in

Cara Mengatasi Kecemasan Berlebihan [Anxiety Disorder]

Semakin hari, semakin banyaknya informasi yang sering datang bukan yang kita inginkan, seperti halnya kabar tentang kematian, kegagalan, kesedihan. Terkadang akan mengingat disi saat dulu flashback seperti mengalami fobia dan entah itu kecelakaan ataupun peperangan.

Saat ini pun menjadi tren informasi tentang wabah virus corona yang belum menghilang dan entah dimana keberadaanya . Terkadang sering sekali mendapatkan informasi yang negatif, yang tanpa disadari membuat seseorang merasa fokus pada informasi tersebut.

Banyak dari kita menghadapi tantangan yang bisa membuat stres, membebani, dan menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak. Dan masyarakat pun sangat ketat dengan protokol kesehatan, seperti jarak sosial, diperlukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Informasi yang setiap harinya membuat prasangka-prasangka negatif meracuni hati dan pikiran. Itu normal, hanya saja tidak usah berlebihan untuk menghadapinya. Karena jika memasukan pemikiran hal negatif dibawah sadar, akan menyebabkan rasa cemas yang berlebihan (Anxiety). Gangguan ini menjadi masalah kesehatan mental secara umum.

Jadi apa itu kecemasan berlebih? Jenis apa sajakah tentang kecemasan berlebih? Dan bagaimana cara mengatasinya? Silahkan simak artikel berikut ini;

 

Apa itu Kecemasan Berlebihan?

kecemasan berlebihan

sumber pixabay

Kecemasan berlebih adalah kecemasan yang terjadi terhadap objek / situasi dan keadaan mengancam seperti konflik, yang mengakibatkan rasa cemas hingga stress dan terkadang merasa khawatir saat berada di kumpulan orang-orang, perasaan itu terkadang berubah menjadi amarah atau perasaan takut  yang menyebabkan jantung berdebar kencang dan pikiran menjadi bertentangan dengan apa yang akan dilakukan.

Singkatnya, rasa takut yang berkepanjangan hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun. Rasa cemas ini akan merespon dengan mengirim sinyal ke tubuh seperti dada berdegup kencang, gemetar, lupa secara tidak sadar apa yang seharusnya dikerjakan/dikatakan.

Ada beberapa faktor anxiety:

  1.   Faktor Sosial   : Lingkungan
  2.   Faktor Biologi : Genetik (Bawaan)
  3.   Faktor Psikologi     : Kepribadian / Pola asuh

Gangguan kecemasan ini mempunyai beberapa kelompok, diantaranya:

 

Jenis Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder)

anxietyApa saja jenis-jenis kecemasan berlebihan (anxiety disorder) secara umum?

banner-promo-gramedia

 

1. Agoraphobia

Pernahkah kamu merasakan berdiam di dalam lift yang begitu penuh dengan orang-orang yang berhimpitan dan merasa sempit, rasa ingin cepat keluar dari lift karena tak tahan tidak berdaya dengan kondisi tersebut, nah ini disebut Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan yang dimana ketika merasa takut berada di tempat / merasa terjebak berada di tempat yang sempit.

Tanda-tanda ketika agoraphobia terjadi merasa nyeri tekananan keras di dada, mati rasa, perut terkadang terasa mulas dan merasa kehilangan kendali.

Cara mengatasi Agoraphobia :

  •         Fokus Pada Tujuan
  •         Bernapaslah dalam-dalam perlahan
  •         Tantang rasa takut tersebut

 

2. Generalized anxiety disorder

Di tengah pandemi yang tak kunjung surut, banyaknya bisnis yang tutup diakibatkan pandemi, ketidakpastian virus corona yang tak pernah berhenti, hingga membuat banyak orang menutup sebagian bisnis. Semua orang berpikir bagaimana mempertahankan kehidupan yang kian sulit, hal ini mengakibatkan rasa kecemasan lebih tinggi daripada sebelumnya.

Gangguan kecemasan umum (Generalized anxiety disorder/GAD) adalah jenis gangguan kecemasan yang bersifat neurotic (gangguan jiwa yang berkepanjangan) dan terlalu mengkhawatirkan banyak hal yang berlangsung lebih dari 6 bulan.

Penderita akan lebih merasa gelisah terhadap lingkungan sekitar secara tiba-tiba dan terus menerus. Ini akan mempengaruhi dalam keseharian yang membawa sinyal pada tubuh dengan merasakan jantung berdebar secara tiba-tiba, sakit kepala, berkeringat, otot terasa tegang. Dan dilihat dari gejala fisik, akan terlihat sulit berkonsentrasi, gelisah, insomnia.

Biasanya terjadi karena kekhawatiran yang berlebih dalam keseharian seperti halnya pekerjaan, keuangan, dan kesehatan.

Bagaimana cara penyembuhan: Konsultasi melalui psikoterapi dengan konseling atau medikasi anjuran dokter.

Beberapa tips, mengatasi kecemasan berlebih di masa pandemi:

  1.   Membatasi waktu untuk melihat berita / media saat ini
  2.   Istirahat yang cukup
  3.   Meditasi dan berolahraga
  4.   Mendengarkan musik yang menenangkan
  5.   Membaca buku
  6.   Dianjurkan melakukan aktivitas apapun yang membantu meredakan stress atau penat.

 

3. Phobia Specific

Pernah mengalami kaget ketika kecoa tiba-tiba datang apalagi terbang dan menghilang, atau ternyata sudah berada di sebelah Anda? Mungkin Anda akan berteriak secara refleks karena menahan geli.

Atau ketika Anda berada di atas ketinggian, Anda tiba-tiba merasakan rasa mual, lemas, dan jantung berdebar? Hal seperti ini yang disebut dengan Fobia spesifik, yang berarti ketakutan luar biasa terhadap suatu hal yang tidak masuk akal seperti salah satu benda, hewan, situasi, atau aktivitas tertentu yang membuat merasa takut ketika berada di situasi tersebut. Secara reflek ia akan menghindari objek tersebut.

Gejala fisik: berkeringat, nafas cepat tidak stabil, hingga pingsan. Beberapa contoh fobia spesifik memiliki 4 jenis, fobia binatang, fobia lingkungan, fobia darah/suntikan, dan situasional seperti:

  • Acrophobia : Takut dengan ketinggian
  • Agyrophobia: Takut ketika menyebrang jalan
  • Arachnophobia: Takut laba-laba
  • Athazagoraphobia : Takut dihiraukan
  • Cynophobia: Takut anjing
  • Bibliophobia: Takut terhadap buku
  • Cainophobia: Takut akan hal baru
  • Glossophobia : Takut berbicara di depan umum
  • Hemophobia: Takut darah
  • Lygophobia : Takut gelap
  • Obesophobia: Takut berat badan bertambah

Faktor penyebab phobia spesifik biasanya sebelumnya merasakan trauma, pengalaman negatif, faktor genetik atau lingkungan.

Bagaimana cara penyembuhan: Cognitive behavior therapy dan exposure therapy, latihan relaksasi, hypnotherapy.

 

4. Gangguan panik (Panic disorder)

Gangguan panik yaitu seseorang yang mengalami panik / kecemasan secara tiba-tiba, dan berulang kali dengan tanpa alasan yang jelas. Gangguan panik bisa berlangsung selama 5 menit atau bahkan lebih.

Menurut bintangtrainer.com, Penyeba gangguan panik diakibatkan oleh stres berat, temperamen yang sensitif, gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, fobia spesifik dan PTSD. Gejala ini biasanya terjadi dimulai pada akhir remaja atau awal dewasa.

banner-promo-gramedia

Beberapa faktor yang mempengaruhi gangguan panik  seperti trauma, pelecehan seksual, sakit keras, dan kecelakaan.

Penyebab gangguan panik belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa elemen yang terkait dengan gangguan tersebut. Mereka yang sangat sensitif terhadap kecemasan , neurotisme , dan emosi negatif mungkin berisiko lebih tinggi.

Beberapa gejala gangguan panik seperti detak jantung berdebar cepat, pusing, nyeri dada, berkeringat, panas dingin dan masih banyak lainya.

Bagaimana cara penyembuhan: Hanya bisa didiagnosis oleh orang profesional psikolog psikiater dan obat-obatan rekomendasi psikiater.

 

5. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Perasaan takut dan sedih berkepanjangan ditinggalkan orang terdekat adalah hal yang membuat seseorang tak bisa terlupakan. Seperti halnya zaman dahulu, yang dimana saat peperangan tanpa disadari bom telah berada di sebelah rumah dan merenggut nyawa keluarga.

Seperti itulah seseorang yang mempunyai Post traumatic stress disorder (PTSD) . PTSD adalah gangguan stress yang terjadi disebabkan karena pernah mengancam nyawa seseorang dan mengalami terjadinya bencana alam, ancaman /perang, kekerasaan seksual, dan lain sebagainya.

Gejala yang sering cemas atau ketakutan rasa panik berlebihan, sering teringat kembali kejadian yang membuat trauma karena melihat suatu benda atau mendengarkan kata-kata yang akan teringat pada kejadian tak diinginkan sebelumnya, mengalami perasaan kembali terjadi.

Gejala PTSD biasanya mengalami ingatan traumatis secara berulang-ulang (sering mimpi), menghindari lokasi , benda dan tidak ingin membicarakan pengalaman, dan pemikiran negatif yang terus menerus (lebih dari 1 bulan).

Orang yang rentan PTSD yang mengalami trauma masa kecil seperti, terkena rawan bencana, kecelakaan, sering memakai zat adiktif, seseorang yang kurang dukungan sosial.

Cara mengatasi Post Traumatic Stress Disorder: Hanya bisa didiagnosis oleh orang profesional psikolog psikiater.

 

6. Gangguan Kecemasan Sosial ( Social Anxiety Disorder)

Apakah pernah pernah merasa tidak nyaman di lingkungan sosial? rasanya ingin cepat sampai rumah. Biasanya banyak orang merasa gugup, seperti saat wawancara, bertemu orang baru.  Gangguan kecemasan sosial melibatkan rasa seperti diperhatikan / diawasi seseorang, yang padahal orang tersebut tidak memperhatikan Anda.

Anda begitu cemas hingga ingin keluar dari lingkaran itu, dan berusaha untuk menghindarinya. Gangguan ini dasarnya takut akan dikritisi, dihakimi, hingga dipermalukan di depan umum. Terkadang, ini disamakan dengan kepribadian introvert tetapi jangan salah ya, jelas berbeda. Introvert memang kurang menikmati tempat yang ramai, tetapi introvert masih memiliki rasa kepedulian sekitar.



Jadi, apa saja yang menyebabkan kecemasan sosial?

  •         Berbasa-basi dengan dengan orang
  •         Tampil untuk presentasi
  •         Ketika menjadi pusat perhatian
  •         Dikritik secara detail
  •         Dipanggil oleh guru
  •         Mengikuti ujian
  •         Tes wawancara ,

 

Tanda Gangguan Kecemasan Sosial:

Lumrah jika Anda cemas saat hendak berbicara depan umum atau hendak melakukan presentasi. Namun bagi pengidap gangguan kecemasan sosial,  ia akan merasakan cemas seminggu sebelum memaparkan presentasinya. Semakin dekat dengan hari H, kecemasan itu akan meningkat, dan keadaan akan menjadi semakin buruk jika tidak diatasi.  Gejala penderita kecemasan sosial yang dirasakan adalah:

  1.   Kekhawatiran secara terus menerus, resah
  2.   Ketakutan akan dikritik orang
  3.   Takut secara tidak sadar mempermalukan diri sendiri.
  4.   Jantung berdebar, gemetar dan mual ketika akan presentasi
  5.   Menghindari segala aktivitas sosial dimanapun berada.

Cara Mengatasi Kecemasan Sosial:

  1. Cobalah tantang pikiran negatif tersebut, untuk memberi afirmasi positif.
  2. Afirmasi diri  dengan kata, “Ingatlah, kecemasan itu bukan seperti yang aku pikirkan! Aku bisa melewatinya”,
  3. Fokus pada momen saat itu.

Cara Meminimalisir Rasa Kecemasan Berlebih  :

  • Kelola stress dengan baik

Stress adalah reaksi fisik maupun emosional seseorang karena adanya perubahan adaptasi. Selain itu stress ini dipicu oleh rasa tekanan batin, hubungan sosial, dan masalah-masalah lainnya. Stress ini bagian penting dalam kehidupan tetapi jika berlebihan akan merusak kesehatan secara perlahan dari dalam diri. Maka dari itu, pengelolaan stress yang baik adalah solusi terbaik agar pikiran dan jiwa tetap seimbang, seperti:

  • Melakukan aktivitas pola hidup sehat

Banyak sekali kegiatan positif yang membuat imun menjadi lebih kuat, dan menyelaraskan fungsi tubuh agar tetap sehat. Salah satunya dengan aktivitas seperti meditasi / yoga / olahraga lainnya atau workout at home yang akan berfungsi mengurangi tingkat stress dan membangkita hormon endorphin yang akan membuat dirimu lebih bahagia ketimbang tidak olahraga, atau coba untuk memulai bekerja bersepeda / jalan kaki. Olahraga ini pun menyatukan antara jiwa dan pikiran menjadi lebih seimbang.

  • Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup adalah hal dasar kebutuhan tubuh agar me -recharge energi secara optimal. Kebutuhan istirahat yang baik bagi  orang dewasa sekitar 7 hingga 8 jam. Karena jika tidak beristirahat dengan cukup, maka akan mengurangi sistem kekebalan tubuh. Yang jadi akan lebih cepat terserang penyakit seperti penyakit ringan pusing, depresi, hingga penyakit berat seperti kanker dan jantung.

  • Mencoba untuk lebih terbuka dengan kerabat/keluarga/teman.

Selain berolahraga, berbagi cerita bersama kerabat menjadi hal yang ampuh untuk mengurangi stress diri, teman bicara dalam hal ini bisa dengan teman terdekat, sahabatmu dan keluargamu.  Ketika kita bercerita ini  membuatmu akan lebih lega, dibandingkan menaruh cerita pada diri sendiri. Memang, tidak semua orang dapat dipercaya, tapi pilihlah orang yang membuatmu percaya.

  • Konsultasi Kepada Ahli Psikiater

Bila semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan ke psikiater/psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena apapun masalahmu pasti ada jalan keluarnya, disarankan yang paling baik adalah berkonsultasi kepada psikiater. Karena psikiater akan mengarahkan dan menjelaskan sebab dan pemicu untuk mendapatkan jalan keluar yang lebih ideal. Tapi, sebenarnya kapan dan saat apakah waktu terbaik untuk menanyakan hal kepada psikiater? Dilansir menurut website halodoc dot com, beberapa tanda jika kamu harus segera temui psikiater, yaitu :

  • Kehidupan terasa sulit,
  • Merasa tidak ada yang membantu,
  • Menyalahgunakan obat-obatan sebagai penenang (alkohol atau narkoba),
  • Menghindari pergaulan sosial,
  • Pernah mengalami trauma.

Pertanyaan Secara Umum Saat Akan Pemeriksaan :

  1.   Menanyakan secara rinci mengenai gejala yang dialami dan riwayat penyakit Anda
  2. Melakukan pemeriksaan fisik, untuk mencari kemungkinan efek dari obat-obatan atau kondisi medis lainnya
  3. Merekomendasikan untuk tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, tes hormon, maupun X-ray

Gangguan kecemasan lebih sering terjadi pada wanita. Peneliti masih mempelajari mengapa hal itu terjadi. Mungkin berasal dari hormon wanita, terutama yang berfluktuasi sepanjang bulan. Hormon testosteron juga berperan – pria memiliki lebih banyak, dan itu dapat meredakan kecemasan. Mungkin juga wanita cenderung tidak mencari pengobatan, sehingga kecemasan memburuk.

 

Kesimpulan:

Kecemasan berlebihan adalah gangguan mental yang memang sangat mengganggu keseharian, jika rasa itu berkepanjangan. Beberapa tanda ketika rasa cemas itu datang jantung terasa berdegup kencang, badan berkeringat, pusing, sakit kepala, terasa lemas dan energi seperti habis terbuang. Terdapat 3 faktor kecemasan berlebih dari faktor lingkungan, biologis, psikologi.

Tidak semua suasana ramai menjadi seseorang cemas, adapun faktor lingkungan lainnya yang membuat seseorang merasa cemas berkepanjangan. Tetapi, anda masih bisa meminimalisir masalah kecemasan ini dengan cara Pola hidup sehat olahraga, makan makanan sehat, istirahat yang cukup. Selain itu, jika telah mencoba pola hidup sehat tetapi tidak ada perubahan, cobalah untuk berkonsultasi kepada Psikolog / Psikiater untuk mengetahui apa yang terjadi.

Perlu diingat, Setiap gangguan psikologis, menjadi ejekan itu sangat tidak tepat. Bicarakanlah pada orang yang sesuai seperti psikiater. Hindari self-diagnose (mendiagnosis mendiagnosa diri sendiri mengidap sebuah gangguan atau penyakit berdasarkan pengetahuan diri sendiri atau informasi yang didapatkan secara mandiri.)

 

Referensi Buku Best Seller Kecemasan Berlebih

Kembali PulihKategori : Pengembangan diri

Judul : Kembali Pulih –

Link : https://www.gramedia.com/products/kembali-pulih

 

I Want to die but I want to eat Tteokbokki 2Kategori : Pengembangan Diri

Judul : I Want to die but I want to eat Tteokbokki 2

Link: https://www.gramedia.com/products/i-want-to-die-but-i-want-to-eat-tteokpokki-2

 

Seni Hidup Sendiri - HonjokKategori : Pengembangan diri

Judul : Seni Hidup Sendiri – Honjok

Link : https://www.gramedia.com/products/honjok-seni-hidup-sendiri-2

 

Artikel Terkait Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder)

Sumber: 
What they really think public display affection https://www.psychologytoday.com/blog/close-encounters/201408/what-we-really-think-public-displays-affection Diakses pada 19 Juni 2021
Happy couples post less about their relationship on socmed http://www.thisisinsider.com/happy-couples-post-less-about-their-relationships-on-social-media-2016-9/#research-shows-that-people-who-use-social-media-less-are-generally-happier-overall-6 Diakses pada 19 Juni 2021
The psychology of oversharing facebook couples https://www.theatlantic.com/health/archive/2014/08/the-psychology-of-oversharing-facebook-couples/376112/ Diakses pada 19 Juni 2021
NIMH. Diakses pada 2021. Anxiety Disorders.
WebMD. Diakses pada 2021. What Are Anxiety Disorders?

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy