in

Review Novel Philia Karya Dwbites

Philia merupakan sebuah novel fiksi karya Dwbites. Cerita Philia merupakan Alternative Universe (AU) yang pertama kali dipublikasikan di media sosial Twitter di akun @dwbites pada 30 Juli 2021. Kisah ini menggunakan face claim Jaemin, anggota boy group asal Korea Selatan, NCT Dream.

Hingga saat ini, kisah alternative universe Philia telah berhasil mendapat lebih dari 54,9 ribu likes dan sudah di-retweet lebih dari 22,5 ribu kali. Kisah alternative universe Philia yang populer ini kemudian berhasil membawa Dwbites menerbitkan cerita ini dalam bentuk novel pada April 2022. Novel dengan total 300 halaman ini merupakan novel fiksi romansa remaja yang akan mengisahkan tentang dua remaja yang saling menyayangi.

Mengapa aku bisa menyukai perempuan yang selalu bangun jam 5 pagi cuma untuk menata rambutnya? Bagaimana bisa aku menyukai perempuan yang selalu menangis di kala sedang sedih maupun senang? Dan bagaimana bisa aku menyelesaikan tulisanku kalau di dalamnya hanya berisi tentang kamu? Banyak kisah yang ingin kutulis, yang di dalamnya bercerita tentang dirimu, tetapi segala hal tentangmu tidak akan ada ujungnya.

Sinopsis Novel Philia

Pros & Cons

Pros
  • Novel ini menyajikan tambahan detail yang dapat memberikan kesan yang baru kepada kisah ini, jadi Anda yang sudah membaca versi alternative universe tak perlu khawatir bahwa novel ini akan membosankan.
  • Premis cerita Philia ini dinilai menarik, karena tidak hanya menyajikan tentang kisah cinta Ode dan Atharel, tetapi juga tentang hubungan keluarga, hubungan pertemanan, dan proses pendewasaan.
  • Latar kisah ini sangat relate dengan banyak orang, yakni lingkungan kuliah.
  • Konflik yang disajikan pada kisah ini tidak rumit, tetapi konflik tersebut mampu membuat pembaca merasa kesal dan sedih juga.
  • Karakter-karakter dalam novel ini mampu memikat hati pembaca.
  • Setiap karakter yang ada dalam cerita ini dinilai memiliki peran yang pas porsinya.
  • Kisah Philia ini juga memiliki pesan moral di baliknya.
Cons
  • Masih didapatkan beberapa kesalahan penulisan, susunan kalimat yang kurang efektif, dan penggunaan huruf kapital yang salah.
  • Bagian klimaks cerita terkesan terlalu terburu-buru.

Atharel Pradana adalah lali-laki yang sangat tampan, banyak penggemar, sangat sayang sama pacarnya, tetapi berlagak cuek. Odelyn Machzkie, perempuan yang cantik, lugu, memandang semua dalam pandangan yg positif, sensitif, pemalu, dan sangat bersyukur bisa disayang oleh seorang Atharel. Mereka berdua menjalin hubungan, tetapi tak banyak yang mengetahui tentang hubungan mereka.

Kale adalah teman dekat dari Atharel, Ode juga baru mengenal Kale ketika masa ospek di kampus, dan Kale juga sekarang satu kelas dengan Ode. Selain Kale, Atharel juga memiliki teman yang bernama Raka. Pada suatu hari, Atharel sedang nongkrong bersama Kale. Tiba-tiba ada yang berteriak, “WOIII!!!”.

Teriakan itu cukup keras. Itu adalah suara teriakan Raka. Raka datang dengan membawa bungkus gorengan. “Nongkrong ga ngabarin lo pada”, kata Raka sambil menepuk pundak Atharel dan Kale.

Raka kemudian mengubah topik pembicaraan, iya menanyakan tentang teman sekelompoknya kepada Atharel. “Eh iya, rel lo tau kan teman sekelompok kita?”, tanya Raka. “Siapa?”, Atharel hanya melirik beberapa detik ke arah Raka. “Itu Dila, yang rambutnya panjang, punya tato kecil?”, perjelas Raka.

“Oh, iya kenapa?”, Atharel terus mengecek ponselnya, pesannya masih belum terbalas. “Cantik tuh, yakali engga”, tawar Raka. “Lo pikir dia barang, lo tawar-tawarin gitu”, Kale hanya melirik sesekali ke arah Raka, dengan maksud ingin membungkam ucapan Raka. “Sorry sorry, tapi dia suka sama lo tau?”, Atharel menoleh cukup lama ke arah raka, tak berkata apapun, hanya menatapnya. Tatapan itu membuat Raka menunduk sambil memakan gorengannya. “Dila? temen kelompok kita? suka sama gue?”, perjelas Atharel.

“Hmm, dia suka. Dia minta dijodohin sama lo..”, kata Raka yang sedang mengunyah gorengannya. “Lagian kenapa gamau sih rel? cantik juga..”, Kale menambahkan sedikit bubuk kehancuran. Atharel menghela nafas cukup panjang, sedikit berdecak.

“Kalian berdua kenapa deh? Rak, lo tau gue pacarnya Ode kan? Lo juga Le, lo kan tau gue pacaran sama Ode. Bahkan yang buat gue heran, Dila juga tau gue pacarnya Ode, lebih gilanya Dila sama Ode sahabatan? Guys, kalau Ode denger gimana, overthinking trus dia selalu merasa kurang padahal dia perempuan yang luar biasa”, kata Atharel sedikit kesal. “Yaelah jangan dibawa serius Re “, tambah Kale.

“Le, ini emang kedengeran bucin tolol. Satu tongkrongan ga mungkin gak ada yang saling nawarin cewek walaupun mereka punya pacar, kalau ditanya gue pernah goyah atau engga, jawabannya pernah. Tapi gue mikir lagi, gimana lamanya gue deketin Ode, gimana caranya supaya Ode percaya sama gue kalau gue tulus, gimana caranya Ode paham ga semua laki-laki brengsek? Sekali gue ngelakuin kesalahan itu sekecil apapun, Ode mungkin gak bakal bertahan sama gue sampe sekarang”. Atharel kemudian meninggalkan Raka dan Kale, Atharel memakai jaket kulit hitamnya sambil berjalan.

Raka dan Kale hanya bisa menelan ludah, mereka berdua lupa akan satu hal, bahwa Atharel manusia yang tak pernah tergoda dengan perempuan secantik apapun, karena Atharel tidak ingin memperkenalkan dirinya, mendekatkan dirinya dengan perempuan baru, dan memulai lagi hubungan yang menurutnya itu hanya akan membuang waktu yang cukup lama dan panjang. Memiliki perasaan pada perempuan lain memang mudah, tetapi setia lebih menantang untuk Atharel.

Begitu sayangnya Atharel kepada Ode, begitu pun sebaliknya. Namun, tampaknya akan selalu ada pengganggu dalam hubungan mereka. Sebab, Atharel adalah idola para wanita. Sedangkan, Ode sangat baik, Ia tidak ingin Atharel terbebani jika banyak orang yang mengetahui bahwa Ia adalah pacarnya.

Kebaikan Ode kerap kali membuat dirinya diremehkan. Dila yang merupakan sahabat Ode dan tinggal satu kosan dengan Ode saja, kerap kali menyuruh-nyuruh Ode untuk menggosok bajunya, dan lain sebagainya. Lebih daripada itu, Dila bisa suka dengan Atharel dan secara terang-terangan bilang ke Ode. Ia juga bilang kepada Ode bahwa Atharel menggoda dia dengan nyender ke pundaknya, dan karena itu, Atharel tampaknya tidak suka dengan Ode.

Kelebihan Novel Philia

Sebagai salah satu kisah alternative universe yang berhasil dilirik penerbit Bukune, novel Philia ini memiliki banyak kelebihan. Secara garis besar, kisah yang disajikan pada novel ini sama seperti yang dipublikasi di Twitter. Namun, novel ini tentunya menyajikan tambahan detail yang dapat memberikan kesan yang baru kepada kisah ini. Jadi, bagi Anda yang sudah membaca versi alternative universe, tak perlu khawatir bahwa novel ini akan membosankan.

Premis cerita Philia ini dinilai menarik, karena tidak hanya menyajikan tentang kisah cinta Ode dan Atharel, tetapi juga tentang hubungan keluarga, hubungan pertemanan, dan proses pendewasaan. Latar kisah ini juga sangat relate dengan banyak orang, yakni lingkungan kuliah. Dwbites berhasil membangun dunia yang dikenal dekat oleh pembaca, sehingga pembaca mudah untuk membayangkan kisah ini. Kisah ini sangat menarik dan ringan, sehingga sangat cocok untuk dibaca di kala Anda tak ingin terlalu berpikir.

Konflik yang disajikan pada kisah ini tidak rumit, tetapi konflik tersebut mampu membuat pembaca merasa kesal dan sedih juga. Pembaca merasa mereka bisa terikat dengan kisah ini, karena sangat mudah untuk dimengerti. Hal ini didukung juga oleh kehadiran karakter yang dapat menarik hati.

Karakter Atharel mampu membuat pembaca jatuh hati, di mana setiap tindakan, ucapan, dan pemikirannya itu digambarkan sangat dewasa, manis, dan diidamkan semua wanita. Begitu juga, karakter Ode dapat menjadi teladan bagi pembaca. Ode digambarkan sebagai sosok yang selalu positif, dan berusaha memberikan yang terbaik kepada siapapun itu.

Setiap karakter yang ada dalam cerita ini dinilai memiliki peran yang pas porsinya. Tidak ada karakter yang kesannya sekadar figuran atau pelengkap saja. Kehadiran para karakter itu memberikan dampak langsung ke karakter utama, dan alur kisah. Terutama untuk dinamika hubungan Atharel dan Ode.

Selain itu, kisah Philia ini juga memiliki pesan moral di baliknya. Kisah ini mengingatkan pembaca untuk tidak menetapkan ekspektasi terlalu tinggi kepada orang lain. Juga, untuk berhati-hati dalam memupuk kepercayaan pada orang lain.

Secara keseluruhan, kisah Philia ini adalah kisah yang dapat dibilang seperti paket lengkap. Anda bisa menemukan kisah yang manis, asam, menggemaskan, sedih, mengesalkan, dalam novel ini. Anda pasti akan mampu tenggelam dalam ceritanya, hingga bisa merasakan apa yang karakternya rasakan.

Kekurangan Novel Philia

Selain kelebihan, novel Philia ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan pada novel ini terletak pada teknis penulisan yang masih dinilai kurang teliti. Masih didapatkan beberapa kesalahan penulisan, susunan kalimat yang kurang efektif, penggunaan huruf kapital yang salah, dan sebagainya. Namun, hal ini tak mengganggu proses membaca kisah ini.

Selain itu, beberapa pembaca merasa bagian klimaks cerita kurang memuaskan. Sebab, pada bagian klimaks cerita tersebut, alurnya terlalu cepat. Hal ini memberikan kesan terburu-buru untuk menyelesaikan cerita ini.

Pesan Moral Novel Philia

Melalui kisah Philia ini, kita bisa belajar untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Ada baiknya, kita tidak menaruh kepercayaan penuh kepada orang lain, bukan karena kita berpikir negatif, tetapi sebagai sebuah pertahanan dari rasa kecewa dan sakit hati. Sebab, percaya terkait erat dengan kecewa.

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Philia karya Dwbites. Menggemaskan sekali ya hubungan Ode dan Atharel. Bagi kalian yang penasaran akan kelanjutan hubungan mereka, yuk langsung saja dapatkan novel ini hanya di Gramedia.com.

Kalian juga bisa mencari novel lain, jenis buku lain, dan berbagai kebutuhan sehari-hari di Gramedia.com loh. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi terbaik dan terlengkap bagi Anda. Selamat membaca!

Rating: 3.88

Written by Nandy