in

Apa itu Social Anxiety Disorder / Kecemasan Sosial

Social anxiety disorder adalah pengalaman rasa cemas, tidak nyaman, atau merasa khawatir terhadap situasi-situasi sosial dan takut dievaluasi oleh orang lain, Menurut La Greca dan Lopez (Junttila, Laakkonen, Niemi dan Ranta, 2011).

Apa itu Social Anxiety Disorder / Kecemasan Sosial – Bagian dari emosi manusia ada banyak, salah satunya yang sering terjadi pada saat kita menemukan tempat atau lingkungan yang baru adalah rasa cemas. Reaksi kecemasan bisa terjadi pada siapa saja tanpa melihat usianya saat itu.

Reaksi kecemasan yang terjadi pada manusia pasti berbeda-beda, seperti contohnya saat akan menghadapi ujian sekolah, ditinggalkan seseorang yang dicintai, hari pertama masuk kantor, sekolah atau kuliah, dan lain-lain.

Reaksi kecemasan yang terjadi pada manusia secara berlebihan dan terus menerus menetap dalam diri dengan jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan sebuah gangguan yang biasa kita kenal dengan gangguan kecemasan (social anxiety).

Pada satu artikel ini, Grameds akan memahami lebih dalam secara sekilas mengenai social anxiety mulai dari pengertian, gejala, penyebab, dampak serta cara mengatasinya. Simak hingga akhir artikel, ya!

Pengertian Social Anxiety Disorder

Menurut La Greca dan Lopez (Junttila, Laakkonen, Niemi dan Ranta, 2011) kecemasan sosial atau social anxiety disorder adalah pengalaman rasa cemas, tidak nyaman, atau merasa khawatir terhadap situasi-situasi sosial dan takut dievaluasi oleh orang lain. Kecemasan tersebut dimulai saat kita harus berinteraksi dan memulai suatu percakapan secara langsung dengan orang lain.

Kecemasan seperti itu akan muncul saat kita menjadi fokus perhatian dari banyak orang, karena kita akan mudah takut sehingga tidak dapat menyesuaikan diri dengan situasi-situasi sosial. Hal itu akan bertambah buruk lagi dengan adanya pemikiran, seperti merasa akan diabaikan, dihakimi, takut dinilai bodoh, diremehkan, ditertawakan, disepelekan,  dipermalukan oleh banyak orang dan lain sebagainya.

Gangguan kecemasan merupakan suatu fenomena yang ditandai dengan adanya stres berlebihan dan rasa takut. Kecemasan sosial sendiri dapat ditandai pada setiap individu dengan meningkatnya kewaspadaan pada tanda-tanda ancaman sosial, menarik diri di depan publik atau lingkungan sekitar, malu untuk memulai suatu interaksi, menghindari interaksi di lingkungan masyarakat yang berakibat adanya penolakan sosial, sehingga kurang mampunya individu tersebut untuk dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya.

Pendapat lain dikemukakan oleh Fidhzalidar (2015), gangguan kecemasan sosial merupakan salah satu masalah pada gangguan kesehatan mental yang paling umum terjadi di lingkungan sosial. Biasanya dimulai pada awal hingga pertengahan tahun, meskipun terkadang bisa lebih awal pada masa anak-anak atau dewasa. Oleh karena itu, gangguan kecemasan sosial dapat diartikan sebagai salah satu bentuk dari rasa kecemasan yang diarahkan pada lingkungan sosialnya.

Grameds telah mengetahui pengertian dari social anxiety kan, sekarang simak lebih lanjut yuk tentang gejala-gejala yang dapat ditimbulkan.

Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas
Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas

tombol beli buku

Gejala Social Anxiety

Gejala pada gangguan kecemasan sosial dapat dilihat secara khusus dalam situasi-situasi berikut ini:

  1. Takut untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memulai suatu percakapan, berbelanja, bekerja, bertemu orang asing, bersekolah, ataupun berbicara di telepon.
  2. Menghindari atau merasa khawatir secara berlebihan pada kegiatan sosial, seperti acara pertemuan keluarga, pesta, percakapan suatu kelompok hingga saat makan bersama orang asing.
  3. Takut untuk dievaluasi atau dikritik orang lain.
  4. Menghindar dan kerap merasa khawatir saat melakukan sesuatu yang menurut ia dapat memalukan, misalnya tampil di depan publik secara tidak kompeten, tersipu, dan berkeringat.
  5. Takut untuk masuk ke dalam ruangan yang penuh banyak orang.
  6. Menghindari bertatapan mata karena kurangnya rasa percaya diri.
  7. Memiliki perilaku yang aneh, misalnya sering mencuci tangan berkali-kali.
  8. Memiliki kecenderungan obsesif terhadap sesuatu dan tidak terkendali.
  9. Sering overthinking dan dihantui mimpi yang buruk.

Gejala Fisik

Selain itu, terdapat gejala fisik yang biasanya terlihat secara jelas pada saat gangguan kecemasan sosial tersebut tidak dapat dikontrol lagi, antara lain:

  1.   Berkeringat secara berlebihan
  2.   Wajah memerah
  3.   Jantung berdebar sangat kencang
  4.   Sesak nafas
  5.   Telapak tangan mudah berkeringat
  6.   Gelisah dan gugup
  7.   Mual dan pusing
  8.   Otot tegang dan postur tubuh menjadi kaku
  9.   Tidak bisa diam atau tenang
  10. Bibir kering
  11. Takut akan mati
  12. Sensasi geli yang berlebihan
  13. Pingsan
  14. Kehilangan kontrol
  15. Serangan panik
  16. Sulit tidur
  17. Gemetaran
  18. Dada terasa nyeri
  19. Sulit berkonsentrasi
  20. Mudah marah atau tersinggung.
Hi, Anxiety!
Hi, Anxiety!

tombol beli buku

Gejala Kognitif

Adapun, gejala kognitif yang dapat terjadi pada mereka yang memiliki gangguan kecemasan sosial, antara lain:

  1.   Terlalu banyak berpikir.
  2.   Berspekulasi terhadap situasi sosial yang akan berakhir buruk.
  3.   Merasa cemas akan dievaluasi secara negatif oleh orang lain.
  4.   Mengevaluasi pada diri sendiri secara berlebihan dan negatif.
  5.   Merasa terancam dengan lingkungan sekitar.
  6.   Kekhawatiran terhadap hal-hal yang sepele.
  7.   Sulit untuk berkonsentrasi.
The Science of Psychic Healing
The Science of Psychic Healing

tombol beli buku

gramedia obf

Penyebab Social Anxiety

Gangguan kecemasan sosial dapat terjadi karena adanya perpaduan dari sejumlah faktor, antara lain:

1. Struktur Otak

Struktur pada otak sangat berpengaruh karena penyebab dari respons takut tersebut. Bagian otak yang berkaitan dengan proses emosional ini biasanya disebut dengan amigdala. Disaat amigdala terlalu aktif karena efek dari kecemasan dalam menghadapi situasi sosial, maka respons pada rasa takut akan semakin bertambah besar dan melebar.

2. Keturunan

Gangguan kecemasan sosial dapat cenderung terjadi karena proses turun temurun di dalam keluarga. Akan tetapi, hal ini tidak dapat dipastikan secara jelas apakah disebabkan oleh faktor genetik atau lebih memiliki kecenderungan atas sikap yang dipelajari berdasarkan lingkungan keluarga atau pengalaman yang dilihat.

3. Lingkungan

Faktor lingkungan juga menjadi salah satu yang penting dalam mengakibatkan gangguan kecemasan sosial. Reaksi kecemasan dapat berkembang dan tidak kekontrol lagi saat mereka yang umumnya dibesarkan oleh orang tua yang terlalu mengekang dan mengontrol anaknya.

4. Kejadian di Masa Lalu

Situasi sosial yang terjadi di masa lalu dapat memberikan gangguan kecemasan. Gangguan-gangguan yang dialami sejak kecil dapat mengganggu masa depan seseorang. Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa dipermalukan, sehingga membuatnya takut ketika akan menghadapi situasi sosial yang sama.

5. Gaya Pikir Mengarah pada Kecemasan Sosial

Seseorang yang merasa khawatir, tidak nyaman dan gelisah dalam menghadapi situasi sosial akan terlalu banyak berpikir dan memberikan reaksi cemas secara berlebihan atas apa yang akan terjadi ketika ia mengalami situasi tersebut. Mereka akan memiliki keraguan atas kemampuan yang dimilikinya. Sulit untuk berkomunikasi dengan baik, merasa takut akan dianggap bodoh dan aneh bahkan membosankan ketika diajak untuk berkomunikasi.

6. Narkoba dan Alkohol

Penggunaan atau konsumsi keduanya tentu sangat berisiko dan memperparah kondisi pada tubuh serta otak pada orang yang memiliki gangguan kecemasan.

7. Stres yang Menumpuk

Penumpukan stres dapat berlangsung secara terus menerus akibat dari suatu kejadian tertentu, misalnya stres karena suatu penyakit, stres dalam hal pekerjaan dan tugas sekolah, serta stres atas meninggalnya anggota keluarga.

Thought Culture or Practical Mental Training
Thought Culture or Practical Mental Training

tombol beli buku

Dampak Social Anxiety

Grameds, salah satu kasus pada masalah kesehatan seperti gangguan kecemasan sosial yang berlebihan dan terus menerus ini dapat mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah dampak buruk dari gangguan kecemasan, di antaranya:

1. Melemahkan Sistem Imun Tubuh

Gangguan kecemasan dapat memicu respons stres dan hormon yang berlebihan. Dalam jangka waktu yang pendek, akan terasa seperti adrenalin yang mengalir di sistem tubuh kamu. Hal ini dapat meningkatkan denyut nadi dan pernapasan yang kamu miliki sehingga otak tidak dapat menghasilkan lebih banyak oksigen.

Reaksi atau respons tersebut juga dapat memperlihatkan bagaimana kamu siap dalam mengatasi situasi tertentu dengan tepat dan intens. Selain itu, terdapat sistem kekebalan dalam tubuh kamu yang mungkin juga dapat dijadikan sebagai dorongan singkat. Jadi, dalam kurun waktu tertentu stres dapat bermanfaat bagi tubuh sehingga tubuh dapat kembali berfungsi secara normal begitu stres tersebut hilang.

Akan tetapi, bila kamu sering merasa stres dan cemas, sistem kekebalan tubuh yang kamu miliki tidak akan pernah mendapatkan sinyal untuk kembali berfungsi secara normal. Hal ini tentu saja dapat melemahkan sistem kekebalan dalam tubuh kamu, sehingga kamu akan mudah untuk terkena penyakit dan rentan terinfeksi virus.

2. Menyebabkan Masalah Pencernaan

Gangguan kecemasan tidak hanya mempengaruhi sistem imun dalam tubuh kita. Kecemasan dapat juga mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem ekskresi kamu. Di saat kamu merasa cemas akan ketidaknyamanan di sekitar kamu mungkin akan mengalami mual, sakit perut, diare, dan masalah pencernaan lainnya.

Selain itu, bisa juga berkurangnya nafsu makan. Tidak lagi heran jika gangguan kecemasan diduga memiliki kaitan dengan iritasi usus besar setelah terjadinya infeksi usus. Gejala pada iritasi usus besar ditandai berupa sembelit, diare, dan muntah.

3. Masalah Pernapasan

Kecemasan dapat juga mengakibatkan pernapasan terganggu yang membuat pernapasan tersebut menjadi pendek atau sangat cepat. Hal lain yang dapat memperburuk suatu pernapasan jika mempunyai penyakit paru obstruktif kronik. Tidak hanya itu, gangguan kecemasan dapat juga memperburuk keadaan bagi mereka yang mengidap atau memiliki gejala penyakit asma.

4. Mengganggu Sistem pada Saraf Pusat

Serangan panik atau gangguan kecemasan yang biasa dialami dalam jangka waktu yang cukup panjang dapat menyebabkan otak melepaskan hormon secara tidak teratur. Kondisi ini tentu dapat meningkatkan frekuensi dengan munculnya suatu gejala, seperti depresi, sakit kepala, dan pusing.

Di saat kamu merasa tidak nyaman, cemas dan stres maka pikiran dalam otak akan membanjiri sistem saraf dengan bahan-bahan kimia dan hormon yang telah dirancang untuk membantu kamu merespons ancaman-ancaman tersebut. Salah satu contohnya yaitu kortisol dan

Peristiwa stres yang terjadi di dalam otak terkadang dapat bermanfaat. Stres dengan jangka waktu yang cukup panjang akan mempengaruhi hormon dan berbahaya bagi kesehatan fisik. Selain itu, dalam jangka waktu yang cukup panjang juga akan berpengaruh terhadap kortisol yang berperan pada peningkatan berat badan.

gramedia obf

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Gangguan kecemasan dapat juga menyebabkan rasa nyeri di dada, jantung berdebar, dan detak jantung meningkat dengan cepat. Bagi kamu yang memiliki gangguan tersebut dapat berisiko tinggi dalam mengalami penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Jika kamu sudah memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan kecemasan sosial ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

6. Menurunkan Kualitas Tidur

Saat merasa cemas kamu akan memiliki reaksi, seperti lari atau bertarung yang membuat otak terjaga sehingga kesulitan untuk tidur. Rasa cemas tersebut mengakibatkan kamu tidak bisa tidur secara nyenyak sehingga kita akan terus merasa letih saat bangun di pagi hari. Sedangkan, tubuh dalam diri kita memerlukan waktu tidur yang cukup supaya bisa mengoptimalkan aktivitas di siang hari.

7. Mengganggu Saluran Reproduksi

Ahli ob-gyn Jessica Chan mengemukakan pendapatnya, kecemasan dapat mengganggu kesuburan baik pada perempuan atau laki-laki, menghambat siklus menstruasi, dan memperburuk gejala menopause. Hal ini dapat terjadi karena adanya peningkatan pada kortisol serta menurunnya kadar pada hormon reproduksi tersebut.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dapat berdampak buruk pada tingkat libido dan kesuburan sehingga akan mengganggu kehidupan seksual dalam diri kita.

Cara Mengatasi Social Anxiety / Kecemasan Sosial

Kamu telah mengetahui banyak informasi tentang social anxiety dari artikel di atas kan. Nah, sekarang ada hal yang wajib dan penting untuk kamu ketahui yaitu bagaimana cara mengatasi social anxiety.

Berikut ini merupakan beberapa cara mengatasinya, antara lain:

Olahraga Ringan 15-20 Menit

Salah satu cara terbaik untuk dapat menghentikan gangguan kecemasan yaitu dengan berjalan jauh dari situasi. Grameds, dapat berjalan santai atau melakukan olahraga ringan, seperti pilates atau yoga selama 15-20 menit. Hal ini dapat dilakukan untuk mengurangi rasa kecemasan dalam diri kamu dan membantu lebih fokus dalam melakukan aktivitas ke depannya.

Mengevaluasi Pola Pikir

Pikiran yang tidak dapat kita kontrol akan terus menerus mengganggu kecemasan. Oleh karena itu, pemikiran yang pesimis dan overthinking akan selalu ada dan dapat berakar dalam pikiran kamu yang akan memperparah situasi serta keadaan di masa yang akan datang. Salah satu caranya yaitu dengan mengendalikan pola pikir yang mengarah kepada hal-hal positif serta menantang ketakutan pada rasa kecemasan yang dimiliki.

Menggunakan Aromaterapi

Banyak jenis aromaterapi yang dapat membantu kamu mengurangi gangguan kecemasan, seperti dupa, lilin, minyak, dan lain sebagainya. Hal itu memang sudah teruji dan terbukti kebenarannya karena mampu menenangkan diri menjadi lebih rileks. Selain itu, aromaterapi dianggap dapat membantu dalam mengaktifkan stimulus tertentu pada otak yang berpotensi mengurangi kecemasan tersebut. Satu hal yang mungkin penting bagi kamu, yaitu pilihlah aromaterapi dengan jenis yang kamu sukai supaya lebih rileks saat menggunakannya.

Kesimpulan Social Anxiety Disorder / Gangguan Kecemasan Sosial

Secara umum gangguan kecemasan sosial merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami oleh siapa pun tanpa melihat usia saat itu. Gangguan kecemasan sosial adalah ketakutan secara berlebihan dan rasa tidak nyaman akan tekanan di lingkungan sekitar. Perasaan tersebut dapat bersifat abnormal jika berlebihan dalam menyikapinya.

Reaksi kekhawatiran terhadap gangguan kecemasan sosial ini akan menimbulkan gejala-gejala psikologis jika tidak diatasi dengan baik. Oleh karena itu, gangguan kecemasan sosial ini perlu untuk diberikan pengarahan yang baik dengan cara mengaktifkan stimulus yang akan datang kepada diri kita, mencoba untuk beradaptasi dan mentoleransi lingkungan baru serta memiliki pemikiran-pemikiran positif dengan tidak adanya ancaman-ancaman sosial yang akan terjadi.



Berikut rekomendasi buku bacaan untuk kamu di rumah, Grameds!

Living Well with Anxiety
Living Well with Anxiety

tombol beli buku

 

 

Gramedia hadir sebagai #SahabatTanpaBatas untuk menemani kamu selama pandemi supaya semakin positif dan imun tetap terjaga, dengan membaca buku rekomendasi di atas sembari meningkatkan kegemaran untuk terus membaca.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha