in

Dampak Pergaulan Bebas pada Kesehatan, Psikologis, dan Pendidikan

Dampak Pergaulan Bebas – Pada masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja ini adalah masa yang rentan. Pada masa remaja ini mereka memiliki keingintahuan yang cukup tinggi untuk berbagai hal. Mereka ingin merasakan kehidupan orang dewasa. Perlu kita tahu bahwa remaja itu sangat labil dan sulit mengendalikan diri dengan bijak. Hal ini juga ditakutkan oleh orang tua karena takut anaknya terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Pergaulan bebas adalah tindakan dari individu atau kelompok yang tidak dibatasi dan tidak terkontrol dengan hukum dan norma yang berlaku. Pergaulan bebas ini memiliki dampak negatif yang bisa saja menghancurkan masa depan anak remaja. Mereka yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas akan sulit mengendalikan diri.

Orang tua tentunya memiliki peran penting untuk mendidik anak-anaknya dengan baik, memberinya ilmu pengetahuan yang cukup tentang dunia luar dan diri anak. Dengan adanya ilmu pengetahuan, itu akan menjadi benteng agar anak remaja tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Dampak pergaulan bebas itu banyak, mulai dari kesehatan, psikologis, dan tentunya pendidikan. Berikut adalah dampak-dampak dari pergaulan bebas.

Dampak Pergaulan Bebas pada Kesehatan

Perilaku seks bebas adalah salah satu yang tidak dapat dipisahkan dari pergaulan bebas. Remaja yang belum banyak ilmu tentang seks akan melakukannya tanpa proteksi dan kehati-hatian. Inilah yang menimbulkan beberapa penyakit pada tubuh kita. Berikut adalah dampak pergaulan bebas pada kesehatan.

14 Penyakit Berbahaya yang Kamu Harus Tahu
14 Penyakit Berbahaya yang Kamu Harus Tahu

tombol beli buku

Buku ini merupakan karya yang dipersembahkan oleh para dokter muda yang aktif bergerak sebagai health influencer. Bagi sebagian masyarakat mungkin penyakit-penyakit yang ada dalam buku ini dianggap tidak berbahaya. Akan tetapi, kepekaan yang kurang serta peremehan terhadap penyakit bisa menyebabkan dampak yang lebih buruk dan tidak diketahui masyarakat umum.

Akan ada tips untuk mengenali, mencegah dan mengobati penyakit-penyakit berbahaya yang dijelaskan di dalam buku ini.

1. Reiter

Penyakit reiter ini merupakan penyakit yang penularannya terjadi lewat hubungan kelamin, ini sering ditemukan di wilayah Inggris dan Amerika Utara. Namun, pada wilayah Eropa, Afrika, dan Asia, penyakit reiter ini lebih sering ditemukan pada penderita disentri amuba, disentri basilus, dan diare non spesifik.

2. Sifilis

Penyakit sifilis ini disebabkan oleh Treponema pallidum, penyakit ini berbahaya bagi kedua pasangan. Bagi ibu hamil juga dapat berbahaya karena akan menyebabkan kecacatan lahir pada bayi dan bisa juga lahir dalam kondisi meninggal.

Gejala penyakit ini berupa luka yang menandakan bakteri masuk, lalu muncul ruam pada tubuh. Selain itu ada juga yang tidak menimbulkan gejala, namun bakteri tetap masuk ke dalam tubuh.

Penyakit ini menyebar melalui hubungan seksual, di mana antara pria dan wanita memiliki penyakit sifilis. Sifilis ini rentan menular dengan orang yang sering ganti pasangan.

3. Herpes Genitalis

Ini adalah penyakit menular yang dialami pria dan wanita setelah berhubungan seks. Penyakit ini menimbulkan luka melepuh di area kelamin, bahkan penderita penyakit herpes genitalis ini bisa saja tidak menimbulkan gejala.

Bagi yang bergejala biasanya ditandai dengan luka yang melepuh, gatal, dan sakit. Gejala ini biasanya bisa saja kambuh dalam satu tahun. Namun dengan seiring waktu karena kekebalan tubuh intensitas kambuhnya akan berkurang.

Penyebaran penyakit ini biasanya melalui hubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit herpes ini. Penyakit herpes ini juga dapat menular pada bayi dalam kandungan ibu hamil.

4. Gonore

Gonore merupakan salah satu penyakit kelamin pada pria. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa nanah yang keluar dari penis. Penderita penyakit ini akan merasa sakit ketika buang air kecil. Penyakit ini dapat sembuh dalam beberapa hari jika mendapat penanganan yang tepat.

Bakteri yang menyebabkan penyakit ini muncul adalah Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menular karena hubungan seksual. Seseorang lebih mudah tertular apabila sering ganti pasangan. Penyakit gonore ini tidak memiliki gejala bagi wanita yang menderita penyakit ini.

Seperti pada penyakit kelamin lainnya. Penyakit ini dapat menular pada bayi dari kandungan ibu hamil saat proses persalinan. Biasanya bayi yang tertular akan ada keluhan pada mata.

5. Kondiloma Akuminata

Kondiloma akuminata ini dapat disebut juga dengan kutil kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV). Penyakit ini biasanya ditularkan karena berhubungan seks tanpa pengaman.

Dikutip dari alodokter, bahwa pria yang mengalami penyakit ini sebagian besar berumur antara 17-30 tahun. Selain pria, wanita juga dapat mengalami penyakit kutil kelamin ini. Jika dibiarkan saja, kondiloma akuminata ini dapat terus membesar dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penularan virus ini biasanya terjadi karena penggunaan mainan seks yang kurang bersih. Selain itu dapat juga disebabkan karena gonta-ganti pasangan tanpa kondom, dan juga pernah memiliki penyakit menular pada kelamin.

6. Trikomoniasis

Trikomoniasis ini adalah penyakit kelamin menular yang oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit ini menular karena berhubungan seks tanpa kondom. Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala, namun seseorang yang menderita trikomoniasis ini dapat menularkan kepada orang lain.

Bila ada gejala pun penyakit ini biasanya akan muncul keluhan dalam 5-28 hari setelah terinfeksi. Wanita yang terkena trikomoniasis ini ditandai dengan gejala keputihan, keputihan warna kuning kehijauan, gatal, serta sakit saat berhubungan seksual.Sedangkan pada pria yang terkena penyakit ini ditandai dengan bengkak kemerahan di ujung penis, keluar cairan putih, dan sakit saat ejakulasi.

7. Klamidia

Klamidia adalah penyakit seksual menular yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Bakteri ini bisa menularkan penyakit ke leher rahim (serviks), saluran kencing, anus, tenggorokan, dan mata.

Klamidia tidak sulit untuk diobati jika penanganannya tepat. Namun, jika tidak dapat penanganan yang cepat dan baik, penyakit ini berisiko pada kehamilan. Di mana wanita yang memiliki penyakit klamidia akan sulit untuk hamil.

Gejala yang dialami wanita yang terkena penyakit ini seperti, sakit saat berhubungan seks, ada rasa terbakar saat buang air kecil, pembengkakan di sekitar vagina atau anus, dan iritasi di rektum. Sedangkan pada pria akan mengalami gejala, rasa terbakar saat buang air kecil, penis mengeluarkan nanah, iritasi pada rektum, dan testis bengkak.

8. Ulkus Molle

Ulkus molle ini juga dapat disebut dengan chancroid. Infeksi bakteri ini dapat terjadi pada pria dan wanita. Penyakit ini ditimbulkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini menyerang bagian luar kelamin yang menimbulkan luka dan bintik kecil.

Pada pria gejala ulkus molle ini ditandai dengan benjolan merah pada penis, lalu berubah menjadi luka dalam 1-2 hari setelah terinfeksi. Sedangkan pada wanita umumnya memunculkan empat benjolan merah pada bagian labia yaitu, labia anus, dan labia paha. Setelah menjadi luka, benjolan ini akan menimbulkan sensasi terbakar.

9. Lymphogranuloma Venereum (LGV)

Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Chlamydia trachomatis varian L1, L2, dan L3. Ini adalah penyakit seksual menular. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja  yang aktif melakukan hubungan seksual sesama jenis. Dikutip dari alodokter, penyakit ini lebih seringnya terjadi pada pria berumur 15-4 tahun.

Infeksi ini dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang memiliki penyakit LGV ini. Gejala yang ditimbulkan akan muncul luka seperti borok yang sangat dalam di sekitar dubur dan anus.

10. Granuloma Inguinale

Granuloma inguinale ini adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Penyakit ini dapat menginfeksi orang yang aktif berhubungan seksual tanpa pengaman antara umur 20-40 tahun.

Granuloma inguinale ini dapat terinfeksi oleh bakteri ketika berhubungan seks melalui vagina dan anus. Penyakit ini lebih sering terkena pada pria yang berhubungan sesama jenis dibanding dengan heteroseksual.

Gejala yang timbul ketika terkena granuloma inguinale ini adalah timbul benjolan merah kecil pada area kelamin. Perlahan-lahan benjolan ini akan membesar dan pecah sehingga membentuk luka. Jika dibiarkan saja tanpa pengobatan, luka ini akan menjadi jaringan parut yang permanen.



11. HIV dan AIDS

Human immunodeficiency virus (HIV) ini adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh. Virus ini juga didapat saat melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan. Virus ini menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.

Jika tidak ditangani dengan serius maka virus ini akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini adalah penyakit yang fatal, penyakit ini adalah tahap akhir dari HIV. Setelah berkembang menjadi AIDS tubuh sudah tidak mampu lagi untuk melawan infeksi virus ini.

Saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penderita HIV dan AIDS. Namun ada obat yang hanya untuk memperlambat perkembangan dari penyakit itu. Ini untuk meningkatkan harapan hidup dari penderita penyakit ini.

Dampak Pergaulan Bebas pada Psikologis

Pergaulan bebas ini jika terus dilakukan akan menimbulkan perubahan sudut pandang terhadap fenomena hidup yang dijalani sekarang ini. Pergaulan bebas memunculkan akibat untuk kondisi psikologis dan risiko kejiwaan yang sulit untuk diobati. Berikut adalah dampak pergaulan bebas pada psikologis.

Psikologi Remaja Edisi Revisi
Psikologi Remaja Edisi Revisi

tombol beli buku

Kajian dalam buku ini mengenai psikologi remaja ditinjau dari segi teoritis perkembangan fisik, psikologis remaja, serta perilaku dan penyimpangan/kenakalan remaja.

Buku dengan judul Psikologi Remaja ini memberikan referensi yang penting bagi mahasiswa, pendidik, konsultan dan aparat yang berkecimpungan dalam permasalahan remaja, serta yang tidak kalah penting adalah orang tua.

1. Awal dari Perilaku Buruk Lain

Dampak psikologis yang satu ini membuat orang yang menjalani pergaulan bebas berpikir bahwa semua perilaku yang ia jalani adalah benar dan tidak merasa salah. Perilaku buruk lainnya pun akan bertambah karena semakin terjerumusnya ke dalam pergaulan bebas.

Seseorang akan mencoba berbagai perilaku yang buruk dari pergaulan bebas seperti, minum alkohol, narkoba, mencuri, bahkan melakukan tindakan berbahaya lainnya. Dalam hal ini harus ada orang lain untuk mengingatkannya dan menuntun ke jalan yang benar.

2. Pergeseran Pandangan tentang Seks

Pada dampak ini pergaulan bebas akan dianggap sebagai hal yang biasa saja. Seks bebas, kumpul kebo, akan menjadi hal yang lumrah bagi orang-orang yang telah terjerumus pada pergaulan bebas.

Namun, jika menyesal setelah tahu akibatnya akan banyak dampak psikologis lain yang ditimbulkan seperti, sulit mempercayai orang lain, merasa berdosa, benci diri sendiri, dan perasaan tidak berharga. Ini akan memberi dampak trauma bagi orang yang terjerumus pada pergaulan bebas.

3. Sulit Berkonsentrasi

Pergaulan bebas menyebabkan orang yang mengalaminya mengalami sulit untuk berkonsentrasi. Mereka akan menjadi pemalas, sering lupa, dan hanya melamun saja. Pekerjaan akan sering tertunda karena sudah tidak dapat fokus. Otak hanya berpikir untuk melakukan hal-hal yang dilarang.

4. Halusinasi

Pergaulan bebas ini menimbulkan halusinasi bagi orang yang sudah terjerumus. Terutama orang yang mengonsumsi narkoba dan seks bebas. Mereka akan sering berhalusinasi memikirkan penderitaan dalam dirinya. Mereka memikirkan perasaan bersalah yang berlebihan dan tidak wajar yang akan mengganggu kehidupannya.

Seni Berpikir Dan Bertindak Positif
Seni Berpikir Dan Bertindak Positif

tombol beli buku



Buku karangan Dadi Purnama Eksan ini memberikan penjelasan makna bahwa dalam berpikir positif, akan bertindak positif pula. Di dalamnya memuat tahapan-tahapan yang perlu dilakukan agar mampu menjalani kehidupan baik, positif, hingga sukses.

Pembahasan di dalam buku ini dapat kalian terapkan di kehidupan sehari-hari, seperti hubungan dengan keluarga, pasangan, bisnis, hingga pergaulan sosial sekali pun.

Secara tak langsung, buku ini membawa kalian untuk berpikir positif agar bertindak positif pula, dengan begitu kalian akan mampu menghindari pergaulan bebas yang ada di luar sana.

Dampak Pergaulan Bebas pada Pendidikan

Pergaulan bebas memberikan dampak buruk bagi pendidikannya. Bagi para pelajar maupun mahasiswa yang terjerumus dalam pergaulan bebas maka mereka akan tidak fokus dengan pendidikan yang sedang dijalankan. Berikut adalah dampak-dampak pergaulan bebas pada pendidikan.

1. Prestasi Akademik Menurun

Orang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas akan sulit menentukan fokusnya. Bahkan pendidikannya yang selama ini dijalani pun akan terbengkalai begitu saja ketika sudah terjerumus dalam pergaulan bebas.

Orang-orang dalam pergaulan bebas ini akan lebih mementingkan hal yang membuat ia senang dan melupakan kewajibannya. Ini membuat prestasi akademik menurun, bahkan dapat menyebabkan tinggal kelas atau tidak lulus sekolah.

Ini juga disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua, anak menjadi lebih suka di luar rumah untuk melakukan hal yang percuma dibanding belajar. Perilaku ini akan sulit diperbaiki jika lingkungannya juga buruk.

2. Tawuran

Anak-anak sekolah yang masuk ke dalam pergaulan bebas pasti tidak asing lagi dengan yang namanya tawuran. Tawuran ini adalah bentuk kekerasan antar geng yang terjadi. Remaja yang memiliki teman-teman dan lingkungan yang tidak sehat bisa saja menimbulkan ide untuk tawuran dengan sekolah lain.

Ini akan menjadi dampak buruk bagi diri sendiri dan tentunya sekolah. Dampak pada diri sendiri menyangkut dengan keselamatan jiwa, kalau tidak selamat bisa saja meninggal di tempat. Dampak untuk sekolah adalah tercorengnya nama sekolah tersebut. Jika sampai ada murid yang melakukan kekerasan hingga membunuh siswa sekolah lain maka sekolah tersebut akan malu dan bisa saja turun akreditasinya.

3. Putus Sekolah

Remaja yang lebih mengutamakan egonya untuk terus bersenang-senang dan melakukan hal yang tidak penting ini juga akan menyebabkan dia putus sekolah. Putus sekolah ini bisa saja terjadi karena kehendak pribadi dan sekolah.

Jika putus sekolah karena kehendak pribadi maka memang anak tersebut telah terpengaruh dengan teman-temannya sehingga menjadikannya ia malas belajar dan sekolah. Sedangkan kehendak sekolah maka anak tersebut melakukan hal-hal yang sudah melewati batas peraturan sekolah, sehingga ia dikeluarkan.

4. Hamil di Luar Nikah

Hamil di luar nikah banyak terjadi pada remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Gaya berpacaran remaja yang kini kian tidak terkontrol menyebabkan risiko kehamilan di usia muda bertambah. Mereka akan bersembunyi di tempat tertentu untuk melakukan hubungan seks di usia remaja itu.

Kejadian seperti ini juga meresahkan anggota keluarga karena takut putra atau putrinya masuk ke dalam pergaulan bebas dan mengalami hamil di luar nikah. Jika tidak diberi pendidikan seks dan norma-norma yang berlaku maka bisa saja masuk ke dalam pergaulan bebas.

Hamil di luar nikah ini juga menyebabkan siswa putus sekolah. Sekolah tentunya tidak akan menerima siswa yang sedang hamil, apalagi di luar pernikahan. Hal tersebut juga dapat mencoreng nama baik sekolah.

Hamil pada usia remaja ini juga mengganggu risiko kesehatan, yang mana pada usia remaja tubuh belum siap untuk memiliki bayi dan melakukan persalinan nantinya.

Grameds, itulah beberapa penjelasan mengenai dampak dari pergaulan bebas. Pergaulan bebas dapat memiliki dampak terhadap kesehatan, psikologis, dan juga pendidikan. Kamu harus banyak membaca dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Untuk kamu yang ingin mengoleksi beberapa buku bacaan kamu bisa mengunjungi Gramedia. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas telah menyediakan buku-buku berkualitas untuk kamu. Yuk, beli bukunya sekarang juga!

Rahasia Sukses Pergaulan
Rahasia Sukses Pergaulan

tombol beli buku

Buku ini dapat bermanfaat sebagai dasar untuk mengembangkan kiat dalam hubungan dan pergaulan dengan orang lain, dan membantu kita berhasil dalam berhubungan, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

Penulis: Ricky Atthariq

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha