in ,

Apa Itu Delulu? Asal Usul dan Contoh Penggunaannya

Apa Itu Delulu – Halo, Grameds! Belakangan ini, istilah delulu semakin sering muncul di media sosial seperti TikTok, X (Twitter), Instagram, hingga berbagai komunitas penggemar K-pop. 

Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki harapan atau khayalan yang terasa berlebihan terhadap suatu situasi.

Meski terdengar seperti istilah baru, sebenarnya delulu sudah digunakan oleh komunitas penggemar sejak bertahun-tahun lalu sebelum akhirnya menjadi bahasa gaul yang populer di internet.

Lalu, apa sebenarnya arti dari istilah ini? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Grameds!

Apa Arti Delulu?

Delulu adalah bentuk pendek dari kata delusional, yaitu istilah dalam bahasa Inggris yang berarti mengalami delusi atau memiliki keyakinan yang nggak sesuai dengan kenyataan.

Namun, dalam bahasa gaul internet, delulu artinya seseorang yang terlalu berkhayal atau terlalu percaya terhadap sesuatu yang belum tentu benar, biasanya berkaitan dengan hubungan asmara, idola, atau angan-angan tertentu.

Sebagai contoh, seseorang yang yakin idolanya akan menikah dengannya hanya karena pernah mendapat balasan komentar di media sosial sering disebut sedang “delulu”.

Asal-Usul Istilah Delulu

Istilah ini pertama kali populer di kalangan penggemar K-pop sekitar awal tahun 2010-an. Saat itu, kata delulu digunakan untuk menyebut penggemar yang terlalu yakin memiliki hubungan spesial dengan idolanya, padahal hubungan tersebut hanya sebatas khayalan.

Seiring berkembangnya media sosial, penggunaan kata delulu menjadi lebih luas. Kini istilah tersebut digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari percintaan, pekerjaan, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.

Apa Bedanya Delulu dan Delusional?

Meski berasal dari kata yang sama, keduanya memiliki makna yang berbeda.

Delulu Delusional
Bahasa gaul internet. Istilah dalam dunia psikologi dan medis.
Digunakan sebagai candaan atau ungkapan santai. Digunakan untuk menjelaskan kondisi klinis tertentu.
Umumnya berkaitan dengan khayalan atau harapan yang berlebihan. Berkaitan dengan gangguan yang memerlukan penanganan profesional.

Grameds, penting untuk membedakan kedua istilah ini agar nggak salah menggunakannya.

Ciri-Ciri Orang yang Disebut Delulu

Dalam percakapan sehari-hari, seseorang biasanya disebut delulu jika menunjukkan beberapa hal berikut.

  • Terlalu percaya diri terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.
  • Membuat skenario sendiri tanpa bukti yang jelas.
  • Mudah berkhayal tentang hubungan romantis.
  • Sering menganggap kebetulan sebagai pertanda khusus.
  • Terlalu yakin dengan harapan yang sebenarnya masih jauh dari kenyataan.

Contoh Penggunaan Kata Delulu

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penggunaan kata delulu.

  • “Dia senyum ke aku, jangan-jangan suka ya.” — “Wah, mulai delulu lagi nih.”
  • “Aku yakin suatu hari bakal ketemu idolaku.” — “Boleh berharap, asal jangan terlalu delulu.”
  • “Dia baru sekali chat, langsung mikir bakal jadian.” — “Delulu banget.”

Delulu dalam Dunia K-pop

Grameds, istilah delulu memang paling sering dikaitkan dengan dunia K-pop.

Contohnya ketika penggemar merasa idolanya memberikan perhatian khusus hanya karena melakukan siaran langsung, membalas komentar, atau melambaikan tangan ke arah penonton saat konser.

Sebagian besar penggemar menggunakan istilah ini sebagai candaan dan menyadari bahwa hubungan tersebut hanyalah bentuk kekaguman terhadap idola.

Delulu di Media Sosial

Kini, kata delulu nggak hanya digunakan oleh penggemar K-pop.

Di media sosial, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap berbagai hal, misalnya:

  • berharap cepat mendapat pekerjaan impian,
  • membayangkan bertemu artis favorit,
  • yakin akan memenangkan undian,
  • atau membuat skenario romantis dengan seseorang yang baru dikenal.

Istilah Gaul yang Sering Berkaitan dengan Delulu

Selain delulu, ada beberapa istilah gaul lain yang sering muncul di media sosial.

Istilah Arti Singkat
Delulu Terlalu berkhayal atau memiliki ekspektasi berlebihan.
Clown Menyadari dirinya salah berharap.
Green Flag Seseorang yang memiliki sifat positif dalam hubungan.
Red Flag Tanda adanya perilaku yang perlu diwaspadai.
Soft Launch Memperkenalkan hubungan secara perlahan di media sosial.
Main Character Merasa seperti tokoh utama dalam suatu situasi.

 

Tips Menggunakan Istilah Delulu dengan Bijak

Agar nggak menyinggung orang lain, Grameds bisa memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Gunakan dalam konteks bercanda.
  • Hindari memakai istilah ini untuk mengejek.
  • Jangan menyamakan delulu dengan kondisi kesehatan mental.
  • Pahami konteks sebelum menggunakannya.
  • Hormati perasaan orang lain saat bercanda.

Fakta Menarik tentang Delulu

  • Berasal dari kata delusional.
  • Pertama kali populer di komunitas penggemar K-pop.
  • Kini menjadi bahasa gaul di berbagai media sosial.
  • Sering digunakan dalam bentuk meme dan konten humor.
  • Memiliki makna yang berbeda dengan istilah psikologi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memahami Delulu

Grameds, berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat memahami istilah delulu.

  • Menganggap delulu sama dengan gangguan psikologis. 

Padahal, dalam bahasa gaul internet, delulu biasanya digunakan secara santai dan bercanda.

  • Menggunakan kata delulu untuk mengejek orang lain. 

Sebaiknya istilah ini digunakan dalam konteks yang ringan dan nggak menyinggung.

  • Nggak memahami konteks percakapan. 

Kata delulu di media sosial sering dipakai sebagai humor, bukan sebagai penilaian serius terhadap seseorang.

  • Menyamakan delulu dengan kondisi medis. 

Istilah ini berbeda dengan delusional dalam dunia psikologi.

  • Menggunakan delulu di situasi formal. 

Karena termasuk bahasa gaul, istilah ini lebih cocok dipakai dalam percakapan santai atau media sosial.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Kata Delulu?

Grameds, agar penggunaannya tetap tepat, berikut beberapa situasi yang perlu diperhatikan.

Sebaiknya Digunakan Saat:

  • Percakapan santai bersama teman.
  • Membuat konten di media sosial.
  • Bercanda dalam konteks yang dipahami oleh semua orang.
  • Membahas tren atau istilah gaul di internet.

Sebaiknya Dihindari Saat:

  • Berada dalam situasi formal, seperti di sekolah atau tempat kerja.
  • Membahas kondisi kesehatan mental seseorang.
  • Digunakan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.
  • Berkomunikasi dengan orang yang belum memahami makna istilah tersebut.

Perbedaan Delulu, Halu, dan Overthinking

Istilah Pengertian
Delulu Terlalu berharap atau berkhayal terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.
Halu Berimajinasi atau berfantasi secara umum, sering digunakan sebagai candaan.
Overthinking Terlalu banyak memikirkan suatu masalah atau kemungkinan yang belum tentu terjadi.

 

Tanda Seseorang Mulai Bersikap Delulu

Grameds, setiap orang tentu pernah berkhayal. Namun, dalam bahasa gaul, seseorang biasanya mulai disebut delulu ketika menunjukkan beberapa kebiasaan berikut.

  • Menganggap perhatian kecil sebagai tanda rasa suka.
  • Membuat cerita sendiri berdasarkan asumsi.
  • Terlalu percaya diri terhadap sesuatu yang belum terjadi.
  • Sulit menerima kenyataan yang berbeda dari harapannya.
  • Sering membuat skenario romantis di dalam pikiran.

Apakah Delulu Sama dengan Optimis?

Sekilas, delulu dan optimis memang sama-sama berkaitan dengan harapan. Namun, keduanya memiliki makna yang berbeda.

Delulu Optimis
Berharap tanpa dasar yang jelas. Berharap disertai usaha dan pertimbangan yang realistis.
Sering didasari imajinasi. Berdasarkan keyakinan dan tindakan nyata.
Umumnya digunakan sebagai bahasa gaul. Sikap positif dalam menjalani kehidupan.

Apakah Delulu Hanya Digunakan oleh Penggemar K-pop?

Meskipun awalnya populer di komunitas K-pop, kini penggunaan kata delulu jauh lebih luas. Istilah ini juga sering digunakan oleh:

  • penggemar film,
  • penggemar serial,
  • pembaca novel,
  • komunitas anime,
  • hingga pengguna media sosial secara umum.

Dengan kata lain, siapa pun bisa menggunakan istilah delulu dalam percakapan santai.

Istilah yang Berlawanan dengan Delulu

Jika delulu menggambarkan seseorang yang terlalu banyak berkhayal, ada juga istilah yang menunjukkan sikap sebaliknya.

Beberapa di antaranya yaitu:

  • Realistis, yaitu mampu melihat keadaan sesuai fakta.
  • Logis, yaitu mengambil keputusan berdasarkan alasan yang masuk akal.
  • Rasional, yaitu lebih mengutamakan pemikiran dibanding asumsi.

Kesimpulan

Delulu artinya seseorang yang terlalu berkhayal atau memiliki ekspektasi berlebihan terhadap suatu hal, Grameds. 

Istilah ini berasal dari kata delusional, tetapi dalam bahasa gaul internet maknanya lebih ringan dan biasanya digunakan sebagai candaan.

Meski populer di media sosial dan komunitas K-pop, Grameds tetap perlu menggunakan istilah ini sesuai konteks.

Yang terpenting, jangan sampai mencampurkan penggunaannya sebagai bahasa gaul dengan istilah delusional dalam dunia psikologi, karena keduanya memiliki makna yang berbeda.

 

Penulis: Yulian Dwi Nugroho

 

Rekomendasi Buku Terkait

Conversations on Love

Conversation on Love

button cek gramedia com

Setelah bertahun-tahun merasa bahwa cinta selalu berada di luar jangkauan, jurnalis Natasha Lunn mencoba memahami bagaimana cinta bekerja dan berkembang sepanjang hidup. Dia menemui para penulis, terapis, tokoh budaya, dan pakar untuk mempelajari pengalaman mereka, mulai mendalami kompleksitas cinta, kemudian bertanya: Bagaimana kita menemukan cinta? Bagaimana kita mempertahankannya? Dan bagaimana kita bisa bertahan ketika kehilangannya? Melalui dialog di buku ini, Lunn mengeksplorasi bentang emosi yang luas: sensasi cinta baru, kekuatan persahabatan yang saling peduli, ketegaran yang dibutuhkan saat kehilangan, dan dinamika hubungan jangka panjang yang terus berkembang. Lunn menekankan bahwa cinta mencakup jauh lebih dari sekadar hubungan romantis. Dia menyoroti pentingnya cinta platonis, ikatan keluarga, dan cinta diri. 

 

The Let Them Theory

The Let Them Theory

button cek gramedia com

 Let Them; Dua Kata Sederhana yang Akan Mengubah Cara kamu Berpikir tentang Seluruh Hidupmu. Kalau kamu mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan, atau untuk merasa bahagia, masalahnya tidak terletak pada dirimu. Masalahnya ada pada kekuasaan yang kamu berikan kepada orang lain. Di buku ini, kamu akan belajar betapa dua kata—Let Them—bisa membebaskanmu. Bebas dari opini, drama, dan penilaian orang lain. Bebas dari lingkaran melelahkan untuk berusaha mengatur segala sesuatu dan semua orang di sekelilingmu. Ada cara yang lebih baik untuk hidup. The Let Them Theory adalah metode terbukti yang akan mengajarimu cara melindungi waktu dan energi, serta berfokus pada apa yang benar-benar berarti bagimu. Kamu sudah menghabiskan terlalu banyak waktu mengejar persetujuan, mengatur kebahagiaan orang lain, dan membiarkan opini mereka menahan langkahmu. Pelajari cara menyerahkan kekuasaan dan mulai menciptakan kehidupan tempat kamu menjadi yang utama—mimpimu, tujuanmu, kebahagiaanmu.

 

Men Are from Mars, Women Are from Venus

Men are from Mars Women are from Venus

button cek gramedia com

Dahulu kala, orang Mars berjumpa dengan orang Venus. Mereka jatuh cinta dan menjalin hubungan yang membahagiakan karena mereka saling menghormati dan menerima perbedaan-perbedaan mereka. Kemudian mereka tiba di Bumi dan mulai menderita amnesia. Mereka lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berlainan. Dengan kiasan ini sebagai ilustrasi pertengkaran yang umum terjadi antara pria dan wanita, Dr. John Gray menjelaskan alasan munculnya perbedaan antara kedua jenis kelamin itu yang mengganggu terciptanya hubungan cinta yang saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi bimbingan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, ia memberi nasihat mengenai cara mengatasi perbedaan dalam gaya berkomunikasi, kebutuhan emosional, dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman yang lebih besar antara masing-masing pasangan.

 

Empowered ME (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri

Empowered ME

button cek gramedia com

Perempuan berdaya bisa diartikan sebagai perempuan yang memiliki kekuatan/kemampuan memilih atau mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Setelah menjadi ibu, tidak sedikit perempuan yang merasa kewalahan dengan adanya tambahan peran dalam hidupnya. Berbagai ekspektasi yang terbentuk di masyarakat dan hadir setiap saat melalui media sosial kerap membuat ibu semakin sulit memahami dirinya sendiri. Padahal pemahaman akan diri sendiri, peran, dan tujuan adalah dasar dari kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan. Ketika seorang ibu berdaya; merasa kuat, dan percaya diri akan pilihan hidupnya, ini akan menciptakan dampak positif bukan hanya bagi dirinya, tapi juga keluarga dan masyarakat; termasuk para perempuan di sekelilingnya. 

 

Artikulasi Rasa: Mencintai Kecantikan Diri Sepenuhnya

Artikulasi Rasa

button cek gramedia com

Dan masih banyak lagi komentar dan tuntutan sosial yang mengharuskan kita tampil “cantik” berdasarkan standar kecantikan yang ada. Kamu pernah mengalaminya? Padahal standar kecantikan itu hanyalah standar yang dibentuk oleh media massa, oleh media sosial. Sampai-sampai semua sudut dan bagian tubuh kita harus sama persis dengan standar tersebut, barulah kita bisa dibilang cantik. Padahal kita sebagai perempuan tidak harus mengikuti standar kecantikan yang dibentuk oleh media tersebut. Padahal kita sebagai perempuan punya ciri khas dan keunikan masing-masing. Kita hanya perlu mencintai kecantikan diri kita dengan sepenuhnya, menerima diri kita dengan sepenuhnya, dengan begitu kita mampu untuk bersinar.

 

Written by Dzikri N. Hakim