dan terakhir Air untuk merebus.

Cara membuatnya cukup dengan mencampur ikan dengan potongan daun talas, kemudian di rebus hingga matang lalu tiriskan. Tambahkan parutan kelapa dan garam, aduk rata. Kukus hingga matang, angkat. Aunu senebre siap dinikmati. Jadi, apakah kamu akan membuat makanan khas Papua ini di rumah?

13. Cacing Laut

makanan khas Papua
Sumber: Zona Makan

Makanan khas Papua satu ini adalah cacing laut yang memiliki gizi tinggi untuk tubuh. Cacing laut bisa dimasak dengan cara goreng, sate, dan dibumbui balado. Cacing laut mengandung protein untuk meningkatkan stamina. Cacing laut berasal dari wilayah Raja Ampat bagian utara dan sudah menjadi camilan sehari-hari penduduk Kepulauan Ayau.

Selama ini, cacing laut diperoleh dengan cara diburu, bukan dibudidayakan. Biasanya, pasir dikeruk menggunakan tangan, lalu dimasukkan batang kayu semacam lidi, cacing akan melilit batang. Setelah itu batang kayu tinggal ditarik. Sebelum diolah untuk menjadi makanan, cacing dipotong kepala dan ekornya.

https://www.gramedia.com/products/komponen-gizi-dan-terapi-pangan-ala-papua?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/komponen-gizi-dan-terapi-pangan-ala-papua?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Penutup

Pada dasarnya,setiap daerah yang ada di Indonesia ini pastinya memiliki makanan khasnya masing-masing. Oleh sebab itu, cita rasa masakan dari setiap daerah sangatlah beragam dan pastinya unik. Bahkan, tak sedikit juga restoran yang menjual masakan daerah ke kota. Selain itu, tak sedikit juga oleh-oleh di perkotaan yang menjual makanan daerah, sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.

Dengan mengetahui makanan khas Papua, maka bisa menambah wawasan kamu. Tidak hanya itu, bisa saja kamu menjadi lebih mudah dalam memilih oleh-oleh atau mencari makanan khas Papua. Setelah membaca artikel ini sampai selesai, semoga kamu semua pembahasan di atas bisa menambah wawasan kamu.

Dari semua makanan khas Papua yang telah dijelaskan di atas, apakah ada makanan favorit kamu?

Jika kamu ingin mendalami wawasan tentang Papua atau makanan khas Nusantara, maka kamu bisa melakukannya dengan membaca buku yang bisa didapatkan di Gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

Baca juga:

Written by M. Hardi