in

Review Buku Se(N)Iman Karya Wildan Alamsyah

Ketika berbicara tentang puisi, banyak orang yang berpikir bahwa karya puisi biasanya disajikan dengan kata-kata yang sulit untuk dimengerti dan tidak cocok dibaca oleh anak muda. Tenang saja, Grameds, karena buku yang satu ini sangat direkomendasikan untuk anak muda.

Se(N)Iman merupakan buku fiksi sastra karya Wildan Alamsyah. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Lovable pada Juli 2020. Buku yang memiliki total 177 halaman ini merupakan buku kumpulan puisi yang disajikan dengan gaya bahasa yang pastinya mudah untuk dimengerti.

Entah ini cahaya jingga atau senja.

Yang jelas rasa kusudah berbeda.

Tidak seperti waktu itu yang selalu ingin bersama.

Bahkan, kita pernah sama-sama berjanji.

Untuk menikah dan mencintai.

Untuk bersama dan tidak saling menyakiti.

Cahaya senja mulai hilang.

Pertanda bahwa kau akan hilang.

Cahaya jingga makin keras.

Pertanda bahwa kumakin stres dan tidak waras.

Akhir cerita, kita berpisah.

Dan, kau tau apa?

Aku tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.

Melalui buku Se(N)Iman ini, Wildan Alamsyah berharap dapat menghibur kalian yang sedang merasa patah hati. Melalui buku ini, Wildan Alamsyah ingin memberitahu bahwa kalian tidak sendiri, karena masih banyak juga orang lain yang patah hati, termasuk Wildan Alamsyah sendiri.

Profil Wildan Alamsyah – Penulis Buku Se(N)Iman

Instagram @wildanalamsyah2

Wildan Alamsyah adalah seorang pria yang lahir di Depok, Jawa Barat, pada tanggal 2 April 1999. Wildan Alamsyah adalah anak ke-5 dari total 6 bersaudara. Ia lahir di keluarga yang sederhana. Wildan Alamsyah memiliki hobi untuk mengedit foto atau gambar, membaca buku, dan juga menulis.

Pria yang satu ini sangat suka dengan nasi goreng, bakso, dan rendang. Wildan Alamsyah mengawali pendidikannya dengan bersekolah di di SD Negeri Limo 01 Depok. Ia dikenal sebagai murid yang berprestasi sejak kelas 6 SD. Setelah lulus sekolah dasar, Wildan kemudian melanjutkan pendidikannya dengan bersekolah di MTs.Hidayatul Umam Cinere-Depok.

Wildan memiliki banyak prestasi sejak itu. Prestasi yang diraihnya kebanyakan dari MHQ dan MTQ. Wildan bersekolah di MTs.Hidayatul Umam hanya sampai selesai kelas 7 saja. Wildan kemudian melanjutkan kelas 8, sejak Juli 2012, di Pesantren ASSA’ADAH Radio Dalam, Jakarta Selatan. Di pesantren, Wildan juga mencetak prestasi, yakni menjadi juara 3 di kelas 8, dan juara 1 di kelas pondok.

Saat ingin melaksanakan Ujian Akhir Semester pada tahun 2013, Wildan akhirnya keluar dari pesantren, karena memiliki masalah dengan pengurus pesantren. Setelah beberapa hari Wildan tak sekolah, akhirnya ia masuk ke SMP Darul ‘ilmi Limo Depok. Pada awalnya, Wildan masuk untuk memulai kelas 8. Namun, ia kemudian dipanggil oleh gurunya, dan dinyatakan harus mengulang dari kelas 7 lagi, karena tak ada surat pindah dan rapor dari sekolah sebelumnya.

Wildan tak ingin mengulang lagi dari awal, sehingga ia pun memutuskan untuk keluar lagi dari sekolah itu. Setelah beberapa minggu orang tuanya berusaha mencari sekolah untuk Wildan, akhirnya pihak sekolah MTs. Hidayatul Umam menyatakan untuk bersedia menerima Wildan bersekolah di sana lagi, dengan syarat ia harus mengulang dari kelas 8.

Setelah berpikir cukup lama, Wildan akhirnya menerima penawaran tersebut. Wildan berhasil meraih prestasi dengan menduduki peringkat ke-5 di semester 1, dan menduduki peringat ke-2 di semester 2 ketika mengulang kelas 8 di MTs.Hidayatul Umam.

Sosok Wildan Alamsyah dikenal sebagai seorang selebgram yang populer, karena ia tergabung dalam tim Ria Ricis, YouTuber ternama Indonesia. Dalam tim tersebut, Wildan Alamsyah berperan sebagai seorang desainer. Diketahui, Wildan memang sedari kecil sudah ingin menjadi seorang desainer, juga seorang pengusaha.

Tampaknya, kedua cita-cita Wildan itu sudah tercapai. Wildan Alamsyah juga memiliki sebuah usaha di bidang industri pakaian yang bernama Visbar. Sebagai seorang selebgram, akun Instagram Wildan Alamsyah yang bernama @wildanalamsyah2 telah memiliki sejumlah 1,6 juta pengikut.

Selain sebagai seorang selebgram, desainer, dan pengusaha, Wildan Alamsyah juga dikenal sebagai penulis. Wildan Alamsyah telah berhasil menerbitkan 3 buku, yakni Pemimpi(n), Pemimpin(n) uncensored, dan Se(n)iman.

Sinopsis Buku Se(N)Iman

Pros & Cons

Pros
  • Buku Se(N)Iman ini menyajikan puisi-puisi yang mudah untuk dimengerti.
  • Puisi-puisi yang dituliskan juga dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  • Buku Se(N)Iman ini juga dilengkapi dengan ilustrasi sederhana dan cantik yang melengkapi puisi yang disajikan.
  • Tampilan visual buku Se(N)Iman ini juga dinilai estetik, hingga bagian dalam buku ini.
  • Wildan Alamsyah juga menampilkan sejumlah foto yang sesuai dengan tema puisi yang disampaikan.
Cons
  • Diksi yang digunakan dinilai kurang indah, karena tak memberikan kedalaman makna.

SMA

Dilan nakal, lalu mendapatkan Milea.

Nathan nakal, lalu mendapatkan Salma.

Aku malu, lalu mendapatkan senyummu.

Aku hanya mengagumi, bukan memaksa ingin memiliki.

Mimpi

Aku masih di sini, di atas kasur, memikirkan mimpi-mimpi indah,

yang harusnya aku laksanakan sekarang juga.

Ah, sial, aku masih ngantuk.

Bintang

Jika boleh kuibaratkan, kau sama seperti bintang

Nikmat dilihat, namun susah untuk didapat.

Saling

Kita saling kenal, hanya saja tak dekat.

Kita saling tatap, hanya saja tak tetap.

Kita saling rindu, hanya saja tak ungkap.

Kita adalah kedua yang saling ingin membimbing.

Mungkin tak saat ini, tapi nanti.

Ketika Tuhan sudah menghendaki.

Ibadah

Kita terlahir untuk beribadah

Jika Tuhan mengizinkan, kita akan bercinta

Soekarno punya Fatmawati

Soeharto punya Hartinah

Habibie punya Ainun

Gusdur punya Nuriyah

Susilo Bambang Yudhoyono punya Ani

Jokowi punya Iriana

Aku, punya Allah

Yang menciptakanmu

Sinar

Layaknya rembulan, ia selalu bersinar

Walau langit sedang gelap.

Rindu

Aku kalau nulis pake tangan kanan,

cebok pake tangan kiri.

Aku kalau kangen suka inget kenangan,

bukan inget diri sendiri.

Mencari

Berdiri aku di bawah mentari

untuk mencari rezeki.

Menunduk aku terpancar

oleh sinar mentari.

Berkeringat aku kelelahan

ingin makan, tapi….

Rezeki masih kucari.

Cemburu

Belum jadi miliknya saja sudah berani untuk cemburu.

Berarti, kau sudah sayang yang berlebih sebelum memiliki.

Sunyi

Saya bersama kesunyian saya hari ini,

yang akan menjadi sebuah kisah.

saya bersama kebahagiaanmu nanti hari,

yang akan menjadi sebuah cinta.

Sial, lagi-lagi semuanya tentangmu.

Sama

“Semua laki-laki sama saja!” katamu.

Sekarang aku tanya, apa hebatnya Tuhan jika semua laki-laki sama?

Semua laki-laki itu berbeda.

Kamunya aja yang ribet!

Senja

Sama seperti senja.

Kau akan datang membuat rasa lelah menjadi indah.

Kelebihan Buku Se(N)Iman

Buku Se(N)Iman ini berhasil menjadi salah satu buku yang berhasil berada di jajaran buku best seller. Tentunya, buku Se(N)Iman ini memiliki sejumlah kelebihan. Kelebihan yang pertama, buku Se(N)Iman ini menyajikan puisi-puisi yang mudah untuk dimengerti. Puisi-puisi yang dituliskan juga dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kemudian, buku Se(N)Iman ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang melengkapi puisi yang disajikan. Ilustrasi-ilustrasi tersebut sederhana dan cantik. Tampilan visual buku Se(N)Iman ini juga dinilai estetik, mulai dari tampilan sampulnya yang didominasi warna hitam dan menampilkan sekilas foto-foto, hingga bagian dalam buku ini. Setiap lembar buku Se(N)Iman ini ditulis dengan menggunakan jenis tulisan yang estetik, dan dilengkapi juga dengan ilustrasi yang membentuk seperti tekstur.

Selain itu, Wildan Alamsyah juga menampilkan sejumlah foto yang sesuai dengan tema puisi yang disampaikan. Secara keseluruhan, buku Se(N)Iman ini adalah buku kumpulan puisi yang mudah untuk dimengerti, dan direkomendasikan untuk anak muda. Ini adalah buku fiksi sastra yang indah.

Kekurangan Buku Se(N)Iman

Selain kelebihan, buku Se(N)Iman ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan pada buku ini terletak pada penggunaan diksi yang dinilai kurang indah. Diksi yang digunakan memang mudah untuk dimengerti, tetapi dinilai tak memberikan kedalaman makna. Namun, puisi-puisi yang disajikan dalam buku ini dapat dinikmati oleh pembaca dan bisa memberikan kesan yang baik.

Pesan Moral Buku Se(N)Iman

Dari buku Se(N)Iman ini, kita dapat belajar untuk memaknai patah hati bukan sebagai sebuah ajang kehancuran, melainkan sebagai proses yang mendewasakan diri. Patah hati dapat menjadi sebuah batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan bahkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan karya. Contohnya seperti Wildan yang akhirnya dapat melahirkan buku ini dari pengalaman patah hati.

Jangan sampai patah hati membuat kalian depresi. Mari jadikan patah hati sebagai ajang untuk berkreasi dan akhirnya mencetak prestasi. Dan, yakin saja bahwa suatu saat, patah hati ini akan membawa Anda terbang tinggi.

Nah, itu dia Grameds ulasan buku Se(N)Iman karya Wildan Alamsyah. Menarik sekali ya puisi-puisi yang disajikan buku ini. Bagi kalian yang ingin membaca berbagai puisi patah hati lainnya, kalian bisa langsung mendapatkan buku ini hanya di Gramedia.com.

Selain buku Se(N)Iman ini, kalian juga bisa mendapatkan berbagai buku lainnya, bahkan kebutuhan sehari-hari di Gramedia.com lho! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi terbaik dan terlengkap bagi Anda. Selamat membaca!

Rating: 3.87

Written by Nandy