in

Ciri-Ciri Masa Pubertas Pada Anak Perempuan & Laki-Laki

Semua orang pasti pernah dan akan mengalami masa pubertas.  Bahkan tidak hanya remaja saja yang kerap dibuat stres karena harus beradaptasi dengan kondisi baru ini. Para orang tua juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan fisik dan sifat sang anak. Terlebih lagi ketika pandemi seperti ini anak-anak diwajibkan belajar dari rumah. Sehingga para orang tua benar-benar menjadi orang pertama yang menghadapi para anak mereka yang sedang puber.

 

Pengertian Pubertas

Masa puber adalah masa dimana seseorang telah memiliki kematangan dan kedewasaan secara seksual. Puber pada umumnya dialami anak pada usia peralihan sekolah dari SD ke SMP.

Pada anak perempuan umumnya mengalami masa puber sekitar umur 10-14 tahun, sedangkan anak lelaki mengalami masa puber diantara umur 12-16 tahun. Dilihat dari umurnya dapat disimpulkan bahwa anak perempuan cenderung lebih cepat dewasa daripada anak lelaki.

Saat ini banyak orang tua yang telah menyadari bahwa pertumbuhan anak-anak mereka tergolong pesat. Pertumbuhan yang cepat ini nantinya juga akan mempengaruhi pubertas yang juga lebih cepat lagi. Bahkan terkadang beberapa orang tua mengeluhkan karena sulit untuk memahami jalan pikiran sang anak yang sedang dalam masa puber.

Menghadapi masa puber memang tidak mudah, baik bagi anak yang bersangkutan atau orang tua mereka. Banyaknya perubahan yang ada selama masa puber menyebabkan para remaja harus mulai beradaptasi dengan perubahan diri mereka.  Hal ini juga menyebabkan para remaja puber menjadi lebih sensitif.

Ciri Masa Pubertas Pada Anak Perempuan

Sama dengan anak laki-laki, perempuan juga mengalami banyak perubahan fisik dan emosi selama memasuki masa pubertas mereka. Perempuan memasuki masa pubertas lebih cepat dibandingkan anak lelaki, sehingga selain perubahan fisik anak perempuan menjadi lebih sensitif dan dewasa daripada lelaki. Mereka juga perlu beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru sebagai perempuan yang beranjak dewasa. Beberapa ciri yang menandai anak perempuan sudah memasuki masa pubertas akan dipaparkan dibawah ini.

  1.     Pertumbuhan Pesat

Anak dalam masa pubertas akan mengalami pertumbuhan super pesat. Bahkan dalam beberapa kasus pertumbuhan pesat secara fisik bisa melebihi ekspektasi para orang tua. Anak perempuan akan menjadi jauh lebih tinggi dan tangan serta kaki menjadi lebih jenjang. Untuk para orang tua yang ingin membelikan baju dan sepatu bagi anak mereka, perlu bersiap membeli ukuran yang lebih besar. Sebab pesatnya pertumbuhan badan anak mampu membuat semua baju menjadi tidak muat dalam waktu dekat.

  1.     Pertumbuhan Payudara

Anak perempuan memiliki ciri utama yaitu mengalami pertumbuhan pesat di bagian payudara. Pada anak perempuan, payudara mereka akan tumbuh membesar hingga mereka benar-benar dewasa. Pada umumnya memerlukan waktu 3 sampai 5 tahun untuk payudara anak berkembang sepenuhnya seperti orang dewasa. Namun, itu semua kembali pada genetika setiap anak yang diturunkan oleh orang tua mereka.

  1.     Pinggang Melebar

Perubahan fisik lainnya yang jelas terlihat adalah semakin melebarnya ukuran pinggang anak perempuan. Pesatnya pertumbuhan si anak menyebabkan berat badan serta ukuran baju dan celana pun menjadi bertambah juga. Celana yang biasanya muat pun menjadi tak muat lagi.

  1.     Periode Menstruasi

Dari semua tanda-tanda pubertas pada anak perempuan, periode menstruasi mungkin dapat dikatakan menjadi masa yang paling tangguh. Anak perempuan selama menginjak masa pubertas akan mengalami kenaikan hormon dan menstruasi.

Pada umumnya menstruasi pada anak perempuan terjadi pada usia 12-13 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan jika terjadi lebih cepat atau justru lebih lambat. Beberapa anak juga memiliki fase menstruasi yang ‘sulit’.  Sebab di hari pertama mereka menstruasi terkadang perut terasa kram dan melilit. Tetapi, hal ini tidak terjadi pada semua anak.

Pada masa awal pubertas siklus menstruasi yang ada pada setiap anak perempuan pun berbeda-beda tergantung gen dan kondisi tubuh mereka. Ada anak-anak yang sudah menstruasi dengan siklus yang lancar seperti setiap 28 hari sekali. Namun, ada pula yang mengalami siklus menstruasi jarang-jarang seperti 3 bulan sekali.

banner-promo-gramedia

Para ibu sebaiknya memberikan pengarahan agar anak-anak mulai memperhatikan siklus menstruasi mereka. Anak-anak yang sedang beradaptasi dengan masa pubertas ini tentu juga sering bimbang dalam hal menstruasi tetapi malu untuk mengungkapkannya. Sehingga ada baiknya jika para ibu melakukan pendekatan terhadap anak-anak mereka.

  1.     Munculnya Keputihan

Ketika anak mulai puber biasanya akan muncul noda baru berwarna putih atau keruh di celana dalam mereka. Itu adalah keputihan yang kemunculannya menandai bahwa anak memang sedang memasuki masa puber.

Debit ini adalah cairan yang diproduksi oleh tubuh untuk membersihkan vagina. Sehingga kemunculannya adalah hal yang cukup umum dan dialami oleh banyak anak perempuan. Para ibu dapat memberikan penjelasan kepada anak bahwa keputihan ini adalah hal yang wajar sekali. Sebab ini merupakan kali pertama, maka wajar bila anak perempuan yang mengalami ini akan bertanya-tanya.

  1.     Berjerawat

Sama dengan anak laki-laki, perempuan juga mengalami kenaikan hormon yang sedang pesat-pesatnya. Sehingga seluruh bagian tubuh pun mengalami pertumbuhan yang pesat pula. Hormon-hormon tersebut juga menjadi pemicu munculnya jerawat dan komedo di area wajah bahkan badan mereka.

Maka tidak perlu panik jika anak di usia ini mulai melakukan perawatan dan menjaga penampilan. Itu artinya mereka menyadari bahwa mereka sedang berada di masa pubertas dan perlu untuk mulai merawat diri.

  1.     Perubahan Bentuk Tubuh

Seiring berjalannya waktu masa puber membuat perubahan signifikan pada tubuh anak-anak. Selain perubahan fisik yang semakin tinggi, beberapa anak dalam masa pubernya mengalami penambahan berat badan. Beberapa bahkan tampak menggendut karena perubahan hormon-hormon didalam tubuh yang juga memicu perubahan secara fisik. Sebagian anak di masa pubernya cenderung lebih suka tidur, sehari-hari menjadi cepat mengantuk.

Hal ini juga salah satu perubahan yang ada. Contoh lainnya yaitu anak-anak yang dulunya tidak suka makan menjadi lebih banyak makan makanan berat dan camilan, yang pada akhirnya menyebabkan berat badan mereka naik. Akan tetapi itu semua kembali pada genetik yang ada didalam tubuh masing-masing anak.

  1.     Tumbuhnya Rambut Atau Bulu Halus

Semakin lama pertumbuhan anak-anak menjadi semakin nampak. Memasuki masa puber, pada tubuh anak-anak yang awalnya mulus akan mulai tumbuh rambut atau bulu halus di sekitar kemaluan dan ketiak. Bahkan beberapa anak perempuan juga memiliki bulu halus di area kumis mereka.

Ini adalah kondisi yang wajar karena beberapa perempuan memang memiliki kumis halus yang tampak samar tidak seperti anak laki-laki. Tumbuh nya bulu-bulu di sekitar ketiak juga memicu bau keringat di area tersebut. Sehingga anak-anak diusia ini perlu dibimbing untuk mulai menjaga badan mereka agar tetap bersih.

  1.     Perubahan Suasana Hati

Fase pubertas dapat menjadi fase yang sulit untuk anak-anak.  Banyak diantara mereka yang kesulitan beradaptasi dengan kondisi mereka yang baru. Mulai berjerawat, bau badan menjadi lebih kuat beberapa anak bahkan naik berat badannya.

Hal seperti ini tidak jarang membuat mereka minder. Terutama untuk anak perempuan yang memang lebih sensitif, rasanya seperti roller-coaster. Mood dan suasana hati yang cenderung tak menentu dan sulit dipahami. Ini terkadang membuat para orang tua menjadi serba salah, namun kita tidak bisa menyalahkan sang anak juga. Sebab mereka mungkin juga sulit untuk menjelaskan perasaan mereka.

 

Rekomendasi Buku Terkait Pubertas

Growing Up Mindful

Growing Up Mindful

tombol beli buku

 

Membentuk Anak yang Bahagia & Berkesadaran Pikiran Skill yang harus dimiliki anak-anak di masa depan adalah kecerdasan emosi, rasa ingin tahu tinggi, berani mengambil keputusan, dan berdaya juang. Salah satu cara untuk menyiapkannya adalah dengan melatih mindfulness pada mereka. Selama ini mungkin Anda berpikir bahwa mindfulness atau kesadaran pikiran hanyalah untuk orang dewasa, dan mengajarkan mindfulness pada anak adalah hal yang mustahil.

Mungkin Anda juga mengira bahwa praktik mindfulness adalah duduk bersila dengan tenang selama berjam-jam. Semua anggapan itu dipatahkan oleh Dr. Christopher Willard, seorang praktisi mindfulness yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Praktik mindfulness sangat bisa diterapkan oleh anakanak dalam sebuah permainan, olahraga, jalan-jalan, dan setiap aktivitas sehari-hari.

Di buku ini, Dr. Willard menuliskan lengkap panduan praktisnya. Semua bentuk latihan mindfulness bisa Anda lakukan bersama anak-anak baik di rumah, lingkungan bermain, maupun sekolah. Yuk, kita bantu anak-anak meningkatkan fokus dan kebahagiaan, serta mengurangi kecemasannya dengan mindfulness.

 

Be A Dream Parent

Be A Dream Parent

banner-promo-gramedia

tombol beli buku

Anak membawa kebahagiaan bagi orang tua. Menjadi orang tua idaman yang di idolakan anak bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi meskipun tidak mudah kita tetap bisa mewujudkan hal tersebut. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan menumbuhkan kesadaran kita sebagai orang tua, senantiasa belajar memahami dan mengasuh anak, karena orang tua sebagai guru pertama dan utama bagi anak.

Semoga lembaran-lembaran dari artikel dalam buku ini dapat bermanfaat bagi para orang tua, dan bermanfaat bagi siapapun yang ingin mengetahui bagaimana cara menjadi orang tua idaman yang diidolakan anak, orang tua yang bisa memahami kebutuhan anak, orang tua yang kompak dalam mengasuh anak sehingga dapat terlahir anak-anak hebat, anak-anak yang bisa menjadi generasi yang bermartabat, sehat jasmani dan sehat rohani.

Mampu menjadi generasi yang bisa memberi manfaat, bagi diri sendiri, orang tua, agama, dan negara. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

 

Ciri Masa Pubertas Pada Anak Lelaki

Ada banyak hal yang berubah selama masa pubertas. Baik secara fisik dan emosi  juga akan jauh berbeda. Masa puber adalah jembatan peralihan dari masa anak-anak ke remaja. Sehingga, beberapa remaja akan cenderung mengalami perubahan sikap selama fase pubertas ini. Yang terpenting adalah para orang tua harus mampu memahami perasaan anak-anak mereka.

Salah satu ciri yang paling mudah dilihat selama pubertas adalah perubahan fisik. Dibawah ini adalah secara fisik perubahan yang terjadi pada anak lelaki.

  1.     Pertumbuhan Testis

Awal masa puber pada lelaki ditandai dengan pertumbuhan penis dan testis yang mulai membesar. Sehingga produksi hormon testosteron pun juga semakin banyak. Hormon ini juga nantinya akan mempengaruhi sikap dan perilaku si anak tersebut. Anak laki-laki akan benar-benar mencapai masa pubertasnya sekitar dua tahun setelah awal fase pubertas tiba.

  1.     Tumbuh Rambut

Laki-laki yang sedang beranjak dewasa selama masa pubertas juga memiliki perubahan fisik dengan tumbuhnya rambut atau bulu di sekitar alat kelamin dan ketiak. Selain itu, di bagian wajah lelaki juga biasanya ditandai dengan tumbuhnya bulu di sekitar dagu dan kumis.

  1.     Produksi Keringat Bertambah

Selama fase pubertas hormon lelaki meningkat menjadi lebih tinggi.  Hal ini memicu produksi keringat yang juga bertambah banyak sebab kelenjar keringat bekerja lebih cepat. Maka jangan heran jika di masa-masa SMP anak laki-laki cenderung mulai memiliki bau badan yang jauh lebih kuat. Selain aktivitas mereka yang semakin tinggi, hormon dalam tubuh mereka yang sedang puber juga memicu keringat lebih banyak.

  1.     Mimpi Basah

Saat masa puber, anak lelaki biasanya mengalami ereksi dan ejakulasi. Ejakulasi pertama yang dialami menandakan bahwa anak tersebut memasuki fase pubertas. Ejakulasi ini biasanya muncul ketika mimpi basah. Terkadang anak lelaki tanpa ada alasan yang jelas, sudah bangun tidur dalam keadaan ereksi.

  1.     Perubahan Suara

Perubahan suara selama masa pubertas memang sangat ‘kentara’. Tidak seperti anak perempuan, suara lelaki akan cenderung berubah menjadi lebih berat saat memasuki fase puber.

Memang tidak semua anak lelaki suaranya akan menjadi berat sekali. Beberapa anak yang memiliki jenis suara lebih nyaring akan terdengar sama. Namun, jika diperhatikan sebenarnya tetap ada perubahan suara dari saat anak-anak dan saat dewasa. Itulah mengapa anak penyanyi cilik laki-laki suaranya akan terdengar berbeda ketika mereka menyanyi lagi saat dewasa.

  1.     Berjerawat

Tingginya produksi hormon ketika mencapai masa pubertas pada lelaki selain memicu kelenjar keringat bekerja lebih keras, juga memicu munculnya jerawat pada wajah serta badan. Sehingga tidak heran jika selama masa peralihan ini anak-anak mulai merawat diri dengan menggunakan sabun wajah ataupun skincare. Agar wajah tetap bersih sehingga dapat mengurangi kemunculan jerawat.

  1.     Bertambah Tinggi
banner-promo-gramedia

Pernahkah kamu merasa dahulu teman SD tampak sama tinggi denganmu, namun ketika reuni SMP tiba-tiba dia menjadi super tinggi? Anak laki-laki memang memiliki tumbuh kembang yang jauh lebih pesat ketika sudah menginjak masa pubertas. Jadi tidak heran jika laki-laki yang dahulu pendek bisa tiba-tiba bertambah tinggi.

Saat anak memasuki jenjang sekolah menengah pertama pada umumnya mereka masih tampak kecil, namun ketika memasuki kelas dua mereka dapat bertambah tinggi dengan pesat. Hal ini disebabkan anak laki-laki semasa pubertas mampu bertambah tinggi sekitar 7-8 cm setiap tahunnya.

  1.     Otot-otot mulai terbentuk

Berbeda dengan perempuan, anak lelaki yang pada dasarnya memiliki jumlah otot yang jauh lebih banyak pun semakin terbentuk selama masa pubertas. Meskipun mereka tidak melakukan olahraga rutin atau sengaja membentuk badan, secara otomatis otot-otot didalam tubuh anak laki-laki akan bertumbuh dan mengencang. Sehingga beberapa otot akan tampak lebih menonjol dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dengan banyaknya otot-otot tubuh ini, tenaga remaja laki-laki pun menjadi lebih kuat. Maka tidak heran jika di masa remaja mereka sedang aktif-aktifnya.

  1.     Tumbuhnya Jakun

Sama seperti lelaki dewasa pada umumnya, remaja di fase pubertas ini juga ditandai dengan tumbuhnya jakun. Pada dasarnya anak lelaki sudah memiliki jakun namun belum menonjol. Masa pubertas juga memicu hormon tubuh anak laki-laki sehingga jakun yang awalnya tak terlihat pun menjadi menonjol.

Dilihat dari segi fisiknya, ada begitu banyak perubahan yang terjadi pada tubuh anak lelaki. Selain itu, secara emosional remaja anak laki-laki dan perempuan yang sedang puber juga cenderung tidak stabil.

Beberapa anak sering menunjukan perubahan sikap dan mood di masa peralihan ini. mereka cenderung lebih sensitif, menginginkan privasi, ingin dimengerti. Maka tidak heran jika remaja di usia ini cenderung memilih bercerita dengan teman mereka karena merasa teman seusianya lebih memahaminya daripada orang tua.

 

Pubertas Datang Lebih Dini

Baik anak laki-laki maupun perempuan mengalami banyak perubahan diri secara fisik dan emosi. Ciri-ciri pubertas yang disebutkan tidak selalu semuanya terjadi pada masing-masing anak. Akan tetapi sebagian besar anak yang menginjak masa pubertas mengalaminya.

Selain itu, ada banyak faktor yang menentukan bahwa perubahan yang terjadi selama fase puber ini. beberapa faktor seperti genetika yang diturunkan dari orang tua, pola hidup dan asupan makanan anak-anak.

Saat ini ada banyak orang tua yang merasa bahwa anak-anak mereka memasuki masa puber jauh lebih dini daripada mereka dahulu. Hal ini juga terjadi bukan tanpa alasan. Beberapa hal yang mampu menjadi pemicu anak puber lebih awal adalah adanya gangguan kesehatan.

Jika anak perempuan mengalami menstruasi sebelum menginjak usia 8 tahun maka, hal ini dianggap anak tersebut terlalu dini mengalami masa pubertas. Pada umumnya anak yang memiliki gangguan kesehatan berpengaruh terhadap menstruasi yang  terlalu cepat atau terlalu lambat.

Faktor lain yang menyebabkan anak menjadi puber lebih awal yaitu karena asupan nutrisi dan gizi anak pada zaman ini jauh lebih sehat dan baik bagi pertumbuhan. Sehingga, hal ini memicu pesatnya pertumbuhan tubuh dan masa pubertas pun datang lebih awal. Tidak heran jika anak sekarang dapat dikatakan ‘bongsor-bongsor’ karena kebutuhan nutrisi dan gizi mereka lebih dari cukup.

Paparan bahan kimia yang sering ditemukan di produk-produk perawatan yang digunakan anak-anak juga dapat memicu hormon estrogen pada tubuh anak menjadi lebih banyak sehingga mampu mempercepat pubertas. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pemakaian produk aman bagi anak kecil.

Keharmonisan keluarga juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Beberapa anak yang tinggal di keluarga yang kurang harmonis cenderung mengalami pubertas yang lebih awal. Penyebabnya karena anak-anak ini secara tidak langsung dituntut untuk memahami kondisi keluarganya. Hal-hal seperti mampu mendewasakan anak secara mental namun juga memicu datangnya pubertas yang jauh lebih dini.

Pada akhirnya kita paham apa saja yang terjadi terhadap anak-anak yang tengah memasuki masa puber dan tahu bagaimana cara menghadapinya. Anak-anak yang menjadi lebih sensitif selama masa puber mereka, sebenarnya membutuhkan banyak masukan dari orang terdekat. Sebagai orang tua ada baiknya jika mau memahami situasi sang anak dan terus melakukan pendekatan tanpa menghilangkan privasi yang anak-anak ingin miliki. Untuk mengetahui dan lebih memahami tumbuh kembang anak kamu bisa membaca buku parenting di bawah ini.

 

Artikel Terkait Psikologi

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy