in

Berpikir Konvergen: Pengertian, Ciri, Contoh, & Bedanya Berpikir Divergen

unsplash.com

Konvergen – Ada dua jenis atau tipe pemikiran analitik, yaitu konvergen dan divergen. Kedua jenis ini memiliki pola yang berbeda, meski tidak saling berseberangan. Jika kedua pemikiran tersebut dapat berjalan beriringan, maka segala macam persoalan dapat diatasi dengan baik. Konsep berpikir memang sangatlah penting dipelajari. Sebab Tuhan telah memberikan keistimewaan kepada manusia berupa akal dan pikiran. Kecerdasan yang dimiliki manusia inilah yang kemudian menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Adapun yang menjadi pusat paling penting untuk itu semua adalah otak.

Proses berpikir yang ada di otak menjadi aset berharga bagi setiap orang. Namun sayangnya tak semua orang menyadari hal tersebut. Banyak yang belum menyadari betapa kemampuan otak sangat besar dan dapat digali asalkan bisa mengelolanya dengan tepat. Maka dari itulah, guna mengaktifkan kemampuan yang dimiliki oleh otak, salah satu caranya adalah dengan mempelajari apa itu tipe berpikir konvergen dan divergen. Meski kita akan belajar lebih banyak tentang berpikir konvergen, namun simak juga apa saja perbedaan antara pemikiran konvergen dan divergen.

Pengertian Berpikir Konvergen dan Contohnya

Berpikir dengan tipe konvergen artinya berpikir dengan cara analitis, yaitu sebuah cara berpikir yang bersifat logis dan sistematis. Tipe ini menggunakan kemampuan mengumpulkan dan menggunakan informasi yang relevan serta berdasar pada fakta dan kenyataan.

Anda akan membutuhkan kemampuan berpikir ini tatkala hendak menyelesaikan sebuah permasalahan. Dengan cara berpikir konvergen, Anda akan lebih fokus pada masalah yang sedang dihadapi. Selain itu Anda juga akan lebih mudah memilah mana informasi subjektif yang tidak perlu didengarkan, yang artinya Anda juga tak akan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain yang tak pasti.

Metode yang biasa dipakai oleh orang-orang dengan tipe berpikir konvergen ini yaitu mengenali teknik yang telah dicoba sebelumnya dan menerapkan kembali bersama informasi lain yang siap disimpan. Dalam hal ini, kemampuan berpikir konvergen sangat cocok untuk menganalisa sebuah solusi atas persoalan tertentu. Sementara itu dalam matematika, pemikiran konvergen mengacu pada batas tertentu dalam sebuah seri atau deretan.

Konvergen

Nah, setelah mengetahui bagaimana pengertian berpikir konvergen, berikut akan dijelaskan sedikit mengenai contoh-contoh dari pemikiran ini:

Misalkan, dalam sebuah tes pilihan ganda, setiap mahasiswa wajib merenungkan, Kira-kira pilihan jawaban apa yang akan disajikan kepada mereka. Kemudian mereka juga harus merefleksikan apa yang telah dipelajari serta memilih jawaban yang mereka anggap benar.

  • Misalkan, dalam sebuah tes pilihan ganda, setiap mahasiswa wajib merenungkan, Kira-kira pilihan jawaban apa yang akan disajikan kepada mereka. Kemudian mereka juga harus merefleksikan apa yang telah dipelajari serta memilih jawaban yang mereka anggap benar.
  • Seseorang yang hendak meniti sebuah perjalanan panjang, harus memikirkan akomodasi serta pilihan transportasi yang tepat. Mereka harus memilih yang terbaik, disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki dan kenyamanan perjalanan jauh yang akan ditempuh.
  • Ketika sebuah perusahaan sedang melakukan rapat, manajer perusahaan harud mendengarkan ide-ide yang disampaikan oleh pihak lain. Baik mengenai cara memecahkan masalah, menganalisisnya, ataupun memilih opsi yang dianggap paling tepat.
  • Ketika ada seseorang yang ditawari dua buah pekerjaan, ia harus melakukan pertimbangan mengenai pekerjaan yang hendak dipilihnya. Ia harus memeriksa pro dan kontra dari masing-masing tawaran. Serta menentukan mana yang paling sesuai dengan keadaannya saat ini.

Ciri-Ciri Berpikir Konvergen

Joy Paul Guilford, seorang Psikolog yang telah mengemukakan tipe berpikir konvergen ini. Kemampuan berpikir konvergen ini berfungsi untuk menemukan jawaban yang unik rasional, serta mapan untuk sebuah permasalahan. Tak hanya berfokus pada pemikiran kreatif saja, melainkan juga pada solusi yang tepat, cepat, logis dengan memakai informasi sebanyak mungkin. Maka tak heran apabila pemikiran ini lebih banyak bersinggungan dengan pengetahuan yang ada, karena dalam penerapannya berkaitan dengan penggunaan data standar. Seperti memakai probabilitas, logika, serta informasi statistik dalam proses pemikirannya. Ada beberapa ciri dari pemikiran konvergen, yaitu sebagai berikut:

1. Berpikir menggunakan logika

Ketika hendak menemukan sebuah solusi, orang dengan tipe berpikir ini akan mengikuti proses rasional dengan memeriksa berbagai alternatif pemecahan masalah yang ada. Begitu juga mereka akan memilih alternatif solusi yang paling berguna. Jadi, apabila sebagian besar pemikiran divergen memakai kreativitas, maka pemikiran konvergen menggunakan logika, refleksi, pemikiran kritis, dan statistik. Sehingga prosesnya harus benar-benar disadari dan dilakukan dengan sengaja. Ketika memakai pemikiran konvergen, kriteria rasional harus dipakai untuk memilih, menganalisa, menyaring, dan mengevaluasi hasil.

2. Teguh pada kesimpulan yang tegas

Orang-orang dengan pemikiran konvergen akan menghasilkan keputusan atau kesimpulan yang telah melalui sebuah proses. Proses ini merupakan proses yang disengaja, formal, dan juga didasarkan pada informasi serta data-data yang berguna. Maka dari itu, hasilnya pun tak bisa diremehkan. Namun tidak selamanya hasil pemikiran konvergen selalu tepat. Bisa jadi ada informasi di awal yang kurang atau tidak benar, maka hasilnya pun tidak cocok meski telah dilakukan dengan proses yang panjang.

Di sisi lain, ketika pemikiran konvergen ini diterapkan pada situasi kompleks, yang membutuhkan lebih dari satu jawaban, maka akan orang-orang akan memikirkan solusi yang paling sesuai, meskipun solusi tersebut bukan solusi yang mungkin. Jadi, pemikiran ini lebih cocok untuk memecahkan masalah logis, konkret, serta tertutup semacam tes standar.

3. Membuat keputusan yang baru

Ciri ketiga adalah dapat membuat keputusan yang baru. Apabila pemikiran divergen dapat dipakai untuk memecahkan pemikiran yang baru, lalu mengusulkan sesuatu yang kreatif dan umumnya mengamati sesuatu yang realistis, berbeda dengan konvergen. Sebaliknya, pemikiran konvergen justru akan memeriksa kemungkinan dalam situasi konkret atau nyata.

Kemudian akan membuat keputusan mana yang terbaik.

Maka, pemikiran konvergen ini adalah yang paling tepat untuk untuk memilih tindakan, memilih jawaban yang benar atas setiap permasalahan, dan menemukan solusinya.Semakin banyak informasi yang berhasil dikumpulkan, semakin memudahkan mereka dengan pemikiran konvergen untuk memecahkan permasalahan.

4. Hadir dalam dunia pendidikan

Adapun ciri ketiga yaitu hadirnya pemikiran konvergen dalam dunia pendidikan. Mengapa? Karena saat ini keterampilan berpikir konvergen ini juga menjadi salah satu promosi di dunia pendidikan. Sebab berbagai informasi yang disediakan bagi para siswa, termasuk cara memeriksanya, siswa haruslah membuat keputusan yang konkret. Tentunya dengan memakai pemikiran yang logis dan kritis.

Contohnya adalah ketika anak-anak dihadapkan pada soal pilihan ganda. Mereka harus memeriksa setiap informasi untuk menentukan jawaban satu per satu. Sehingga mereka dapat mengambil keputusan jawaban mana yang paling tepat. Akan tetapi faktanya, tidak menutup kemungkinan pula bahwa banyak suara kritis yang menyatakan pentingnya pemikiran divergen atau lateral. Sebab jika tidak diterapkan, maka kaum muda hanya dapat memecahkan masalah serta melakukan tugas-tugas mekanis saja. Namun kurang dalam hal berinovasi memakai kreativitasnya dalam berbagai situasi.

5. Terdapat perbedaan bawaan mengenai pemikiran ini

Berbeda halnya dengan pemikiran divergen, tidak ada faktor kognitif atau kepribadian yang dapat memeriksa kemampuan seseorang dalam memakai pemikiran konvergen. Akan tetapi, di sisi lain terdapat penelitian yang menyatakan bahwa setiap individu dapat memakai cara yang sama secara bawaan.

Jadi, ketika beberapa orang dapat dengan mudah mengenali sebuah situasi dan mendapatkan insight serta penyelesaian suatu masalah, berbeda dengan lainnya. Yang mana harus melatih kemampuan tersebut demi mencapai hasil yang diinginkan.

Konvergen

Keuntungan Berpikir Konvergen

Setiap orang yang memakai pikiran analitis konvergen tentu akan menemukan hasil yang lebih maksimal. Sebab mereka akan memakai analisis yang tidak sembarangan, namun telah didasarkan pada informasi sebelumnya yang memang dibutuhkan. Adapun keuntungan yang akan didapat dengan berpikir konvergen di antaranya yaitu:

1. Membantu Anda dalam mengambil keputusan

Keuntungan pertama Anda akan lebih mudah dan teratur dalam menentukan keputusan. Setiap masalah tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Begitu kompleksnya kehidupan sehingga membuat banyak variabel pula yang mempengaruhi perkembangan setiap aspek kehidupan. Maka dari itu, sudah seharusnya Anda juga mulai berpikir mengenai alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas guna menyelesaikan setiap kebutuhan. Nah, dengan berpikir konvergen, maka Anda akan lebih mudah dalam mengambil keputusan mengenai banyak hal. Terutama saat ada masalah yang membutuhkan penanganan segera.

2. Mendorong pemikiran kritis yang memakai logika

Berpikir kritis memakai logika sangatlah penting dalam kehidupan. Bayangkan betapa kacaunya ketika Anda tidak menggunakan logika dalam berpikir dan mengambil keputusan. Sebab segala sesuatu harus diperhitungkan dan dijalankan dengan jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang pekerjaan apapun, kedua pemikiran tersebut harus Anda pakai. Tanpanya, kita tidak dapat membedakan, mana yang benar dan mana yang salah. Maka jika tak memakai logika, Anda akan cenderung bertindak dengan cara-cara yang tidak efektif dan akan ada banyak kebohongan yang mudah dipercaya.

Kekurangan Berpikir Konvergen

Selain memiliki keuntungan, cara berpikir konvergen juga memiliki kekurangan tersendiri. Adapun kekurangan dari tipe pemikiran analitis satu ini di antaranya adalah:

1. Membatasi kreativitas

Kesimpulan yang didapat dari pemikiran konvergen didapat dari hasil informasi yang ada, data mentah, serta apa yang telah diketahui. Hal ini tentu sangat berguna dalam suatu kondisi. Akan tetapi ketika Anda diminta untuk memecahkan masalah yang membutuhkan intuisi, penalaran, serta kreativitas, maka Anda akan mengalami kesulitan. Sebab pemikiran konvergen juga memberikan kebebasan untuk berfikir berdasarkan fakta dan data yang telah ada.

Bagi mereka yang biasa menggunakan nalar kritis dan logika, tentu akan kesulitan ketika harus menyelesaikan sesuatu yang membutuhkan nalar dengan tidak kaku.

2. Berpengaruh terhadap suasana hati

Selama beberapa dekade, telah diketahui bahwa bagaimana cara berpikir kita juga berpengaruh terhadap keadaan otak. Berdasarkan penelitian terbaru diketahui bahwa cara berpikir kita juga dapat mempengaruhi emosi, baik jangka panjang maupun pendek.

Jadi, beberapa literatur menyatakan, meski belum diketahui kevalidannya, ketika menggunakan pemikiran konvergen, maka suasana hati orang tersebut cenderung akan lebih buruk. Ketika memakai logika dan nalar kritis, seseorang akan lebih merasa cepat lelah, sehingga memicu kegugupan, kesedihan, dan juga bisa sampai pada kecemasan.

Pola Pikir Konvergen

Pola pikir konvergen merupakan suatu teknik penyelesaian masalah atau problem solving yang menggabungkan ide ataupun bidang yang berbeda untuk menemukan sebuah solusi. Fokus dari pola pikir tersebut merupakan kecepatan, akurasi, dan logika, serta identifikasi fakta, penerapan kembali teknik yang telah ada, dan juga pengumpulan informasi.

Adapun faktor yang paling penting dari pola pikir ini yaitu hanya ada satu jawaban yang benar. Anda hanya akan memikirkan dua jawaban saja, yaitu antara benar atau salah. Pola pikir konvergen ini diasosiasikan dengan ilmu pengetahuan tertentu dan prosedur yang standar. Orang-orang yang mempunyai pola pikir konvergen biasanya memiliki alur berpikir yang logis, pandai dalam menghafal, menyelesaikan masalah serta mengerjakan ulangan ilmu pengetahuan dengan lancar. Mayoritas mata pelajaran yang ada di sekolah akan mengasah kemampuan berpikir jenis ini.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa proses kreatif akan melibatkan dua tipe proses berpikir. Akan tetapi, para pakar menyarankan untuk tidak hanya menyatukan kedua proses di dalam satu sesi saja. Misalnya, dalam 30 menit kedepan, Anda akan mengajak semua orang yang ada di dalam tim untuk brainstorming guna menciptakan ide-ide yang baru (dimana dalam prosesnya melibatkan pola pikir divergen). Dalam waktu 30 menit tersebut, semua ide sebaiknya hanya ditulis, tidak dihakimi, misalnya dengan cara mengatakan bahwa suatu ide tidak relevan lagi karena budget yang terbatas. Setelah semua ide tercatat, kemudian masuk ke sesi berikutnya, yaitu analisa dan pengambilan keputusan (dimana dalam hal ini melibatkan pola pikir konvergen).

Berdasarkan penelitian lain, dalam mengerjakan pekerjaan kreatif akan menyebabkan mood atau suasana hati yang berubah-ubah. Ternyata, kedua pola pikir tersebut dapat menciptakan dua mood yang berbeda juga. Dimana pola berpikir konvergen akan menciptakan mood yang cenderung negatif, sementara pola pikir divergen akan menciptakan mood yang cenderung positif.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh J.A Horne pada tahun 1988 mengatakan bahwa kurang tidur akan sangat berpengaruh pada kinerja seseorang yang memiliki pola pikir divergen. Sementara untuk orang-orang yang memiliki pola pikir konvergen akan lebih terlihat baik-baik saja atau tidak terpengaruh.

Konvergen

Perbedaan Antara Berpikir Divergen dan Berpikir Konvergen

1. Arah pemikiran divergen dan konvergen

Pola pikir divergen lebih cenderung mengeksplorasi berbagai arah luar yang mungkin saja bisa mengarah ke solusi. Sementara pola pikir konvergen cenderung linier dan hanya berpusat pada solusi yang terkuat.

2. Kebaruan pemikiran divergen dan konvergen

Pola pikir divergen lebih berfokus pada ide-ide yang unik dan produk asli. Sedangkan pola pikir konvergen cenderung mempertimbangkan pemanfaatan teknik sebelumnya.

3. Membatasi pemikiran divergen dan konvergen

Pola pikir konvergen berupaya untuk menemukan jawaban yang pasti. Sedangkan pola pikir divergen cenderung memandang semua kemungkinan jawaban yang tidak terbatas.

4. Kepastian pemikiran divergen dan konvergen

Pola pikir konvergen akan melihat sisi-sisi yang tetap, ada yang putih atau hitam. Akan tetapi, pola pikir divergen akan memandang konsep yang kurang kaku dan abu-abu atau tidak pasti.

5. Efisiensi pemikiran divergen dan konvergen

Pemikiran konvergen paling efektif dalam mengambil sebuah keputusan, sedangkan pemikiran divergen diperlukan dalam menentukan sebuah pilihan yang memungkinkan.

6. Kepribadian pemikiran divergen dan konvergen

Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki sifat terbuka untuk pengalaman yang baru dan berkepribadian ekstrovert seringkali menggunakan pemikiran divergen. Sementara orang-orang yang memiliki pola pikir konvergen biasanya lebih cenderung introvert.

7. Emosional Negara pemikiran divergen dan konvergen

Sebuah penelitian menghubungkan pemikiran divergen dengan kondisi emosi yang positif, dimana pemikiran konvergen dikaitkan dengan kondisi hati yang negatif. Anda akan lebih cenderung menghasilkan berbagai macam ide saat dalam kondisi hati yang menyenangkan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai pola pikir konvergen, mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan kelebihan serta kekurangan pola pikir jenis ini. Jadi, Anda termasuk ke dalam orang yang memiliki pola pikir konvergen atau tidak?



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda