in

Review Novel Komsi Kamsa Karya E. S. Ito

Komsi Komsa merupakan sebuah novel karya penulis ternama asal Indonesia, E. S. Ito. Buku ini menjadi buku paling baru karya E. S. Ito yang diterbitkan pada Desember 2021 oleh Penerbit Falcon Publishing. Komsi Komsa sendiri memiliki makna begitu-begitu saja atau so-so, yang diambil dari kata dalam Bahasa Perancis, yakni Comme ci comme ca.

Novel Komsi Kamsa ini berpusat pada seorang pemuda bernama Sam. Sam adalah pemuda asal Indonesia yang memiliki niat untuk mengenyam pendidikan militer di Saipan. Sam telah memutuskan untuk mati sebelum akhirnya seorang dokter Amerika menyelamatkan dirinya dan mengirimnya ke Negeri Paman Sam untuk menjadi manusia yang berpendidikan. Namun, Sam malah terjebak utang judi kepada mafia.

Demi melunasi hutangnya itu, Sam terjerumus dalam serangkaian pekerjaan yang seluruhnya merupakan tindakan penyelundupan. Mulai dari penyelundupan narkotika, orang, sampai ratusan senjata. Bahkah, ia juga berperan untuk menjadi sentral dalam sejumlah perang saudara dan konflik yang terjadi di dunia internasional pada periode 1950-an. Sam pun harus mengungkap sosok sutradara besar di balik seluruh tugas klandestin yang memanjang dari Amerika, India, Tibet, Afrika Utara, Vietnam, sampai rencana yang melibatkan pembunuhan Bung Karno.

Profil E. S. Ito – Penulis Novel Komsi Kamsa

goodreads.com

Eddri Sumitra atau yang akrab dikenal dengan nama E. S. Ito adalah pria kelahiran Minangkabau, asal Nagari Kamang Hilir, Kabupaten Agam, dekat Kota Bukittinggi, pada 21 Juni 1981. Nama E. S. Ito dikenal sebagai seorang penulis novel dan penulis film Indonesia. E.S. Ito lahir dari pasangan Rosnadiar dan Suardi Katik Batuah yang merupakan seorang pedagang. Nama E. S. Ito sendiri merupakan nama panggung atau nama pena yang digunakannya, yang sebetulnya merupakan inisial dari nama aslinya, Eddri Sumitra, dan ditambahkan panggilan kecilnya ketika di rumah, Ito.

E. S. Ito menghabiskan masa kecilnya bersama dengan keluarganya di Kamang Hilia sampai tamat sekolah menengah pertama. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara yang berlokasi di Magelang. Lalu, ia melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tetapi tidak sampai lulus.

Oleh karena ia tak melanjutkan pendidikannya, E. S. Ito kemudian fokus untuk menjadi penulis. Novel-novel karyanya banyak yang memuat latar belakang sejarah dan perburuan harta karun. Novel pertamanya yang berjudul “Negara Kelima” berhasil diterbitkan pada tahun 2005.

Selain sebagai novelis, E. S. Itu juga merupakan seorang penulis film. Ia sudah menulis skenario film Republik Twitter yang telah diproduksi pada tahun 2011. E. S. Ito juga merupakan pendiri rumah produksi Rupakata Cinema. Dalam dunia perfilman, E. S. Ito juga dikenal produktif dalam menghasilkan karya.

Sinopsis Novel Komsi Kamsa

Pros & Cons

Pros
  • Novel Komsi Kamsa ini adalah sebuah kisah yang menyajikan peristiwa sejarah internasional sekitar tahun 1940 hingga 1950-an, yang dikemas menjadi sebuah kisah fiksi.
  • Ini adalah sebuah kisah yang menarik dan kompleks, tetapi dijelaskan dengan menggunakan bahasa yang lugas.
  • Kisah ini dapat membuat pembaca merasa diajak keliling ke berbagai negara, bukan hanya untuk mengikuti perjalanan Sam, si tokoh utama, tetapi juga untuk menelusuri sejarah negara-negara tersebut.
  • E. S. Ito banyak memberikan deskripsi yang detail tentang aksi sejarah yang dilakukan Sam, yang mampu membuat pembaca merasa tegang dan takut.
  • Penulis menyelipkan sejumlah sindiran yang dapat membuat pembaca merenunginya dan meratapinya.
  • Alur kisah yang cepat membuat mereka yang membaca kisah yang penuh aksi ini ikut merasa deg-degan dan penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya.
  • Pembaca mengagumi proses riset yang dilakukan E. S. Ito, karena mereka menilai kisah ini merupakan sebuah gambaran sejarah yang sangat rinci.
Cons
  • Tidak adanya keterikatan secara emosional, karena setiap halamannya menyajikan fakta-fakta sejarah.
  • Tak ada interaksi antartokoh yang menarik dan penggambaran latar belakang tempat kurang jelas.
  • Masih ditemukan juga kesalahan dalam penulisan dan pengejaan.

Lewat katebelece dari Ndoro yang merupakan sosok yang membesarkannya, pada usianya yang ke-23 tahun, Sam tiba di Pulau Saipan. Itu adalah Mariana tempat Marpi Point Field, pangkalan udara milik Angkatan Laut Amerika. Sam memiliki harapan, dirinya bisa dididik menjadi prajurit.

Namun, ia tak bisa menggapai harapannya tersebut, karena ia ketahuan menggunakan ijazah palsu. Jadi, mau tak mau, Sam akhirnya terusir dari sana. Namun, bukannya kembali ke Jakarta, Sam malah memilih untuk bunuh diri. Untungnya, seorang dokter dari WHO yang berada di Saipan, Ted Williams, berhasil menyelamatkannya. Tidak hanya menghentikan upaya bunuh diri Sam, Ted juga memberikan harapan baru kepada Sam, yakni kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

Sam akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Ted itu. Di Amerika Serikat, Sam berkuliah di Universitas California, Los Angeles (UCLA) dan mengambil jurusan ekonomi. Siapa sangka, ternyata kehadiran Sam sebagai pemuda dari Asia Tenggara banyak menarik perhatian para profesor di sana.

Para profesor itu berusaha menanamkan nilai-nilai kapitalisme Amerika kepada Sam, dengan tujuan untuk mendapatkan kredit tambahan patriotisme. Dalam kondisi yang seperti ini, Sam seperti berada di atas angin. Ia tak perlu berusaha keras pun, nilainya akan baik. Banyak orang yang ingin berteman dan mendekati Sam.

Namun, keadaan tak selamanya akan berpihak kepadanya. Ketika mahasiswa lain yang berasal dari Asia mulai berdatangan, Sam mulai tersingkirkan. Dosen-dosennya pun kini tak lagi bermurah hati untuk memberikan nilai tinggi begitu saja.

Di tengah situasinya itu, Sam malah terjerumus perjudian. Di suatu tempat judi, Sam berkenalan dengan Angus. Pria kaya itu menyelipkan uang sejumlah 3000 dolar ke sakunya untuk modal awal. Berkat kecerdasannya, Sam dengan mudah menguasai teknik berjudi, sehingga dia sering menang.

Meskipun Sam berjanji dalam hati bahwa itu adalah kali pertama dan terakhir dia berjudi, ia dengan cepat mengingkari janji itu. Bersama Angus atau sendirian, Sam berkali-kali datang ke tempat perjudian. Dan, pada akhirnya Sam terjatuh ke dalam jurang. Sam pada akhirnya kalah berjudi dan meninggalkan hutang yang sangat besar kepada seorang mafia bernama Mickey Kohen.

Sam yang selama ini tinggal di hotel mulai kesulitan untuk membayar biaya tinggalnya. Pihak hotel pun ingin membawa masalah ini ke jalur hukum. Untungnya, Angus menyelamatkan Sam dengan melunasi tunggakan itu. Sam yang tadinya tinggal sendiri, mau tak mau harus menerima tawaran Ted untuk tinggal di rumahnya. Beruntungnya, istri Ted, Ruth, sangat perhatian kepada Sam. Ruth merasa senang, karena ia memiliki teman mengobrol di rumah.

Sayangnya, kaki tangan Mickey yang bernama Sunny berhasil melacak keberadaan Sam. Sam mati-matian bekerja paruh waktu, tetapi utangnya terus berbunga, dan ia mulai kewalahan. Pada saat itulah, Sunny menawarkan jalan keluar, yakni Sam diminta untuk menjadi kurir heroin. Dalam satu kali kerja, seluruh utangnya akan langsung lunas.

Meskipun ide ini terdengar gila, tetapi Sam merasa ini adalah solusi yang baik. Bukan hanya untuk segera melunasi utangnya, tetapi pria yang haus akan adrenalin ini merasa bahwa penawaran yang diberikan Sunny bisa menguji segala aspek yang ada dalam dirinya.

Sam akhirnya menerima tawaran itu dan bergerak cepat untuk melakukan penyelundupan. Segala bagian dipelajari Sam. Termasuk kemungkinan untuk mendistribusikan barang melalui jalur udara. Ia pun mencoba cara itu, dan pekerjaannya berjalan sukses.

Situasi kemudian menjadi rumit ketika Sunny berhasil ditangkap oleh Federal Bureau of Narcotics (FBN). Dengan tertangkapnya Sunny, posisi Sam menjadi tidak aman. Di tengah tekanan Tegucigalpa, sebuah geng Latin penguasa penjara, Sunny meminta bantuan Sam untuk yang terakhir kalinya. Kali ini, bukan untuk menyelundupkan narkoba, melainkan menyelundupkan 50 orang Honduras untuk masuk ke Amerika Serikat!

Ketika melakukan tugas penyelundupan orang-orang Honduras, Sam berkenalan dengan banyak orang. Saipan orang itu kemudian menjeratnya untuk melakukan petualangan-petualangan pemacu adrenalin di segala penjuru dunia. Salah satunya adalah tempat kelahirannya, Indonesia.

Aksi Sam di Indonesia terjadi ketika diadakan Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung. Di balik kesuksesannya, ternyata terdapat banyak peristiwa yang terjadi. Contohnya, peledakan pesawat Kashmir Princess di Laut Cina Selatan yang membawa rombongan jurnalis yang seharusnya akan meliput acara KAA tersebut.

Namun, sebetulnya jurnalis-jurnalis itu bukan target utama pelaku. Target utama pelaku adalah Zhou En Lai, Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok. Ia berhasil selamat, karena tiba-tiba memindahkan perjalanannya ke penerbangan lain. Ternyata, hal itu sengaja dilakukan, karena intel mereka telah mengetahui rencana pembunuhan Zhou En Lai.

Serangkaian kekacauan juga rupanya telah dipersiapkan selama KAA berlangsung. Namun, rencana itu berhasil digagalkan. Di kesempatan ini juga, Sam akhirnya bertemu dengan Lalla yang sebelumnya ia kira merupakan perwakilan dari delegasi India. Namun ia mengetahui belakangan bahwa wanita yang menarik hatinya ini adalah seorang agen rahasia dan pembunuh yang masih belum bisa dipastikan akan berpihak kepada Sam atau tidak.

Setelah dari Bandung, Sam langsung menuju ke Singapura dan terlibat dalam rangkaian aksi pembunuhan keji. Dari sana, Sam mulai mencari perlindungan ke India sebelum mengurusi proses pengiriman senjata untuk kaum pemberontak di Tibet. Sam kemudian dikenal sebagai orang yang ahli dalam memasok senjata.

Selama perang berlangsung di suatu tempat, itu berarti terdapat kesempatan bagi Sam untuk mendapatkan keuntungan. Angus adalah sosok yang dulu pernah membantunya dan memberikan jalan bagi Sam untuk bisa menjalani hidupnya seperti sekarang. Bagi Sam, Angus tidak hanya berperan sebagai teman, tetapi juha sebagai gurunya.

Sayangnya, Sam sebetulnya tidak pernah tertarik untuk terlibat dalam segala sesuatu yang terjadi di Indonesia, pada akhirnya terjebak dalam situasi yang rumit. Dia mendapatkan misi untuk membunuh Soekarno ketika presiden pertama Indonesia itu melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang. Sam kini berada di posisi yang serba salah.

Sebab, kematian Soekarno akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi Indonesia dan juga Jepang. Tidak hanya itu saja, peperangan antarsaudara pasti dengan mudah akan terjadi. Siapa yang berani menjamin kalau pertumpahan darah antarsaudara yang mungkin terjadi ini tak ada kaitannya dengan apa yang Sam lakukan selama ini? Apa yang kemudian bisa Sam lakukan demi mencari jalan keluar yang paling baik?

Kelebihan Novel Komsi Kamsa

Novel Komsi Kamsa ini adalah sebuah kisah yang menyajikan peristiwa sejarah internasional sekitar tahun 1940 hingga 1950-an, yang dikemas menjadi sebuah kisah fiksi. Ini adalah sebuah kisah yang menarik dan kompleks, tetapi dijelaskan dengan menggunakan bahasa yang lugas. Kisah ini dapat membuat pembaca merasa diajak keliling ke berbagai negara, bukan hanya untuk mengikuti perjalanan Sam, tetapi juga untuk menelusuri sejarah negara-negara tersebut.

E. S. Ito banyak memberikan deskripsi yang detail tentang aksi sejarah yang dilakukan Sam, yang mampu membuat pembaca merasa tegang dan takut. Penulis juga menyelipkan sejumlah sindiran yang dapat membuat pembaca merenunginya dan meratapinya. Alur kisah yang cepat membuat mereka yang membaca kisah yang penuh aksi ini ikut merasa deg-degan dan penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pembaca juga merasa kagum dengan proses riset yang dilakukan E. S. Ito, karena mereka menilai kisah ini merupakan sebuah gambaran sejarah yang sangat rinci. Novel Komsi Kamsa ini adalah sebuah novel penuh aksi dan petualangan yang memberikan pengajaran sejarah.

Kekurangan Novel Komsi Kamsa

Kekurangan novel Komsi Kamsa ini terletak pada tidak adanya keterikatan secara emosional, karena setiap halamannya menyajikan fakta-fakta sejarah. Kemudian, pembaca menilai tak ada interaksi antartokoh yang menarik dan penggambaran latar belakang tempat kurang jelas. Selain itu, masih ditemukan juga kesalahan dalam penulisan dan pengejaan.

Pesan Moral Novel Komsi Kamsa

Melalui kisah ini, kita dapat belajar dari pengalaman Sam untuk tidak terjebak dalam “proses instan” seperti perjudian. Sebab, perjudian dapat membuat manusia terlena dengan keuntungan yang bisa didapatkan, hingga lupa akan risiko besar yang menantinya. Seperti Sam yang pada akhirnya jatuh ke dalam jurang perutangan.

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Komsi Kamsa karya E. S. Ito. Bagi kalian yang penasaran akan petualangan Sam, kalian bisa mendapatkan novel ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Rating: 4.35

Written by Nandy