in

Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya

unsplash.com

Silent Treatment – Ketika mengalami konflik dengan seseorang, beberapa orang mungkin lebih memilih untuk diam serta menghindar dan memutus komunikasi dalam beberapa waktu. Sikap ini juga merupakan bentuk dari silent treatment. Dibanding menyelesaikan masalah, hal ini justru akan membuat masalah menjadi semakin rumit. Silent treatment sebagai sikap ketika seseorang lebih memilih diam dan mengabaikan orang yang sedang berkonflik dengannya.

Perilaku ini tidak termasuk sikap yang dilakukan sementara meredam emosi, menenangkan diri, melainkan dalam jangka waktu lama hingga berhari-hari atau berminggu-minggu. Perilaku ini juga dapat terjadi pada keluarga, teman, pasangan, atau rekan kerja. Tidak hanya konflik, silent treatment juga dapat digambarkan saat korban pelecehan tidak ingin membicarakan apa yang tengah dialaminya kepada orang lain.

Hal ini biasanya bertujuan melindungi diri serta mencegah terjadinya tindak kekerasan atau berbagai ancaman dari pelaku. Selain itu, silent treatment juga dapat muncul sebagai bentuk reaksi ketika seseorang merasa frustasi dalam menghadapi suatu masalah. Namun, begitu situasi sudah terkendali, sikap ini pun dapat hilang dan orang tersebut dapat kembali diajak berkomunikasi seperti sedia kala.

Pengertian Silent Treatment

Silent Treatment
unsplash.com

Silent treatment merupakan perilaku di mana salah satu pasangan dalam suatu hubungan mengabaikan pasangan dan benar-benar berhenti mengakuinya melalui berbagai bentuk komunikasi. Silent treatment biasanya juga terjadi setelah sebelumnya beradu argumen yang intens antar individu. Umumnya, target dari perilaku silent treatment sering tidak menyadari konflik yang terjadi karena pihak lainnya belum mengomunikasikan dan diam saja.

Perilaku ini sendiri tidak hanya terbatas pada hubungan antara wanita dan pria saja, namun bisa juga terjadi antara orang tua dan anak, teman, maupun rekan kerja. Silent treatment adalah suatu bentuk penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Silent treatment dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis kekerasan emosional terhadap pasangan.

Orang yang melakukan silent treatment juga biasanya menolak mengakui keberadaan orang lain. Silent treatment juga menjadi alat ketika seseorang menggunakannya untuk memanipulasi serta mengontrol orang lain. Sejak tahun 1835, silent treatment sendiri dianggap sebagai istilah yang digunakan sejak reformasi penjara sebagai alternatif sebuah hukuman fisik. Dengan melarang narapidana berbicara, akan memanggil mereka dengan nomor alih-alih nama mereka, kemudian memaksa mereka menutupi wajahnya sehingga mereka tidak dapat saling melihat satu sama lain, kemudian akan membuat mereka merefleksikan tindak kejahatan yang mereka lakukan.

Silent treatment sendiri membuat para tahanan merasa menjadi sesuatu yang lebih buruk dibanding penjahat. Mereka merasa tidak berharga, tidak terlihat, dan merasa tidak berdaya. Para tahanan akan terus-menerus menerima jenis perilaku ini yang kemudian dapat merusak harga dirinya.

Ketahui Dampak Silent Treatment

Silent treatment umumnya dilakukan seseorang karena tidak ingin menghadapi konflik dengan orang lain. Namun, terkadang silent treatment juga dapat menjadi bentuk pelecehan emosional serta manipulasi, di mana pelakunya akan secara sengaja bersikap dingin dengan tujuan menghukum dan berharap orang lain meminta maaf kepadanya. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk perilaku pasif-agresif untuk mengontrol seseorang.

Orang yang mendapatkan perlakukan silent treatment umumnya kemudian akan merasakan beberapa dampak mulai dari kebingungan atau ketakutan, merasa marah, ditolak dan dikucilkan Merasa tidak dihormati, dicintai dan dihargai, merasakan ptus asa, rendah diri, hingga frustasi. Jika perlakukan ini kemudian terjadi secara berulang kali, dampak tersebut kemudian akan berkembang menjadi berbagai masalah kesehatan, mulai dari fibromialgia, gangguan makan, sindrom kelelahan kronis, kecemasan, hingga depresi.

Sebuah penelitian sendiri menyatakan bahwa silent treatment yang terjadi dalam sebuah hubungan cenderung menimbulkan perselisihan, karena tidak memiliki kesempatan untuk membahas dan menyelesaikan setiap masalah yang ada. Masalah yang terus menumpuk dan berlarut-larut akhirnya akan menjadikan hubungan tersebut menjadi toxic atau tidak nyaman untuk kedua belah pihak, kurangnya keintiman, adanya komunikasi yang buruk, bahkan kemudian akan berakhir dengan perpisahan. Hal ini juga dapat berujung dengan ghosting.

Cara Menghadapi Perlakuan Silent Treatment

Apa Efeknya Silent Treatment terhadap Sebuah Hubungan? Pada kebanyakan kasus, dengan melakukan tindakan ini untuk menyelesaikan konflik bukanlah suatu cara terbaik, pasangan pria dan wanita sendiri umumnya memiliki kecenderungan yang sama untuk melakukan hal tersebut. Untuk menghindarinya, komunikasi yang jelas merupakan hal yang terpenting agar hubungan kemudian tetap berjalan dengan sehat.

Pasalnya, tindakan ini kemudian akan membuat salah satu pihak tidak memiliki kemauan dalam menyelesaikan konflik secara benar. Ketika seseorang ingin membicarakan masalah tetapi yang lain menarik diri, hal ini kemudian dapat menyebabkan emosi negatif seperti kemarahan. Orang-orang yang merasa diabaikan pun biasanya cenderung memiliki memiliki tingkat harga diri, kepemilikan, dan makna hidup yang lebih rendah dibanding yang lainnya. Oleh karenanya silent treatment dapat berdampak pada kesehatan suatu hubungan, bahkan jika orang yang diam tersebut sebenarnya hanya berusaha menghindari konflik. Seseorang dengan pasangan yang kerap melakukan silent treatment umumnya cenderung melanjutkan perselisihan karena mereka belum memiliki kesempatan membahas keluhan dengan lebih dalam.

Dalam Menangani perlakukan silent treatment dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Bahkan, kadang kala kamu perlu mengalah sejenak untuk menurunkan ego agar dapat mencegah dampak buruk dari sikap ini. Beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantumu untuk menangani silent treatment, berikut beberapa diantaranya:

1. Lakukan Pendekatan Secara Baik-Baik

Lakukan pendekatan secara baik-baik sebagai satu diantara cara untuk meredam sikap ini. Katakan bahwa kamu memperhatikan perlakuannya yang tidak pernah merespon, dan kamu sangat ingin mengetahui alasan mengapa sikapnya demikian. Jika ia masih mengabaikan dan belum merespons, berikan ia waktu untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri. Lalu, cobalah atur waktu untuk mendiskusikan masalah yang terjadi, jika ia sudah merasa tenang.

2. Ungkapkanlah Secara Jujur

Ungkapkan perasaanmu dengan jujur tentang apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan silent treatment. Jelaskan bahwa sikapnya yang seperti ini bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan suatu masalah. Hal ini justru membuatmu merasa frustasi, kesepian, dan melukai perasaanmu.

3. Bersikap Tenang

Silent treatment juga dapat memicu emosi dan perasaan marah. Namun, ada baiknya kamu tidak terbawa emosi. Cobalah untuk bersikap tenang agar tidak memperburuk situasi. Selain itu, meski masalah yang terjadi bukan sepenuhnya salahmu, cobalah mengalah dan menurunkan ego. Minta maaflah secara tulus dan katakan padanya bahwa kamu tidak akan mengulanginya lagi. Namun, jika hal ini kerap terjadi dan membuatmu merasa rendah diri, cobalah mengevaluasi lagi apakah hubungan yang sedang kamu jalani memang layak dipertahankan. Jika silent treatment yang kamu peroleh dari rekan kerja di kantor, kamu bisa mencoba bersikap profesional atau mencoba berbicara ke manajer terkait hal tersebut.

4. Fokuslah Pada Diri Sendiri

Selain berusaha meredam sikap dinginnya, alangkah baiknya kamu juga fokus pada diri sendiri. Luangkan waktu yang akan membuatmu lebih nyaman dan tenang dengan melakukan hal-hal yang positif, misalnya menjalani hobi, olahraga, atau bersosialisasi dengan keluarga atau temanmu.

5. Hindari Asumsi Secara Berlebihan

Hindari sok tahu, terdapat banyak penyebab mengapa pasangan mendiamkanmu, jika kamu sok tahu hal ini hanya akan membuat kontraproduktif terhadap sudut pandang mereka. Asumsi berlebihan dan rasa sok tahu kemudian akan menyebabkan pembelaan diri, kemarahan, bahkan keheningan yang berkepanjangan.

6. Jelaskan Keinginan untuk Berkomunikasi

Tak selamanya diam itu emas, karena mendiamkan pasangan dalam waktu yang lama tanpa mengetahui penyebabnya kemudian akan merusak suatu hubungan. Setelah memberinya waktu untuk sendiri, cobalah menjelaskan keinginanmu untuk berkomunikasi dengannya lagi dengan baik-baik.

7. Dengarkan dan Jangan Hanya Berbicara

Komunikasi sebagai jalan dua arah dimana dibutuhkan kemampuan berbicara dan mendengarkan. Belajar mendengar secara efektif sangat penting untuk komunikasi. Cobalah menyampaikan pendapat secara bergantian tanpa menginterupsi hingga salah satu orang selesai bicara, hal ini kemudian akan menjadi keterampilan yang penting dalam suatu komunikasi antar pasangan.

8. Jadilah Murah Hati dan Tidak Sarkastik

Saat kembali berkomunikasi, jadilah orang yang murah hati dengan mengakui emosi yang dirasakan kepadamu. Jangan sarkastik serta menggunakan kata-kata pedas untuk melukai pasangan, dan lakukanlah diskusi dengan bahasa jelas.

9. Akui Perasaan Orang Lain

Langkah mengatasi silent treatment selanjutnya adalah meminta pelaku membagikan perasaannya kepadamu. Dengan memintanya berbagi perasaan, kemudian akan membuat mereka tahu bahwa perasaan mereka valid dan penting, sekaligus membuka jalan pada percakapan. Hindari bersikap defensif serta berusaha memecahkan masalah saat itu juga. Usahakan untuk tetap mendengarkan dengan penuh empati. Jika lawan bicara merespons dengan cara yang mengancam atau melecehkan, ada baiknya jauhkan diri hingga mereka kemudian merasa tenang. Jika perlu bicaralah dengan dokter, terapis, atau teman terpercaya untuk mendapatkan bantuan.

10. Atur Waktu dan Bersikaplah Tenang

Bersikap Tenang dan Atur Waktu untuk Menyelesaikan Masalah. Terkadang, seseorang memberikan silent treatment kepada orang lain karena sedang merasa terluka, terlalu marah atau kewalahan untuk berbicara. Mungkin juga terdapat ketakutan dalam mengatakan sesuatu yang hanya akan memperburuk situasi. Pada kasus ini, akan sangat membantu jika setiap pihak kemudian meluangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum bertemu kembali untuk membahas masalah dengan tenang.

11. Hindari Dendam

Berurusan dengan pasangan yang mendiamkanmu juga dapat menimbulkan banyak emosi negatif, serta mungkin terasa sulit untuk memperlakukan mereka sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Cobalah tidak memendam rasa dendam, berikan juga contoh kepada mereka bagaimana mengatasi masalah hubungan dengan komunikasi terbuka yang lebih baik dan efektif.

12. Bersedia Meminta Maaf dan Memaafkan

Keheningan umumnya datang dari luka yang tidak terucapkan, bersedialah untuk saling meminta maaf serta mengevaluasi perilaku yang biasanya tidak nyaman. Ketika benar-benar memaafkan seseorang, kamu kemudian akan membuat keputusan untuk merangkul, memaafkan, melepaskan, dan bertumbuh.

13. Jangan Menyerah

Rasa puas diri akan sangat merusak dalam hubungan. Jika kamu telah merasa jenuh dengan kesunyian yang ada dengan pasangan, serta perasaan kesepian di antaranya, temukan keluarga dan teman yang kemudian akan menyemangatimu. Jangan mudah menyerah untuk membuka jalan komunikasi dengan pasangan karena akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hubunganmu. Demikian langkah menghadapi silent treatment dari pasangan. Jangan mendiamkan dan menyerah dengan pasangan agar hubungan tidak kian berkonflik

Buku Terkait Silent Treatment

1. The Things You Can See Only When You Slow Down

Silent Treatment

Buku terlaris berjuta-juta salinan kebijaksanaan spiritual tentang pentingnya melambat di dunia kita yang serba cepat, oleh penulis Buddhis Love for Imperfect Things, “Nasihat bijak tentang cara merenung dan memperlambat.” –Elle Apakah dunia ini sibuk, atau apakah ini pikiran saya? Dunia bergerak cepat, tetapi itu tidak berarti kita harus melakukannya. Panduan perhatian terlaris ini oleh Haemin Sunim (yang berarti “kebijaksanaan spontan”), seorang guru meditasi Buddhis terkenal yang lahir di Korea dan dididik di Amerika Serikat, menerangi jalan menuju kedamaian batin dan keseimbangan di tengah banyaknya tuntutan kehidupan sehari-hari. Dengan menawarkan petunjuk jalan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan di delapan bidang – termasuk hubungan, cinta, dan kerohanian – Haemin Sunim menekankan pentingnya menjalin hubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan berbelas kasih serta memaafkan terhadap diri sendiri. Lebih dari dua puluh ilustrasi penuh warna yang menyertai ajarannya berfungsi sebagai selingan visual yang menenangkan, mendorong kami untuk memperhatikan bahwa ketika Anda melambat, dunia melambat bersama Anda.

2. Insecurity Is My Middle Name

Silent Treatment

Isi buku: 1. Kenapa good-looking yang selalu dipilih? 2. Lalu, siapa yang akan memilihku? 3. Aku juga kayaknya nggak bisa apa-apa deh. 4. Skill apa, ya, yang cocok buat aku? | 5. Tapi, aku harus mulai dari mana, ya? 6. Aku bukan malas, hanya takut gagal lagi. 7. Dan, aku malu, belum bisa banggain orang tua. 8. Dan, aku kalah jauh dari teman-temanku. 9. Jujur, aku iri sama pencapaian mereka. 10. Nggak ada yang bisa dibanggakan dariku. . tapi, di sinilah kamu, menyentuh buku ini, trying to feel something, trying to be something, dan kamu sudah ada di langkah yang tepat, karena di buku ini, ada 45 bab yang membantumu berdamai dengan insecurity-mu.

3. What`s So Wrong About Your Self Healing

Silent Treatment

Selain kamu dapat buku What’s So Wrong About Your Self Healing, Apa aja yang salah dalam proses self-healing kita, itu yang bakal dibahas di buku ini. Lately, kita selalu mencari cara untuk self-healing, tapi, seringkali, maju-mundur, masih down lagi, putus asa lagi, bahkan kadang sampai stuck, nggak tahu harus bagaimana lagi mengusir rasa kesepian, kecemasan, serta kesedihan yang berkepanjangan, berdamai dengan luka dan trauma yang masih menyisa, bagaimana merasa utuh ketika diri ini banyak kekurangan dan kegagalan. Dari semua sarana self-healing yang kamu lakukan, buku ini perlu jadi sarana self-healing kamu.

4. Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar

Silent Treatment

Sakit hati, amarah, rasa tidak aman, dan berbagai masalah sehari-hari bisa menyebabkan friksi, bahkan bagi pasangan yang paling berbahagia sekalipun. Bagi pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun hidup bersama, yang jadi masalah pada umumnya adalah masing-masing menjadi kurang menghargai dan tidak mencurahkan cukup energi untuk memelihara hubungan agar tetap menggairahkan. Buku ini menunjukkan cara menjaga agar hubungan dengan pasangan tetap memiliki gairah yang membara, cara mencegah pertengkaran kecil berkembang menjadi besar, dan cara menghargai pasangan. Dalam seratus kiat yang ditulis dengan indah tapi sangat praktis ini, Richard dan Kris Carlson menunjukkan kepada kita cara untuk tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap kritik dari orang yang kita cintai, cara melupakan dendam yang lama terpendam, cara untuk tidak mempedulikan kebiasaan aneh pasangan, dan cara untuk memilih berdamai tanpa menunjukkan kekesalan. Mereka memberikan nasihat-nasihat yang sangat berguna, seperti Hindari kata-kata, “Aku cinta padamu, tapi….”, Jangan bertengkar bila hati sedang keruh, Ingat, pasangan tidak bisa membaca pikiran Anda, Pelihara kegemaran bercanda, Jangan menjadi tokoh utama di setiap cerita, Biarkan pasangan menjadi manusia biasa, Ingat persamaan ini: Orang yang bahagia sama dengan pasangan yang bahagia, Jangan biarkan anak menjadi penghalang di antara Anda berdua, Katakan, “Aku minta maaf”, Anggap pasangan sebagai harta yang tak ternilai.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda