in

Memahami Arti Bad Mood dan Cara Mengatasinya

unsplash.com

Arti Bad Mood – Istilah bad mood dapat kita kategorikan sebagai bahasa gaul yang sedang trend, khususnya di kalangan remaja. Lalu apa sesungguhnya arti bad mood? Apakah bad mood bisa diatasi?

Kata atau istilah mood tentu sudah tak asing lagi ditelinga kita. Pasalnya, kata mood sangat sering dipakai di percakapan sehari-hari. Secara umum, apa arti mood sering dikaitkan dengan kondisi suasana hati seseorang. Bahkan kebanyakan orang kini sering menggunakan istilah bad mood untuk mendeskripsikan kondisi hatinya.

Kata mood sendiri berasal dari bahasa Inggris. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, arti mood adalah suasana hati atau keadaan emosi seseorang. Secara lebih luas mood sering diartikan sebagai suasana hati atau keadaan emosi seseorang dalam kurun waktu tertentu.

Namun, belakangan kata mood seolah sudah jadi kosa kata asli dalam bahasa Indonesia karena terus-menerus dipakai oleh masyarakat di keseharian. Meski kini telah menjelma jadi kata yang sedemikian populer dan terus dipakai di keseharian, faktanya masih banyak orang yang tidak mengerti apa arti mood sebenarnya.

Artinya, suasana hati atau mood seseorang tidak akan stagnan. Seseorang bisa saja mengalami perubahan mood. Sebab seperti yang kita tahu seseorang tidak bisa terus terusan merasa bahagia atau berlarut larut dalam kesedihan dalam waktu yang panjang.

Sebaliknya, mood seseorang bisa berubah sewaktu waktu. Pasalnya memang ada banyak hal yang diketahui bisa mempengaruhi kondisi mood seseorang.

Arti Bad Mood
unsplash.com

Arti Bad Mood dan Istilah Terkait Mood Lainnya

Selain kata mood itu sendiri, kita mengenal ada beberapa istilah lain yang berkaitan dengan kata mood, seperti tentu saja bad mood, moody, mood swings, bahkan mood booster. Nah, selain apa arti mood, penting juga untuk tahu makna dari istilah-istilah lain tersebut sebagai pengetahuan tambahan. Selain itu, pengetahuan tentang istilah-istilah ini mungkin juga akan berguna dalam mengendalikan suasana hati untuk diri kita ke depannya.

Berikut penjelasan arti dari istilah moody, bad mood, mood swings dan mood booster:

1. Moody

Moody atau kerap juga disebut dengan moodiness merupakan kondisi perubahan suasana hati atau mood seseorang yang bisa terjadi secara mendadak. Misalnya, dari yang semula marah bisa tiba-tiba bahagia atau sebaliknya.

2. Bad Mood

Bad mood merupakan istilah umum untuk menyebut kondisi suasana hati yang buruk. Kondisi bad mood bisa ditunjukan dengan reaksi seseorang yang negatif terhadap suatu hal.

3. Mood Swings

Sementara mood swings adalah perubahan mood (suasana hati) yang tampak jelas dalam kurun waktu tertentu. Mood swings dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Selain itu, mood swings pada level terntentu juga bisa menjadi pertanda atas kondisi mental seseorang yang mengalami bipolar.

4. Mood Booster

Mood booster merupakan sebutan untuk berbagai hal atau sesuatu yang mendongkrak suasana hati karena termotivasi juga memiliki dampak yang positif dalam diri sendiri.

Arti Bad Mood

Fakta-Fakta Tentang Bad Mood

Dalam penjelasan sebelumnya tentang apa arti mood, bahwa secara umum mood adalah suasana hati. Sehingga ketika dalam kondisi atau suasana hati yang tidak baik, orang akan menyatakannya sebagai arti dari bad mood.

Namun di samping itu, ternyata ada beberapa fakta menarik tentang mood juga bad mood yang mungkin masih belum banyak orang tahu. Berikut di antara beberapa fakta menarik tentang mood.

1. Cuaca jadi faktor yang bisa memengaruhi mood

Dari sekian banyak hal, ternyata cuaca adalah salah satu yang cukup berperan dalam mempengaruhi mood seseorang. Hal ini bahkan telah dibuktikan melalui sejumlah penelitian.

Cuaca yang cerah disinyalir bisa membuat suasana hati seseorang menjadi lebih ceria dan bahagia. Sebaliknya, cuaca mendung dan hujan bisa membuat seseorang merasa lebih sedih dan muram hingga berujung bad mood.

2. Kondisi mood bisa menular

Ada banyak hal yang bisa memengaruhi kondisi mood seseorang. Namun, siapa sangka, ternyata mood atau suasana hati merupakan suatu hal yang bisa menular. Maksudnya, perasaan atau mood seseorang ternyata terbukti bisa memengaruhi suasana hati orang lain.

Itulah sebabnya, saat menghadapi seorang yang sedang bad mood kita bisa terbawa perasaan menjadi ikut jengkel, lelah bahkan marah. Dengan demikian bad mood perlu diatasi agar diri sendiri dan orang lain tidak terus-menerus merasakan suasana yang tidak nyaman.

3. Cokelat bisa memperbaiki mood

Tentunya kita pernah mendengar kalau cokelat bisa memperbaiki mood. Ternyata hal ini ada benarnya. Cokelat diyakini bisa membuat suasana hati jadi happy kembali lantaran kandungan antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Namun perlu diketahui, bahwa ternyata jenis coklat terbaik untuk mengatasi bad mood atau memperbaiki mood adalah cokelat hitam.

4. Perempuan cenderung mengalami Bad Mood dan Mood Swing

Dibanding laki laki, ternyata perempuan cenderung lebih rentan mengalami bad mood dan mood swing. Hal ini bahkan juga sudah dibuktikan lewat penelitian.

Dilansir dari klikdokter.com, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wharton, dkk perubahan mood pada wanita banyak dipengaruhi karena naik dan turunnya kadar hormon estrogen selama siklus reproduksi.

Arti Bad Mood di Keseharian

Saat ini tentu kita sudah cukup familiar dengan istilah bad mood. Bagaimana tidak, istilah bad mood sudah biasa dipakai di keseharian. Baik dalam percakapan sehari hari maupun dalam status atau caption di media sosial.

Meski kini terbilang kata yang cukup pintar dan populer sering dipakai. Faktanya masih banyak orang yang tidak tahu arti bad mood yang sebenarnya.

Secara umum, kata bad mood berasal dari bahasa Inggris. Namun, kini istilah ini sudah terasa layaknya kata asli dalam bahasa Indonesia karena seringnya dipakai sehari-hari.

Arti bad mood sering kali dikaitkan dengan suasana hati seseorang. Lebih tepatnya, bad mood dipakai untuk menyebut suasana hati yang sedang buruk.

Arti Bad Mood
unsplash.com

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami bad mood. Namun tak semua orang tahu arti bad mood yang sebenarnya. Pada dasarnya suasana hati seseorang memang tidak mungkin selamanya tenang dan bahagia.

Ada kalanya, berbagai hal yang tak diinginkan terjadi, sehingga membuat suasana hati yang semula baik menjadi buruk. Oleh karena itu, penting untuk tahu arti bad mood dan informasi yang penting tentang itu.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, istilah bad mood berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu gabungan bad dan mood. Secara umum, kita tahu jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata bad berarti buruk sedangkan mood berarti suasana hati atau emosi. Sehingga jika dimaknai secara literal, arti bad mood adalah suasana hati yang sedang buruk.

Namun, bad mood tidak sekedar suasana hati yang sedang marah atau suasana hati sedang buruk saja. Kondisi bad mood juga bisa ditunjukkan dengan reaksi seseorang yang negatif terhadap suatu hal.

Bad mood juga seringkali disertai dengan kurang gairahnya untuk melakukan suatu pekerjaan. Oleh sebab itu, penting untuk memahami arti bad mood termasuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab Terjadinya Bad Mood

Bad mood bisa diakibatkan oleh banyak hal yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Mulai dari hal-hal yang bersifat internal maupun eksternal. Adapun hal hal yang bersifat internal di antaranya dipengaruhi pola kebiasaan, kesehatan fisik, dan mental.

Sementara dari sisi eksternal, bad mood bisa dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari kebutuhan sinar cuaca, hingga peristiwa yang terjadi di luar ekspektasi.

Berikut beberapa hal yang mengakibatkan seseorang menjadi bad mood.

1. Mengidap penyakit tertentu

Kondisi kesehatan seseorang diketahui juga dapat memengaruhi suasana hatinya. Seseorang bisa terpengaruh suasana hatinya, di antaranya karena penyakit diabetes, parkinson, stroke, dan gangguan tiroid diketahui bisa memengaruhi mood seseorang.

2. Sedang mengalami PMS (Premenstrual Syndrome)

Seorang perempuan yang mengalami PMS juga cenderung lebih rentan mengalami bad mood. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, suasana hati seorang perempuan umumnya dapat berubah pada rentang dua minggu jelang suasana menstruasi.

Biasanya kondisi fisik seseorang juga berubah pada saat menstruasi, di antaranya ingin makan yang pedas pedas, payudara terasa sakit, kepala terasa pusing.

3. Kurang tidur

Tidur bagi orang yang mudah tidur siang adalah kegiatan menyenangkan. Sedangkan tidur buat orang yang susah tidur siang merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan atau menyusahkan.

Tetapi biasanya kalau tidak bisa tidur dan benar-benar membutuhkan istirahat, maka kita bisa mengatasinya dengan meminum obat tidur. Karena istirahat sangatlah penting agar fisik dan psikis menjadi segar dan prima.

Seseorang yang jamnya tidurnya kurang cenderung berisiko mengalami bad mood. Pola tidur jelas sangat memmengaruhi bad mood seseorang. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami gangguan tidur seperti apnea lebih sering mengalami bad mood.

Arti Bad Mood

4. Kurang olahraga

Secara umum olahraga dikenal bisa jadi satu kegiatan untuk melepaskan hormon perasaan yang mengatur baik. Maka dari itu, selain pola tidur, kebiasaan berolahraga juga berpengaruh terhadap kondisi suasana hati seseorang. Seseorang yang kurang olahraga akan lebih rentan mengalami bad mood.

5. Pengaruh cuaca

Siapa sangka, ternyata cuaca juga berperan dalam memengaruhi mood seseorang. Cuaca yang cerah disinyalir bisa membuat suasana hati seseorang menjadi lebih ceria dan bahagia. Sebaliknya, cuaca mendung dan hujan bisa membuat seseorang merasa lebih sedih dan muram.

6. Pengaruh mood orang lain

Mood atau suasana hati merupakan suatu hal yang bisa menular. Maksudnya, perasaan atau mood seseorang ternyata terbukti bisa memmengaruhi suasana hati orang lain. Itulah sebabnya, saat menghadapi seorang yang sedang bad mood, kita bisa terbawa perasaan menjadi ikut jengkel, lelah, bahkan marah.

7. Gangguan pada kesehatan mental

Siapa sangka bahwa kondisi kesehatan mental seseorang bisa menyebabkan bad mood. Masalah mental yang dikaitkan termasuk gangguan bipolar, gangguan siklotimik, gangguan depresi mayor, distimia, gangguan kepribadian hingga gangguan disregulasi suasana hati.

Bahkan bagi pengidap skizofrenia (gangguan mental yang dapat mempengaruhi tingkah laku, emosi dan komunikasi, penderita skizofrenia dapat mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir dan perubahan perilaku), ADHD (istilah medis gangguan mental yang ditandai dengan perilaku impulsif dan hiperaktif dan pengidapnya kesulitan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam waktu satu waktu) hingga depresi juga berpotensi mengalami bad mood.

Tips dalam Mengatasi Bad Mood

Selain arti bad mood dan penyebabnya, cara mengatasi bad mood menjadi hal yang tak kalah penting untuk diketahui. Pasalnya, bad mood tidak boleh dianggap sepele dan harus segera diatasi.

Arti Bad Mood
Pexels.com

Sebab, sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, bad mood bisa menyebabkan berbagai pekerjaan terhambat. Berikut beberapa cara mengatasi bad mood.

1. Meluapkan perasaan yang dialami

Tidak bisa dipungkiri lagi meluapkan dan melampiaskan perasaan yang tidak menyenangkan yang sedang kalian rasakan adalah bisa membuat kalian lebih lega. Dengan begitu, perasaan bad mood perlahan juga akan menghilang. Agar semakin melegakan, kalian bisa mencurahkan perasaan tidak nyaman tersebut dengan cerita pada teman orang yang bisa dipercaya.

2. Tidur cukup

Tidur penting dalam mengistirahatkan semua aktivitas sehari hari, tetapi bukan berarti kita harus banyak tidur daripada kerjanya. Istirahat atau tidur sangat penting karena tidur berarti mengistirahatkan jiwa dan raga. Tidur cukup terbukti dapat membuat emosi dan suasana hati jadi stabil. Tidurlah selama 7 hingga 8 jam setiap hari agar fisik dan psikis menjadi lebih fit.

3. Berolahraga rutin

Olahraga merupakan hal yang melelahkan sekaligus menyehatkan. Rutin berolahraga juga terbukti efektif menjaga suasana hati. Saat berolahraga, tubuh memompa aliran darah lebih cepat, sehingga tubuh akan banyak melepaskan ‘hormon bahagia’.

4. Melakukan hal yang disukai

Dalam hidup kita biasanya ada hal yang disukai dan ada hal yang tidak disukai. Melakukan hal yang disukai juga terbukti efektif dalam mengatasi bad mood. Ketika bad mood coba lakukan hal yang kalian sukai seperti mengaji, mendengarkan musik, melukis atau hobi lainnya. Saat melakukan hal yang disukai, perlahan perasaan akan menjadi lebih tenang dan senang.

5. Curhat (mencurahkan isi hati)

Cara menghilangkan bad mood berikutnya adalah dengan melakukan curhat kepada siapapun yang Grameds percaya. Jangan takut untuk menceritakan masalah kamu, karena jika disembunyikan hanya akan menjadi penyakit bagi tubuh.

Berbicara dengan orang terdekat akan membantu Grameds melihat suatu masalah dari perspektif yang berbeda dan menjadi suatu sarana untuk menyalurkan emosi kamu. Selain keluarga dan teman, bantuan medis profesional seperti psikolog juga bisa menjadi pilihan untuk Grameds dalam mencurahkan isi hati.

Arti Bad Mood

6. Beribadah

Cara menghilangkan bad mood yang satu ini sering kali dilupakan. Padahal mendekatkan diri kepada Tuhan akan membawa kamu ke perasaan lebih tenang dan nyaman. Maka dari itu jangan lupa untuk selalu beribadah meminta petunjuk dan kemudahan.

Selain itu, jika Grameds menyalahkan semuanya dan merasa tidak adil, coba untuk selalu bersyukur dan berdamai dengan diri sendiri untuk membantu melegakan rasa bad mood. Dekat Tuhan akan membuat diri menjadi lebih tenang dan menemukan jalan keluar sesuai dengan kehendak-Nya.

7. Keluarkan isi hati

Menangis dapat membantu Grameds menyalurkan emosi. Jadi jangan malu untuk menangis jika mengalami masalah yang berat. Selama masih dalam batas wajar dan terkontrol, menangis akan membantu kamu melepaskan kegelisahan dalam hati.

Namun jika terlalu berlebihan malah dapat membawa Grameds ke fase masalah kesehatan yang lebih berat. Dengan menangis di hadapan-Nya maka semuanya akan cerah dan diberi petunjuk oleh-Nya.

8. Kurangi mengonsumsi kafein

Mengurangi konsumsi kafein juga menjadi satu di antara cara menghilangkan bad mood. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan, apalagi pada malam hari dapat membuat Grameds terjaga sepanjang malam dan waktu tidur pun berkurang.

Mencukupi waktu tidur sangat bermanfaat untuk mengatasi bad mood. Maka dari itu hindari konsumsi teh, kopi, cokelat atau makanan dan minuman berkafein lainnya secara berlebihan saat malam hari.

9. Konsumsi makanan yang baik untuk mood

Makanan yang masuk berdampak terhadap cara berpikir dan perasaan kamu. Jadi, pastikan untuk makan makanan yang seimbang, kaya nutrisi dan rendah lemak jenuh. Makanan tersebut secara tidak langsung membuat suasana hati stabil dan bad mood pun bisa hilang.

Beberapa makanan yang dinilai ampuh memperbaiki mood dan mencegah depresi adalah ikan, kacang kacangan, dan makanan lain yang mengandung probiotik.

Apakah Grameds sering merasakan bad mood? Jika iya, Grameds bisa membaca buku sebagai pengetahuan agar dapat memahami arti bad mood dan mengatasi bad mood dengan mengunjungi www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

BACA JUGA:

  1. Sikap Moody: Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasinya
  2. Mood Swing: Pengertian, Penyebab, dan Perbedaan dengan Bipolar
  3. Cara Melatih Mental Agar Selalu Kuat
  4. 45 Sifat Manusia: Sifat Positif & Sifat Negatif
  5. Pesimis: Pengertian, Ciri, Cara Mengatasi & Dampak
  6. Waspada Trust Issue! Pahami Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya
  7. Pengertian Fixed Mindset & Mengapa Kamu Harus Mengubahnya


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda