in

Review Novel Not Me Karya Caaay

Not Me merupakan sebuah novel karya Caaay, penulis asal Indonesia. Kisah Not Me dipublikasikan pertama kali oleh Caaay sendiri di platform Wattpad pada akun pribadinya yang bernama @Caay_. Tak pernah ia sangka sebelumnya, kisah Not Me ini menjadi sangat populer di Wattpad.

Hingga saat ini, per bulan November 2022, kisah Not Me telah dibaca sebanyak 8,6 juta kali di Wattpad. Angka yang fantastis itu kemudian membawa kisah Not Me ini pada akhirnya diterbitkan menjadi sebuah novel oleh penerbit Moka pada bulan Desember 2021. Banyak orang yang menantikan novel Not Me ini, jadi tak heran jika novel Not Me berhasil sukses menjadi salah satu novel yang berhasil menduduki rak dengan judul buku best seller.

Novel ini mengisahkan tentang Cakrawala Agnibrata, pria yang mengidap gangguan mental, yang membuatnya selalu tersenyum dan tertawa ceria seolah dirinya adalah orang yang paling bahagia di dunia. Cakrawala sangat suka warna kuning dan memiliki senyum yang manis seperti gula. Dia selalu ramah walaupun dunia tak pernah ramah kepadanya. Dia juga sangat bawel.

Cakra…

Hampir setiap minggu aku selalu berdiri di depan gereja, melihat ke arah pintu gerbang, menunggu kamu datang menjemputku selepas sholat dhuha menggunakan sepeda kuning kesayanganmu. Kemudian, kamu akan tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku sembari berteriak, “HAI MOA! AKU DI SINI!”

Aku tunggu kamu hingga matahari mulai terik, tetapi kamu masih juga belum datang. Lalu, aku baru sadar bahwa kamu sudah tak ada lagi di dunia. Dan air mataku kembali berlinang.

Profil Caaay – Penulis Novel Not Me

Caaay merupakan nama pena dari seorang gadis bernama Cahaya Maharani. Cahaya Maharani memulai karir kepenulisannya di sebuah platform online yang memungkinkannya untuk berkarya secara bebas, yakni Wattpad. Ia mulai bergabung menjadi penulis di Wattpad sejak 12 Januari 2017.

Ia adalah pemilik akun Wattpad dengan nama pengguna @Caaay_ yang hingga saat ini, per bulan November 2022, telah memiliki 46.7 ribu pengikut. Caaay telah menulis 5 kisah yang dipublikasi di akun Wattpadnya. Dua di antara kisah tersebut telah berhasil diterbitkan menjadi sebuah buku.

Kisah yang pertama, yakni Not Me, yang dibahas pada artikel kali ini. Kisah yang kedua yang berhasil diterbitkan berjudul About Me, kisah yang merupakan spin-off dari Not Me. Ini adalah kisah mengenai tentang Maratungga, sosok yang dikenal sebagai remaja galak dari SMA Banaspati yang bodoh, tetapi berbakat dalam melukis. Tak ada yang berani dengan Maratungga, tetapi saat berada di hadapan seorang gadis bernama Aya Saraswati yang tak lain merupakan teman masa kecilnya dan juga ketua ekstra taekwondo, Maratungga akan berubah menjadi sosok cowok bucin dan posesif.

Hal-hal yang Aya lakukan tak pernah absen dalam setiap karya yang dibuat Maratungga. Sebab, bagi Maratungga, Aya itu sumber inspirasi yang paling cantik. Maratungga juga memiliki sahabat yang bernama Malbi, yang merupakan ketua OSIS SMA Banaspati. Namun, hubungan mereka berubah menjadi tragedi saat salah satu gadis berprestasi di SMA Banaspati ditemukan meninggal akibat tenggelam secara misterius di kolam renang.

Dibantu oleh Malbi, Aya dan Maratungga berusaha memecahkan misteri kematian gadis itu. Namun, satu demi satu terror justru menghantui mereka, sehingga membuat hubungan mereka semakin kacau dan rumit. Persahabatan mereka diuji, mereka saling menyalahkan, keluarga mereka mulai retak, begitu juga perasaan mereka kepada satu sama lain yang patut dipertanyakan.

Kisah ketiga yang dipublikasi Caaay berjudul “Pesan Terakhir Cakra ; Coretan Maratungga”. Kisah ini menceritakan tentang pesan dari Cakra untuk Maratungga yang tadinya dianggap sebagai pesan biasa, tetapi ternyata itu merupakan pesan terakhir sebelum hari kematiannya. Kepergian Cakra kemudian membuat Maratungga mengabadikan memori kisah hidupnya bersama sang adik dalam sebuah coretan di atas kanvas.

Kisah keempat yang dipublikasi Caaay berjudul “Save Me”, yang berpusat kepada Moa Jatraji. Keempat kisah ini memiliki kaitan, tetapi semuanya dapat dibaca secara terpisah. Lalu, kisah terakhir yang dipublikasi Caaay di Wattpad berjudul “Crush”. Ini adalah kisah cinta remaja yang manis, yang suka menjahili crush atau gebetannya.

Caaay menyatakan bahwa dirinya akan membuat karya sesuai dengan apa yang dia suka, bukan apa yang penggemarnya minta. Bagi kalian yang ingin mengenal sosok Cahaya Maharani lebih dekat, kalian bisa mengikutinya dan mengintip kesehariaannya melalui berbagai sosial media, yakni di Wattpad dan Instagram dengan nama pengguna @Caaay_, serta TikTok dengan nama pengguna @Caaay___ .

Sinopsis Novel Not Me

Pros & Cons

Pros
  • Novel Not Me ini menawarkan premis cerita yang menarik, yang mengangkat isu tentang kesehatan mental.
  • Selain berfokus pada isu tersebut, kisah Not Me ini juga menawarkan cerita romansa, cerita tentang keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.
  • Caaay dinilai dapat mengemas cerita ini menjadi unik, karena ia menggunakan teknik flashback.
  • Alur novel Not Me ini juga dinilai cepat dan mengalir.
  • Gaya penulisan Caaay juga santai dan mudah untuk dipahami.
  • Karakter para tokoh utama dan tokoh pendukung yang ada dalam kisah ini dinilai kuat.
Cons
  • Beberapa bagian kisah yang kesannya menggantung, karena tidak ada penyelesaian yang tuntas.
  • Beberapa dialog terlalu kaku dengan menggunakan bahasa baku.

Cakrawala Agnibrata, dia adalah lelaki yang selalu menebarkan senyum ke semua orang yang ditemuinya, walaupun dunianya sedang hancur berantakan. Sampai pada akhirnya, kebiasaannya untuk pura-pura bahagia justru merenggut kewarasannya. Cakra dinyatakan mengidap sakit mental.

“Setelah beberapa bulan saya mengamati perilakunya, saya dapat menyimpulkan bahwa Cakrawala, salah satu siswa terbaik di SMA Elang, ia mengidap Obsessive-Compulsive Disorder atau OCD”

“Kamu ngapain sih temenan sama Cakra? Dia itu sakit mental!”

“Cakrawala, kasih tau kakak, siapa yang mukulin kamu? Kamu pernah bilang kalo temen-temen kamu sayang sama kamu. Kalo mereka sayang sama kamu, gak mungkin kamu selalu bawa luka lebam yang baru setiap pulang sekolah.”

“CAKRAWALA!” teriak Tigu yang menggelar bagai petir. Tangan kirinya menggenggam kuat sebuah raket yang akan dia pakai untuk memukul tubuh Cakrawala. “KELUAR KAMU CAKRA!”, teriaknya lagi. Cakrawala menyembunyikan dirinya di dalam lemari baju.

“Bunda.. badan Cakra sakit semua karna dipukuli Ayah. Bunda, tolong jemput Cakra. Cakra mau pulang sama Bunda…”

Teruntuk Cakrawala Agnibrata, pria yang mengidap gangguan mental, yang membuatmu selalu tersenyum dan tertawa ceria seolah kamu adalah orang yang paling bahagia di dunia. Cakrawala sangat suka warna kuning dan memiliki senyum yang manis seperti gula. Dia adalah sosok yang selalu ramah kepada siapapun, walaupun dunia tak pernah ramah kepadanya. Dia juga sangat bawel.

Cakra…

Hampir setiap minggu aku selalu berdiri di depan gereja, melihat ke arah pintu gerbang, menunggu kamu datang menjemputku selepas sholat dhuha menggunakan sepeda kuning kesayanganmu. Kemudian, kamu akan tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku sembari berteriak, “HAI MOA! AKU DI SINI!”

Aku tunggu kamu hingga matahari mulai terik, tetapi kamu masih juga belum datang. Lalu, aku baru sadar bahwa kamu sudah tak ada lagi di dunia. Dan air mataku kembali berlinang.

“Sekeras apapun kamu menjaga, sekuat apapun kamu memegang, seerat apapun kamu memeluk, yang pergi akan tetap pergi.”

Moa mengayuh sepeda berwarna kuning itu. Sepeda yang merupakan milik Cakrawala. Selama mengayuh, Moa hanya bisa menitihkan air mata. la bahkan tak peduli orang-orang sekitar yang terus menatapnya.

“CAKRAWALA GUE BENCI SAMA LO!”

“Hiks!”

“Lo denger gue Cakrawala, GUE BENCI SAMA ELO00O!!!

AAAAAAAA!!! GUE BENCI!”

Di atas sepeda yang masih melaju, Moa menangis tersedu. Langit yang semula mendung, kini mulai menjatuhkan tetesan-tetesan air ke bumi. Moa terus mengayuh sepeda tanpa ingin menepi dan tidak peduli jika ia akan basah kuyup. Memori tentang Cakrawala terus terputar di kepala Moa, membuat perasaannya semakin hancur.

“Moa, aku mau pulang. Aku pengen ketemu Bunda, aku kangen sama Bunda…”, kata Cakrawala melalui sambungan telpon.

“lya, hati-hati ya. Salam buat bunda kamu, ya.”

“Hemmm…” Cakrawala langsung mematikan sambungan telpon itu.

Moa kembali mengerjakan tugas sekolahnya yang belum selesai. Tinggal tersisa beberapa soal lagi. Coba saja ia tergabung dalam satu kelompok dengan Cakrawala, pasti tugasnya sudah selesai.

“Kenapa, Mo?” tanya Kansa, teman satu kelompoknya.

“Ini, tadi Cakrawala nelpon, dia mau pulang untuk bertemu bundanya, katanya kangen.”

“Oh… Ketemu bun- ” Kansa langsung menoleh kepada Moa.

“Bundanya Cakrawala kan sudah lama meninggal, Mo!”

“Seharusnya waktu itu aku gak ijinin kamu pulang, Cakra!” ucap Moa dengan suara yang semakin melemah. Di bawah hujan yang sangat deras, tangis Moa pecah.

Kelebihan Novel Not Me

Sebagai salah satu novel yang berhasil dilirik pihak penerbit dan juga menduduki rak buku best seller, novel Not Me ini memiliki banyak kelebihan. Jika melihat dari sinopsis di atas, kita sudah dapat mengetahui bahwa novel Not Me ini menawarkan premis cerita yang menarik. Novel ini menawarkan kisah yang mengangkat isu tentang kesehatan mental, isu yang memang sedang banyak disuarakan pada masa ini.

Selain berfokus pada isu tersebut, kisah Not Me ini juga menawarkan cerita romansa, cerita tentang keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. Caaay juga dinilai dapat mengemas cerita ini menjadi unik, karena ia menggunakan teknik flashback, yang mengisahkan perjalanan sang tokoh utama pada masa lalu, sebelum ia meninggal.

Alur novel Not Me ini juga dinilai cepat dan mengalir. Kemudian, gaya penulisan Caaay juga santai dan mudah untuk dipahami. Karakter para tokoh utama dan tokoh pendukung yang ada dalam kisah ini juga dinilai kuat. Secara keseluruhan, novel Not Me ini direkomendasikan bagi kalian yang ingin membaca kisah remaja yang ringan, tetapi tidak biasa.

Kekurangan Novel Not Me

Selain kelebihan, novel Not Me ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan pada novel ini terletak pada beberapa bagian kisah yang kesannya menggantung, karena tidak ada penyelesaian yang tuntas. Kemudian, pembaca juga merasa beberapa dialog terlalu kaku dengan menggunakan bahasa baku. Hal ini dinilai kurang sesuai dengan narasi kisah ini yang sudah menggunakan bahasa santai.

Pesan Moral Novel Not Me

Melalui kisah Not Me ini, kita diajarkan untuk dapat menghargai setiap waktu yang masih boleh kita habiskan bersama orang-orang di sekitar kita. Sebab, waktu adalah satu-satunya hal yang tak dapat diulang. Jadi, hargai waktu dan habiskan waktu dengan baik, supaya terhindar dari penyesalan.

Dari kisah Not Me ini, kita juga kembali diingatkan untuk menghindari bullying. Sebab, penindasan dapat meninggalkan luka yang sangat besar kepada seseorang, bahkan trauma, yang mungkin mengacaukan hidupnya. Bersikap baiklah kepada semua orang.

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Not Me karya Caaay. Bagi kalian yang penasaran akan kehidupan Cakrawala dan Moa, kalian bisa segera mendapatkan novel ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Rating: 4.33

Written by Nandy